;
Tags

investor asing

( 87 )

Investor Asing Mengejar Keuntungan di China

HR1 30 Sep 2024 Kontan (H)

China tengah sibuk menebar paket stimulus jumbo demi mendongkrak perekonomiannya. Sejumlah kebijakan terbaru negara ini turut berimbas ke pasar keuangan sejumlah negara, termasuk Indonesia. Stimulus yang digelontorkan Bank Sentral China alias People's Bank of China (PBoC) mulai memangkas suku bunga hingga menyuntik likuiditas di sistem perbankan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi 5%. Selama ini, Negeri Panda tertekan deflasi akibat penurunan pasar properti dan melemahnya kepercayaan konsumen. Bursa saham Tiongkok menyambut rancangan kebijakan ini dengan gembira. Sejumlah indeks di bursa saham China melesat sepekan terakhir. Pasar saham Tanah Air terkena imbasnya. Dalam jangka pendek, gelontoran stimulus China cenderung menjadi sentimen negatif untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya mengatakan, kombinasi pelonggaran kebijakan dan valuasi saham indeks-indeks di China yang murah, di jangka pandek, investor asing menarik dana dari emerging market ke pasar China.  "Apalagi IHSG juga riskan terkoreksi karena masih di kisaran rekor tertinggi sepanjang masa," katanya kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Namun stimulus China, dinilai masih belum sepadan dengan ekonomi. Cheril bilang memang akan terjadi potensi perpindahan dana asing dari Indonesia ke China. Hanya saja, aliran dana investor asing yang keluar dari pasar Indonesia relatif terbatas. 

Mengingat data ekonomi China  masih lemah. Adrian Joezer, Head of Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas menambahkan, koreksi IHSG belakangan ini memang disebabkan aksi profit taking dibarengi kebijakan Pemerintah China. Instrumen pertama PBoC akan menggelontorkan dana sebesar CNY 500 miliar. Fasilitas ini memungkinkan perusahaan asuransi dan pialang mendapatkan akses lebih mudah untuk membeli saham.  Kemudian, kedua, PBoC juga akan menyediakan dana sebesar CNY 300 miliar berbentuk pinjaman murah ke bank-bank komersial sebagai pendanaan untuk membeli saham atau menggelar program buyback. Direktur Infovesta Utama, Edbert Suryajaya mengatakan, adanya stimulus seharusnya berdampak positif kepada pasar saham Indonesia. Jika aktivitas ekonomi di China tumbuh, akan menguntungkan emiten-emiten yang berorientasi ekspor. Cheril menimpali, kenaikan harga komoditas logam, seperti emas, nikel dan timah dapat dimanfaatkan investor. Secara tidak langsung, kenaikan harga komoditas menguntungkan emiten ekspor  di sektor tersebut.   Cheril merekomendasikan investor untuk mencermati saham-saham produsen emas. Cermati juga saham yang diuntungkan pelonggaran suku bunga seperti properti dan teknologi.

Investor Asing Semakin Tertarik pada Proyek IKN

HR1 26 Sep 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mendapatkan dorongan signifikan dengan masuknya investasi asing, yang menunjukkan kepercayaan global terhadap proyek ini. Dalam acara groundbreaking, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan proyek investasi dari Delonix Group asal China senilai Rp500 miliar, serta proyek dari Australia dan Rusia, menjadikan total investasi yang diumumkan mencapai Rp1,07 triliun. Jokowi menegaskan bahwa kehadiran investor asing di IKN akan menarik lebih banyak investor lainnya dan menciptakan ekosistem yang positif.

Untuk mendukung percepatan investasi, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Investasi IKN, yang bertugas merealisasikan target investasi sebesar Rp100 triliun sepanjang tahun ini. Optimisme terhadap sektor properti juga disampaikan oleh Bambang Eka Jaya, Wakil Ketua Umum DPP REI, yang melihat komitmen asing sebagai sinyal positif bagi prospek pembangunan IKN. Selain itu, Budihardjo Iduansjah dari Hippindo menekankan pentingnya pembangunan sarana retail untuk menarik populasi ke Nusantara.

