Global Bergejolak, Sektor Ritel Jadi Tulang Punggung Perekonomian
Harga Minyak Mentah Pun Turun
Satgas Pasti Blokir 585 Pinjol Ilegal dan Pinpri
Libur Lebaran Transaksi Livin' by Mandiri Melesat
Pasar Cloud Publik Indonesia Berpotensi Tembus USD 2 Miliar
Pelemahan Rupiah Bisa Kerek Harga Mobil
Penjualan mobil di Indonesia secara wholesales (dari pabrik ke diler) pada Januari-Maret 2024 mencapai 215.069 unit, turun 23,9% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 282,125 unit. Melemahnya rupiah bisa membuat kenaikan harga jual mobil. Ketua 1 gabungan Industri kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menerangkan, turunnya penjualan mobil pada kuartal I karena pertumbuhan ekonomi dapat segera ditingkat, melemahnya rupiah dapat segera berhenti dan suku bunga perbankan agar bisa diturunkan. "Melemahnya rupiah bisa berakibat naiknya harga jual masing-masing merk," ucap Jongkie.
Senada dengan Jongkie, pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menerangkan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap lesunya penjualan mobil di Indonesia. Banyak komponen mobil yang masih diimpor, seperti mesin, transmisi, dan elektronik, sehingga pelemahan rupiah membuat harga komponen impor ini menjadi lebih mahal dan berakibat pada peningkatan biaya produksi mobil. (Yetede)
Perputaran Uang Judi Daring Capai Rp 327 Triliun
Perputaran uang judi daring di Indonesia sepanjang 2023
sangat fantastis, yaitu mencapai Rp 327 triliun. Judi daring sulit diberantas
meski merugikan rakyat kecil karena kementerian dan lembaga bekerja sendiri-sendiri.
Untuk mengatasi hal itu, pemerintah berencana memberantas judi daring secara
lebih holistik. Satgas yang melibatkan lintas instansi direncanakan dibentuk. Presiden
Jokowi memimpin rapat tertutup khusus membahas judi daring di Istana Merdeka,
Jakarta, Kamis (18/4). Seusai rapat yang berlangsung pukul 14.00-15.10 WIB, Budi
Arie menjelaskan, pemerintah akan membentuk satgas terpadu untuk memberantas
judi daring. ”Ini lebih ke kementerian/lembaga, nanti, semuanya, holistik,”
ujar Budi Arie kepada wartawan.
Selama ini, Kemenkominfo bisa memblokir situs judi daring.
Namun, kerap kali setelah diblokir muncul situs baru. ”Jadi, orang tutup (situs
judi daring) di sini, muncul (situs) pakai nama lain,” ujar Budi Arie. Selain
itu, meski sudah diblokir, aliran uang judi daring terus mengalir. OJK bisa
memblokir, tetapi tak bisa membuka atau membekukan rekening. Hal itu mesti
dilakukan aparat penegak hukum. Karena itu, satgas diharapkan dapat memberantas
judi daring secara holistik dan komprehensif. Budi Arie menuturkan, perputaran
uang judi daring di Indonesia sepanjang 2023, menurut data Pusat Pelaporan dan Analisis
Transaksi Keuangan (PPATK), Rp 327 triliun.
Omzet sebesar ini dinilainya sangat merugikan rakyat kecil. ”Tahun
ini saja, saya sampaikan di awal rapat tadi, empat orang bunuh diri akibat judi
online. Kita, negara ini, harus seriuslah,” ujarnya. Untuk memberantas judi
daring dan menangkap bandarnya, lanjut Budi, satgas nantinya akan beranggotakan
aparat penegak hukum, Kemenkominfo, OJK, PPATK, dan lainnya. Adapun
koordinatornya kemungkinan akan dijabat oleh Menko Polhukam. (Yoga)
Merayakan Kehadiran Para Pendatang di Palangka Raya
Bagi sebagian orang, tahun ini bisa jadi pengalaman pertama
bertualang di tanah seberang. Di Palangka Raya, Kalteng, kisah itu juga dirayakan.
