DPRD Usul Pembaruan Aturan Penyerahan
Tidak fleksibelnya aturan dinilai menimbulkan kendala
penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum oleh pengembang ke Pemprov DKI
Jakarta. DPRD DKI Jakarta mengusulkan pembaruan aturan sebagai salah satu jalan
keluar sembari menginventarisasi kendala di lapangan. Pengembang yang mengantongi
surat izin penunjukan penggunaan tanah, izin peruntukan penggunaan tanah, dan izin
prinsip pemanfaatan ruang wajib menyerahkan fasos dan fasum. Kewajiban ini
diatur Pergub No 97 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Pemenuhan Kewajiban
Prasarana dan Sarana di Kawasan Perumahan dan Permukiman. Dalam praktiknya,
penyerahan fasos dan fasum belum optimal.
”Kami usulkan memperbarui Pergub No 97/2021 karena tidak
fleksibel,” ujar Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono, Minggu (21/4). Selain
pembaruan aturan, Komisi A DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta menginventarisasi
semua kewajiban pengembang dan kendala penyerahan fasum dan fasos. Semuanya
akan dibahas dalam raker pada 6 Mei 2024. Sepanjang tahun 2023 tercatat ada 84
berita acara serah terima fasum dan fasos dari pengembang kepada Pemprov DKI
Jakarta. Fasilitas ini terdiri dari kewajiban penyerahan lahan seluas 106,61
hektar dengan nilai Rp 23,45 triliun dan konstruksi seluas 62,62 hektar dengan
nilai Rp 464,2 miliar. Setelah penyerahan tersebut, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta,
William Aditya Sarana, mengingatkan, penyerahan fasosl dan fasum masih menjadi
pekerjaan rumah.
Butuh ketegasan berupa sanksi bagi pengembang yang tidak
menyerahkan kewajiban selama bertahun-tahun. Salah satu hambatan selama bertahun-tahun
yang dia maksud adalah utang pembangunan infrastruktur oleh pengembang.
Kewajiban yang belum dipenuhi ini menghambat penagihan sehingga butuh terobosan
hukum, seperti penyerahan kewajiban dengan perjanjian pengembang wajib
menuntaskan utangnya. Aditya juga menyarankan penguatan peran wali kota dalam
penataan kota dan lingkungan hidup serta kerja sama dengan penegak hukum supaya
penagihan lebih efektif. (Yoga)
Tarif Baru Jangan Bebani Pengguna
Bus Transjakarta dari Stasiun Palmerah ke Tosari terisi penuh
penumpang, Sabtu (20/4) pagi. Miranda (24), salah seorang penumpang, harus
berdiri karena tak satu pun kursi tersisa. Kondisi ini sering Miranda rasakan.
Namun, dengan ongkos Rp 3.500 untuk perjalanan 6 km, ia merasa kurang bersyukur
jika mengeluh. Soal wacana kenaikan tarif Transjakarta, ia berpendapat, seiring
waktu kenaikan tarif pasti akan terjadi. ”Saya, sih, setuju saja asal tidak
kemahalan dan membebani masyarakat,” ujarnya. Selain itu, kualitas layanan dan
bus juga harus ditingkatkan. Ia berharap tidak ada penumpang yang kesusahan,
seperti bingung dengan rute, desak-desakan, hingga terjatuh, saat berada di
dalam bus atau di halte.
Di awal kemunculannya pada Februari 2004, tarif Transjakarta
dipatok Rp 2.000. Adapun tarif Rp 3.500 pada pukul 07.00-pukul 24.00 WIB dan Rp
2.000 pada pukul 05.00-pukul 07.00 WIB berlaku sejak tahun 2007 dan belum ada
perubahan sampai sekarang. Saat ini Pemprov DKI Jakarta masih mengkaji rencana
kenaikan tarif Transiakarta. Sebab, ada usulan penyesuaian tarif dari Dewan
Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) sejak setahun lalu. Tarif diusulkan menjadi Rp
4.000, sedang pada jam sibuk (pukul 07.01-pukul 10.00 WIB dan pukul 16.01-pukul
21.00 WIB) diusulkan Rp 5.000.
Sebagai penumpang setia Transjakarta sejak empat tahun lalu,
Syahrul Fauzi (28) kurang setuju jika tarif transportasi publik ini naik. Jika
tarif naik, pengeluarannya akan bertambah. ”Kami, para pekerja, pasti
menggunakan Transjakarta di jam sibuk,” kata warga Jakpus ini. Syahrul berharap
tarif tidak naik. Kalaupun harus naik, ia berpendapat Rp 4.000 sudah cukup.
