Bursa
( 810 )Cuan Para Caleg di Lantai Bursa
Barito Renewables Diprediksi Masuk Indeks MSCI, Potensi Gain 25%
Efek Januari, Investor Tetap Perlu Selektif Pilih Saham
Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berlanjut
di awal tahun 2024. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa investor bisa
memanfaatkan ”January Effect” untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat.
Namun, kali ini, investor perlu lebih selektif. Rabu (3/1/2024), IHSG tertahan
di bawah area resistensi 7.300 poin setelah sempat memecahkan rekor tertinggi
sepanjang masa pada Selasa (2/1) di posisi 7.323 poin. Peneliti Phintraco
Sekuritas, Valdy K, menilai, posisi tersebut masih melanjutkan tren window
dressing di dua bulan terakhir 2023. Window dressing merupakan upaya para
investor besar untuk mempercantik portofolionya jelang akhir tahun dengan
banyak membeli saham bernilai tinggi dan fenomena tersebut berhasil memperbaiki
IHSG yang selama sepuluh bulan sebelumnya berada di bawah posisi 7.000.
Fenomena itu pun disebut akan berefek pada kenaikan kinerja saham pada
bulan Januari. Situasi ini dikenal dengan istilah ”January Effect”. Pada momentum
ini, investor bisa coba melakukan jual beli saham dalam waktu singkat untuk mendulang
bonus. Saham ”bluechip” Namun, tren itu tidak terjadi di semua saham.
”Saham-saham bluechip, terutama perbankan, diperkirakan masih menjadi penggerak
IHSG,” kata Valdy dalam keterangannya, Rabu (3/1). Pengamat pasar modal dan Founder
WH-Project, William Hartanto, juga berpendapat sama. Ia menemukan, penguatan
IHSG adalah efek bobot saham-saham tertentu saja. ”Jika berbicara bobot, kita
akan melihat saham-saham big caps (berkapitalisasi besar),” ungkapnya. (Yoga)
BEI Suspensi Perdagangan Saham KAYU
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan alias suspensi saham PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) per Rabu (3/1). Penghentian sementara ini karena terjadinya penurunan harga kumulatif yang signifikan pada saham KAYU.
"Penghentian sementara perdagangan saham KAYU tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai," tulis manajemen BEI, Rabu (3/1).
Pada perdagangan terakhir, Selasa (2/1), saham KAYU ditutup melemah 34,71% atau turun 42 poin ke level harga Rp 79 per saham.
Pengamat pasar modal dan pendiri WH-Project, William Hartanto mengatakan, penghentian tersebut wajar terjadi. Ini setelah terjadinya
auto rejection
bawah (ARB) berhari-hari terhadap saham KAYU. "Ke depan perdagangan saham KAYU berpotensi lebih sepi," katanya ke KONTAN Rabu (3/1).
Sementara
Senior Investment Information
Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, emiten KAYU tengah mengupayakan memperkuat kinerja fundamentalnya di tengah faktor
unusual market activity
yang terjadi pada KAYU. "Supaya
cooling down
," tuturnya.
BERBURU ASET CUAN
Optimisme awal tahun 2024 rupanya turut membawa ekspektasi tinggi terhadap kinerja sejumlah produk investasi. Kendati tahun ini bertepatan dengan penyelenggaraan pemilihan umum, sejumlah kalangan tetap meyakini beragam instrumen investasi baik di pasar uang maupun pasar modal, mampu mendulang cuan.Apalagi, di pasar modal sedang diliputi katalis positif. Selain kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sukses mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar 7.323,58 pada perdagangan perdana tahun ini, ancang-ancang emiten untuk menggelar aksi korporasi digadang-gadang membuat investor bergeliat.Menurut otoritas pasar modal, pada awal tahun ini setidaknya terdapat delapan emiten anyar yang siap mengadu nasib menggalang dana lewat aksi penawaran saham perdana kepada publik (initial public offering/IPO). Aksi IPO juga diperkirakan ramai dengan target 62 emiten baru yang masuk ke bursa.Katalis positif lainnya adalah ekspektasi penurunan suku bunga acuan baik oleh Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, maupun Bank Indonesia, seiring dengan infl asi yang makin terkendali.Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan investasi high risk akan lebih menarik dibandingkan dengan yang low risk dengan ekspektasi suku bunga yang akan turun, baik di AS maupun di Indonesia. Hal senada dikemukakan Head of Research Pasardana.id Beben Feri Wibowo.
Menurutnya, penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral bakal membuka potensi geliat ekonomi yang sekaligus membawa sentimen positif bagi investor.
Sebagai contoh, pada akhir 2014, kinerja saham, surat utang, dan produk terkait seperti reksa dana saham dan campuran mendulang return dua digit yakni pada rentang 12% hingga 26%. Namun, emas stagnan karena tertekan sentimen Federal Reserve. Sementara itu, pada Pemilu 2019, kinerja produk investasi kompak menguat mulai rentang 2% hingga 18%. Pada periode tersebut, reksa dana saham terkoreksi sedangkan emas memimpin akibat kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Sejumlah sekuritas menilai saham-saham sektor bank, konsumer, telekomunikasi, hingga komoditas dan manufaktur menjadi jagoan pada 2024. Demikian pula dengan IHSG yang diramal melanjutkan tren menembus rekor baru sepanjang sejarah.
Dalam laporan terbaru bertajuk 2024 Investment Playbook, Mirae Asset Sekuritas menyatakan bahwa pada paruh pertama 2024, pasar dibayangi oleh tensi geopolitik, dampak suku bunga mahal, dan ketidakpastian akibat penyelenggaraan pemilu. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi risiko, Mirae menyarankan investor untuk memberi porsi dominan pada aset konservatif.
