;
Tags

Bursa

( 805 )

TAHUN MENANTANG GALANG DANA

HR1 05 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kombinasi antara outlook pertumbuhan ekonomi, kebijakan suku bunga bank sentral, dan tahun politik membayangi prospek penggalangan dana di pasar modal pada 2024. Target moderat pun disematkan sejalan dengan sikap korporasi yang cenderung wait and see.Hingga akhir November 2023, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penggalangan dana di pasar modal sudah mencapai Rp230,59 triliun dari 197 aksi korporasi initial public offering (IPO), penawaran umum terbatas atau rights issue, serta emisi obligasi dan sukuk korporasi.Realisasi itu termasuk rekor 78 emiten baru yang menghimpun total dana publik Rp53,92 triliun. Meski sudah menembus target Rp200 triliun yang dipatok OJK, realisasi penghimpunan dana itu belum melampaui capaian dalam 11 bulan 2022 yang tercatat sebanyak 210 penawaran umum senilai total Rp244,47 triliun.Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mengatakan OJK optimistis tetapi konservatif memandang 2024 yang merupakan tahun Pemilu dengan menargetkan penghimpunan dana pada level sama seperti 2023. Inarno menjelaskan pandangan OJK itu mempertimbangkan prediksi IMF dan World Bank yang merevisi ke bawah target pertumbuhan ekonomi global. Ditambah lagi, pemerintah Indonesia juga memproyeksikan ekonomi tumbuh 5,2% pada 2024 atau di bawah outlooktahun ini sebesar 5,3%.Optimisme terhadap prospek penggalangan dana di pasar modal juga tecermin dalam pipeline yang digenggam OJK sebanyak 96 aksi penawaran umum dengan nilai indikatif Rp41,11 triliun. Pipeline itu, lanjutnya, termasuk rencana go public 64 perusahaan.Ditelisik secara historis, data OJK mencatat penghimpunan dana di pasar modal cenderung merosot pada tahun politik 2009, 2014, dan 2019. Terpisah, Direktur Utama BEI Iman Rachman berharap tren positif fundraisingdapat berlanjut pada 2024. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menambahkan BEI juga mengincar perusahaan berskala besar untuk melantai di bursa lewat IPO."Setiap tahun kami selalu targetkan paling tidak tiga termasuk lighthouse atau mercusuar, kategorinya market cap Rp15 triliun dan sisi free float 15%."Saat ini, BEI masih memiliki 26 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Mayoritas berasal dari sektor konsumer, industri, infrastruktur, dan basic materials. Senada, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) Yuddy Renaldi mengungkapkan penerbitan obligasi senilai kurang lebih Rp3 triliun sudah masuk dalam rencana bisnis perseroan pada 2024. Bisnis mencatat Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Muhammad Abdul Ghani telah menyatakan bahwa rencana IPO akan difokuskan usai subholding PalmCo dan SupportingCo terbentuk.Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi mengatakan pola penurunan emisi saham pada tahun Pemilu diproyeksi kembali terjadi pada tahun depan.

Adu Kuat Saham-Saham Raksasa di Bursa

HR1 04 Dec 2023 Kontan (H)

Posisi saham papan atas dengan kapitalisasi pasar (market caps) paling besar bergerak cepat beberapa bulan terakhir. Ranking market caps jumbo (big caps) bergeser sejalan rotasi sektor dan sentimen. Sebelumnya tidak ada saham sektor teknologi punya market caps di atas Rp 100 triliun per Oktober 2023. Namun peta mengalami rotasi per November. Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menanjak. Soal saham yang melejit tinggi, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) jadi yang paling fenomenal. Kedua saham yang baru initial public offering (IPO) pada 2023 sukses merangsek jajaran atas big caps. Memasuki bulan Desember, Jumat (1/12), BREN menduduki posisi kedua market caps terbesar Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp 910 triliun. Posisi BREN hanya kalah dari Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang kokoh berada di puncak klasemen big caps. Dari sisi pemilik, emiten big caps ini dikuasai lima konglomerat dan BUMN. BUMN ada BBRI, BMRI, TLKM dan BBNI. Grup Djarum masih mengandalkan BBCA. Prajogo Pangestu ada BREN dan TPIA. Low Tuck Kwong masih setia dengan BYAN, Grup Salim ada AMMN dan DCII dan Grup Astra (ASII). Head of Retail Marketing & Product Development Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi Riawan, menyatakan bahwa pergeseran market caps didorong sejumlah faktor. Dia menyoroti pergerakan BREN dan AMMN yang harga saham dan market caps melejit selepas melantai di BEI. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas ikut menyoroti, jika tren pergerakan saham BREN berbalik turun, berpotensi menjadi pemberat laju IHSG. Dampak bisa teredam asal pergerakan saham big caps lain lanjut naik, sehingga tetap stabil menopang IHSG. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyoroti efek pemilu bisa lebih terasa. Terutama sektor yang berpotensi terpapar katalis positif momentum politik.