Agus (23) asal Purwokerto, Jateng. Saat bulan puasa, dia datang diundang
kerabatnya. Kemampuan Agus membuat martabak atau terang bulan menjadi daya
tariknya. ”Katanya ke sini (Palangka Raya) saja, di sini yang beli banyak,”
ujar Agus, mengingat percakapan dengan kerabatnya, Kamis (18/4). Agus pun
menggunakan sisa tabungan untuk ongkos ke Palangka Raya. Tak butuh lama, Agus
dipercaya berjualan di Jalan Rajawali, Palangka Raya.
Sehari bekerja, ia mendapat penghasilan bersih Rp 100.000. Sejauh
ini, Agus kerasan. Baru seminggu bekerja, misalnya, dia sudah punya pembeli
setia. Dia bahkan diajak membuka usaha martabak sendiri. Namun, tawaran itu
tidak bisa diterima Agus. Dia tidak enak hati karena baru saja bekerja. Dewi
Kartika (40), perempuan asal Bandung, Jabar, sudah merasakan kehangatan
Palangka Raya selama 15 tahun. Salah satu yang diingat pemilik kedai kopi itu
adalah saat mendapat kemurahan hati pemilik kontrakan rumahnya ketika baru
mulai berwirausaha di Palangka Raya. ”Selama dua bulan saya tinggal gratis di
kawasan Kereng Bangkirai. Baru di bulan ketiga bisa bayar, itu juga semampunya,”
kenang Dewi yang akrab dipanggil Acil
Teteh. Acil dalam bahasa setempat berarti ’bibi’. Sutarno,
suami Dewi, juga punya sebutan ”sayang”. Lelaki asal Jatim itu dipanggil paman
atau amang. Sebutan pedagang di Kalteng. Belasan tahun di Palangka Raya, Dewi
dan Sutarno merasa diterima. Semua tanggapan miring soal tanah Kalimantan tidak
mereka hiraukan. Konflik Sampit tahun 2001 jadi pemicunya. Pj Wali Kota Palangka
Raya Hera Nugrahayu mengatakan, Filosofi mulia rumah panjang, ikut menjadikan
Kota Palangka Raya dan Kalteng sebagai rumah untuk semua orang dengan berbagai
latar belakang. Di Kota Palangka Raya, nilai-nilai toleransi dalam beragama telah
dibuktikan dengan saling dukung dalam menghargai segala perbedaan.
”Contohnya, pada Safari Ramadhan dan Safari Natal yang
menjadi agenda rutin Pemkot Palangka Raya, ada penguatan pada tiap-tiap umat
yang merayakan,” ujar Hera. Pengamat ekonomi dari Universitas Palangka Raya,
Fitria Husnatarina, melihat kehadiran pendatang sebaiknya dipandang sebagai hal
positif. Salah satunya kejelian memanfaatkan peluang ekonomi. Kiprah pendatang,
kata Fitria, juga perlu dilihat sebagai bentuk harmonisasi. Mereka yang sudah
puluhan tahun tinggal di sini ataupun mereka yang baru selalu diterima dengan
hangat. (Yoga)
Indonesia Mengantisipasi Dampak Konflik Iran-Israel
Ketegangan antara Iran dan Israel dikhawatirkan memicu krisis
bagi kawasan dan global, apalagi jika berlangsung terbuka dan terus berkepanjangan.
Pemerintah Indonesia diharapkan menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi
dampak buruk krisis, terutama bagi rakyat di dalam negeri. Iran menyerang
Israel dengan 300 pesawat nirawak (drone) dan rudal pada 13 April 2024 sebagai
balasan atas serangan Israel terhadap fasilitas diplomatik Iran di Damaskus, Suriah,
pada 1 April 2024. Israel menyatakan berhasil mencegat serangan tersebut dan
hanya mengalami kerusakan ringan. Namun, dunia mengkhawatirkan kelanjutan
konflik Iran dan Israel setelah serangan tersebut. Jika tidak ditangani dengan
baik, bukan tidak mungkin konflik dan kekerasan di sana bakal bereskalasi dan
menyeret banyak negara ke perang besar.
