;
Tags

investor asing

( 87 )

Cari Cuan Menarik, Hot Money Membanjiri Pasar Modal

HR1 26 Aug 2022 Kontan (H)

Di tengah kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, investor asing masih gencar masuk ke pasar modal dalam negeri. Dalam sebulan terakhir, investor asing mencatatkan aksi beli di pasar saham dengan nilai bersih (net buy) Rp 7,51 triliun. Sejak awal tahun ini, nilai beli bersih asing telah mencapai Rp 64,14 triliun. Sementara itu di pasar obligasi, saat ini posisi dana asing mencapai Rp 770,55 triliun atau naik Rp 19,31 triliun dari posisi akhir Juli 2022. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji mengatakan, keputusan BI untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75% diapresiasi pelaku pasar termasuk investor asing, karena kebijakan ini menjadi langkah preventif untuk menstabilkan inflasi. Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, ketimbang negara lain, pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih tergolong lebih tinggi.

Dana Asing Masuk Lagi ke Pasar Keuangan

HR1 11 Aug 2022 Kontan (H)

Setelah sempat terjadi capital outflow akibat sentimen kenaikan suku bunga The Fed, dana asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan Tanah Air. Di bursa saham, sepekan terakhir asing melakukan net buy Rp 4,71 triliun di pasar reguler. Investor asing juga mulai melakukan aksi beli di pasar obligasi. Ini tercermin dari naiknya kepemilikan investor asing di surat berharga negara (SBN). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), per 8 Agustus, jumlah kepemilikan asing di SBN Rp 761,96 triliun, naik hingga Rp 10,72 triliun dari posisi akhir Juli, Rp 751,24 triliun.

Investor Perlahan Hengkang

KT1 02 Aug 2022 Tempo (H)

Arus modal keluar (capital outflow) mulai deras terjadi sepanjang Juli 2022. Keluar modal asing tak terhindarkan lantaran suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) melejit  tinggi, sedangkan suku bunga acuan Bank Indonesia rendah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan capital outflow tetap tinggi meski indikator perekonomian domestik menunjukkan sinyal positif. "Memasuki triwulan III 2022, yaitu hingga 28 Juli, investasi portfolio mencapai nett outflow sebesar US$ 2,05 miliar," ujarnya, Senin, 1 Agustus 2022. Hal itu sejalan dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global hingga penguatan dollar AS yang memicu investor keluar dari Indonesia menuju negara-negara dengan tren kenaikan suku bunga acuan global. Sri Mulyani merinci investor asing yang menarik dana di pasar surat berharga negara (SBN) pada  Juli 2022 sebesar Rp 29,15 triliun. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, dana asing yang keluar dari pasar obligasi sebesar Rp32,12 triliun pada Mei 2022. (Yetede)

Selama 4 Hari, Dana Asing Hengkang Rp 8,56 Triliun

HR1 18 Jul 2022 Kontan

Dana investor asing yang hengkang keluar Indonesia masih terjadi. Kondisi tersebut masih terus berlangsung hingga pekan kedua Juli 2022. Berdasarkan data transaksi yang dihimpun Bank Indonesia (BI) untuk periode 11 Juli 2022 hingga 14 Juli 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik terjadi jual neto hingga Rp 8,56 triliun.

Penjualan oleh Investor Asing Tekan Indeks Saham

KT3 13 Jul 2022 Kompas

Tekanan jual oleh para investor asing dikhawatirkan membuat IHSG menjadi lebih berfluktuasi. Para investor tetap harus memperhatikan sentimen di pasar yang dipengaruhi oleh perkembangan situasi ekonomi AS. ”Jangan melawan arus investor asing, banyak aliran dana asing keluar di sektor finansial. Selama ada outflow, tekanan jual masih ada,” kata Head of Reaserch Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya dalam Mirae Asset Day, Selasa (12/7) di Jakarta. Mirae juga merevisi target IHSG pada akhir tahun menjadi 7.400 dari sebelumnya 7.600.  Penurunan target ini terkait kondisi ekonomi Indonesia dan global.