Secara keseluruhan, masuknya investor asing dan domestik di IKN menunjukkan bahwa Nusantara sudah menjadi tempat yang menarik untuk investasi, dengan dukungan dari berbagai regulasi dan keringanan yang dijanjikan pemerintah untuk memfasilitasi para investor.

Indonesia Membutuhkan Banyak Investor

KT1 20 Aug 2024 Investor Daily
Pada 2024, Indonesia memiliki 17.508 pulau yang tersebar di sekitar garis khatulistiwa. Banyaknya pulau yang ada di Indonesia ini dinilai memiliki potensi yang besar dalam mendorong laju investasi. "Bayangkan begitu banyak pulau di Indonesia belum tersentuh, masih memiliki potensi yang begitu besar tetapi tidak diketahui oleh investor, kata Founder Indonesia  Tourism Investor Club (ITIC) Teguh Anantawikrama. Dia menerangkan, banyak investor asing yang sangat antusias untuk berinvestasi di Indonesia. Bahkan negara tetangga sangat agresif  ingin berinvestasi di Indonesia, tetapi memang belum menemukan partner yang tepat dan belum menemukan informasi yang tepat. Berkaca dari itu, Teguh mempunyai cita-cita  memiliki club (ITIC) untuk para investor dalam mendorong pariwisata Tanah Air. (Yetede)

Investor Asia Timur Minati Perusahaan Pembiayaan Indonesia

KT1 17 Jul 2024 Investor Daily
OJK menyatakan bahwa investor asing dari Asia Timur menunjukkan minat yang cukup baik terhadap perusahaan pembiayaan di Indonesia. "Saat ini terdapat empat perusahaan pembiayaan yang telah melaporkan realisasi akuisisi oleh asing," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, Senin (15/7/2024). Ia menyampaikan bahwa investor asing tersebut berasal dari Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang. Selain itu, terdapat pula satu perusahaan yang tengah dalam proses realisasi akuisisi, serta dua perusahaan lainnya yang sedang dalam proses persetujuan akuisisi. (Yetede)

IBU KOTA NUSANTARA : PEMANIS UNTUK INVESTOR ASING

HR1 24 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah tengah menyiapkan formula baru untuk mempercepat realisasi investasi asing di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur yang cenderung sepi sejak megaproyek diluncurkan pada pertengahan 2022. Pimpinan puncak Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tengah serius menggelar rapat untuk membahas nasib investasi perusahaan asing dan konsorsium asal luar negeri di Nusantara. Rapat secara marathon itu salah satunya membahas surat minat investasi atau letter of intent (LoI) milik perusahaan asing dan konsorsium yang sudah masuk ke kantor Otorita IKN di Jakarta. Berdasarkan catatan Bisnis, beberapa investor asing yang telah menyampaikan minatnya untuk berinvestasi di IKN umumnya menyasar kerja sama pada sektor hunian. Setidaknya terdapat tiga calon investor asing yang disebut komitmennya untuk membangun 90 rumah susun (rusun) di IKN. Perinciannya, satu perusahaan asal China yakni Citic Cobstruction dan dua perusahaan properti asal Malaysia yakni Maxim dan IJM. 

Citic Construction yang juga tergabung dalam Konsorsium Nusantara bersama dengan PT Risjadson Brunsfi eld Nusantara akan membangun sebanyak 60 tower rusun untuk Kementerian Pertahanan dan Keamanan. Selanjutnya, perusahaan properti asal Malaysia yakni IJM Corporation Berhad juga siap membangun 20 tower hunian ASN di IKN dan Maxim Properties akan membangun 10 tower hunian ASN. Minat investasi asing yang bakal dibangun lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk sektor hunian di IKN itu masih terganjal masalah biaya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita (IKN) Basuki Hadimuljono mengungkapkan nilai pengembalian investasi asing di IKN masih terlalu mahal. Basuki yang juga menjabat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghitung biaya pengembalian investasi untuk sektor hunian jauh lebih mahal dibandingkan dengan bunga kredit sindikasi perbankan. “Jadi masih kita hitung betul, mendingan loan karena masih kecil bunganya,” tegasnya. Oleh karena itu, Basuki tengah mencari cara calon investor asing yang umumnya membidik IRR di atas 12% bisa terpenuhi. 

