;
Tags

Bursa

( 810 )

Cuan Para Caleg di Lantai Bursa

HR1 06 Jan 2024 Kontan (H)
Sejumlah politisi yang berstatus sebagai pemilik perusahaan mempunya cara sendiri menyambut tahun 2024. Selain berebut kursi wakil rakyat, mereka memperebutkan dana investor di bursa saham. Kesuksesan mereka di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 belum bisa dipastikan. Namun, di Bursa Efek Indonesia (BEI) para politisi ini berhasil mengantongi dana jumbo lewat initial public offering (IPO) dan divestasi saham. Paling anyar adalah hajatan IPO yang digelar Sudjatmiko, calon Legislatif (caleg) DPR 2024 dari daerah pemilihan (dapil) VI Kota Bekasi-Kota Depok. Caleg nomor urut 1 ini bertarung memperebutkan kursi di Senayan lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Jumat (5/1), PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI), perusahaan milik Sudjatmiko, memulai debut di BEI sebagai pendatang baru pertama tahun 2024. Perusahaan jasa konstruksi itu menjual 1,25 miliar unit saham di harga Rp 100 per saham, atau menangguk Rp 125 miliar dari IPO. Sudjatmiko menguasai sekitar 4,34 miliar saham ASLI atau 69,52% dari modal disetor dan ditempatkan penuh usai IPO. ASLI mengerjakan proyek jalan tol di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, terutama proyek jalan tol dari Balikpapan ke IKN dengan nilai kontrak sekitar Rp 30 miliar. Kendati IPO di tengah pemilu, Sudjatmiko yang juga menjabat Direktur Utama ASLI ini menampik, IPO menjadi salah satu jalan untuk memperoleh dana kampanye. Pada 8 Januari 2024, giliran perusahaan milik politisi PDI Perjuangan manggung di BEI, yaitu PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE). Perusahaan tambang nikel itu dikendalikan Herman Herry Adranacus, anggota DPR empat periode, dari 2004 -2024. Pada Pemilu 2024, Herman tak maju sebagai caleg. Anaknya, Stevano Rizki Adranacus jadi caleg DPR PDI Perjuangan dapil Nusa Tenggara Timur 2. Stevano juga pemilik NICE bersama sang ayah. Ia memegang 15% saham PT Dwidaya Mega Investama (DMI) dan Herman memegang 85% saham. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan, kalaupun harga saham emiten-emiten ini terpengaruh oleh hasil pemilu, sifatnya sementara. Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Indonesia, Chang-kun Shin mengingatkan, investor mewaspadai volatilitas tinggi saham-saham terafiliasi partai politik.

Barito Renewables Diprediksi Masuk Indeks MSCI, Potensi Gain 25%

KT1 05 Jan 2024 Investor Daily (H)
PT Barito Renewables Energi Tbk (BREN) diprediksi masuk sebagai salah satu konstituen kuat indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia. Masuknya BREN ke Indeks MSCI membuka peluang kenaikan (Potential gain) saham emiten energi baru terbarukan (EBT) ini hingga 25% oleh posisi saat ini Rp7.525.  Probabilitas emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu menjadi anggota indeks MSCI menyusul adanya penyesuaian (rebalancing) anggota MSCI  Indonesia yang dijadwalkan pada 12 Februari 2024 dan berlaku efektif 1 maret 2024. Indeks MSCI Indonesia merupakan  indeks yang didesain untuk mengukur kinerja segmen pasar Indonesia yang berkapitalisasi besar dan menengah. Beranggotakan sebanyak 22 konstituen, indeks ini mencakup sekitar 85% pasar saham Indonesia. (Yetede)

Efek Januari, Investor Tetap Perlu Selektif Pilih Saham

KT3 04 Jan 2024 Kompas

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berlanjut di awal tahun 2024. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa investor bisa memanfaatkan ”January Effect” untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Namun, kali ini, investor perlu lebih selektif. Rabu (3/1/2024), IHSG tertahan di bawah area resistensi 7.300 poin setelah sempat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (2/1) di posisi 7.323 poin. Peneliti Phintraco Sekuritas, Valdy K, menilai, posisi tersebut masih melanjutkan tren window dressing di dua bulan terakhir 2023. Window dressing merupakan upaya para investor besar untuk mempercantik portofolionya jelang akhir tahun dengan banyak membeli saham bernilai tinggi dan fenomena tersebut berhasil memperbaiki IHSG yang selama sepuluh bulan sebelumnya berada di bawah posisi 7.000.

