;
Tags

investor asing

( 87 )

Investor Singapura Serbu Indonesia

HR1 22 Jan 2022 Kontan

Singapura bukan hanya menjadi salah satu pusat keuangan terbesar di dunia. Selain China, pemerintah negeri jiran itu juga rajin menebar investasi di berbagai negara termasuk Indonesia. Terbaru Singapore Telecommunications (Singtel) dan perusahaan ride hailing-to-payment Grab Holdings Ltd masing-masing membeli 16,3% saham PT Bank Fama International dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Investor Singapura lain, Mahogany Global Investment Ltd jadi pemegang saham mayoritas dan pengendali Wahana Interfoof Nusantara Tbk (COCO). Mahogany menguasai 30,68% saham COCO. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana mengatakan, meski banyak investor asing masuk khususnya ke sektor perbankan Tanah Air, industri ini masih didominasi oleh investasi lokal sebesar 73%. 


Investor Asing Berburu Cuan di Bursa Saham Lokal

HR1 18 Jan 2022 Kontan

Dana asing masih terus mengalir ke pasar saham Indonesia. Analis memprediksi, dana asing masih akan terus membanjiri Indonesia. Sepanjang tahun ini hingga 14 Januari 2022, dana asing yang masuk ke bursa saham Indonesia US$ 332,5 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun. Bila diukur setahun ke belakang, jumlahnya menjadi US$ 2,27 miliarHead of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menilai, pasar Asia menarik karena ekspektasi pemulihan ekonomi. "Karena real yield masih positif, dibanding Amerika Serikat," ujarnya, Senin (17/1).

Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova menjelaskan dana asing masih akan kembali masuk ke Indonesia tahun ini, mengingat sejak pandemi dan masa pemulihan, Indonesia diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas ekspor seperti minyak sawit (CPO) dan batubara. Hal ini memberi dampak positif bagi neraca perdagangan maupun kinerja emiten yang terkait. "Di sisi lain, angka inflasi tahunan yang terkendali menandakan fase pemulihan ekonomi yang stabil, sehingga diharapkan investor asing pun masih menjadikan Indonesia sebagai destinasi investasinya," ujar Ivan, Senin (17/1). Selain itu, semakin banyaknya emiten yang berkembang ke arah digitalisasi dalam rangka efisiensi, memberi ekspektasi tersendiri di kalangan investor tentang prospek bisnis di Indonesia.


Pemodal Minati Pulau Kecil

KT3 18 Dec 2021 Kompas

Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Pamuji Lestari menyatakan, pemerintah mendorong penerimaan negara bukan pajak (PNBP) subsektor pengelolaan ruang laut. Tahun ini, PNBP pengelolaan ruang laut Rp 27,26 miliar atau naik 399 % dari target Rp 6,82 miliar, bersumber dari kesesuaian pemanfaatan ruang laut, pemanfaatan kawasan konservasi, pemanfaatan jenis ikan, serta pemanfaatan pulau-pulau kecil. Pada 2022, program unggulan pengelolaan ruang laut mencakup peningkatan investasi di wilayah laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil, melalui penanaman modal asing di pulau-pulau kecil, reklamasi, pemanfaatan air laut, wisata bahari, dan pemanfaatan benda muatan asal kapal tenggelam.

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP Muhammad Yusuf berkata, pengembangan investasi di pulau-pulau kecil bertujuan meningkatkan PNBP yang akhirnya dikelola untuk program peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan sarana di pulau-pulau kecil lain. Saat ini, 29 investor asing (PMA) menjajaki pemanfaatan pulau-pulau kecil untuk resor wisata, dari Amerika Serikat dan Australia. Investor umumnya mencari pulau kecil tak berpenghuni. Keunggulan PMA adalah jaringan pasar di tingkat internasional hingga memudahkan pemasaran dan promosi. (Yoga)


Ekspansi Usaha, Asing Minat Beli Waralaba Lokal

HR1 08 Dec 2021 Bisnis Indonesia

Sejumlah investor asing dari Singapura, Malaysia, dan negara Timur Tengah berminat membeli lisensi waralaba merek lokal, seiring dengan berkembangnya bisnis franchise tersebut. Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia bidang Franchise, Lisensi & Networking Marketing Levita G. Supit mengatakan minat investor asing itu menun­jukkan waralaba lokal digemari pelaku usaha di luar negeri. “Saat ini, teman-teman di Singa­pura, Malaysia, sampai Timur Tengah telah menghubungi asosiasi dan bertanya waralaba mana yang bisa dibeli dan bisa dibuka di negara-negara tersebut,” katanya dalam acara Indonesia Franchise Forum dan Bizfest 2021, Selasa (7/12). Oleh karena itu, dia mendorong pemilik jenama lokal segera men­daftarkan waralabanya sehingga lebih mudah untuk ekspansi ke luar negeri.