Sejauh ini, investasi asing di IKN masih nihil kendati Otorita IKN menargetkan total investasi yang parkir sepanjang tahun ini bisa menembus Rp100 triliun. Rencananya, Presiden Joko Widodo melangsungkan rapat kabinet guna membahas dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap proyek infrastruktur salah satunya IKN. Akan tetapi, Basuki menjelaskan tidak akan tinggal diam melihat situasai itu. Menurutnya, pemerintah bakal mengambil keputusan kahar nasional untuk menjaga stabilitas ekonomi jika pelemahan nilai rupiah berlanjut. Basuki juga tak menampik bahwa sejumlah kontrak yang telah diteken di IKN bakal mengalami eskalasi. Dalam kesempatan lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terus bergerak guna merealisasikan IKN. Rencananya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan rute pelayaran kapal pinisi untuk wisata ke IKN. Saat ini, dua rute kapal pinisi disiapkan berlayar ke IKN. Pertama, trayek Pelabuhan Semayang—Jembatan Pulau Balang (passing)—Dermaga PT ITCI KU (memutar)—Pelabuhan Semayang. Kedua, Dermaga PT ITCI KU—Jembatan Pulau Balang (passing)—Pelabuhan Semayang (memutar)—Dermaga PT ITCI KU.

Libur Panjang Bisa Gerus Minat Investor Asing

KT1 22 May 2024 Investor Daily (H)
Jumlah libur pekerja di Indonesia yang mencapai 27 hari dalam setahun dinilai dapat mengganggu aktivitas dan produktivitas usaha. Daya saing industri Tanah Air juga berpotensi tergerus di mata investor asing. Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, ada sejumlah faktor yang memengaruhi keputusan investor asing  berinvestasi di suatu negara. Salah satu faktor itu adalah menyangkut produktivitas kerja. "Menurut saya, memang tidak disebutkan para investor  melakukan protes terhadap isu  mengenai libur, tetapi sedikit banyak pasti bersinggungan dengan kenaikan upah yang tinggi dibandingkan produktivitas yang dihasilkan," ujar Tauhid. Apalagi, kata dia, produktivitas pekerja Indonesia dinilai lebih rendah dibandingkan pekerja di negara Asean lainnya. Produktivitas pekerja Indonesia disebut berada diangka US$ 23.890 per pekerja, bahkan lebih rendah dibanding rata-rata Asean yang berada di angka US$ 24.270. (Yetede)

Asing Masuk Rp 8,51 Triliun di Akhir Januari 2024

HR1 05 Feb 2024 Kontan
Aliran modal asing tercatat masuk ke pasar keuangan dalam negeri pada pekan kelima Januari 2024. Berdasarkan data transaksi dari Bank Indonesia (BI) periode 29 Januari hingga 1 Februari 2024, nonresiden membeli neto Rp 8,51 triliun di pasar keuangan domestik. Asisten Gubernur BI Erwin Haryono bilang, dana asing masuk ke pasar surat berharga negara (SBN), pasar saham, dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). "Nonresiden beli neto Rp 5,51 triliun di pasar SBN, beli neto Rp 2,46 triliun di pasar SBN, dan beli neto Rp 540 miliar di SRBI," terang Erwin dalam keterangannya, Jumat (2/2). Meski ada aliran dana asing yang masuk ke pasar keuangan dalam negeri, premi risiko investasi di Indonesia tampak naik tipis. Tercatat, premi credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun per 1 Februari 2024 sebesar 75,15 basis poin (bps), atau naik tipis dari 75,12 bps pada 26 Januari 2024. Dengan perkembangan tersebut, data setelmen dari awal 2024 hingga 1 Februari 2024 menunjukkan, arus modal asing yang masuk secara neto ke pasar SBN, pasar saham, maupun SRBI.

