Pelemahan Rupiah Bisa Kerek Harga Mobil
Penjualan mobil di Indonesia secara wholesales (dari pabrik ke diler) pada Januari-Maret 2024 mencapai 215.069 unit, turun 23,9% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 282,125 unit. Melemahnya rupiah bisa membuat kenaikan harga jual mobil. Ketua 1 gabungan Industri kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto menerangkan, turunnya penjualan mobil pada kuartal I karena pertumbuhan ekonomi dapat segera ditingkat, melemahnya rupiah dapat segera berhenti dan suku bunga perbankan agar bisa diturunkan. "Melemahnya rupiah bisa berakibat naiknya harga jual masing-masing merk," ucap Jongkie.
Senada dengan Jongkie, pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menerangkan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap lesunya penjualan mobil di Indonesia. Banyak komponen mobil yang masih diimpor, seperti mesin, transmisi, dan elektronik, sehingga pelemahan rupiah membuat harga komponen impor ini menjadi lebih mahal dan berakibat pada peningkatan biaya produksi mobil. (Yetede)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023