Head of Investment Specialist Syailendra Capital Teguh Bagja mengatakan masih ada risiko yang perlu diantisipasi yakni kemungkinan perlambatan ekonomi global. Dengan demikian, pelaku pasar perlu meredam risiko dengan melakukan diversifi kasi. “Sebaiknya investor menyesuaikan dengan kondisi profi l resiko masing-masing, sebagai contoh untuk investor dengan profil risiko balance mungkin bisa mempertimbangkan komposisi 40% reksa dana saham, 30% reksa dana pendapatan tetap, dan 30% reksa dana pasar uang,” ujarnya, Rabu (3/1).
Harapan Menyertai Pembukaan Bursa
Harapan menyertai
pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2024. Pasar modal Indonesia
diharapkan melanjutkan resiliensinya dengan tumbuh positif pada 2024. Pemangku
kebijakan di sistem pasar modal perlu berinovasi untuk meningkatkan ketahanan, khususnya
di pasar domestik. ”Secara khusus, BEI diharapkan mampu meningkatkan likuiditas
perdagangan saham, termasuk aktivitas perdagangan
saham dan frekuensi transaksi, serta senantiasa mengedepankan prinsip
akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik,” kata Wapres Ma’ruf
Amin pada pembukaan perdagangan BEI
tahun 2024 di Jakarta, Selasa (2/1/2024). Wapres Amin memproyeksikan,
pasar modal Indonesia semakin positif pada 2024 setelah menunjukkan kebangkitan
pada 2023. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pasar modal tahun lalu ditutup di
posisi 7.272 poin atau tumbuh 6,16 % dibandingkan penutupan perdagangan tahun 2022.
Rekor tertinggi tercatat pada perdagangan Jumat (29/12) di posisi 7.303 poin.
”Berkaca pada kinerja
pasar modal Indonesia sepanjang 2023, kita sepantasnya optimistis. Selain
stabilitas pasar modal yang terjaga, pertumbuhan positif tampak dari meningkatnya
aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, serta jumlah investor ritel,”
kata Amin. Pasar modal Indonesia mencapai rekor kapitalisasi pasar tertinggi
pada 28 Desember 2023 senilai Rp 11.762 triliun. Atas capaian tersebut, BEI
selaku penyelenggara pasar modal menempati peringkat ke-9 dari segi total penghimpunan
dana di antara bursa saham global. BEI juga menempati peringkat ke-6 dunia
tahun ini dari segi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.
Hal ini didukung aktivitas IPO oleh 80
perusahaan baru pada 2023 yang menjadi pemecah rekor sepanjang sejarah pasar
modal Indonesia. Total penggalangan dana atau emisi dilakukan 222 kali. Total dana
terkumpul mencapai Rp 255,21 triliun. (Yoga)
BUKA ASA DARI LANTAI BURSA 2024
Hari ini, Selasa (2/1), aktivitas perdagangan di pasar modal Tanah Air mulai dibuka lagi. Berbagai catatan positif sepanjang 2023, siap mewarnai pasar modal sepanjang tahun ini.Kendati dihadapkan berbagai tantangan, seperti konflik geopolitik dan pesta demokrasi Pemilu 2024, pelaku pasar dan otoritas pasar modal percaya diri mampu mengukir berbagai rekor baru pada tahun ini.Berbagai terobosan masih dibutuhkan supaya minat penggalangan dana lewat pasar modal kian tebal dan daya pikat perdagangan di lantai bursa makin kuat.
PEMBUKAAN KODE BROKER : OPSI PELICIN INVESTOR RITEL
Rencana pembukaan kembali kode broker diproyeksi dapat meningkatkan gairah investor ritel di bursa saham di tengah sikap wait and see para investor menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024.
Saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan survei kepada Anggota Bursa (AB) mengenai rencana pembukaan kode broker ini. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan bahwa sampai saat ini hasil survei mengenai pembukaan kode broker terhadap AB belum berada di tangan BEI. Hanya saja, imbuhnya, hasil survei tersebut pasti akan sama.“Hasilnya pasti sama. Investor retail akan berharap [kode broker] tetap dibuka. Asing pasti berharap itu ditutup,” katanya saat ditemui Bisnis, pekan lalu.
Adapun, penutupan kode broker telah dilakukan BEI sejak 6 Desember 2021. Saat itu, Kepala Divisi Inkubasi Bisnis BEI Irmawati Amran mengungkapkan bahwa penutupan kode broker dilakukan guna memberikan perlindungan investor dari praktik herding behavior. Bursa juga melakukan penutupan informasi domisili investor. Hal tersebut dilakukan 6 bulan setelah kebijakan kode broker berlaku.
Investor juga tidak dapat melihat tipe investor dalam perdagangan secara langsung yang ditampilkan dengan kode F untuk investor asing, atau D bagi investor domestikSementara itu, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengungkapkan bahwa dia pernah melakukan focus group discussion (FGD) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai rencana kebijakan tersebut.Dalam FGD itu, imbuhnya, OJK menegaskan bahwa tidak akan membuka kode broker tersebut dalam waktu dekat.
Budi memandang bahwa pembukaan kode broker ini tidak serta-merta akan meningkatkan volume dan nilai transaksi di BEI.“Kenaikan volume tidak akan signifi kan dalam waktu pendek,” katanya.Di sisi lain, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta berpendapat bahwa pembukaan kode broker ini dapat meningkatkan volume dan nilai transaksi di BEI.
Emiten Jasa Tambang Menahan Diri
Tahun Kejayaan Pasar Modal
Pilihan Editor
-
Aset Kripto, Beda Aturan Pajak AS dan Indonesia
03 Aug 2021 -
Pengembangan StartUp, Wealthtech Siap Melejit
02 Aug 2021 -
KKP Finalisasi Aturan PNBP Pascaproduksi
03 Aug 2021