Macro Equity Strategist dari Samuel Sekuritas Indonesia, Lionel Priyadi, dalam risetnya, mengatakan, investor di AS bersiap menghadapi musim laporan keuangan yang cenderung pesimistis. Hal ini terlihat dari pergeseran dana pasar saham ke uang tunai dan pasar obligasi. Ketika imbal hasil obligasi Pemerintah AS berdurasi 10 tahun hanya turun menjadi 2,99 %, indeks USD menguat signifikan 0,9 % menjadi 108 pada Senin (11/7). Lionel juga mencermati bahwa tekanan inflasi dan pertumbuhan PDB yang rendah berpotensi menekan IHSG dan harga obligasi. (Yoga)


KAWASAN INDUSTRI : MODAL KUAT JATENG PIKAT INVESTOR

HR1 20 May 2022 Bisnis Indonesia

Kawasan industri di Jawa Tengah punya modal kuat dalam memikat investor multinasional dari berbagai sektor. Pemilik perusahaan mobil Tesla Elon Musk pun berminat untuk berinvestasi pada ekosistem baterai mobil di daerah tersebut. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan Elon Musk akan berinvestasi pada dua sektor. “Dia akan masuk pada dua bagian investasi besar. Pertama ekosistem baterai mobil. Kedua mobilnya,” katanya pada konferensi pers melalui virtual dikutip Kamis (19/5). Bahlil menjelaskan bahwa waktu realisasi investasi Tesla masih belum bisa diumumkan. Begitu pula dengan nominal yang akan masuk ke Indonesia karena tanda tangan kerja sama belum dilakukan. Meski begitu, dia memastikan hal tersebut akan terjadi tahun ini. Sementara itu, pemerintah akan menjadikan Solo Technopark, Solo, Jawa Tengah sebagai instrumen terpenting. Khusus untuk Foxconn, rencananya perusahaan hanya akan melakukan perakitan di Indonesia dan materialnya tidak dibawa ke luar.


BERBURU INVESTOR KAKAP DI AS

HR1 14 May 2022 Bisnis Indonesia (H)

Presiden Joko Widodo agresif mengundang pebisnis Amerika Serikat untuk menanamkan modal di Indonesia dalam lawatannya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Amerika Serikat-ASEAN. Dalam KTT itu, Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah pengusaha AS a.l. Air Products, Google, Chevron, Boeing, Qualcomm, ConocoPhillips, dan Marriot International. Di Washington DC, Kepala Negara memaparkan kekuatan Indonesia dalam penyediaan bahan baku industri, penyediaan energi hijau, dan ekonomi digital. “Kami memastikan bahwa produksi barang penting akan dihasilkan dari pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Kami mengundang pelaku bisnis Amerika untuk investasi di Indonesia,” tutur Presiden Jokowi, Jumat (13/5).

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi Amerika Serikat pada kuartal I/2022 mencapai US$65,76 juta, dengan jumlah proyek 261. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama 2021 sebesar US$447,10 juta, dengan jumlah proyek 336. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pertemuan kepala negara dengan beberapa pengusaha sangat produktif dan kembali memunculkan beberapa rencana kerja sama. Dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dan CEO Air Product Seifi Ghasemi, misalnya, muncul rencana investasi dari perusahaan petrokimia yang bermarkas di Pennsylvania itu sebesar US$15 miliar. Peluang kerja sama pun terbuka lebar dari sektor energi. PT Pertamina (Persero) dan Chevron New Ventures Pte. Ltd. (Chevron), anak perusahaan Chevron Corporation, menyatakan kerja sama bisnis rendah karbon di Indonesia. Kedua perusahaan migas ini akan mengembangkan teknologi panas bumi model baru (novel geothermal) dan penyeimbangan karbon (carbon offsets).

