;

Jamsostek Kantongi Keuntungan Investasi Rp 31,2 Triliun Tahun Ini

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Kontan

Kinerja investasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan masih mekar. Hingga Agustus 2024, badan sosial eks Jamsostek ini membukukan hasil investasi sebesar Rp 34,27 triliun. "Nilai tersebut mengalami peningkatan 7,13% dibandingkan capaian per Agustus 2023 yang sebesar Rp 31,99 triliun," ujar Oni Marbun, Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan.Sepanjang 2024, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan hasil investasi Rp 55,28 triliun, alias lebih besar 25,6%, dari target tahun sebelumnya. Oni menyebut, kinerja hasil investasi ini turut memberi andil dalam penambahan jumlah dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan. Dia menerangkan, sampai bulan lalu, pihaknya memiliki dana kelolaan sebesar Rp 767,23 triliun, alias meningkat 12,55% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp 681,64 triliun. Dari dana tersebut, penempatan investasi terbesar masih dialokasikan ke surat utang dengan porsi 74,48%. Diikuti deposito mencapai 11,74%, saham sebesar 8,37%, reksadana 5,07%, lalu properti dengan porsi 0,27%, serta penyertaan sebesar 0,07%.

Margin Perusahaan Kian Menguat Setelah Tren Penurunan Suku Bunga

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Kontan

Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas bunga acuan ke level 6% akan memperbaiki margin bunga bersih alias net interest margin (NIM) perbankan. Sebab, pemangkasan BI rate akan berdampak pada penurunan biaya dana perbankan. NIM perbankan tercatat telah mengalami tren penurunan di saat suku bunga tinggi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), NIM perbankan per Juli 2024 ada di level 4,59%, lebih rendah dari posisi sama tahun sebelumnya di level 4,84%. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan membenarkan, penurunan suku bunga acuan bisa memperbaiki NIM yang tertekan. Hanya saja, dia menekankan perbaikan tersebut tetap memerlukan waktu. Sebagai informasi, NIM CIMB Niaga di semester I-2024 berada di 4,21%. Posisi tersebut mengalami penurunan dari periode yang sama tahun lalu di 4,61% dan posisi akhir 2023 di 4,4%. Senada, Direktur Kepatuhan Bank Oke Efdinal Alamsyah menyebut penurunan suku bunga acuan akan memperbaiki kondisi biaya dana bank. Alhasil, NIM yang diperoleh bank juga akan semakin membaik. Menurut prediksi Efdinal, perbaikan NIM perbankan, sebagai dampak pemangkasan BI rate, bisa dirasakan dengan cepat oleh bank. Ia menilai bank akan dengan cepat ikut menurunkan bunga simpanan, yang membuat biaya dana segera turun. Sedikit berbeda, Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan memberikan pandangan yang lebih diplomatis terkait perbaikan NIM pasca pemangkasan suku bunga. Menurutnya, yang paling penting adalah penurunan suku bunga bisa mempermudah nasabah memperoleh kredit dengan lebih murah.

Industri Nasional Bersiap untuk Ekspansi Besar

Hairul Rizal 19 Sep 2024 Bisnis Indonesia (H)

Keputusan Bank Indonesia (BI) yang dipimpin oleh Perry Warjiyo untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis points menjadi 6,00% disambut dengan optimisme oleh pelaku industri, khususnya sektor perbankan dan properti. Menurut Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri, penurunan ini akan mendorong turunnya suku bunga kredit, yang memungkinkan bank-bank, termasuk Bank Mandiri, untuk lebih agresif dalam menyalurkan kredit. Bank Mandiri bahkan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 20% hingga akhir tahun.

Langkah ini juga diapresiasi oleh Lani Darmawan, Presiden Direktur PT CIMB Niaga, dan Rita Mirasari, Direktur Bank Danamon, yang melihat peluang pertumbuhan bisnis dengan lebih longgarnya likuiditas. Di sektor properti, Wakil Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya berharap turunnya BI Rate akan meningkatkan pasar properti, meskipun tetap perlu kehati-hatian dalam penerapan sistem perbankan yang prudent.

Di luar sektor keuangan, Wahyudi Chandra, Presiden Direktur PT Multipolar Technology, menyatakan bahwa kebijakan ini akan membantu menjaga arus kas dan modal perseroan hingga akhir tahun.

