NIM Bank Tinggi Tarik Minat Asing Masuk Indonesia
JAKARTA, ID – Industri perbankan di Indonesia masih mencatatkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang tebal bahkan hingga tahun depan. Hal tersebut juga berdampak pada tren konsolidasi yang semakin marak, terlebih masih banyak investor asing tertarik masuk ke Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NIM perbankan per Oktober 2022 tercatat sebesar 4,70%. Tren peningkatan NIM terlihat sejak Desember 2020, di mana saat terjadi pandemi Covid-19 NIM berada di level 4,32%, kemudian naik menjadi 4,5% pada Desember 2021, dan terus meningkat ke level 4,70% pada Oktober 2022. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, Indonesia masih memiliki NIM tebal dan mendorong investor asing untuk melakukan akuisisi pada bank lokal. NIM tebal menarik bank asing seperti Jepang, Korea, China untuk mengakuisisi bank lokal karena rasio kredit terhadap PDB Indonesia masih rendah atau baru sebesar 34%. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023