;
Tags

Bisnis

( 689 )

Belanja Iklan Tetap Tumbuh di Tengah Covid

Ayutyas 17 May 2020 Investor Daily, 14 Mei 2020

Belanja iklan tetap tumbuh kuartal-I tahun ini, di tengah pandemi Covid-19 namun melemah memasuki April 2020. Executive Director Nielsen Media Indonesia Hellen Katherina mengungkapkan, pergeseran perilaku dan kebutuhan konsumen selama menjalani proses di rumah saja juga memicu beberapa merek mengambil kesempatan ini untuk lebih banyak beriklan. Di antaranya Telkomsel dan Tokopedia yang melihat meningkatnya kebutuhan akan data internet dan belanja daring (online), Nutella yang mengambil peluang dari meningkatnya aktivitas sarapan di rumah, Indomie yang dipicu dari meningkatnya kebutuhan kon sumen akan stok makanan instan, dan Vidio melalui iklannya menawarkan kebutuhan inhome entertainment yang sedang banyak dicari oleh konsumen.

Hellen menerangkan, kategori layanan online, komunikasi, perawatan rambut, makanan/mi instan, kopi/teh, susu untuk pertumbuhan, vitamin/suplemen memilih menambah budget iklannya di media TV dan digital. Sementara itu, kategori jus dan iklan pemerintah/partai politik mengalokasikan bujet iklannya lebih banyak ke media digital. Sejak diberlakukan nya kebijakan work from home (WFH) dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kepemirsaan TV lebih tinggi.

Meskipun pada periode ramadan kali ini konsumen lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, menurut Hellen, pemilik merek dapat memanfaatkan pergeseran perilaku yang terjadi untuk tetap berkomunikasi dengan konsumennya, tentunya dengan menyeimbangkan tujuan merek dengan mempertahankan kreatifitas untuk mendapatkan kepercayaan konsumen, serta bersiap untuk kondisi normal yang baru di masa mendatang.

Kuartal I Laba Bersih Mayora Naik Hampir 100%

Ayutyas 17 May 2020 Investor Daily, 14 Mei 2020

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 931,3 miliar pada kuartal I-2020, melonjak 99,72% dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 466,3 miliar. Efisiensi dan laba selisih kurs mata uang asing menjadi pendorong naiknya laba bersih emiten produsen makanan dan minuman olahan ini. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, efisiensi terlihat dari beban pokok penjualan yang tercatat sebesar Rp 3,72 triliun atau menyu sut 14,51% sementara membukukan laba selisih kurs mata uang asing sebesar Rp 605 miliar. Di sisi lain, penjualan bersih Mayora tercatat sebesar Rp 5,37 triliun pada periode kuartal I-2020 atau terkoreksi 10,64% dengan seba gian besar masih ditopang oleh penjua lan makanan olahan dalam kemasan. Dari sisi neraca, total aset pers eroan mencapai Rp 19,47 triliun hingga akhir Maret 2020 naik 2,31% dibanding total aset pada akhir Desember 2019 sebesar Rp 19,03 triliun. Jumlah liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 8,62 triliun, menyusut 5,58% dibanding jumlah liabilitas pada akhir Desember 2019 sebesar Rp 9,13 triliun.


Anomali Harga Pangan di Tengah Pandemi

Ayutyas 17 May 2020 Tempo, 15 May 2020

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, lonjakan permintaan komoditas mendekati Lebaran dan sentimen konsumsi masyarakat di tengah situasi wabah corona mendorong kenaikan harga. Kondisi itu ditambah urusan logistik yang sedikit terganggu oleh tidak meratanya kebijakan pengecualian logistik pangan di sejumlah daerah, menyebabkan mayoritas harga pangan tak sesuai dengan harga eceran tertinggi.

Agung mencontohkan harga beras tetap stabil, tak kunjung turun. Agung juga menyoroti tingginya harga gula meski importasi dan substitusi dari gula rafinasi sudah dilakukan. Harga gula rata-rata nasional, kata dia, ada di angka Rp 17 ribu per kilogram, lebih tinggi Rp 4.500 dari harga eceran tertinggi yang dipatok Rp 12.500 per kilogram. Begitu juga dengan bawang merah.

Ketua Asosiasi Peritel Indonesia, Roy Mandey, mengatakan gula menjadi komoditas yang paling langka saat ini karena importasi yang dilakukan oleh Bulog, terlambat datang ke pasar akibat kebijakan lockdown di negara importir, seperti India.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan gula impor sudah datang 22 ribu ton dari kuota 50 ribu ton yang diberikan sejak pekan lalu. Dia pun mengklaim bakal segera mendistribusikan gula tersebut ke masyarakat pekan ini juga.

Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras, Sutarto Alimoeso, mengatakan pasokan pangan, seperti beras, sebenarnya aman. Harga tetap tinggi karena persaingan mendapatkan beras di rantai distribusi tingkat menengah amat ketat. 

Sutarto mengatakan akan lebih baik jika pengadaan bantuan sosial wabah corona dilakukan oleh satu entitas negara, seperti Bulog.

TAM Rasakan Dampak Krismon 1998 Lebih Berat

Ayutyas 16 May 2020 Republika, 14 May 2020

Wabah Covid-19 yang melanda Indonesia sangat berpengaruh terhadap sektor otomotif, termasuk pemimpin pasar otomotif nasional, PT Toyota Astra Motor (TAM). 

Direktur Marketing TAM, Anton Jimmy Suwandi mengakui terjadi penurunan penjualan selama pandemi dan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penjualan saat ini termasuk yang paling tertekan setelah krisis moneter (krismon) yang melanda negeri ini di 1998. Menurut Anton krismon 1998 termasuk yang paling berat bagi industri otomotif nasional. Selain nilai tukar yang anjlok, suka bunga perbankan saat itu sempat menyentuh angka 40 persen setahun.Dengan suku bunga setinggi itu, konsumen tidak akan mampu membeli kendaraan melalui kredit. Saat ini masyarakat takut keluar rumah, mereka enggan mengunjungi showroom, pameran-pameran mobil pun tidak mungkin lagi dilaksanakan, hal ini juga disebabkan penerapan PSBB.

TAM pun mempertimbangkan merevisi target penjualan tahun 2020, karena diberlakukannya PSBB, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat. Anton menyatakan, belum bisa menyebutkan secara konkrit revisi target penjualan tahun ini. Dia menilai dampak virus korona terhadap penjualan mobil baru terlihat pada pertengahan Maret, dan saat ini belum dapat melihat perkembangan situasi ke depan.


Adaro Perkuat Efisiensi Hadapi Pandemi

Ayutyas 15 May 2020 Republika, 13 May 2020

PT Adaro Energy Tbk akan memperkuat efisiensi perusahaan demi memitigasi dampak pandemi Covid-19. Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir menyampaikan, pandemi ini bahkan berdampak lebih besar terhadap perekonomian dibandingkan krisis yang pernah ada sebelumnya. Ia menjelaskan, meski melakukan efisiensi, sampai saat ini perusahaan belum melakukan perubahan target dan arah kebijakan perusahaan. Sebab, kata Garibaldi, sampai saat ini kinerja dari sisi penjualan belum begitu terdampak. Garibaldi menjelaskan, pasar ekspor Adaro cukup terdiversifikasi di berbagai negara di dunia, membuat Adaro tidak tergantung pada satu pasar tertentu.

Direktur Keuangan Adaro Lukman Lie menjelaskan, 90 persen penjualan batu bara Adaro adalah untuk kebutuhan pembangkit listrik. Meski terjadi pandemi, sektor kelistrikan tetap berjalan. Hal ini membuat konsumsi batu bara tetap terjaga.UU Minerba mengamanatkan para pengusaha tambang, khususnya batu bara, bisa mengajukan perpanjangan kontrak operasi paling tidak dua tahun sebelum kontrak berakhir. Hal ini menjadi sinyal positif bagi perusahaan batu bara. Dia menjelaskan, dalam kondisi ekonomi yang sedang melesu, industri pertambangan relatif mampu bertahan. Terlebih, ujarnya, industri pertambangan adalah penghasil devisa yang besar.

Inalum Terbitkan Global Bond

Ayutyas 15 May 2020 Republika, 13 May 2020

PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum menerbitkan obligasi dalam bentuk dolar AS atau global bond senilai 2,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 37,5 triliun. Dana yang terkumpul dari surat utang global ini akan digunakan perusahaan untuk beberapa aksi korporasi dan refinancing utang. Proyek yang akan digarap Inalum, di antaranya pembangunan smelter grade aluminasi refinery di Mempawah berkapasitas satu juta ton per tahun, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumatra Selatan 8, proyek pabrik gasifikasi batu bara menjadi DME di Tanjung Enim, dan lain sebagainya.

Sekretaris Perusahaan Inalum Rendi Witular menjelaskan, perusahaan akan mengalokasikan 1 miliar dolar AS untuk refinancing utang dan melakukan akuisisi saham beberapa perusahaan tambang dan keperluan membayar pinjaman anak usaha anggota holding.  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi inovasi pendanaan yang dilakukan BUMN, seperti global bond. Menurut dia, dengan ini terbukti dunia usaha internasional masih memercayai perusahaan BUMN yang sekarang terus berbenah demi meningkatkan daya saingnya serta semakin transparan. 

