;

Tolak Proyek Geotermal, Dari Berbagai Penjuru

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Tempo
KRISTIANUS Jaret masih duduk di bangku kelas II sekolah menengah pertama saat Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu resmi beroperasi di kawasan Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 2011. Pada awal pembangunan, tidak ada penolakan warga lokal terhadap proyek geotermal yang menghasilkan 10 megawatt listrik tersebut. 

Protes warga muncul sejak pemerintah berencana meningkatkan kapasitas pembangkit. Pada 2022, surat keputusan bupati setempat menyatakan bakal ada perluasan unit 5 dan 6 PLTP Ulumbu. Jaret mengatakan penolakan warga terjadi karena dampak lingkungan dan sosial mulai dirasakan. Salah satunya adalah terjadinya korosi pada seng beberapa rumah sehingga warga perlu mengganti atap. Masyarakat setempat menduga hal itu diakibatkan oleh aktivitas tambang geotermal. “Itu baru dampak yang kasatmata,” kata Jaret saat dihubungi kemarin.

Aksi penolakan terjadi pada 9 Juni 2023. Saat itu, warga dari empat kampung adat, yakni Gendang Lungar, Gendang Tere, Gendang Racang, dan Gendang Rebak di Poco Leok, membuat barikade pertahanan di jalan. Mereka menghadang kendaraan milik perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang hendak mematok lahan untuk proyek geotermal.  Jaret, yang berasal dari Kampung Tere, juga khawatir akan ada konflik antar-warga yang pro dan kontra jika pembangunan PLTP terus berlanjut. Karena itu, ia memastikan perlawanan bakal tetap dilakukan terhadap rencana pembangunan tersebut. (Yetede)

Trilema Energi Sudah Tersedia

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Tempo

PERGANTIAN pemerintahan pada Oktober 2024 berlangsung di tengah situasi pembangunan yang genting, terutama di sektor energi. Pemerintahan Prabowo akan menghadapi tantangan untuk memecahkan tiga dilema (trilema) energi yang kita hadapi: ketahanan energi, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan. Tantangan ini, mau tak mau, harus dihadapi pemerintahan berikutnya sembari menjalankan berbagai agenda ambisius yang memerlukan sumber daya fiskal dalam jumlah signifikan, seperti program makan bergizi gratis. Dalam konteks ini, berbagai solusi untuk menjawab trilema energi itu sangat dinantikan.

Ide untuk memecahkan trilema energi sebenarnya sudah tersedia. Salah satunya lewat potensi penghematan energi yang paling menjanjikan, yakni mengurangi pemakaian bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik. Saat ini, ketergantungan terhadap bahan bakar diesel untuk pembangkit listrik menimbulkan beban signifikan terhadap anggaran negara. Pada 2020 saja, setidaknya duit senilai Rp 16 triliun dibelanjakan untuk 2,7 juta kiloliter bahan bakar guna menghidupkan pembangkit listrik di wilayah terpencil (Antara, Maret 2022). Pengeluaran tersebut, meskipun dimaksudkan untuk mendukung akses energi, justru mengalihkan sumber daya berharga dari prioritas pembangunan mendesak lainnya. (Yetede)

Pasar Saham Bergairah di Tengah Optimisme Investor

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pasar modal Indonesia diprediksi semakin bergairah setelah The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin, diikuti oleh penurunan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 6%. Penurunan suku bunga ini menarik minat investor asing dan diperkirakan akan mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level yang lebih tinggi, sebagaimana diungkapkan oleh Erwan Teguh, SEVP Retail BNI Sekuritas. Erwan menilai bahwa kondisi ini akan membuat pasar modal Indonesia semakin menarik bagi investasi asing karena penurunan discount rate dan peningkatan outlook laba perusahaan.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, menambahkan bahwa pemangkasan suku bunga memberikan sentimen positif untuk sektor-sektor seperti finansial, properti, konsumer, dan otomotif, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Selain itu, faktor-faktor lain seperti Pilkada dan pemilihan kabinet baru pada Oktober 2024 juga akan memengaruhi pasar modal.