Fenomena itu pun disebut akan berefek pada kenaikan kinerja saham pada bulan Januari. Situasi ini dikenal dengan istilah ”January Effect”. Pada momentum ini, investor bisa coba melakukan jual beli saham dalam waktu singkat untuk mendulang bonus. Saham ”bluechip” Namun, tren itu tidak terjadi di semua saham. ”Saham-saham bluechip, terutama perbankan, diperkirakan masih menjadi penggerak IHSG,” kata Valdy dalam keterangannya, Rabu (3/1). Pengamat pasar modal dan Founder WH-Project, William Hartanto, juga berpendapat sama. Ia menemukan, penguatan IHSG adalah efek bobot saham-saham tertentu saja. ”Jika berbicara bobot, kita akan melihat saham-saham big caps (berkapitalisasi besar),” ungkapnya. (Yoga)

BEI Suspensi Perdagangan Saham KAYU

HR1 04 Jan 2024 Kontan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan alias suspensi saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) per Rabu (3/1). Penghentian sementara ini karena terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham KAYU. "Penghentian sementara perdagangan saham KAYU tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai," tulis manajemen BEI, Rabu (3/1). Pada perdagangan terakhir, Selasa (2/1), saham KAYU ditutup melemah 34,71% atau turun 42 poin ke level harga Rp 79 per saham. Pengamat pasar modal dan pendiri WH-Project, William Hartanto mengatakan, penghentian tersebut wajar terjadi. Ini setelah terjadinya auto rejection bawah (ARB) berhari-hari terhadap saham KAYU. "Ke depan perdagangan saham KAYU berpotensi lebih sepi," katanya ke KONTAN Rabu (3/1). Sementara Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, emiten KAYU tengah mengupayakan memperkuat kinerja fundamentalnya di tengah faktor unusual market activity yang terjadi pada KAYU. "Supaya cooling down ," tuturnya.

BERBURU ASET CUAN

HR1 04 Jan 2024 Bisnis Indonesia (H)

Optimisme awal tahun 2024 rupanya turut membawa ekspektasi tinggi terhadap kinerja sejumlah produk investasi. Kendati tahun ini bertepatan dengan penyelenggaraan pemilihan umum, sejumlah kalangan tetap meyakini beragam instrumen investasi baik di pasar uang maupun pasar modal, mampu mendulang cuan.Apalagi, di pasar modal sedang diliputi katalis positif. Selain kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar 7.323,58 pada perdagangan perdana tahun ini, ancang-ancang emiten untuk menggelar aksi korporasi digadang-gadang membuat investor bergeliat.Menurut otoritas pasar modal, pada awal tahun ini setidaknya terdapat delapan emiten anyar yang siap mengadu nasib menggalang dana lewat aksi penawaran saham perdana kepada publik (initial public offering/IPO). Aksi IPO juga diperkirakan ramai dengan target 62 emiten baru yang masuk ke bursa.Katalis positif lainnya adalah ekspektasi penurunan suku bunga acuan baik oleh Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, maupun Bank Indonesia, seiring dengan infl asi yang makin terkendali.Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan investasi high risk akan lebih menarik dibandingkan dengan yang low risk dengan ekspektasi suku bunga yang akan turun, baik di AS maupun di Indonesia. Hal senada dikemukakan Head of Research Pasardana.id Beben Feri Wibowo. 

Menurutnya, penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral bakal membuka potensi geliat ekonomi yang sekaligus membawa sentimen positif bagi investor. Sebagai contoh, pada akhir 2014, kinerja saham, surat utang, dan produk terkait seperti reksa dana saham dan campuran mendulang return dua digit yakni pada rentang 12% hingga 26%. Namun, emas stagnan karena tertekan sentimen Federal Reserve. Sementara itu, pada Pemilu 2019, kinerja produk investasi kompak menguat mulai rentang 2% hingga 18%. Pada periode tersebut, reksa dana saham terkoreksi sedangkan emas memimpin akibat kenaikan suku bunga Federal Reserve. Sejumlah sekuritas menilai saham-saham sektor bank, konsumer, telekomunikasi, hingga komoditas dan manufaktur menjadi jagoan pada 2024. Demikian pula dengan IHSG yang diramal melanjutkan tren menembus rekor baru sepanjang sejarah. Dalam laporan terbaru bertajuk 2024 Investment Playbook, Mirae Asset Sekuritas menyatakan bahwa pada paruh pertama 2024, pasar dibayangi oleh tensi geopolitik, dampak suku bunga mahal, dan ketidakpastian akibat penyelenggaraan pemilu. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi risiko, Mirae menyarankan investor untuk memberi porsi dominan pada aset konservatif. Head of Investment Specialist Syailendra Capital Teguh Bagja mengatakan masih ada risiko yang perlu diantisipasi yakni kemungkinan perlambatan ekonomi global. Dengan demikian, pelaku pasar perlu meredam risiko dengan melakukan diversifi kasi. “Sebaiknya investor menyesuaikan dengan kondisi profi l resiko masing-masing, sebagai contoh untuk investor dengan profil risiko balance mungkin bisa mempertimbangkan komposisi 40% reksa dana saham, 30% reksa dana pendapatan tetap, dan 30% reksa dana pasar uang,” ujarnya, Rabu (3/1).