Sebab, tak semua orang punya dana cukup apabila tarif naik. ”Sebelum menaikkan
tarif, kualitas halte mohon diperbaiki. Kadang ada halte yang AC-nya tak terasa.
Kebersihannya juga perlu ditingkatkan, terutama untuk halte tua,” ujarnya. (Yoga)
Siasat Keuangan Pascalebaran
Periode bulan puasa dan Lebaran tentu menguras isi dompet.
Bagaimana kondisi keuangan pascalebaran? Tabungan masih tersedia atau terkuras
habis? Dominika Sintia (28), tenaga pendidikan di Lampung mengatakan, Anggaran
keuangan saat Ramadhan hingga Lebaran memang besar. Kenaikannya 60 % dibanding bulan-bulan
lainnya. Sebagian besar THR yang didapat digunakan untuk berlibur saat periode
Lebaran, antara lain untuk beli tiket pesawat dan akomodasi. Pasca-Lebaran,
kebutuhan bulanan tak terganggu karena kantong pengeluarannya berbeda. “Pendapatan
saya dan suami masuk pada dua rekening berbeda, satu rekening untuk biaya
operasional bulanan, satunya lagi untuk tabungan,” kata Sintia.
Elva Sri Handayani, karyawan swasta, di Sumedang, Jabar, berkata,
“Gaji bulanan saya pakai buat biaya hidup seperti biasa dan untuk beberapa
acara buka bersama. THR dari kantor, saya pakai untuk beli baju Lebaran dan kasih
ke saudara-saudara. Karena saya senang jalan-jalan, jadi gaji bulanan juga saya
sisihkan buat jalan-jalan. Apalagi, saya belum berumah tangga dan masih tinggal
sama orangtua. Jadi, pengeluarannya buat pribadi saja dan untuk dikasih ke
anak-anak saudara.”
“Pada libur Lebaran tahun ini, saya mudik ke rumah keluarga
dan orangtua di Bandung. Untuk menyambut liburan ini, saya sudah menyisihkan
uang jajan dan menabung guna membeli tiket kereta api untuk pergi dan pulang.
Selain itu, juga untuk berbelanja dan jajan di Bandung. Selesai Lebaran, saya
akui pengeluaran saya lebih banyak dari yang saya anggarkan semula. Untungnya saya
dapat banyak kerja sampingan sambil menunggu gajian di akhir bulan ini,” ujar Xena
Olivia (24), karyawan swasta di Jakarta (Yoga)
Dollar AS Terus Menguat
Harga Pangan Seusai Lebaran
Setelah Lebaran, harga sejumlah pangan pokok mulai turun.
Cukup melegakan kendati harganya masih tinggi ketimbang tahun lalu. Namun,
apakah kenaikan harga akan berhenti seusai Lebaran? Beras medium, misalnya, terus
turun dalam sepuluh hari terakhir. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas,
harga rerata nasional beras turun 0,36 % dari Rp 14.450 per kg pada 11 April
2024 menjadi Rp 13.700 per kg pada 21 April 2024. Begitu juga dengan harga
telur dan daging ayam ras. Harga rerata nasional daging ayam ras yang sempat
tembus Rp 39.800 per kg pada 12 April 2024 turun menjadi Rp 38.690 per kg per
21 April 2024. Harga rerata nasional telur ayam ras per 21 April 2024 sebesar
Rp 30.470 per kg. Harga telur sempat melejit Rp 32.150 per kg pada 11 April 2024.
