;
Tags

investor asing

( 87 )

Gerak Dana Investor Asing Bergantung Kebijakan Moneter AS

HR1 09 Jan 2023 Kontan

Volatilitas pasar surat utang dalam negeri mulai terkendali. Katalis positif ini berdampak pada kembali masuknya asing ke Surat Berharga Negara (SBN). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) per 30 Desember 2022 menunjukkan total kepemilikan investor asing di SBN sebesar Rp 762,19 triliun. Jumlah tersebut terus bertambah sejak dua bulan terakhir. Posisi dana asing per 30 November sebesar Rp 736,93 triliun, sementara dana asing di SBN pada Oktober Rp 713,23 triliun. Per 3 Januari 2023, asing masuk Rp 2,55 triliun jadi Rp 764,74 triliun. Presiden dan CEO PT Pinnacle Persada Investama Guntur Putra menilai, tren masuknya dana asing (capital inflow) masih akan terus berlanjut secara bertahap seiring tingkat inflasi yang terjaga. Namun Senior Vice President Head of Retail Product Research & Distribution Division Henan Putihrai (HP) Asset Management Reza Fahmi pun bilang, jika The Fed masih hawkish maka tidak menutup kemungkinan dana asing berbondong keluar. Terlebih kemarin dalam notulensi FOMC The Fed menyebutkan jika kenaikan bunga akan berlanjut di tahun 2023 guna menurunkan inflasi.

Semakin Dipercaya Investor Dalam dan Luar Negeri, Right Issue BRI Oversubscribed 1,4 Kali

KT1 27 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA – Aksi korporasi rights issue PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 1,4 kali. Hal ini menunjukan bahwa investor baik dari dalam dan luar negeri semakin percaya terhadap kinerja bank bersandi saham BRIS tersebut. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan aksi korporasi ini selain berhasil meningkatkan free float sesuai dengan ketentuan yang berlaku, juga menunjukan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap kinerja fundamental perseroan. Pada rights issue ini, Bank Mandiri selaku pemilik 50,83% saham perseroan melaksanakan seluruh HMETD. Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI yang memiliki 24,85% saham BRIS telah melaksanakan sebagian HMETD atau 500 juta saham. “Proses rights issue ini menuju tahap akhir, dan harapannya dapat memperkuat struktur permodalan dengan tingkat CAR sekitar 20%- an. Sehingga selain setingkat dengan rata-rata industri perbankan juga dapat menopang pertumbuhan pembiayaan dan layanan keuangan syariah yang semakin tumbuh pesat. (Yetede)

NIM Bank Tinggi Tarik Minat Asing Masuk Indonesia

KT1 14 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Industri perbankan di Indonesia masih mencatatkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang tebal bahkan hingga tahun depan. Hal tersebut juga berdampak pada tren konsolidasi yang semakin marak, terlebih masih banyak investor asing tertarik masuk ke Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NIM perbankan per Oktober 2022 tercatat sebesar 4,70%. Tren peningkatan NIM terlihat sejak Desember 2020, di mana saat terjadi pandemi Covid-19 NIM berada di level 4,32%, kemudian naik menjadi 4,5% pada Desember 2021, dan terus meningkat ke level 4,70% pada Oktober 2022. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, Indonesia masih memiliki NIM tebal dan mendorong investor asing untuk melakukan akuisisi pada bank lokal. NIM tebal menarik bank asing seperti Jepang, Korea, China untuk mengakuisisi bank lokal karena rasio kredit terhadap PDB Indonesia masih rendah atau baru sebesar 34%. (Yetede)

Saham Bank dan Energi Masih Jadi Buruan Investor Asing

HR1 05 Dec 2022 Kontan

Dana asing masih cenderung memilih hengkang dari pasar saham Tanah Air. Pekan lalu, investor asing sejatinya sempat kembali mencetak net buy. Namun di dua hari perdagangan terakhir pekan lalu, investor asing mencetak net sell dalam jumlah besar, sehingga di pekan lalu total asing mencetak net sell  Rp 743,33 miliar. Bila dihitung sepanjang kuartal IV-2022 berjalan juga investor asing mencetak net sell Rp 1,66 triliun. Tapi jika dihitung sejak awal tahun tahun, investor asing masih mencetak net buy Rp 78,74 triliun. Toh, investor asing masih tampak memburu sejumlah saham. Investor asing terutama masuk ke saham perbankan pelat merah big caps  , yakni BBRI, BMRI dan BBNI. Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menyebut, asing masih masuk ke sejumlah saham lantaran fundamental kuat. Inflasi masih terjaga, aman, ekonomi juga konsisten tumbuh di tiga kuartal berturut-turut. "Ditambah, neraca dagang juga konsisten surplus," ujar Cheril, kemarin.