Direktur Utama MIND ID (holding tambang) Orias Petrus Moedak mengatakan, total investasi yang dikeluarkan untuk 2020 mencapai sebesar Rp 24 triliun, antara lain membangun proyek PLTU Sumatra Selatan di Tanjung Enim, dan proyek smelter grade alumina refinery oleh PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam dengan kapasitas produksi 1.000.000 tpa di Mempawah, Kalimantan Barat.

Rebutan Merk Nyonya Meener - Misteri Pemenang Lelang

Ayutyas 14 May 2020 Bisnis Indonesia, 12 May 2020

PT Bhumi Empon Mustiko secara sah mengambil alih kepemilikan merek Nyonya Meneer. Namun, proses pengambilalihan itu masih menyisakan sejumlah persoalan yang berujung gugatan hukum.

Kepemilikan merek Nyonya Meneer oleh Bhumi Empon Mustiko merupakan hasil pembelian dari pemegang merek pemenang lelang bawah tangan, PT Aryasatya Bayanaka Nuswapada, yang tercatat sebagai pemenang lelang bawah tangan dengan harga Rp10,25 miliar.

Menariknya, meski ditunjuk sebagai calon pembeli, pihak yang melakukan pembayaran senilai Rp10,25 miliar ke rekening kurator justru bukan Aryasatya Bayanaka Nuswapada, melainkan Bhumi Empon Mustiko. 

Wahyu Hidayat, kurator yang terlibat dalam lelang merek Nyonya Meneer mengatakan dirinya hanya memastikan bahwa proses lelang bawah tangan dengan pemenang Bayanaka sudah diselesaikan. Dia menuturkan soal siapa pihak yang membayar lelang merek itu, sejatinya di luar kewenangan kurator. 

Nilai penawaran dari Bhumi Empon waktu itu senilai Rp10,2 miliar. Hanya saja, setelah proses seleksi berlangsung, nilai yang ditawarkan Bhumi Empon lebih rendah dibandingkan Bayanaka yakni senilai Rp10,25 miliar. Maka Bayanaka ditunjuk sebagai pemenang.

Dalam dokumen yang sama, pihak kurator yang membuat surat penunjukkan, Wahyu Hidayat, menulis bahwa sebenarnya satu penawaran yang dilakukan Bayanaka tidak memenuhi syarat. Dengan demikian, penawaran tersebut tidak bisa diterima. 

Dia memastikan Bhumi Empon Mustiko tidak pernah mengajukan penawaran atas penjualan merek dagang Nyonya Meneer, namun disangkal oleh Konsultan Hukum Kekayaan Intelektual Bhumi Empon Leo Tukan. Bhumi Empon, menurut Leo telah mengajukan penawaran dalam proses penjualan bawah tangan merek dagang Nyonya Meneer. 

Di sisi lainnya, pihak Charles Saerang mengajukan gugatan hak cipta dan ganti rugi ke pihak Bhumi Empon Mustiko terkait penggunaan potret Nyonya Meneer dalam produk minyak telon yang diproduksi Bhumi Empon Mustiko. 

Sementara itu Seno Budiono, Direktur Utama Bhumi Empon tetap berkeyakinan bahwa klaim dari Charles Saerang tidak berdasar, karena tidak memiliki legalitas karena sudah diputus pailit.

Ekspor Semen Tetap Berjalan

Ayutyas 14 May 2020 Republika, 12 May 2020

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau Semen Indonesia Group (SIG) berkomitmen menjaga pemenuhan kebutuhan pasar semen dalam negeri saat ini. Namun, kegiatan ekspor semen emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu tetap berjalan di beberapa kawasan regional.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono menyampaikan, SIG melakukan berbagai langkah penyesuaian operasional untuk memastikan core business tetap berjalan dengan optimal. Di antaranya penyesuaian proses produksi, distribusi, ataupun unit pendukung lainnya.

Direkur Keuangan SIG Doddy Sulasmono Diniawan mengatakan, selain menjaga pasar semen dalam negeri, SIG terus menggenjot penjualan melalui pasar ekspor. Pada triwulan I tahun 2020 konsumsi semen secara nasional mengalami penurunan 4,9 persen. Perseroan juga berkomitmen menjalankan pemenuhan kewajiban finansial terhadap para mitra usaha yang mencakup para pemasok, kreditur perbankan, serta investor dengan baik dan tepat waktu. SIG memiliki kondisi likuiditas yang memadai serta masih memiliki stand by facility yang cukup untuk dapat dipergunakan sewaktu-waktu.