PENANAMAN MODAL : AGAR ASING TAK BERPALING

HR1 23 Jan 2024 Bisnis Indonesia (H)

Efek ketidakpastian global yang memicu perlambatan produk domestik bruto (PDB) berdampak cukup besar pada perekonomian nasional. Situasi kurang kondusif akibat lesatan inflasi yang menekan permintaan, serta kenaikan suku bunga acuan yang membatasi akses permodalan memaksa investor asing untuk menunda atau wait and see dalam rencana penanaman modalnya. Tak pelak, aliran investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) ke Asia Tenggara surut, tak terkecuali aliran modal ke Tanah Air. 

United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) dalam Investment Trends Monitor January 2024, mencatat FDI ke Asia Tenggara pada 2023 anjlok hingga 16% menjadi US$192 miliar. Realisasi itu pun menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakhir. Penurunan FDI ini dipicu oleh terpangkasnya aliran modal asing ke negara-negara yang selama ini menjadi pusat investasi dunia, seperti Indonesia, Thailand, serta Vietnam. Pada 2024, pemerintah menargetkan investasi senilai Rp1.650 triliun, naik 17,85% dibandingkan dengan target 2023 senilai Rp1.400 triliun. Dari jumlah tersebut, setidaknya 50% disumbang oleh investasi asing langsung. 

Kalangan pelaku usaha pun menyadari betul adanya gejolak yang memaksa investor asing untuk sementara waktu menunda penanaman modalnya di Indonesia. Ketegangan geopolitik yang tinggi, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, pengetatan moneter, hingga kontraksi pertumbuhan ekonomi di negara maju menjadi hambatan bagi pertumbuhan FDI. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani, meyakini meski kontraksi FDI Asean pada 2023 sebesar 16%, penurunan Indonesia jauh lebih terbatas.  Shinta menambahkan, di tengah ketidakpastian ekonomi, investasi global justru lebih tertarik ke negara-negara dengan rating tingkat kepercayaan investasi yang tinggi. Sementara itu, arus FDI ke negara berkembang menjadi lebih sulit karena persepsi risiko investasi yang jauh lebih tinggi. 

Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Chandra Wahjudi, menambahkan Indonesia masih menjadi salah satu primadona tujuan investasi di Asean setelah Singapura dan Vietnam. Dalam beberapa kuartal terakhir pemerintah berhasil menyeimbangkan porsi investasi antara penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang sedikit di atas penanaman modal asing (PMA). Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira, mengatakan perlambatan global memang menjadi sisi lain dari penyebab terpangkasnya FDI.

IKN Kebanjiran Minat Investor

KT1 21 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang tengah dibangun di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kebanjiran minat para investor baik dalam maupun luar negeri yang ingin menanamkan investasinya disana. Hal itu tercermin dari banyaknya surat pernyataan minat (letter of intent/Lol) untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN yang disampaikan kepada pemerintah. Tercatat, Otorita Ibu Kota Negara Nusantara (OIKN) sudah menerima sebanyak 305 Lol. Dari jumlah tersebut tercatat ada 172 investor domestik dan sisanya yakni 133 investor asing. Dari jumlah investor asing tersebut, terbanyak dari Singapura yakni 27 investor, disusul Jepang sebanyak  25 investor, kemudian Malaysia dan China masing-masing 19 investor, serta Findlandia dan Spanyol masing-masing 3 investor, Uni Emirat Arab, Thailand dan Jerman masing-masing 2 investor, sisanya lainnnya. (Yetede)

SRBI Pikat Investor Masuk Pasar Keuangan Domestik

KT1 20 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Langkah Bank Indonesia (BI) menggunakan intrusmen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mulai menunjukkan dampak positif terhadap masuknya aliran modal asing di pasar keuangan domestik. Sejak intrusmen ini dijalankan pada 15 September hingga 16 November 2023, aliran modal yang masuk melalui SRBI mencapai Rp 21,02 triliun. BI mencatat aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik senilai Rp 7,33 triliun pada 13-16 November 2023. Aliran modal asing masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 2,49 triliun, melalui pasar saham sebesar Rp 870 miliar. Pada saat yang sama aliran modal asing juga masuk melalui SRBI sebesar Rp 3,97 triliun. "Puji syukur transaksi SRBI di pasar sekunder dan juga minat asing terhadap SRBI terus mengalami peningkatan," kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto kepada Investor Daily, Minggu (19/11/2023). (Yetede)