Ekonom senior Ryan Kiryanto memuji keputusan BI yang berani dan taktis. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi domestik dan global, termasuk prediksi penurunan suku bunga oleh The Fed. Perry Warjiyo menegaskan bahwa fokus BI kini beralih untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, setelah sebelumnya berfokus pada stabilitas, terutama untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Harapan Baru untuk Industri Hulu Migas Nasional

Hairul Rizal 19 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Sektor energi Indonesia, khususnya minyak dan gas bumi (migas), mengalami tantangan besar dengan terus merosotnya lifting migas sejak 2014. Target produksi 1 juta barel minyak per hari pada 2030 kini semakin sulit dicapai, seiring dengan lifting minyak yang per 10 Agustus 2024 hanya mencapai 578.067 barel per hari, jauh dari target 635.000 barel. Di sisi lain, lifting gas bumi justru melampaui target, mencapai 7.178 MMscfd dari target 5.785 MMscfd.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), yang dipimpin oleh Dwi Soetjipto, berupaya memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk mengatasi hambatan produksi. Langkah-langkah yang diambil termasuk peningkatan pengawasan terhadap program KKKS serta percepatan tambahan produksi dari proyek seperti Husky-CNOOC Madura Ltd dan Pertamina EP Cepu.

Meskipun menghadapi tantangan besar, prospek sektor hulu migas tetap cerah. Pemerintah terus menjaga iklim investasi yang kondusif, dengan antusiasme investor tetap tinggi. Kerja keras pemerintah dan KKKS menjadi kunci penting dalam mencapai target lifting migas nasional, meskipun ada kemungkinan pencapaian tersebut akan mundur dari target awal tahun 2030.

Pembatasan BBM Subsidi dan Dampaknya pada Konsumsi Nasional

Hairul Rizal 19 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Kebijakan pembatasan BBM bersubsidi yang akan diterapkan pemerintah pada 1 Oktober 2024 dinilai kurang tepat, terutama di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan kondisi politik yang belum stabil. Arief Wibisono, Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan, menekankan perlunya perencanaan matang dan sosialisasi yang tepat sebelum kebijakan ini dijalankan. Di sisi lain, lemahnya daya beli masyarakat tercermin dari data BPS yang menunjukkan deflasi dan penurunan pajak PPN dalam negeri.

Meskipun tujuan pemerintah adalah menyalurkan subsidi secara lebih tepat sasaran, kebijakan ini berisiko memicu inflasi dan menurunkan daya beli, terutama di kalangan masyarakat kelas menengah-bawah. Pemerintah perlu menunda kebijakan ini hingga transisi kepemimpinan selesai dan situasi ekonomi lebih stabil. Digitalisasi penerima BBM bersubsidi juga dianggap sebagai solusi untuk menghindari ketidaktepatan penyaluran subsidi.

BIFA 2024: Kesiapan Industri dalam Menghadapi Tantangan Global

Hairul Rizal 19 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Sektor keuangan Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah tantangan dinamika global, seperti yang disampaikan oleh Arief Wibisono, Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan. Ia menyoroti dampak fragmentasi ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, dan ketegangan geopolitik, seperti konflik Rusia-Ukraina dan potensi eskalasi di Timur Tengah, yang mempengaruhi kestabilan global. Meski demikian, sektor keuangan Indonesia tetap mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Dalam Bisnis Indonesia Financial Awards (BIFA) 2024, Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group, Hariyadi Sukamdani, menekankan ketangguhan industri keuangan dalam menghadapi ketidakpastian global. Sebanyak 49 penghargaan diberikan, termasuk penghargaan untuk PT Asuransi Allianz Life Indonesia dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, yang diakui atas kinerja terbaik dan efisiensi mereka. Penghargaan ini menjadi bukti pentingnya peran sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang menantang.