Lima Proyek Jalan Tol Ditawarkan ke Investor Asing

HR1 19 Nov 2021 Kontan

Pemerintah gencar menawarkan sedikitnya lima jalan tol kepada investor global di forum investasi Dubai. Sejatinya, ruas jalan tol itu diprakarsai pihak swasta nasional. Bahkan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sudah merampungkan lelang lima jalan tol itu pada Agustus 2021. Misalnya Jalan Tol Semanan-Balaraja sepanjang 32,39 kilometer (km) yang akan digarap konsorsium PT Alam Sutera Reality-PT Perentjana Djaja. Hingga kemarin belum terkonfirmasi progres proyek tol tersebut, termasuk rencana pembiayaan. Kepala BPJT, Danang Parikesit tidak bersedia mengomentari kabar penawaran lima ruas jalan tol oleh pemerintah.

Tiba-tiba JPMorgan Rekomendasikan Obligasi China, Ada Apa?

Sajili 03 Sep 2021 CNBC Indonesia

Bank investasi multinasional asal Amerika Serikat (AS), JPMorgan mulai menghindari saham-saham di pasar modal China, namun mereka mendekati pasar obligasi China dan mulai membelinya.

Analis dari JPMorgan, Joyce Chang percaya bahwa tindakan keras peraturan pemerintah China di bawah Presiden Xi Jinping akan terus memanas dan akan menciptakan tekanan ke kelompok pasar dan industri utama di pasar saham Tiongkok.

Pekan ini, pihak Beijing memanggil perusahaan aplikasi ride-hailing, Didi Global dan Meituan atas perilaku yang tidak patuh terhadap peraturan tersebut. Hal ini membuat saham Didi ambles hingga 37% selama 3 bulan terakhir, sementara saham Meituan ambruk 19%.

China juga berusaha mengontrol lebih besar dari saham yang terdaftar di bursa China. Presiden Xi Jinping mengatakan dia menginginkan agar bursa saham di Beijing lebih fokus pada entitas kecil dan menengah.

Langkah berani Beijing yang ingin mengendalikan perusahaan teknologi kuat di China seperti Ant Group Co. Didi Global dan lainnya sempat membuat investor global melarikan diri karena khawatir adanya pengontrolan data yang lebih ketat di China, sementara itu, hubungan dengan Washington juga tetap sulit.

Namun dia percaya dengan membeli obligasi pemerintah China adalah cara yang strategis untuk mendapatkan keuntungan yang lebih terhadap pertumbuhan ekonomi, di saat investor sedang membatasi risiko kerugian yang ditimbulkan akibat penurunan harga saham di bursa China terkait dengan tindakan keras regulasi oleh pemerintah China.

"Cara terbaik untuk masuk ke pasar keuangan China saat ini sebenarnya adalah masuk di pasar obligasi pemerintahnya," kata Chang.

"Obligasi pemerintah China saat ini masih memiliki imbal hasil yang sangat menarik dibandingkan dengan negara-negara lain." tambah Chang.


IPO Usaha Rintisan Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital

KT2 05 Aug 2021 Kompas


Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Pandu Sjahrir, ”Di mata global, startup dari India, Indonesia, dan Amerika Latin dianggap punya potensi besar. Dari segi pasar, pasar di tiga negara ini sangat potensial. Dia lantas mencontohkan kasus Bukalapak yang akan resmi IPO pada 6 Agustus 2021. Hingga sekarang, jumlah orang yang mendaftar untuk membeli saham Bukalapak telah mendekati 1 juta orang. Diminati belasan hingga puluhan ribu investor ritel.


Pengacara teknologi di firma hukum global ”Withers”, Joel Shen, menambahkan, pertumbuhan pesat ekonomi digital di Indonesia dan Asia Tenggara telah melahirkan startup bervaluasi 1 miliar dollar AS atau unicorn generasi pertama. Nama-nama besar, seperti Gojek, Tokopedia, Ovo, Traveloka,dan Bukalapak, didirikan oleh generasi wirausaha bidang teknologi yang merupakan penentu transformasi digital di Indonesia


Senada dengan Pandu, Joel menilai, investor perusahaan modal ventura yang melakukan exit strategy sepanjang 2021 akan mempunyai modal baru guna ditempatkan kembali ke startup. Pada akhirnya, itu semua akan menggairahkan ekonomi digital.”Mantan pendiri dan eksekutif senior kemungkinan akan mencari petualangan baru, dan mungkin mendirikan bisnis baru,” katanya.Sejumlah perusahaan modal ventura di Singapura didirikan investor Indonesia, seperti East Ventures, Alpha JWC, Intudo Ventures, AC Ventures, dan Venturra Capital. Mereka berkontribusi terhadap lahirnya sejumlah startup baru.Ekonomi digital Indonesia yang hanya bernilai 8 miliar dollar AS pada 2015 meningkat lima kali lipat menjadi 44 miliar dollar AS pada 2020. Laporan”SEA E-Economy 2020” yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Co memprediksi ekonomi digital di Indonesia tumbuh tiga kali lipat menjadi 124 miliar dollar AS pada 2025.Golden Gate Ventures dalam laporan Southeast Asia Startup Ecosystem 2.0 memperkirakan total 468 perusahaan modal ventura melakukan exit strategy pada kurun 2020-2022. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dengan proyeksi yang ada di laporan edisi 2019.