Harapan Menyertai Pembukaan Bursa

KT3 03 Jan 2024 Kompascom (H)

Harapan menyertai pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2024. Pasar modal Indonesia diharapkan melanjutkan resiliensinya dengan tumbuh positif pada 2024. Pemangku kebijakan di sistem pasar modal perlu berinovasi untuk meningkatkan ketahanan, khususnya di pasar domestik. ”Secara khusus, BEI diharapkan mampu meningkatkan likuiditas perdagangan saham, termasuk aktivitas  perdagangan saham dan frekuensi transaksi, serta senantiasa mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik,” kata Wapres Ma’ruf Amin pada pembukaan perdagangan BEI  tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Wapres Amin memproyeksikan, pasar modal Indonesia semakin positif pada 2024 setelah menunjukkan kebangkitan pada 2023. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasar modal tahun lalu ditutup di posisi 7.272 poin atau tumbuh 6,16 % dibandingkan penutupan perdagangan tahun 2022. Rekor tertinggi tercatat pada perdagangan Jumat (29/12) di posisi 7.303 poin.

”Berkaca pada kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2023, kita sepantasnya optimistis. Selain stabilitas pasar modal yang terjaga, pertumbuhan positif tampak dari meningkatnya aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, serta jumlah investor ritel,” kata Amin. Pasar modal Indonesia mencapai rekor kapitalisasi pasar tertinggi pada 28 Desember 2023 senilai Rp 11.762 triliun. Atas capaian tersebut, BEI selaku penyelenggara pasar modal menempati peringkat ke-9 dari segi total penghimpunan dana di antara bursa saham global. BEI juga menempati peringkat ke-6 dunia tahun ini dari segi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Hal ini didukung aktivitas  IPO oleh 80 perusahaan baru pada 2023 yang menjadi pemecah rekor sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Total penggalangan dana atau emisi dilakukan 222 kali. Total dana terkumpul mencapai Rp 255,21 triliun. (Yoga)

BUKA ASA DARI LANTAI BURSA 2024

HR1 02 Jan 2024 Bisnis Indonesia (H)

Hari ini, Selasa (2/1), aktivitas perdagangan di pasar modal Tanah Air mulai dibuka lagi. Berbagai catatan positif sepanjang 2023, siap mewarnai pasar modal sepanjang tahun ini.Kendati dihadapkan berbagai tantangan, seperti konflik geopolitik dan pesta demokrasi Pemilu 2024, pelaku pasar dan otoritas pasar modal percaya diri mampu mengukir berbagai rekor baru pada tahun ini.Berbagai terobosan masih dibutuhkan supaya minat penggalangan dana lewat pasar modal kian tebal dan daya pikat perdagangan di lantai bursa makin kuat.