Moda Raya Terpadu : 2 Negara Akan Garap MRT Jakarta

HR1 15 Nov 2022 Bisnis Indonesia

Inggris dan Jepang menyatakan berminat menggarap proyek moda raya terpadu atau MRT Jakarta koridor timur–barat atau Cikarang Bekasi—Balaraja, Tangerang sepanjang 87 kilometer.Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Owen Jenkins menyatakan, Inggris menyiapkan pendanaan sebesar US$1,25 miliar atau setara dengan Rp19,3 triliun (kurs Rp15.499), untuk pengembangan Proyek MRT fase lanjutan.“Inggris selalu siap untuk mendukung Kementerian Perhubungan dan Pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan fase-fase MRT berikutnya, termasuk melalui Expression of Interest dari UK Export Finance untuk menyiapkan pendanaan sebesar US$1,25 miliar. Kami siap untuk berkolaborasi dengan seluruh mitra untuk membawa kerja sama ini ke tahap selanjutnya,” ujar Owen dikutip dari keterangan pers, Senin (14/11). Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri untuk Kerja Sama Luar Negeri Jepang Satoru Mizushima juga menyatakan siap untuk memfasilitasi pengembangan proyek MRT lanjutan. Satoru mewakili Pemerintah Jepang dalam menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) Proyek MRT Fase 3 timur–barat.Jepang telah berpartisipasi pada proyek MRT Jakarta Fase 1 Lebak Bulus—Bundaran HI yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019.

Selisih Yield Kian Menipis, Investor Asing Pilih Keluar dari Obligasi Domestik

HR1 31 Oct 2022 Kontan

Tren kenaikan suku bunga tinggi mengangkat imbal hasil (yield) obligasi. Di akhir pekan lalu (28/10), yield SUN tenor 10 tahun ada di level 7,58%. Yield SUN tenor 10 tahun naik lantaran yield US Treasury tenor yang sama kembali ke level 4%. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengatakan, agresifnya bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve mengerek Fed fund rate (FFR) telah mendorong peningkatan yield surat utang AS alias US Treasury. Kondisi tersebut juga mendorong kenaikan yield obligasi domestik. Imbal hasil yang sedang tinggi-tingginya di obligasi Amerika mendorong investor asing keluar dari pasar SBN dalam negeri. Hingga 25 Oktober 2022, posisi asing di SBN tersisa Rp 714,21 triliun. Adapun strategi investasi yang dipilih bisa "buy and hold" pada seri obligasi negara benchmark yang sudah terdiskon banyak. Selain itu, investor juga dapat mencoba obligasi korporasi dengan peringkat utang single A ke atas agar semakin kecil risiko gagal bayar. Di sepanjang tahun ini, yield obligasi korporasi tenor 10 tahun rating AAA naik 0,57%, rating AA naik 0,06%, rating A naik 0,16%, serta rating BBB naik 0,56%. Senior Vice President Head of Retail Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi menyarankan, investor bisa memilih obligasi korporasi karena kupon yang ditawarkan lebih menarik dan lebih besar dibandingkan obligasi pemerintah.