Industri Makanan Minuman Kebal Pandemi Covid-19

Sajili 14 Jul 2021 Kontan

Sebagai sektor yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, industri makanan dan minuman masih mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, industri makanan dan minuman terkait erat dengan konsumsi rumah tangga. Selama masa pandemi, konsumsi rumah tangga Indonesia turun 2,63% pada 2020, kemudian level penurunannya sedikit berkurang jadi minus 2,23% di kuartal I-2021.

Meski konsumsi rumah tangga terkoreksi dan Indonesia turun kelas, sektor makanan dan minuman masih bisa bertahan meski terdapat banyak tekanan. Tahun lalu, industri makanan dan minuman masih bisa tumbuh positif 1,58%, sementara di kuartal I-2021, industri ini tumbuh 2,45%. Semoga tahun 2021 industri makanan dan minuman bisa tumbuh 5%-7% di tengah pandemi Covid-19. Kami juga yakin perekonomian Indonesia tumbuh 4%-5% tahun ini, ujar Adhi dalam acara Investor Daily Summit 2021 secara virtual, Selasa (13/7). Dia juga menyebutkan, industri makanan minuman masih memiliki daya tarik bagi investor, terutama investor asing. Terbukti, total foreign direct investment (FDI) di sektor makanan minuman senilai US$ 0,97 miliar di kuartal I-2021 atau tumbuh 224% (yoy). Angka ini juga mendekati realisasi FDI industri makanan minuman pada tahun lalu US$ 1,60 miliar. Di sisi lain, permintaan ekspor makanan minuman tak menurun saat pandemi. Di 2020, ekspor produk makanan minuman Indonesia naik 14,14% menjadi US$ 31,09 miliar.

Investor Asing Menguasai 86,37% Kepemilikan GoTo

Sajili 09 Jun 2021 Kontan

Merger Gojek dengan Tokopedia (GoTo) bukan hanya melahirkan konglomerat baru, namun memantik penasaran kepemilikan saham di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB), sebagai induk dari Goto. Mengutip data Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM, kepemilikan saham Aplikasi Karya Anak Bangsa, pemilik Gojek per 29 Mei 2021 dikuasai entitas perusahaan asing.

Dari penempatan modal senilai Rp 800,69 miliar, kepemilikan entitas lokal nyatanya hanya Rp 109,16 miliar. Ini setara dengan kepemilikan saham sebanyak 13,63%. Sisanya, sudah barang tentu para investor asing yang mengempit 86,37% saham Gojek. Perusahaan investasi milik pemerintah Singapura: Temasek menjadi pemegang saham asing terbesar di GoTo dengan kepemilikan sebesar 9,02%.

Ada beberapa perusahaan lokal yang ikut memiliki saham GoTo. Salah satunya adalah PT Astra International Tbk (ASII) yang mengoleksi saham Seri I, Seri j, dan Seri M berjumlah Rp 34,80 miliar, setara 4,3496. Usai investasi tersebut, fokus ASIA saat ini adalah menjalin kerja sama strategis dengan Gojek demi memastikan hasil yang terbaik.


Repatriasi Dividen Berisiko Tekan Devisa

Sajili 07 May 2021 Kontan

Cadangan devisa Indonesia diperkirakan masih mencatatkan nilai yang besar. Namun demikian, cadangan devisa berisiko tertekan akibat faktor musiman repatriasi hasil dividen, perkembangan pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS), dan potensi penambahan kasus Covid-19 secara global.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, cadangan devisa akhir April 2021 berpotensi naik menjadi sekitar USS 138 miliar. Pada akhir Maret 2021, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USS 137,1 miliar. "Kami memperkirakan cadangan devisa Indonesia bisa meningkat, didorong arus modal masuk di pasar obligasi, " kata Josua, Kamis (6/5). Catatan Josua, modal asing yang masuk ke pasar obligasi sepanjang April mencapai USS 980 juta, kendati di pasar saham mencatatkan arus modal keluar sebesar USS 244 juta. Masuknya modal asing ini juga mendukung penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,55% menjadi Rp 14.445 per dollar AS. Ke depan, ia memperkirakan cadangan devisa Indonesia masih berpotensi menguat seiring kembalinya investor asing ke pasar keuangan domestik karena turunnya imbal hasil US Treasury. "Sinyal pemulihan ekonomi juga menjadi salah satu faktor daya tarik investasi untuk masuk ke Indonesia, " tambah Josua.

Meski demikian, Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengingatkan risiko penurunan cadangan devisa akibat faktor musiman pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen yang memuncak pada kuartal kedua. Proyeksi Faisal, posisi cadangan devisa bisa menurun ke level USS 136 miliar.

Seirama tekanan terhadap cadangan devisa, laju rupiah di kuartal II-2021 diproyeksikan berada di kisaran Rp 14.400-Rp 14.500. Ketidakpastian di pasar keuangan global akibat perulihan yang cepat di AS hingga meningkatnya kasus Covid-19 di kawasan Asia, terutama di Thailand, turut mempengaruhi rupiah. Akhir tahun ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 14.177 per dollar AS. Sementara cadangan devisa berpotensi naik menjadi USS 140 miliar-USS 142 miliar.