PEMBUKAAN KODE BROKER : OPSI PELICIN INVESTOR RITEL

HR1 02 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Rencana pembukaan kembali kode broker diproyeksi dapat meningkatkan gairah investor ritel di bursa saham di tengah sikap wait and see para investor menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024. Saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan survei kepada Anggota Bursa (AB) mengenai rencana pembukaan kode broker ini. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan bahwa sampai saat ini hasil survei mengenai pembukaan kode broker terhadap AB belum berada di tangan BEI. Hanya saja, imbuhnya, hasil survei tersebut pasti akan sama.“Hasilnya pasti sama. Investor retail akan berharap [kode broker] tetap dibuka. Asing pasti berharap itu ditutup,” katanya saat ditemui Bisnis, pekan lalu. Adapun, penutupan kode broker telah dilakukan BEI sejak 6 Desember 2021. Saat itu, Kepala Divisi Inkubasi Bisnis BEI Irmawati Amran mengungkapkan bahwa penutupan kode broker dilakukan guna memberikan perlindungan investor dari praktik herding behavior. Bursa juga melakukan penutupan informasi domisili investor. Hal tersebut dilakukan 6 bulan setelah kebijakan kode broker berlaku. Investor juga tidak dapat melihat tipe investor dalam perdagangan secara langsung yang ditampilkan dengan kode F untuk investor asing, atau D bagi investor domestikSementara itu, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengungkapkan bahwa dia pernah melakukan focus group discussion (FGD) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai rencana kebijakan tersebut.Dalam FGD itu, imbuhnya, OJK menegaskan bahwa tidak akan membuka kode broker tersebut dalam waktu dekat. Budi memandang bahwa pembukaan kode broker ini tidak serta-merta akan meningkatkan volume dan nilai transaksi di BEI.“Kenaikan volume tidak akan signifi kan dalam waktu pendek,” katanya.Di sisi lain, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta berpendapat bahwa pembukaan kode broker ini dapat meningkatkan volume dan nilai transaksi di BEI.

Emiten Jasa Tambang Menahan Diri

HR1 22 Dec 2023 Kontan
Pelemahan harga komoditas masih membayangi kinerja emiten kontraktor pertambangan dan jasa angkut tambang. Alhasil, mayoritas emiten di sektor ini cuma memasang target konservatif untuk tahun 2024. Misalnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) yang memiliki bisnis kontraktor tambang melalui PT Pamapersada Nusantara, cuma membidik pertumbuhan volume batubara 4%-5%. Angka ini turun daripada target pertumbuhan volume produksi tahun ini yang 15%. "Jadi kenaikan di 2024 sebenarnya sangat moderat, ujar Sara K. Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR, Kamis (21/12). Perusahaan angkutan tambang PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) juga cuma memperkirakan volume pengangkutan (barging) batubara tahun depan akan sama dengan tahun ini yaitu 9,5 juta ton. Direktur TEBE Hendy Narindra Dewantoro mengatakan, harga batubara tahun 2024 kemungkinan masih tertekan. "Jadi, kami akan menggunakan target pengangkutan konservatif di tahun 2024," ujar dia. Sementara itu, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) masih terus menjalin pembicaraan kontrak dengan calon pelanggan baru. Namun, DEWA tetap mengupayakan volume kontrak dari pelanggan utama saat ini, yakni PT Kaltim Prima Coal dan Arutmin Indonesia tetap naik pada tahun depan. Direktur dan Sekretaris Perusahana DEWA Ahmad Hilyadi mengatakan, DEWA mengalokasikan capex US$ 190 juta di 2024 untuk peremajaan armada dan pembangunan fleet baru. Sekretaris Perusahaan Samindo Resources Ahmad Zaki Natsir berharap, kinerja MYOH tahun depan bisa membaik. Pendorongnya adalah dampak akuisisi PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) oleh MYOH. Setelah akuisisi, MYOH akan menjadi pengendali baru TRJA. "Tentu akan ada penambahan dari sisi pendapatan dan neraca," katanya. Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan menurunkan rekomendasi saham UNTR menjadi hold dengan target harga Rp 24.900. Lalu, analis Samuel Sekuritas Juan Harahap merekomendasikan beli saham DEWA dengan target harga Rp 85.

Tahun Kejayaan Pasar Modal

KT1 18 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Sejumlah kalangan memprediksi 2024 menjadi tahun kejayan pasar modal Indonesia, setelah berflutuaksi sangat tajam tahun ini. Hal ini tak lepas dari berakhirnya era suku bunga tinggi  di level dunia dan solidnya fundamental Indonesia. Maka tak heran jika sejumlah analis memprediksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu menembus level 8.000, tertnggi sepanjang sejarah (all time high), pada 2024, melanjutkan tren positif kuartal IV tahun ini. Aktivitas pengalangan dana, (fund raising) di pasar modal juga diprediksi tetap marak pada 2024, kendati digelar pemilu, Otoritas bursa meyakini, pemilu tidak akan menyurutkan para perusahaan untuk berburu dana murah di pasar modal. Sepanjang 2023, pergerakan indeks lebih ditentukan oleh kondisi ekonomi global. (Yetede)