;

Sekitar 790 km Jalan Tol yang Dibangun Sejak 1978 Hingga 2024, Dibangun Selama Pemerintahan Jokowi.

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Investor Daily (H)
Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan dalam sektor pembangunan infrastruktur pada era kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo. Salah satu fokus aksebilitas dan konektivitas di seluruh dunia Indonesia yang dapat dilihat dari pesatnya pembangunan jalan tol. Data dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) menyatakan bahwa sejak dibangun pertama kali pada tahun 2978 hingga Juni 2024, total panjang jalan tol di Tanah Air mencapai 2.893,02 km. Berdasarkan grafik, pertumbuhan jalan tol di Indonesia membentang sepanjang 600,62 km (2015), 43,69 km (2016), 156,5 km (2017), 442,6 km (2018), 522,88 km (2019), 246,12 km (2020), 122,84 km (2021), 142,11 km (2022), 217,78 (2023), dan 76,33 km (2024). Artinya, ada sekitar 790 km jalan tol yang dibangun sejak  1978 hingga 2024, kemudian bertambah 2.103 km yang beroperasi selama 10 tahun belakangan. Data BPJT ini menunjukkan sekitar72,7% tol di Indonesia dibangun selama pemerintahan Jokowi. (Yetede)

Penurunan Suku Bunga Acuan, BI-Rate, Sebesar 25 bps Berita Baik untuk Perbankan

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Investor Daily (H)
Penurunan suku bunga acuan, BI-Rate, sebesar 25 basis points (bps) menjadi 6% disambut gembira oleh perbankan. Sebab berakhirnya era suku bunga tinggi akan mendongkrak kinerja sektor ini. Jahja Setiaadmandja menilai, pemangkasan BI-Rate sejalan dengan manuver bank sentral AS The Fed yang memangkas Federal Fund rate (FFR) "The Fed sudah menurunkan Fed Rate, sehingga pemangkasan BI-Rate adalah hal positif. Apalagi, kurs rupiah terhadap dolar AS, kurs rupiah terhadap dolar AS juga sudah di bawah Rp16.000. Ini juga bagus untuk SBN, karena kupon turun dan menghemat biaya pemerintah," ucap Jahja. BCA juga mencatatkan total aset naik 5,45%, menjadi Rp1.400 triliun. Laba bersih BCA tumbuh 13,5% per Agustus 2024 menjadi Rp 36 triliun dari sebelumnya Rp31,71 triliun. "Kami usahakan kredit tumbuh lebih tinggi," sambung Jahja. Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBNI) Royke Tumilaar mengatakan, BNI memproyeksikan penurunan BI-Rate dimulai pada Oktober atau setelah hasil FOMC. Dengan demikian, penurunan satu bulan lebih cepat. (Yetede)

LPS Mencatat Simpanan Perbankan Terjun Bebas

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Investor Daily (H)
Lembaga Penjamin Simpanan, (LPS) mencatat total simpanan    perbankan yang dihimpun per Agustus 2024 tumbuh 7% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 8.698,53 triliun. Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya mengalami penurunan 0,3% secara bulanan (month to month/mtm). Rekening simpanan mengalami peningkatan 11,6% (yoy) menjadi  592,77 juta rekening per Agustus 2024. Jumlah tersebut juga naik 1% dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun, rekening simpanan di bank konvensional tercatat naik 12% (yoy) menjadi 533 juta rekening, sedangkan rekening syariah sebanyak 28.871 tumbuh 3,7% (yoy) per Agustus 2024. Apabila dirinci dari jenis simpanan, tabungan tumbuh 6,1% (yoy) menjadi Rp 2.745,39 triliun per Agustus 2024, namun menyusut 0,5% (mtm). Kemudian, giro masih naik 10,3% (yoy) menjadi Rp 2.690,47 triliun, tapi turun 0,9% (mtm). Deposito tercatat naik 5% (yoy) menjadi Rp 3.197,68  triliun. Sementara itu, untuk deposit on call tumbuh 17,9% (yoy) menjadi Rp 63,56 triliun dan naik 13,7% (mtm). Serta sertifikat  deposit anjlok 46,8% (yoy) dan juga menyusut 1,8% (mtm) per Agustus 2024 menjadi Rp1,43 triliun. (Yetede)