Arus Dana Investor Asing Deras ke Bursa

KT3 06 May 2022 Kompas


Dana para investor asing yang masuk ke BEI hingga akhir April 2022 ini sangat deras. Data perdagangan BEI menunjukkan ada pembelian bersih dari para investor asing senilai Rp 59,6 triliun di pasar reguler. Jumlah ini masih ditambah pembelian tunai investor asing di pasar negosiasi senilai Rp 12,5 triliun. Sejak awal tahun hingga akhir April, para investor asing sudah mencatatkan pembelian bersih Rp 72,1 triliun. Tidak heran jika IHSG terus naik. Pada penutupan akhir April sebelum libur Lebaran, indeks berada pada level 7.228. Sejak awal tahun, indeks sudah naik 9,84 %. Jumlah dana investor asing yang masuk ke bursa sangat besar dibandingkan dengan arus investasi yang masuk pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2019, total dana investor asing di pasar saham mencapai Rp 49,2 triliun.Situasi berbalik pada tahun 2020 ketika pandemi Covid-19 melanda. Para investor asing berbondong-bondong keluar dari pasar saham. Nilainya cukup besar, mencapai Rp 47,8 triliun. Arus investasi asing pada saham baru kembali pada tahun 2021. Sepanjang tahun, investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp 38 triliun. Dari data tiga tahun terakhir, arus investasi asing pada saat ini dapat dikatakan sangat besar. Baru empat bulan pertama, dana asing sudah melampaui investasi dalam satu tahun untuk tahun 2021 dan 2019.

Pemulihan ekonomi, kurs rupiah yang stabil, serta kenaikan harga komoditas menjadi faktor penarik investor asing untuk membeli saham-saham di bursa Indonesia. Harga komoditas, seperti sawit dan batubara, membuat neraca ekspor Indonesia terus membaik. Hasil dari ekspor tersebut juga membuat kurs rupiah stabil terutama terhadap USD.Biasanya, para investor asing tidak tertarik masuk ke pasar saham Indonesia ketika kurs rupiah melemah. Pelemahan rupiah akan menggerus sebagian keuntungan yang didapatkan di pasar saham ketika hasil investasi dikonversi ke dollar AS atau mata uang lain. Dana investor asing tersebut masuk ke hampir seluruh sektor saham. Setidaknya, terdapat beberapa emiten besar yang diincar dan mendapatkan dana investasi sangat besar dalam empat bulan ini. Kalau diperhatikan, para investor asing memborong beberapa saham hingga masing-masing mencapai Rp 5 triliun. Para investor asing tersebut membeli saham Bank Rakyat Indonesia Tbk senilai Rp 10,7 triliun. Lalu saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp 9,2 triliun, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk Rp 5,8 triliun, dan saham PT Bank Central Asia senilai Rp 5,4 triliun. Masuknya investor asing ke emiten-emiten tersebut juga ikut mendorong harga sahamnya. Saham Bank BRI naik 18,49 % sejak awal tahun. Tidak ketinggalan, saham Telkom naik 14,36 persen, saham Bank BNI naik 36,67 %, serta saham BCA naik 11,3 %. (Yoga)


Proyek LNG MINI di Bali Mulai Diminati Investor

HR1 22 Mar 2022 Kontan

Sebanyak 47 proyek investasi berkelanjutan senilai Rp 155,12 triliun yang diluncurkan oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mulai dilirik. Salah satunya, proyek terminal LNG (Liquified Natural Gas) di Pelabuhan Benoa, Bali. Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi Nurul Ichwan mengatakan, proyek yang dikelola oleh PT Pelindo Energi Logistik (PT PEL) tersebut menjadi proyek yang paling menarik bagi investor. Apalagi, terminal LNG mini ini akan menjadi yang pertama di kawasan Asia Tenggara Sayangnya, Nurul masih belum menyebutkan lebih jauh berapa banyak investor yang melirik proyek tersebut, termasuk besaran rencana investasinya


Investor Asing Kembali Masuk ke Multifinance

HR1 11 Mar 2022 Kontan

Bisnis multifinance kembali kedatangan pemain baru. Tidak main-main pemain baru itu merupakan investor dari luar negeri. PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) akan kedatangan pemegang saham pengendali baru. Perusahaan asal Korea Selatan, Woori Card Co., Ltd., akan menjadi pengendali baru setelah membeli saham emiten tersebut sekitar Rp 1 triliun. Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/3), Woori Card akan membeli 82,03% saham atau setara 2,19 miliar saham. Sebanyak 74,22% saham tersebut merupakan milik PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) dan sisanya milik beberapa pemegang saham lain yang tidak disebutkan.