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan, perseroan juga mampu menjaga kinerja dengan mencatatkan beban pokok pendapatan Rp 27,654 triliun, naik 29,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2018. Perseroan juga mampu menjaga kinerja dengan mencatatkan EBITDA margin sebesar 21,5 persen

SIG menjajaki kerja sama investasi dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC), perusahaan asal Jepang yang bergerak di industri semen yang membuka peluang perluasan pasar global. Presiden Direktur SBI Aulia Moelki Oemar mengatakan, kesepakatan ini bagian dari kewajiban refloat saham SBI setelah mandatory tender offer (MTO) yang dilakukan pada 2019.

Seret Insentif untuk Penerbangan Penumpang

Ayutyas 13 May 2020 Tempo, 11 May 2020

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, pemerintah dan para pengelola bandar udara belum berencana memberikan keringanan biaya kepada maskapai penerbangan yang sudah beroperasi untuk penerbangan domestik secara terbatas, hanya aktivitas penerbangan kargo tertentu yang kini mendapat insentif yang berupa penghapusan tarif sewa gudang yang biasa dipakai untuk menyimpan barang penerbangan transit, dan berlaku khusus untuk distribusi keperluan medis dan donasi alat kesehatan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan pihaknya sempat memberi potongan biaya pendaratan (landing fee) untuk menggenjot volume penerbangan domestik pada awal 2020. Namun kondisi berubah sejak terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura I, Handy Heryudhitiawan, menimpali bahwa entitasnya tetap mengupayakan kelancaran penerbangan kargo, karena minimnya pergerakan penumpang. 

Konsultan sekaligus pengamat penerbangan CommunicAvia, Gerry Soejatman, mengusulkan penundaan kewajiban pajak atau bea masuk suku cadang, serta keringanan pungutan dari pengelola bandara, ia menilai penerbangan terbatas yang baru dibuka belum cukup.

Sambil tetap melarang mudik, pemerintah sebelumnya menerapkan pengecualian perjalanan untuk memastikan aktivitas vital tak terhambat. Pengecualian yang diperbolehkan, antara lain aparat sipil dan pegawai swasta yang bepergian untuk urusan penanganan Covid-19 dan kebutuhan pokok masyarakat, pasien yang membutuhkan pengobatan, kunjungan untuk keluarga inti yang sakit keras atau meninggal, serta untuk pemulangan warga negara Indonesia dari luar negeri.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengizinkan maskapai penerbangan menjual tiket penerbangan dengan harga variatif, asal tak melintasi batas tarif yang sudah ditentukan.

Pemerintah Evaluasi Pembukaan Pusat Belanja

Ayutyas 13 May 2020 Tempo, 11 May 2020

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan pemerintah akan mengkaji permintaan pelaku usaha pada sektor retail atau pemilik gerai untuk membuka pusat belanja. Pelaku usaha berharap pemerintah bisa melonggarkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjelang Lebaran untuk menaikkan omzet produk yang persediaannya masih menumpuk.

Beberapa poin yang tersebar itu adalah membuka kembali kegiatan industri dan jasa bisnis ke bisnis (B2B), dengan tetap menerapkan social distancing pada 1 Juni mendatang sebagai fase pertama. Dalam skenario itu, ada rencana toko, pasar, dan mal diperbolehkan beroperasi kembali pada 8 Juni 2020 dalam fase kedua. 

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan kewenangan pembukaan pusat belanja sangat bergantung pada kepala daerah selaku kepala gugus tugas daerah. Adapun pencabutan penetapan PSBB harus didasari hasil evaluasi yang dilaporkan kepada Menteri Kesehatan sebagai bahan pertimbangan.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Abdullah Azwar Anas mendorong pebisnis non-kebutuhan pokok menggenjot penjualan secara daring atau online. Menurut dia, PSBB merupakan opsi terbaik yang diambil pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19. Sejauh ini, Anas mengatakan tidak ada keputusan resmi perihal pelonggaran PSBB. 

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, akan mengajukan permohonan agar pusat belanja atau mal dibuka dua pekan menjelang Lebaran. Hal ini dilakukan karena penjualan secara online tak mampu menopang keterpurukan kinerja selama pandemi. 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan secara garis besar mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Namun, dia berharap pemerintah juga melonggarkan PSBB untuk daerah yang mulai mengalami perlambatan penyebaran Covid-19, salah satunya DKI Jakarta.