Alokasi Belanja Naik, Beban Pemerintahan Baru

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Investor Daily (H)
DPR mengesahkan RUU APBN 2025 menjadi UU APBN 2025, dengan perubahan terkait besaran alokasi pendapatan dan belanja negara. Alokasi pendapatan negara meningkat Rp 8,26 triliun menjadi Rp3.005,1 triliun. Sementara itu, belanja negara meningkat Rp 8,2 triliun menjadi Rp3.621 triliun. Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan,  perubahan belanja negara yang mengalami peningkatan tidak terlepas dari berbagai tambahan anggaran kementerian (lembaga (K/L) baik yang sifatnya existing maupun yang baru untuk mengakomodir kebutuhan belanja pemerintah terpilih, yang akan dilantik pada 20 Oktober 2024. "Dengan terjadinya penambahan anggaran belanja dan terutama penambahan tersebut juga dilakukan utnuk program yang sifatnya baru, maka pemerintah terpilih atau pemerintahan baru terpilih atau pemerintah baru perlu memastikan penambahan anggaran itu akan dipertanggungjawabkan melalui monitoring dan evaluasi yang tetap, terutama untuk program-program yang sifatnya baru," kata Yusuf kepada Investor Daily. (Yetede)

Gelontorkan Dana Jumbo, Barito Renewabless Ekspansi Besar-besaran

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Investor Daily (H)

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terus tancap gas untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan energi panas bumi (geothermal) terkemuka di dunia. Lewat anak usahanya, Star Energy Geothermal, emiten konglomerat Prajogo Pangestu ini bakal meningkatkan kapasitas terpasang sebanyak 102,6 megawatt (MW), dengan total investasi mencapai US$ 346 juta atau satara Rp 5,29 triliun. CEO Barito Renewables Hendra Tan mengungkapkan, ekspansi kapasitas akan dilakukan lewat penambahan pembangkit baru sebanyak 70 MW dan peningkatan kapasitas unit yang ada (retrofit) sebesar 32,6 MW.

"Dengan melakukan retrofit dan menambah kapasitas  pembangkit yang ada, kami memastikan masa depan yang berkelanjutan dan efisiensi untuk energi bersih di negara ini," ujar dia. Hendra memaparkan, perseroan akan melakukan penambahan pembangkit baru di Salak Unit 7 sebanyak 40 MW dan Wayang Windu Unit 3 sebesar 30 MW. Untuk ekspansi di Salak Unit 7, Start Energy akan melakukan joint operation dengan PT Timas Suplindo dan PT Rekayasa Industri (Yetede)

Jokowi Berharap Kemudahan Mengurus Izin Pembangunan PLTP

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Tempo
PRESIDEN Joko Widodo mengeluhkan lamanya proses perizinan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Ia heran karena prosesnya bisa memakan waktu hingga enam tahun. Jokowi khawatir kerumitan dan panjangnya proses perizinan akan memperlambat masuknya investasi ke sektor energi, khususnya geotermal atau panas bumi.

"Siapa yang mau investasi kalau suruh nunggu sampai enam tahun," ujar Jokowi di Jakarta Convention Center, Rabu, 18 September 2024. Padahal, menurut dia, ada banyak investor yang berminat menyuntikkan modal untuk pembangunan PLTP di Indonesia. Jokowi menegaskan, perlu ada pemangkasan proses perizinan. Salah satunya, penyederhanaan prosedur analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal. Ia menyayangkan tahapan amdal memakan waktu hingga bertahan-tahun. Karena itu, dia menginstruksikan agar sistem perizinan pembangunan PLTP dibenahi.

Dalam pedoman investasi PLTP yang diterbitkan Kementerian ESDM pada 2021, investasi proyek PLTP dijalankan melalui empat fase. Keempat fase tersebut adalah fase pra-pengembangan, pengembangan, pembangunan, dan operasi. Adapun daftar administrasi dan perizinan yang dibutuhkan proyek PLTP terbagi menjadi registrasi legalitas, pengajuan nomor induk berusaha, persyaratan dasar perizinan berusaha, perizinan berusaha berbasis risiko tinggi, dan pengajuan fasilitas. (Yetede)

Tolak Proyek Geotermal, Dari Berbagai Penjuru

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Tempo
KRISTIANUS Jaret masih duduk di bangku kelas II sekolah menengah pertama saat Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu resmi beroperasi di kawasan Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 2011. Pada awal pembangunan, tidak ada penolakan warga lokal terhadap proyek geotermal yang menghasilkan 10 megawatt listrik tersebut. 

Protes warga muncul sejak pemerintah berencana meningkatkan kapasitas pembangkit. Pada 2022, surat keputusan bupati setempat menyatakan bakal ada perluasan unit 5 dan 6 PLTP Ulumbu. Jaret mengatakan penolakan warga terjadi karena dampak lingkungan dan sosial mulai dirasakan. Salah satunya adalah terjadinya korosi pada seng beberapa rumah sehingga warga perlu mengganti atap. Masyarakat setempat menduga hal itu diakibatkan oleh aktivitas tambang geotermal. “Itu baru dampak yang kasatmata,” kata Jaret saat dihubungi kemarin.