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana mengatakan,
serangan Iran terukur dan langsung berakhir. ”Namun, Iran menyatakan, jika ada
serangan balasan (dari Israel), Iran akan menyerang secara lebih besar dan
masif,” katanya dalam acara bincang-bincang Satu Meja The Forum bertajuk
”Israel-Iran Adu Kekuatan, Indonesia Terancam?”, Rabu (17/4) di Jakarta. Menurut
ekonom senior Indef Didik J Rachbini, jika sampai pecah perang, apalagi
mengarah menjadi perang dunia ketiga, semua akan habis. Dampak paling krusial
adalah pada perekonomian Indonesia. ”Perdagangan internasional akan terganggu.
Ada pelaku usaha yang terdampak. Maka, sekarang saatnya menyelamatkan daya beli
masyarakat,” katanya.
Hikmahanto membenarkan, perlambatan perekonomian dunia akibat
potensi konflik terbuka Iran-Israel harus diantisipasi. Saat ini, nilai tukar
rupiah terhadap dollar AS sudah lebih dari Rp 16.000. Harga minyak dunia juga
merambat naik dan dikhawatirkan bisa melebihi 100 dollar AS per barel. Melihat
konflik tersebut, para pengusaha juga bersikap melihat dan menunggu saja. Hal
itu akan berdampak terhadap investasi dan penyerapan tenaga kerja. Hal
terpenting saat ini dalam pandangan Hikmahanto adalah memperkuat perekonomian
di dalam negeri. Didik sependapat, Indonesia perlu melihat ke negara dan
kawasan terdekat dalam menguatkan perekonomian, seperti ASEAN, Asia Timur (China,
Jepang, dan Korsel), serta India. (Yoga)
Harapan dari Kunjungan CEO Apple
Kunjungan CEO Apple untuk bertemu Presiden Jokowi, pekan ini,
diharapkan berujung pada keputusan Apple menjadikan Indonesia basis manufakturnya
untuk pasar global. Sebelumnya, investasi Apple di Indonesia hanya sebatas membangun
Apple Developer Academy di sejumlah daerah, bukan manufaktur. Artinya,
Indonesia hanya menjadi pasar bagi salah satu pabrikan ponsel pintar terbesar
di dunia itu. Kalangan pengamat mengatakan, Indonesia perlu belajar dari
Vietnam untuk bisa masuk ke dalam rantai pasok global Apple (Kompas.id,
17/4/2024). Sebagai pemain baru, Vietnam cepat melesat jadi primadona baru
investasi manufaktur di kawasan, setelah China. Korporasi multinasional (MNCs)
berebut berinvestasi di negara itu.
Beberapa dari mereka bahkan menjadikan Vietnam pusat penelitian
dan pengembangan strategis produk. Dengan produksi 233,7 juta unit, Vietnam
adalah produsen ponsel pintar ketujuh terbesar dunia pada 2021. Sebanyak 60 % produksi
Samsung di seluruh dunia diproduksi di Vietnam. Kalaupun kini banyak investor
besar berkomitmen investasi di kawasan industri baru Indonesia, kita meyakini potensi
kita jauh lebih besar seandainya sejak awal kita lebih serius membenahi
kelemahan mendasar yang kita miliki. Penting bagi Indonesia mengatasi
ketertinggalan dalam partisipasi di rantai pasok/nilai global (GVC) di berbagai manufaktur
barang dan jasa, meliputi produksi ponsel pintar, produk elektronik lain, dan
teknologi informasi.
Lebih dari 25 % lapangan kerja di ASEAN terkait GVC dan lebih
dari 25 % ekspor barang ASEAN disumbang produk elektronik. Vietnam, Thailand, Kamboja,
dan Laos menunjukkan peningkatan pesat sejak 2000, sementara Indonesia relatif stagnan.
Rendahnya partisipasi Indonesia di GVC tecermin, dari hanya 10 % lapangan kerja
kita yang terkait GVC. Sebagai perbandingan, Singapura 50 %. Meski investasi
MNCs di industri elektronik Indonesia sudah dimulai sejak 1980-an, hingga kini
Indonesia kesulitan menembus rantai pasok/nilai global. Absennya industri komponen
lokal yang kuat membuat kita tertinggal dalam integrasi ke rantai pasok global.
Belum lagi bicara iklim investasi dan regulasi. Saatnya kita berbenah. (Yoga)