Pengembangan Panas Bumi untuk Energi Bersih dan Terbarukan

Hairul Rizal 19 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah Indonesia berencana mempercepat proses perizinan pengembangan panas bumi (geotermal) yang saat ini memakan waktu hingga 6 tahun, guna meningkatkan investasi di sektor energi terbarukan ini. Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya mempercepat izin agar potensi 24.000 MW geotermal dapat dimanfaatkan lebih optimal. Meski Indonesia memiliki 40% cadangan geotermal dunia, hanya sekitar 11% yang telah dimanfaatkan.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa pemerintah akan memangkas syarat dan waktu perizinan untuk mendorong percepatan investasi. Namun, ada sejumlah tantangan, seperti keterbatasan jaringan listrik dan besarnya modal investasi yang diperlukan. Sekretaris Jenderal Asosiasi Panas Bumi Indonesia, Riza Pasikki, mengungkapkan bahwa tingginya risiko eksplorasi dan biaya modal membuat pengembangan geotermal tidak secepat energi baru terbarukan (EBT) lainnya.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, juga menyoroti bahwa pengembangan geotermal membutuhkan investasi yang lebih mahal dibandingkan pembangkit listrik lainnya. Ia menyarankan pemerintah Indonesia meniru kebijakan progresif dari Filipina, yang berhasil menarik investor dengan pengurangan pajak dan subsidi bagi sektor geotermal.

Maskapai Asing Beralih ke SAF Pertamina untuk Aviasi Ramah Lingkungan

Hairul Rizal 19 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Virgin Australia Airlines menjadi maskapai internasional pertama yang menggunakan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) yang dikembangkan oleh PT Pertamina (Persero). Menurut Direktur Pemasaran PT Pertamina Patra Niaga, Maya Kusmaya, SAF merupakan solusi jangka menengah yang efektif untuk mengurangi emisi karbon tanpa mengubah pesawat, infrastruktur bandara, atau rantai pasokan bahan bakar jet. SAF Pertamina terdiri dari campuran 38,43% minyak jelantah dan 61,57% avtur berbasis fosil.

General Manager Sustainability Virgin Australia, Fiona Walmsley, menekankan pentingnya kerja sama ini dalam mencapai target net zero emission antara Indonesia dan Australia. Kolaborasi ini bertujuan untuk mewujudkan masa depan aviasi yang lebih bersih dan berkelanjutan. SAF perdana disalurkan ke pesawat Boeing 737 Virgin Australia yang melayani rute dari Denpasar ke beberapa kota di Australia.

West Java Investment Summit 2024: Ajang Primadona Investor

Hairul Rizal 19 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Ajang West Java Investment Summit (WJIS) 2024, yang ditargetkan sebagai barometer peluang investasi masa depan di Jawa Barat. Salah satu potensi besar yang disoroti adalah keberhasilan Agus Hidayat, seorang petani kopi dari Ciwidey, Kabupaten Bandung, yang berhasil meningkatkan nilai jual kopi lokal hingga diekspor ke berbagai negara, termasuk pemasok Starbucks. Kopi Ciwidey menjadi salah satu andalan investasi di ajang tersebut.

Nining Yuliastiani, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, menyatakan bahwa WJIS 2024 akan mempromosikan lebih dari 170 potensi investasi dengan nilai Rp117,6 triliun. Sementara itu, Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin, menekankan pentingnya investasi yang merata dan mampu menyerap tenaga kerja lokal. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jabar, Musli-min Anwar, berharap bahwa dampak investasi dari WJIS akan membantu mengurangi angka pengangguran.

WJIS juga menaruh perhatian pada pemberdayaan UMKM serta penyelarasan antara kebutuhan tenaga kerja dan industri, dengan harapan Jawa Barat tetap menjadi primadona investasi yang inklusif dan berdampak pada masyarakat.

Perluasan Akses Internet: Meningkatkan Literasi Digital di Daerah

Hairul Rizal 19 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Tantangan akses internet di daerah tertinggal Indonesia, di mana sekitar 17,4% dari total 9,82 juta penduduk di daerah tersebut belum memiliki akses internet. Zulfadly Syam, Sekretaris Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), menyoroti bahwa minimnya infrastruktur telekomunikasi merupakan salah satu penyebab utama.

Survei yang dilakukan APJII bersama dengan Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menunjukkan bahwa 82,6% penduduk di daerah tertinggal sudah memiliki akses internet, dengan mayoritas menggunakan internet untuk mengakses media sosial, berita, dan hiburan. Temuan ini berasal dari survei yang melibatkan 1.950 responden dari 64 kabupaten di daerah tertinggal dan 322 ISP.

Zulfadly menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor telekomunikasi untuk memperluas akses internet di daerah-daerah yang masih tertinggal.

Pilihan Editor