Tahun lalu, harga rerata nasional beras medium tertinggi
terjadi pada Oktober 2023, yakni Rp 13.210 per kg. Harga rerata daging ayam ras
tertinggi terjadi pada Juni 2023, yakni Rp 37.950 per kg, dan telur ayam ras
pada Juli 2023 sebesar Rp 30.760 per kg. Penurunan harga beras tak lepas dari panen
raya padi yang semakin masif di sejumlah daerah pada Maret-April 2024. Panen raya
jagung yang mulai merata di sejumlah daerah juga menjadi faktor utama penurunan
harga daging dan telur ayam ras. Kendati begitu, problem harga sejumlah pangan
pokok masih bakal membayangi. Bapanas masih akan menaikkan harga pembelian
pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Pada 3 April-30
Juni 2024, Bapanas telah memberlakukan HPP GKP sementara Rp 6.000 per kg dari
sebelumnya Rp 5.000 per kg.
Pada 10 Maret-24 April 2024 Bapanas merelaksasi HET beras premium
menjadi Rp 14.900 hingga Rp 15.400 per kg, agar beras premium dapat dijual di ritel
modern mengingat harga beli sudah di atas HET sebelumnya. Di samping itu,
Kemendag berjanji akan menyesuaikan harga minyak goreng rakyat curah dan
kemasan merek Minyakita paling lambat Oktober 2024. Per 19 April 2024, harga
rerata nasional keduanya mencapai Rp 15.900 per liter atau di atas HET Rp
14.000 per liter. Tahun lalu, HPP gula di tingkat petani dipatok Rp 12.500 per
kg, sedangkan HAP gula di tingkat eceran Rp 14.500-Rp 15.500 per kg bergantung
wilayah. Akibat harganya sudah di atas HAP sebelumnya, Bapanas merelaksasi
sementara, 5 April-31 Mei 2024, HAP gula menjadi Rp 17.500-Rp 18.500 per kg.
Rentetan rencana kenaikan HPP gabah dan HET beras, HPP dan
HAP gula, serta HET minyak goreng akan mendorong kenaikan harga komoditas-komoditas
itu. Sejumlah kalangan memperkirakan, jika konflik Iran-Israel kian meruncing,
harga pangan dan energi global bakal kembali naik. Harga minyak mentah dunia
diperkirakan menyentuh 100 USD per barel. Hal itu berpotensi memicu kenaikan
harga pangan dan BBM di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Situasi
dan kondisi tersebut akan kembali menempatkan Pemerintah Indonesia dalam posisi
dilematis. Tak mudah menetapkan harga acuan pangan lantaran harus mewadahi kepentingan
produsen, pelaku industri, dan konsumen. (Yoga)
Buru Kapal Asing, RI Gandeng Interpol
Kasus pencurian ikan, perbudakan ABK, dan penyelundupan BBM
bersubsidi yang ditengarai melibatkan sindikasi kapal ikan asing dan jaringan
nasional dinilai merupakan kejahatan lintas negara dan terorganisasi. Perburuan terhadap pelaku kejahatan luar
biasa itu perlu melibatkan jaringan organisasi kepolisian internasional atau
Interpol dan kolaborasi dengan seluruh aparat penegakan hukum Indonesia. Plt
Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Pung Nugroho
Saksono mengemukakan, kejahatan luar biasa yang dilakukan kapal ikan asal China
bekerja sama dengan kapal pengangkut ikan Indonesia itu sangat merugikan
Indonesia. Kapal asing ilegal itu ditengarai telah melenggang selama beberapa
bulan di perairan Indonesia serta sandar di beberapa pelabuhan, seperti di Sukabumi
(Jabar) dan Ambon (Maluku).
Kapal pengangkut ikan Indonesia, KM Mitra Utama Semesta
(MUS), yang berbobot 289 gros ton (GT) terindikasi menerima 100 ton ikan hasil
alih muatan (transshipment) dari dua kapal asing asal China, yakni Run Zeng
(RZ) 03 dan RZ 05 di Laut Arafura. Sebanyak 100 ton ikan itu diduga merupakan
hasil pencurian ikan di perairan Indonesia selama lima hari dengan jenis ikan, layur,
kakap merah, dan kakap putih. PSDKP KKP berencana melayangkan surat notifikasi
ke Interpol melalui Mabes Polri untuk membantu mencari dan memburu dua kapal
asing ilegal, RZ 03 dan RZ 05, dengan status sebagai buronan Interpol. Langkah
itu sekaligus mengantisipasi pelarian kapal-kapal ilegal tersebut ke negara
lain. ”Senin (pekan) ini, kami akan menyampaikan notifikasi kerja sama dengan
Interpol melalui Mabes Polri.