Aksi penolakan terjadi pada 9 Juni 2023. Saat itu, warga dari empat kampung adat, yakni Gendang Lungar, Gendang Tere, Gendang Racang, dan Gendang Rebak di Poco Leok, membuat barikade pertahanan di jalan. Mereka menghadang kendaraan milik perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang hendak mematok lahan untuk proyek geotermal.  Jaret, yang berasal dari Kampung Tere, juga khawatir akan ada konflik antar-warga yang pro dan kontra jika pembangunan PLTP terus berlanjut. Karena itu, ia memastikan perlawanan bakal tetap dilakukan terhadap rencana pembangunan tersebut. (Yetede)

Trilema Energi Sudah Tersedia

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Tempo

PERGANTIAN pemerintahan pada Oktober 2024 berlangsung di tengah situasi pembangunan yang genting, terutama di sektor energi. Pemerintahan Prabowo akan menghadapi tantangan untuk memecahkan tiga dilema (trilema) energi yang kita hadapi: ketahanan energi, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan. Tantangan ini, mau tak mau, harus dihadapi pemerintahan berikutnya sembari menjalankan berbagai agenda ambisius yang memerlukan sumber daya fiskal dalam jumlah signifikan, seperti program makan bergizi gratis. Dalam konteks ini, berbagai solusi untuk menjawab trilema energi itu sangat dinantikan.

Ide untuk memecahkan trilema energi sebenarnya sudah tersedia. Salah satunya lewat potensi penghematan energi yang paling menjanjikan, yakni mengurangi pemakaian bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik. Saat ini, ketergantungan terhadap bahan bakar diesel untuk pembangkit listrik menimbulkan beban signifikan terhadap anggaran negara. Pada 2020 saja, setidaknya duit senilai Rp 16 triliun dibelanjakan untuk 2,7 juta kiloliter bahan bakar guna menghidupkan pembangkit listrik di wilayah terpencil (Antara, Maret 2022). Pengeluaran tersebut, meskipun dimaksudkan untuk mendukung akses energi, justru mengalihkan sumber daya berharga dari prioritas pembangunan mendesak lainnya. (Yetede)

Pasar Saham Bergairah di Tengah Optimisme Investor

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pasar modal Indonesia diprediksi semakin bergairah setelah The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin, diikuti oleh penurunan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6%. Penurunan suku bunga ini menarik minat investor asing dan diperkirakan akan mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level yang lebih tinggi, sebagaimana diungkapkan oleh Erwan Teguh, SEVP Retail BNI Sekuritas. Erwan menilai bahwa kondisi ini akan membuat pasar modal Indonesia semakin menarik bagi investasi asing karena penurunan discount rate dan peningkatan outlook laba perusahaan.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menambahkan bahwa pemangkasan suku bunga memberikan sentimen positif untuk sektor-sektor seperti finansial, properti, konsumer, dan otomotif, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Selain itu, faktor-faktor lain seperti Pilkada dan pemilihan kabinet baru pada Oktober 2024 juga akan memengaruhi pasar modal.

Oktavianus Audi, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, mencatat bahwa pemangkasan suku bunga The Fed yang agresif menjadi angin segar bagi IHSG, meskipun ada potensi aksi profit taking di sektor perbankan. Harun Hajadi, Direktur PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), dan Tira Ardianti, Head of Investor Relations PT Astra International Tbk. (ASII), menyambut baik penurunan suku bunga dan berharap kondisi ini mendorong pertumbuhan sektor properti dan otomotif. Direktur Perdagangan BEI, Irvan Susandy, menyatakan bahwa penurunan suku bunga diharapkan bisa mendorong IHSG, namun BEI masih memiliki tantangan untuk meningkatkan rata-rata nilai transaksi harian.

Indeks Komposit Terus Melaju dalam Tren Positif

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) sebesar 50 basis poin menjadi katalis utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (19/9). IHSG naik 0,97% ke level 7.905,39, didukung oleh sembilan sektor emiten yang mengalami kenaikan, terutama properti dan real estat yang naik 2,23%. Katalis positif ini sejalan dengan tren penguatan di bursa Asia, setelah The Fed menurunkan suku bunga dari 5,25%-5,5% menjadi 4,75%-5%.

Langkah The Fed juga memengaruhi Bank Indonesia, yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6%, yang membuat pasar modal Indonesia semakin menarik bagi investor asing. Erwan Teguh, SEVP Retail BNI Sekuritas, memandang potensi imbal hasil tinggi akan mendorong aliran modal asing ke Indonesia, meningkatkan daya tarik aset berisiko.

Para analis optimistis, termasuk dari Bank Indonesia, yang memprediksi The Fed masih akan melakukan penurunan suku bunga lagi di tahun ini. Bahkan, ada harapan bahwa suku bunga The Fed bisa dipangkas hingga empat kali sampai tahun depan, yang semakin memperkuat ekspektasi IHSG dapat menyentuh level psikologis 8.000 sebelum akhir tahun.

Dalam era suku bunga rendah ini, sektor-sektor seperti perbankan, properti, consumer goods, transportasi, dan logistik diprediksi akan sangat diuntungkan, terutama yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Pilihan Editor