20% Saham BSI Siap Lepas ke Investor Strategis
RI Tawarkan Proyek US$ 9,6 M di WWF 2024
IHSG di Proyeksi Masih Tertekan Pekan Ini
Momentum Idulfitri Sumbang Pertumbuhan 2% ke Ekonomi
Menjaga Ruang Fiskal dari Dampak Konflik Iran-Israel
Pemerintah Intensifkan Pemberantasan Judi Online
Ketahanan Energi di Level 6,6
Dolar Perkasa, Kondisi Perbankan Nasional Masih Terjaga
Bandara Manado Masih Lumpuh
Erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang
Biaro atau Sitaro, Sulut, masih terjadi hingga Sabtu (20/4) siang. Kondisi ini
menyebabkan penerbangan ke Manado lumpuh selama empat hari terakhir. Kepala
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan dalam
keterangannya mengatakan, Gunung Ruang kembali erupsi pada Sabtu pukul 12.15 Wita.
Dari hasil pengamatan, tinggi kolom abu mencapai 250 meter di atas puncak. Ia
memaparkan, Gunung Ruang masih berstatus Awas (Level IV). Oleh karena itu, masyarakat
tidak diperbolehkan masuk dalam radius 6 km dari puncak. Sebelumnya, alat
pemantau aktivitas Gunung Ruang berhenti beroperasi pada Rabu (17/4) pukul
20.39 Wita. Saat itu, terjadi erupsi terus-menerus sejak pukul 20.15 Wita. Pada
pukul 21.00 Wita hari itu, PVMBG menaikkan status gunung itu dari Siaga (Level
III) menjadi Awas.
Sampai saat ini, pemda dan BPBD Kabupaten Sitaro telah
mengevakuasi 828 warga dengan rincian 506 warga Desa Laingpatehi dan 322 warga
Desa Pumpente. Manajer Lion Air Group Papua-Maluku Agung Setyo Wibowo
mengatakan, Lion Air belum dapat memasuki Bandara Sam Ratulangi hingga Sabtu.
Kondisi ini berdampak pada rute penerbangan dari Manado ke Ternate, Ambon,
Sorong, hingga Jayapura. Manado menjadi salah satu destinasi utama di wilayah
Indonesia timur. Banyak mahasiswa yang menimba ilmu di Manado, sementara banyak
warga Manado yang merantau di wilayah Papua. ”Sebelum gunung erupsi, setiap
hari ada penerbangan dari wilayah Maluku dan Papua ke Manado. Saat ini semua
penerbangan ke Manado masih dihentikan,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Rabu (17/4), operasi Bandara Internasional
Sam Ratulangi, Manado, ditutup sementara akibat erupsi Gunung Ruang. Penutupan
ini berdasarkan warta udara atau Ashtam
bernomor VAWR7240 tertanggal Rabu (17/4) pukul 19.26 Wita hingga 24 jam
sesudahnya pada Kamis (18/4). ”Kami harus melakukan penutupan operasionalisasi
penerbangan Bandara Sam Ratulangi karena sebaran abu vulkanik yang dapat
membahayakankeselamatan penerbangan,” ujar Kepala Kantor Otoritas Bandara
Wilayah VIII Manado Ambar Suryoko, Kamis. Seiring penutupan Bandara Sam
Ratulangi, sejumlah maskapai mengubah dan membatalkan jadwal penerbangan. Upaya
ini demi keselamatan dan keamanan penerbangan. (Yoga)
Mereka yang Balapan Antre Pijat
Sembari memejamkan mata, Werdiningsih (49) dan Suwarni (71)
berbaring di atas kasur yang bersebelahan. Ibu dan anak ini tengah menikmati
pijat kesehatan dari dua terapis di Pijat Waras, Jaksel, Kamis (18/4) siang. ”Semalam
kami sekeluarga baru pulang mudik, macet dan rest area penuh. Badan pada sakit
dan kaki pegal-pegal. Makanya hari ini langsung pijat,” ujar Werdi. Werdi
sekeluarga yang berdomisili di Utan Kayu Selatan, Jaktim, mudik ke Brebes, Jateng.
Waktu tempuh pergi lima jam, waktu tempuh pulang delapan jam. Lelah di badan menumpuk.
Karena itu, Werdi yang masih cuti langsung memesan tempat pijat andalannya pada
pagi Kamis itu. Sudah dua tahun mereka berlangganan di Pijat Waras. ”Saya
sengaja pijat pada hari kerja karena di sini weekend penuh dan harus masuk
daftar tunggu,” ujarnya. Sesuai kata Werdi, mobil dan motor tamu datang tanpa
henti ke Pijat Waras hari itu.
Sekitar pukul 14.00, sudah ada lima tamu baru di area
resepsionis untuk menunggu giliran dipijat. Beberapa tamu yang dating mendadak
harus sabar menunggu sampai sesi pukul 15.30. Syukur-syukur ada tamu yang batal
datang. Mereka seperti tengah balapan antre pijat. Tempat pijat di lokasi
lainnya tidak kalah ramai. Di mal Poin Square, Jaksel, Rabu 7/4). Rojak dan Ami
sudah antre lama di salah satu tempat pijat. Namun, pasangan yang baru kembali mudik
dari Pemalang, Jateng, ini tak kunjung mendapat giliran. Rojak dan istrinya
sejak pagi sudah mencoba datang ke tempat pijat lain di wilayah Bintaro yang
tak jauh dari rumahnya di Cirendeu, Tangsel. Mereka kaget bukan kepalang. Tempat
pijat langganan mereka penuh. ” Saya lalu ke sini, eh sama aja, tapi masih
lumayanlah, antre hampir dua jam sudah dekat giliran. Kaki pegel banget, nyetir
mobil dan kena macet 16 jam dari Pemalang ke Cirendeu,” ujar Rojak.
Manajer Pijat Waras Eni Susanti menjelaskan, pasca-Lebaran
biasanya menjadi momen puncak kunjungan ke tempat pijat. Pijat Waras sudah memprediksi
hal tersebut sehingga perusahaan telah menginformasikan kepada pelanggan tentang
jadwal tutup dan buka kembali dua minggu sebelum Lebaran tiba. Pijat Waras
tutup pada 8-12 April 2024, lalu buka kembali pada 13 April 2024. ”Pelanggan kami
sudah tahu, bahkan ada yang sudah daftar duluan untuk nanti,” kata Eni. Berdiri
sejak tahun 2000, Pijat Waras menawarkan pijat kesehatan, pijat pengobatan, kerik,
dan lulur. Untuk satu sesi selama 90 menit, tarif ruangan biasa sebesar Rp 160.000
dan tarif ruangan VIP Rp 180.000. Eni menjelaskan, Pijat Waras memiliki 16
terapis yang melayani 60-70 pelanggan setiap hari. Sejak dibuka kembali seusai
Lebaran, pelanggan yang datang naik cukup signifikan. ”Jumlahnya bertambah menjadi
75-80 tamu sehari,” kata Eni. (Yoga)