TARGET NET ZERO EMISSION : PELUANG MENGGIURKAN PENANGANAN KARBON

HR1 30 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Pemerintah bergerak cepat mengamankan peluang dari bisnis penangkapan dan penyimpanan karbon di Tanah Air yang diyakini bisa memompa investasi, serta mempercepat pencapaian target net zero emission. Besarnya potensi penyimpanan karbon dioksida di Indonesia memunculkan peluang bisnis dan investasi yang signifikan di dalam negeri. Pengembangan fasilitas penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS) pun dipercepat agar peluang yang ada di depan mata bisa segera optimalkan.Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa bisnis CCS menjadi peluang ekonomi baru yang bisa membawa Indonesia menjadi negara maju. Hal tersebut pun telah dimulai oleh Presiden Joko Widodo yang fokus mengembangkan teknologi CCS sebagai strategi untuk menangkap kesempatan bisnis dan investasi di Tanah Air.Kekayaan sumber daya yang di perlukan untuk menyimpan karbon dioksida di dalam ne geri melengkapi keuntungan geo grafi s Indonesia, sehingga bisa menyimpan emisi karbon dari industri dari negara lain di kawasan.“Potensi penyimpanan di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 400 giga ton yang memberikan peluang bisnis dan investasi yang signifi kan di negara ini,” katanya saat bertemu dengan Ketua DPR Puan Maharani, dikutip Rabu (29/11). Selain itu, proyek CCUS Ubadari juga bakal memperpanjang usia lapangan gas tersebut, sembari mengurangi emisi gas rumah kaca di Tangguh. Bahkan, CCUS Ubadari bisa menerima dan menyimpan karbon dioksida dari pihak ketiga untuk mendukung pencapaian target net zero emission.Sebelumnya, Indonesia juga berhasil mengunci kesepakatan investasi dari ExxonMobil yang ingin menggelontorkan US$15 miliar untuk meningkatkan pertumbuhan industri dan dekarbonisasi di dalam negeri melalui pengembangan fasilitas CCS dan kilang petrokimia. Fasilitas yang akan dibangun oleh ExxonMobil nantinya bakal menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan bahwa proyek tersebut berpeluang untuk menyimpan karbon dioksida di wilayah strategis, dengan pengembangan hub CCS di wilayah Jawa yang dekat dengan lokasi industri. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan bahwa fasilitas CCS menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memastikan target net zero emission tercapai. Untuk memuluskan pengembangan CCS di dalam negeri, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 2/2023 tentang Penyelenggaraan Penangkapan dan Penyimpanan Karbon, serta Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon pada Kegiatan Usaha Hulu Migas.Beleid tersebut mencakup kegiatan penangkapan, transportasi, injeksi, penyimpanan, dan penggunaan karbon dioksida. Saat ini, kebijakan itu masih fokus kepada kegiatan di wilayah kerja minyak dan gas bumi. Sementara itu, Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, mengatakan bahwa aturan kebijakan insentif fiskal dan nonfi skal menjadi sangat penting dalam pelaksanaan CCS di hulu migas.

