TAM Rasakan Dampak Krismon 1998 Lebih Berat
Wabah Covid-19 yang melanda Indonesia sangat berpengaruh terhadap sektor otomotif, termasuk pemimpin pasar otomotif nasional, PT Toyota Astra Motor (TAM).
Direktur Marketing TAM, Anton Jimmy Suwandi mengakui terjadi penurunan penjualan selama pandemi dan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penjualan saat ini termasuk yang paling tertekan setelah krisis moneter (krismon) yang melanda negeri ini di 1998. Menurut Anton krismon 1998 termasuk yang paling berat bagi industri otomotif nasional. Selain nilai tukar yang anjlok, suka bunga perbankan saat itu sempat menyentuh angka 40 persen setahun.Dengan suku bunga setinggi itu, konsumen tidak akan mampu membeli kendaraan melalui kredit. Saat ini masyarakat takut keluar rumah, mereka enggan mengunjungi showroom, pameran-pameran mobil pun tidak mungkin lagi dilaksanakan, hal ini juga disebabkan penerapan PSBB.
TAM pun mempertimbangkan merevisi target penjualan tahun 2020, karena diberlakukannya PSBB, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat. Anton menyatakan, belum bisa menyebutkan secara konkrit revisi target penjualan tahun ini. Dia menilai dampak virus korona terhadap penjualan mobil baru terlihat pada pertengahan Maret, dan saat ini belum dapat melihat perkembangan situasi ke depan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023