Oktavianus Audi, Head of Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, mencatat bahwa pemangkasan suku bunga The Fed yang agresif menjadi angin segar bagi IHSG, meskipun ada potensi aksi profit taking di sektor perbankan. Harun Hajadi, Direktur PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), dan Tira Ardianti, Head of Investor Relations PT Astra International Tbk. (ASII), menyambut baik penurunan suku bunga dan berharap kondisi ini mendorong pertumbuhan sektor properti dan otomotif. Direktur Perdagangan BEI, Irvan Susandy, menyatakan bahwa penurunan suku bunga diharapkan bisa mendorong IHSG, namun BEI masih memiliki tantangan untuk meningkatkan rata-rata nilai transaksi harian.

Indeks Komposit Terus Melaju dalam Tren Positif

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Penurunan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) sebesar 50 basis poin menjadi katalis utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (19/9). IHSG naik 0,97% ke level 7.905,39, didukung oleh sembilan sektor emiten yang mengalami kenaikan, terutama properti dan real estat yang naik 2,23%. Katalis positif ini sejalan dengan tren penguatan di bursa Asia, setelah The Fed menurunkan suku bunga dari 5,25%-5,5% menjadi 4,75%-5%.

Langkah The Fed juga memengaruhi Bank Indonesia, yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6%, yang membuat pasar modal Indonesia semakin menarik bagi investor asing. Erwan Teguh, SEVP Retail BNI Sekuritas, memandang potensi imbal hasil tinggi akan mendorong aliran modal asing ke Indonesia, meningkatkan daya tarik aset berisiko.

Para analis optimistis, termasuk dari Bank Indonesia, yang memprediksi The Fed masih akan melakukan penurunan suku bunga lagi di tahun ini. Bahkan, ada harapan bahwa suku bunga The Fed bisa dipangkas hingga empat kali sampai tahun depan, yang semakin memperkuat ekspektasi IHSG dapat menyentuh level psikologis 8.000 sebelum akhir tahun.

Dalam era suku bunga rendah ini, sektor-sektor seperti perbankan, properti, consumer goods, transportasi, dan logistik diprediksi akan sangat diuntungkan, terutama yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Antrasit: Solusi Utama dalam Peralihan ke Energi Ramah Lingkungan

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Peran penting batu bara, terutama antrasit, dalam industri baja dan transisi energi rendah karbon. Batu bara sering dikritik karena dampaknya terhadap lingkungan, tetapi antrasit, sebagai jenis batu bara peringkat tertinggi, memiliki emisi karbon lebih rendah dibandingkan jenis lainnya seperti bituminus. Antrasit, yang hanya mencakup sekitar 1% dari cadangan batu bara dunia, sangat penting dalam proses produksi baja rendah karbon, khususnya melalui teknologi Electric Arc Furnace (EAF).

Menurut kajian Schobert dan Schobert (2015), antrasit lebih efisien dan menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibandingkan bituminus, menjadikannya pilihan utama dalam industri peleburan baja, terutama di Eropa, Amerika Utara, dan Timur Tengah yang diprediksi akan meningkatkan kapasitas produksi baja dengan teknologi EAF. Salah satu langkah besar dalam sektor ini adalah akuisisi Atlantic Carbon Group, Inc. oleh PT Delta Dunia Makmur Tbk. melalui anak perusahaannya PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). ACG merupakan produsen antrasit UHG terbesar kedua di Amerika Serikat, yang akan memperkuat peran antrasit dalam industri baja global, khususnya untuk kebutuhan baja rendah karbon.


Bioavtur: Bahan Bakar Masa Depan untuk Jet di Pasar Global

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Upaya serius Indonesia dalam mengembangkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF) sebagai bagian dari komitmen global untuk mengurangi emisi karbon di industri penerbangan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan bahwa Indonesia telah menyusun peta jalan pemanfaatan bioavtur, sejalan dengan inisiatif 148 negara lainnya yang berkomitmen mengurangi emisi karbon di sektor aviasi.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menambahkan bahwa mulai 2027, Indonesia akan mewajibkan penggunaan bioavtur dengan campuran 1% bahan bakar nabati (BBN) yang akan meningkat secara bertahap sesuai dengan peta jalan yang disusun. Sumber bioavtur ini berasal dari minyak sawit dan kelapa, yang diharapkan dapat mengurangi impor bahan bakar avtur.