Mengejar Muatan Lebih Besar

HR1 25 Nov 2023 Kontan

Satu lagi perusahaan jasa transportasi atau freight forwarding belum lama ini melantai di bursa, yakni PT Logisticplus International Tbk. Emiten berkode LOPI resmi menjadi anggota bursa pada Oktober 2023. Logisticsplus berdiri pada tahun 2013. Perusahaan ini merupakan hasil kerja sama para pengusaha nasional bidang logistik dan jasa pengiriman dengan anak perusahaan Logisticsplus Inc, asal Amerika Serikat yang berada di Indonesia. Namun kiprah LOPI di kancah jasa transportasi dan logistik dimulai pada tahun 2016. Saat itu LOPI baru mendapatkan tiga mitra dengan dua armada truk. Di tahun tersebut, LOPI mendapat kontrak dari GE Healthcare. Pelan tapi pasti, kontrak yang didapat LOPI terus berkembang. Satu tahun kemudian, LOPI mendapat kontrak distribusi ritel dari perusahaan yang sama ke 1.800 lokasi. Melihat prospek bisnis yang terus berkembang, di tahun berikutnya LOPI mulai mengembangkan lini bisnis di layanan jasa kapal tongkang. Ekspansi ini digelar seiring dengan maraknya pertambangan di periode tersebut. Alhasil, dengan beragamnya layanan tersebut, Logisticsplus Plus Inc masuk menjadi salah satu pemegang saham dari LOPI. Kerjasama ini membuat LOPI kini memiliki kantor di Amerika Serikat. Tak hanya itu, LOPI juga punya kantor perwakilan di hampir 180 negara. Direktur Utama Logisticsplus International, Wahyu Dwi Jatmiko mengatakan kerja sama tersebut salah satu strategi LOPI setelah resmi melantai di BEI. Selain dengan Pertamina, ia mengklaim, LOPI telah menekan kontrak dengan beberapa perusahaan, dengan nilai yang bervariatif dengan rentang Rp 30 miliar hingga Rp 60 miliar. Adapun sekitar 60% dana initial public offering (IPO) bakal dipakai untuk modal kerja. Selain itu juga untuk pembelian perangkat teknologi logistik untuk mendukung operasional perusahaan dan penjualan. Saat ini, LOPI memiliki pelanggan utama yaitu PT GE Operations Indonesia, PT Abi Mandiri Perkasa, dan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi. Kerja sama ini terus berlanjut hingga saat ini.

Kabar Tiktok Shop Terbangkan GOTO

HR1 24 Nov 2023 Kontan

Wacana Tiktok Shop akan kembali ke Indonesia kian santer terdengar. Perusahaan milik ByteDance Ltd ini dikabarkan tengah menjajaki investasi dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Tiktok tengah dalam penjajakan investasi pada unit bisnis Tokopedia. Menurut sumber Bloomberg, transaksi investasi ini akan diselesaikan dalam beberapa pekan mendatang. Bahkan kabarnya GOTO dan Tiktok berupaya untuk membentuk joint venture. Nantinya kedua perusahaan itu akan membangun platform e-commerce baru. Hingga berita ini diturunkan, manajemen GOTO dan Tiktok belum memberikan tanggapan atas pertanyaan KONTAN. Head of Investor Relations GOTO, Reggy Susanto cuma bilang, tim komunikasi GOTO akan menyampaikan keterangan mengenai kabar tersebut. "Nanti tim kami akan menghubungi," kata Reggy kepada KONTAN, Kamis (23/11). Di sisi lain, kabar ini direspons positif oleh pelaku pasar. Kamis (23/11), saham GOTO melesat 11,90% ke 94 per saham. Di saat bersamaan, tiga saham emiten terafifliasi GOTO juga ikut melejit. Misalnya, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang menyentuh auto rejection atas (ARA). Saham ARTO meroket hingga 24,89% ke level Rp 2.860 per saham. GOTO dan ASSA beserta sejumlah investor lain memiliki kongsi strategis di PT Tri Adi Bersama, perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan ekspedisi Anteraja. Saham terafiliasi GOTO lain yang juga menghijau adalah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang naik 13,56% ke level Rp 67 per saham. Sejak Oktober 2023, analis Maybank Sekuritas Indonesia, Etta Rusdiana Putra sudah memprediksi Tiktok Shop akan kembali hadir di Indonesia. Dia menilai, GOTO akan menjadi mitra yang ideal bagi Tiktok Shop untuk kembali beroperasi. Menurutnya berkongsi dengan GOTO merupakan jalan yang tercepat. Di sisi lain, kehadiran Tiktok Shop akan memberikan warna bagi industri e-commerce karena keberhasilannya dalam mendisrupsi pasar dengan teknologi teranyar. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment. Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, kehadiran Tiktok Shop akan meramaikan pasar. Namun, investor perlu mencermati skenario apa yang akan dilakukan oleh TikTok Shop.