Notifikasi Interpol untuk membuat ruang gerak pelaku kapal
asing ilegal semakin terbatas, kita kunci semua,” ujar Pung, saat dihubungi di
Jakarta, Minggu (21/4). Pung menambahkan, pengejaran terhadap kapal-kapal asing
ilegal, RZ 03 dan RZ 05, hingga kini terus dilakukan aparat pengawasan PSDKP
KKP dengan mengerahkan kapal-kapal pengawas dan pesawat airborne surveillance
hingga ke wilayah perbatasan dengan negara-negara tetangga. Pihaknya juga telah
memulai tahap penyidikan terhadap kapal Indonesia, KM MUS. Saat ini 1 orang
nakhoda KM MUS telah ditetapkan sebagai tersangka. Tahap penyidikan akan dikembangkan
hingga ke pelaku yang bertanggung jawab memerintahkan kapal bergerak mengangkut
ABK secara ilegal, mengisi BBM untuk dipasok ke kapal asing, serta menetapkan lokasi
pengambilan BBM dan harga jualnya. Adapun penyidikan terkait tindak pidana
perdagangan orang (TPPO) dan perbudakan akan melibatkan aparat penegak hukum
lain. (Yoga)
Iran-Israel Mereda, Gaza Tetap Membara
Ketika konflik terbuka antara Iran dan Israel mulai mereda,
bara kematian di Gaza justru kian menyala. Serangan Israel atas kota Rafah pada
Sabtu (20/4) malam menewaskan 18 orang, 14 di antaranya anak-anak. Pada hari
yang sama, DPR AS menyetujui paket bantuan militer sebesar 95 miliar USD. Dari
paket bantuan itu, militer Israel mendapat dukungan 13 miliar USD. Sisanya, 9,1
miliar USD untuk bantuan kemanusiaan di Gaza, 60,84 miliar USD lainnya untuk
Ukraina, dan 8,12 miliar USD untuk Indo-Pasifik, termasuk Taiwan. ”Kami sudah
mengerjakan tugas kami dan sejarah akan membenarkan tindakan tersebut,” kata
Ketua DPR AS Mike Johnson. Semua RUU paket bantuan militer tersebut akan
disampaikan ke Senat AS.
Kemungkinan Senat akan menyetujuinya dalam pemungutan suara
pada Selasa (23/4). Presiden AS Joe Biden mendesak Senat secepatnya mengirim
paket ketentuan itu agar ia bisa segera menandatanganinya. Kantor Kepresidenan
Palestina, sebagaimana diberitakan kantor berita AFP, Minggu (21/4), mengecam
keras bantuan militer untuk Israel. Palestina melihat bantuan itu wujud dari
agresi terhadap rakyat Palestina dan memicu eskalasi yang kian berbahaya. ”Dana
itu akan berarti ribuan korban warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat,”
kata Nabil Abu Rudeina, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Sebaliknya, PM Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik dukungan AS itu.
Netanyahu menyebutnya sebagai dukungan kuat AS untuk Israel. Kekhawatiran
Nabil sangat beralasan. Dalam beberapa hari terakhir, Israel terus membombardir
Gaza dari udara. Bahkan, ketika Iran melancarkan serangan balasan kepada
Israel, Tel Aviv tidak mengendurkan serangan mereka ke Gaza. Sejak Israel
menggempur Gaza pada Oktober lalu untuk membalas serangan Hamas, lebih dari
34.000 warga Palestina menjadi korban tewas. Bahkan, konflik itu telah memicu
kerusuhan regional antara Israel dan sekutunya melawan Iran dan kelompok
militan sekutunya di Timur Tengah. Hingga saat ini, pertempuran antara tentara
Israel dan kelompok militan dukungan Iran masih terus berlangsung. (Yoga)









