investor asing
( 87 )Investor Asing Menambah Kepemilikan SBN Rp 58 Triliun
Kepemilikan investor asing di surat berharga negara (SBN) meningkat tajam di sepanjang tahun ini. Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan terbaru pada 5 April 2023 mencatat, kepemilikan asing mencapai Rp 821,19 triliun.
Total kepemilikan asing di SBN bertambah Rp 2,66 triliun dibanding akhir Maret 2023 sebesar Rp 818,53 triliun. Per 2 Januari, kepemilikan asing baru Rp 762,91 triliun. Jadi bila dihitung sejak awal tahun, kepemilikan asing bertambah Rp 58,28 triliun.
Tapi, persentase kepemilikan asing dibanding keseluruhan nilai SBN yang dapat diperdagangkan tak jauh berbeda. Per 5 April 2023, persentase kepemilikan asing di SBN sebesar 14,88%, dan pada 2 Januari 2023 sebesar 14,37%.
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, naiknya kepemilikan investor asing di SBN didorong krisis perbankan di Amerika Serikat (AS) yang kemudian menjalar ke Eropa. Kondisi ini membuat pasar khawatir terhadap sistem perbankan dan keuangan di AS dan Eropa.
Faktor lain yang mempengaruhi, menurut Analis Fixed Income Sucorinvest Asset Management Alvaro Ihsan, adalah kondisi ekonomi Indonesia yang baik. Inflasi inti cenderung stabil serta terkendali. Bank Indonesia juga menahan kenaikan suku bunga acuan yang saat ini ada di 5,75%. Yield curve lebih mendatar membuat investor masuk obligasi Indonesia karena memberi yield atraktif.
Modal Asing Rp 640 Miliar Hengkang dari Indonesia
Aliran modal asing tercatat keluar dari pasar keuangan domestik (
capital outflow
) pada akhir Februari lalu. Berdasarkan data transaksi yang dihimpun Bank Indonesia (BI) periode 20 Februari 2023 hingga 23 Februari 2023, non-residen di pasar keuangan domestik tercatat jual neto (
net sell
) sebesar Rp 640 miliar.
Capital outflow
tersebut, terutama terjadi di pasar surat berharga negara (SBN), yakni sebesar Rp 860 miliar. Di sisi lain, terdapat aliran masuk modal asing alias
capital inflow
di pasar saham mencapai sebesar Rp 230 miliar selama periode tersebut.
Persepsi Risiko Naik, Asing Tarik Dana dari Pasar SBN
Kepemilikan investor asing di surat berharga negara (SBN) kembali turun. Berdasarkan data DJPPR Kementerian Keuangan, kepemilikan investor asing di SBN senilai Rp 809,19 triliun per 14 Februari 2023.
Jumlah tersebut lebih rendah dibanding kepemilikan investor asing di SBN per akhir Januari 2023 yang sebesar Rp 811,89 triliun. Jadi, porsi kepemilikan asing di SBN turun dari 15,1% jadi 14,97%.
Research & Consulting Manager
Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengatakan, investor asing belakangan ini memang terpantau getol melakukan aksi jual. Dalam sepekan terakhir, akumulasi
net sell
asing di SBN mencapai Rp 7,01 triliun.
Menurut Nicodimus, sebagian dana asing beralih ke pasar saham. Sepanjang Februari ini, investor asing mencetak
net buy
Rp 3,35 triliun di bursa saham dalam negeri.
Ke depan, aliran dana asing di pasar SBN Indonesia akan tergantung arah inflasi dan kebijakan suku bunga acuan. Jika kebijakan bank sentral
dovish, akan jadi katalis positif bagi pasar obligasi Indonesia.