Sentimen Global hingga Judi Online Penyebab Pelemahan RNTH

KT1 23 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa Irvan Susandy dan juga Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Transaksi  Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2015-2018 Hamdi Hassyarbaini sepakat bahwa penurunan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) bukan disebabkan oleh adanya penutupan kode broker. Minat investasi yang berkurang akibat sentimen  global dan juga sentimen dalam negeri sebabnya. Dalam acara IDSTV, Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Transaksi Bursa Efek Indonesia  periode 2015-2018 Hamdi Hassyarbaini menyoroti judi online yang sedang marak ini, lantaran  dalam mencapai Rp 365 triliun dalam setahun. "jadi yang saya lihat bisa jadi sebagian masyarakat yang biasanya bertransaksi saham beralih kesana, nah hal seperti ini harus diperhatikan oleh bursa," jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (22/11/2023). (Yetede)

Banyak Saham Terancam Delisting

HR1 22 Nov 2023 Kontan

Potensi penghapusan pencatatan ( delisting ) saham menghantui sejumlah emiten yang terjerat suspensi panjang. Dalam kategori yang terkena suspensi, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengelompokkan saham-saham itu ke dalam papan pemantauan khusus. Sekadar contoh, sejak 1 September 2023 saja, BEI sudah menyentil delapan emiten yang berpotensi delisting. Mereka adalah PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK), PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT), dan PT Onix Capital Tbk (OCAP). Lalu ada PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM), PT Jakarta Kyoei Steel Works Tbk (JKSW), PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP), dan PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL). Terbaru, ada PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang sahamnya sudah 30 bulan disuspensi sehingga dapat didepak paksa dari bursa. Direktur Keuangan & Sekretaris Perusahaan SRIL, Welly Salam menegaskan, SRIL berkomitmen tetap mencatatkan sahamnya di BEI. SRIL masih berupaya memperbaiki kinerja sambil menuntaskan beberapa hal terkait Penundaaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) agar suspensi saham dicabut. Pengamat Pasar Modal & Guru Besar, Universitas Indonesia Budi Frensidy mengamati, umumnya saham-saham delisting terjadi akibat adanya kasus hukum, permasalahan keuangan dan tata kelola perusahaan yang kurang baik. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project, William Hartanto menimpali, kerugian akibat delisting sulit terhindarkan. Dana investor memang akan hilang jika emiten tidak sanggup membeli kembali sahamnya. Karena itu, Analyst & Branch Manager Jasa Utama Capital Sekuritas, Solo Robin Haryadi mengingatkan investor untuk selalu mencermati rasio utang emiten, profitabilitas. "Supaya tak terjebak membeli saham hanya karena kenaikan harganya sangat cepat," sebut Robin.

Standar KPEI Diakui Eropa

KT3 14 Nov 2023 Kompas
Lembaga Kliring Penjaminan Efek Indonesia atau KPEI kini mendapat pengakuan dari otoritas keuangan negara- negara Eropa ESMA. Peningkatan kapasitas ini akan meningkatkan partisipasi lembaga asing untuk ikut berinvestasi lewat produk pasar modal Indonesia. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal,  Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno, Senin (13/11/2023). (Yoga)

Sebulan Listing, Barito Renewables Cetak Kinerja Cemerlang

KT1 14 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merilis kinerja keuangannya sebulan setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan pertama Oktober 2023. Sebagai emiten pendatang baru, perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu ini tampil meyakinkan dengan mencetak pendapatan dan laba bersih yang kompak naik sepanjang sembilan bulan 2023. Saham perseroan berkode BREN bahkan sudah lebih dulu melesat 579% ke level Rp 5.300 dari harga IPO yang sebesar Rp 780 per saham. Merujuk pada laporan keuangan konsolidasi interim yang dipublikasikan pada Senin (13/11/2023). Barito Renewables mencatat kenaikan pendapatan sebanyak 5,13% pada periode Januari-September 2023 menjadi US$ 445,2 juta, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 423,5 juta. (Yetede)

Saham Tiga Pendatang Baru Kompak Naik

KT3 09 Nov 2023 Kompas
Pada hari perdana, ketiga pendatang baru menikmati kenaikan harga saham-saham mereka. Pendatang baru yang dimaksud meliputi PT Kian Santang Muliatama Tbk, PT Mastersystem Infotama Tbk, dan PT Ikapharmindo Putramas Tbk. Saham ketiga emiten itu kompak menguat pada pencatatan Rabu (8/11/2023). Dengan tambahan tiga perusahaan itu, kini total jumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 901 emiten. Hingga akhir tahun ini, setidaknya 26 perusahaan bersiap menyusul. (Yoga)