PENGHILIRAN SUMBER DAYA ALAM : Investor Lirik Aspal Buton

HR1 12 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Tingginya potensi aspal alam di Buton, Sulawesi Tenggara membuat sejumlah investor mancanegara mulai menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya pada industri pengolahan komoditas tersebut. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa saat ini telah ada beberapa investor dari dalam negeri dan Eropa yang menyatakan minatnya untuk mengoptimalkan potensi komoditas yang dikenal sebagai aspal buton tersebut. “Insyaallah sudah ada [investor yang minat] dari beberapa negara, termasuk [perusahaan] nasional kita. Jadi dari Eropa dan Indonesia,” katanya, Selasa (11/10). Saat ini, produksi aspal buton telah mencapai 100.000 ton per tahun. Jumlah tersebut pun masih jauh di bawah kebutuhan aspal nasional yang diperkirakan mencapai 5 juta ton per tahun. Untuk bisa memenuhi kebutuhan aspal nasional, kata Bahlil, dibutuhkan investasi setidaknya sekitar Rp15 triliun hingga Rp20 triliun. Pasalnya, modal yang diperlukan untuk memproduksi aspal buton sebanyak 500.000 ton saat ini mencapai Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. Sementara itu, Presiden Joko Widodo menawarkan potensi aspal buton di Indonesia yang mencapai 662 ton kepada investor. Menurutnya, dengan kebutuhan aspal dalam negeri yang mencapai 5 juta ton per tahun, maka potensi tersebut bisa dimanfaatkan hingga 120 tahun mendatang.

Bertemu Investor, Menkeu Bicarakan Kebijakan Fiskal

HR1 11 Oct 2022 Kontan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengadakan pertemuan dengan para investor dan pemegang surat utang negara berkembang atau emerging market bond holders. Hal itu dilakukan saat Menkeu dalam rangkaian kerjanya di New York, Amerika Serikat (AS). Deretan investor kelas kakap yang ditemui Sri Mulyani di antaranya Lazard, Citadel, Lord Abbet, BlackRock, Mackay Shields, HSBC AM, dan Van Eck. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan perkembangan pemulihan ekonomi Indonesia sejak pandemi Covid-19. Selain ekonomi domestik, juga turut dibahas tantangan gejolak keuangan global, krisis pangan dan energi dunia. "Saya juga menjelaskan kebijakan fiskal APBN 2022 dan arah kebijakan fiskal ke depan (APBN 2023) dalam mengelola berbagai gejolak luar biasa ini," kata Sri Mulyani, Minggu (9/10).

PEMBANGUNAN SMELTER : Investor Asing Siap Masuk Sorong

HR1 10 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Pemerintah memastikan bakal ada investor baru yang akan masuk ke dalam negeri untuk membangun fasilitas pemurnian dan pengolahan atau smelter nikel di Sorong, Papua. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa saat ini ada investor asing dari kawasan Asia yang membangun smelter di dalam negeri. Smelter itu nantinya bakal mengambil bijih nikel dari PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam. “Kemarin sudah ada investor dari luar negeri sudah bertemu dengan saya, sekarang sedang minta untuk kerja sama dengan Antam, karena ore nikelnya akan diambil dari punya Antam,” kata Bahlil pekan lalu. Nantinya, kata Bahlil, calon mitra anyar itu akan mengambil bagian pada tahapan pemurnian dan pengolahan nikel di Sorong. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya juga meminta pembangunan smelter di Sorong dipercepat.

Dana Asing 7,2 Triliun Masuk Pasar Keuangan RI

KT3 10 Oct 2022 Investor Daily

 Dana asing Rp 7,28 triliun masuk pasar keuangan Indonesia sepanjang 3-6 Oktober 2022, seiring meredanya sentimen ketidakpastian global. Sebelumnya, dana asing keluar dari pasar keuangan domestic pada pekan keempat dan kelima September 2022 masing-masing Rp 3,5 triliun dan Rp 8,4 triliun. Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto memerinci, asing mencetak beli bersih (net buy) di pasar SBN Rp 2,51 triliun dan pasar saham Rp 4,77 triliun. Selama Januari hingga 6 Oktober (year to date/ytd) 2022 aliran modal asing keluar (net outflow) dari pasar SBN mencapai Rp 167,81 triliun, sedangkan modal asing masuk (net inflow) di pasar saham Rp 69,71 triliun. "Dalam beberapa hari terakhir, ada net inflow asing di pasar SBN. Hal tersebut disebabkan sentimen negatif global yang sempat mereda. Sentimen global ini memang masih up and down dan sangat tergantung data ekonomi," ucap dia saat dihubungi Investor Daily, Sabtu (8/10). Berdasarkan data BI, tingkat imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun mencapai 7,17%, sedangkan yield surat utang AS atau US Treasury (UST) 10 tahun di level 3,824%. Selanjutnya, pada Jumat (7/10), rupiah ditutup melemah 65 poin ke level Rp 15.251. "Dalam kondisi maraknya sentimen negatif global, dolar AS menguat terhadap hampir seluruh mata uang lain, "ucap dia. (Yoga)