Sebulan, Investor Asing Borong SBN Rp 50,15 Triliun
JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) menyatakan, aliran modal asing masuk bersih (net inflow) ke pasar keuangan domestik melalui pasar Surat Berharga Negara (SBN) sejak 1 Januari sampai 2 Februari 2023 senilai Rp 50,15 triliun. Namun, minat investor asing untuk membeli SBN ini terjadi tidak seiring dengan aliran modal asing ke pasar saham, yang di periode sama tercatat keluar bersih (net outflow) sebesar Rp 5,68 triliun. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, pada sepekan terakhir (30 Januari-2 Februari) Bank Indonesia mencatat aliran modal asing masuk bersih ke pasar keuangan domestik senilai Rp 4,96 triliun, yang didominasi investor yang masuk ke pasar SBN. Dalam periode tersebut terdapat modal asing masuk bersih ke pasar SBN senilai Rp 5,42 triliun, dan modal asing keluar bersih dari pasar saham sebanyak Rp 460 miliar. “Dengan demikian sejak 1 Januari sampai 2 Februari 2023, tercatat aliran modal asing masuk bersih Rp 50,15 triliun di pasar SBN, tetapi ada juga aliran modal asing keluar bersih di pasar saham senilai Rp 5,68 triliun,” jelas dia dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu. (Yetede)
PROPERTI PERKANTORAN : Investor Asing Tangkap Peluang
Pengembang asing tetap bersemangat berinvestasi di sektor properti perkantoran meski masih dihinggapi oversupply.Hankyu Hanshin Properties (HHP) dan Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport & Urban Development (JOIIN) adalah dua pengembang Jepang yang memutuskan untuk berinvestasi pada gedung perkantoran milik Sinar Mas Land melalui PT Duta Cakra Pesona (DCP). Dua perusahaan ini membidik tiga gedung perkantoran yakni Sinarmas MSIG Tower, Bakrie Tower, dan Luminary Tower yang seluruhnya berlokasi di Jakarta CBD Area.
“Investor Jepang itu melihat ekonomi Indonesia ke depan itu bagus, menjanjikan, potensial, dan memang sekarang lagi berat tapi ini jadi opportunity buat investor asing,” kata Senior Director Office Services Colliers Bagus Adikusumo, Jumat (3/2).Pemerintah memproyeksi ekonomi nasional 2023 bertumbuh 5,3%, sementara International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan pertumbuhan 4,8%. Adapun lembaga pemerintan internasional McKinsey menyebutkan Indonesia akan menjadi Top 7 Global Economy 2030.
Di sisi lain, Bagus melihat Hankyu Hanshin Properties memilih gedung perkantoran yang merupakan completed building serta tingkat keterisian yang mumpuni, meski tidak penuh.
Dengan kerja sama dan kehadiran investor asing di sektor perkantoran, Bagus menyampaikan ada potensi baik yang akan menggerakkan kinerja penjualan ruang kantor.
INA Jadi Investor Strategis IPO Pertamina Geothermal
JAKARTA, ID - Indonesia Investment Authority (INA), siap menjadi investor strategis dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Pertamina Geothermal Energy (PGE/PGEO) senilai Rp 9,7 triliun. Sovereign wealth fund Indonesia itu akan mengajak investor asal Timur Tengah untuk masuk IPO PGE. PGE akan melepas maksimal 10,35 miliar saham atau 25% dengan nilai nominal Rp 500 melalui IPO. Harga penawaran IPO saham PGE Rp 820-945, sehingga dana yang masuk maksimal Rp 9,78 triliun. Mayoritas dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi terpasang panas bumi hingga 1.272 megawatt (MW) tahun 2027. Saat ini, anak usahaPT Pertamina tersebut memiliki kapasitas terpasang panas bumi 672 MW yang dioperasikan sendiri dan 1.205 mw yang dikelola kontrak operasi bersama/ joint operation contract (JOO). CLSA, Mandiri Sekuritas,dan Credit Suisse menjadi penjamin emisi efek IPO PGE. (Yetede)
LAPORAN DARI SWISS : Obral Insentif Pikat Investor IKN
Antrean investor dalam proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara terus mengular, menyusul keijakan obral insentif yang ditawarkan pemerintah. Antusias yang cukup tinggi itu terlihat dari berbagai negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam gelaran World Economic Forum (WEF) 2023 di Davos, Swiss. Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, mengatakan calon investor berhitung dengan cermat terkait dengan banyak aspek dari prospek investasi di IKN, termasuk jenis insentif yang bisa diakses. Insentif itu, lanjutnya, bakal dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) yang kini tinggal menunggu penandatanganan Presiden Joko Widodo. “Sebagian masih menunggu PP insentif yang akan segera keluar, targetnya minggu depan. sudah di meja Presiden,” katanya di sela-sela WEF 2023, Selasa (17/1). Tax holiday misalnya, yang bisa dimanfaatkan tanpa adanya batasan nilai investasi. Padahal, dalam ketentuan yang selama ini berlaku tax holiday dapat dimanfaatkan dengan nilai investasi minimal Rp500 miliar. Pun dengan super tax deduction, yang diberikan lebih besar dibandingkan dengan yang berlaku secara reguler.
Investor Asing yang Masuk ke Pasar Perdana Mencapai Rp 16 Triliun
Hasil lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa (17/1) diserbu investor. Ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih lambat membuat pelaku pasar berburu SUN di harga murah.
Kemarin, total penawaran yang masuk pada lelang SUN mencapai Rp 59,05 triliun. Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu Deni Ridwan mengatakan, antusias investor pada lelang SUN kali ini mulai meningkat tercermin dari naiknya penawaran masuk dari lelang SUN sebelumnya Rp 28,32 triliun.
Data ekonomi domestik juga menunjukkan kinerja positif yakni rilis data neraca perdagangan bulan Desember kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 3,89 miliar. Deni menambahkan, aliran dana asing pada lelang SUN terus meningkat ditandai dengan jumlah penawaran dari asing yang mencapai Rp 15,37 triliun, naik dari lelang sebelumnya Rp 4,31 triliun.
Jumlah penawaran masuk dari investor asing tersebut mayoritas pada seri SUN tenor 5 dan 10 tahun yaitu Rp 11,54 triliun atau 75,11% dari total penawaran masuk investor asing dan dimenangkan sebesar Rp 10,74 triliun atau 46,7% dari total penawaran yang diterima.
Investor Asing Terus Lepas Saham
Dari awal tahun hingga kini, investor asing masih terus menarik dananya dari pasar modal Indonesia. ”Investor masih akan memperhatikan nilai jual bersih investor asing yang sudah Rp 1,7 triliun pada pekan pertama Januari (2023), menyusul Rp 20 triliun sepanjang Desember (2022),” kata kata Senior Investment Information Mirae Asset Martha Christina, Kamis (12/1). (Yoga)
General Atlantic Beli Saham Cimory US$ 130 Juta
JAKARTA,ID – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (Cimory/CMRY), emiten produk susu dan makanan konsumen premium terkemuka nasional, mendapatkan investasi sekunder strategis dari General Atlantic. Perusahaan itu membeli 5,46% saham Cimory senilai US$ 130 juta atau Rp 2,02 triliun. General Atlantic adalah perusahaan ekuitas global terkemuka dengan pengalaman empat dekade lebih yang memberikan modal dan dukungan strategis ke 445 lebih perusahaan berkembang sepanjang sejarahnya. General Atlantic saat ini memiliki aset U$ 73 miliar lebih, termasuk semua produk pada 30 September 2022 dan 215 lebih investasi profesional yang berbasis di New York, Amsterdam, Beijing, Hong Kong, Jakarta, London, Mexico City, Miami, Mumbai, Munich, Palo Alto, São Paulo, Shanghai, Singapura, Stamford, dan Tel Aviv. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
PARIWISATA, Visa Kedatangan Perlu Diperketat
15 Mar 2023 -
Ratusan Ribu Pekerja Inggris Mogok
17 Mar 2023