Selain itu, Pertamina, melalui Direktur Strategi dan Portofolio Salyadi Saputra, menyatakan kesiapan untuk mengembangkan SAF di dalam negeri dengan upgrading kilang agar menjadi green refinery. Pertamina bahkan telah memasok 160 kiloliter SAF ke pesawat Boeing 737 milik Virgin Australia Airlines. Pertamina juga bekerja sama dengan Airbus untuk memetakan bahan baku SAF dari dalam negeri.

Dengan potensi sumber daya bahan baku yang melimpah dan pertumbuhan penumpang penerbangan sebesar 7,4% per tahun, lebih tinggi dari rata-rata global, Indonesia berpotensi menjadi pusat produksi SAF yang signifikan di Asia Pasifik. SAF memungkinkan pengurangan emisi karbon hingga 80% dibandingkan bahan bakar fosil, sehingga menjadikannya komponen penting dalam upaya dekarbonisasi industri penerbangan.

Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Melalui Peningkatan Konsumsi Listrik

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan target 8% pada tahun depan, melalui peningkatan konsumsi listrik per kapita. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa peningkatan konsumsi listrik per kapita menjadi salah satu strategi utama untuk mencapai target tersebut, dengan mendorong konsumsi listrik hingga 6.600 kWh per kapita. Ini sejalan dengan kebijakan Presiden terpilih Prabowo Subianto yang ingin mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan penggunaan energi listrik.

Program ini juga melibatkan PLN dan upaya pemerintah dalam menyesuaikan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk meningkatkan jaringan transmisi dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Yusuf Didi Setiarto, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, baik lokal maupun internasional, untuk mendukung pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan. PLN juga berencana untuk memperluas jaringan listrik guna mendukung pertumbuhan industri dan memenuhi kebutuhan energi bersih di masa depan.

Rosan Roeslani, Menteri Investasi/Kepala BKPM, menambahkan bahwa transisi energi menuju penggunaan energi bersih, termasuk EBT, merupakan peluang besar untuk menarik investasi. Pemanfaatan potensi EBT Indonesia yang besar diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi bersih dan menciptakan kawasan industri berbasis energi hijau.

Dengan adanya kebijakan elektrifikasi, termasuk penggunaan kendaraan listrik, kompor induksi, dan PLTS, pemerintah optimistis bahwa peningkatan konsumsi listrik dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi yang ambisius ini.

Pembangunan Tol: Harapan Baru bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Peresmian Tol Solo—Yogyakarta—YIA Kulonprogo Seksi I oleh Presiden Joko Widodo, yang diharapkan dapat mempercepat arus transportasi dan mengungkit perekonomian di daerah sekitar. Dengan adanya tol sepanjang 22,3 kilometer ini, waktu tempuh antara Solo dan Yogyakarta dipangkas menjadi 50 menit dari sebelumnya yang bisa mencapai 6 jam. Presiden Joko Widodo menekankan bahwa kecepatan dan ketepatan waktu sangat penting untuk meningkatkan daya saing.

Selain mengurangi kemacetan di jalan nasional, tol ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Rudi Hardiansyah, Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo, menjelaskan bahwa setelah lolos uji laik fungsi, tarif tol akan ditetapkan melalui Keputusan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Menteri Basuki sebelumnya menargetkan tol ini rampung pada Agustus 2024. Tol Yogyakarta—Solo nantinya akan terhubung dengan Tol Yogyakarta—Bawen dan Semarang—Solo, membentuk segitiga emas yang diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Jogja, Solo, dan Semarang.

Dualisme KADIN: Tantangan bagi Iklim Usaha Indonesia

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Dualisme kepemimpinan di tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah memicu ketegangan antara dua kubu, yakni pendukung Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie. Arsjad Rasjid, yang masa jabatannya sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia seharusnya berakhir pada 2026, menolak hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada 14 September 2024 yang menetapkan Anindya Bakrie sebagai ketua umum baru. Arsjad mengklaim Munaslub tersebut ilegal dan tidak sah, serta berencana mengambil langkah hukum untuk menjaga integritas organisasi. Sementara itu, Anindya menerima pengangkatannya dengan optimisme, menyatakan bahwa ini akan memperkuat Kadin sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Ketegangan ini telah membelah asosiasi industri di Indonesia, dengan sebagian mendukung Anindya dan sebagian lainnya tetap setia kepada Arsjad. Ketua Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono serta Presiden KSPSI Andi Gani berharap konflik ini segera diselesaikan karena dampaknya bisa meluas ke sektor industri dan pembahasan upah minimum. Bahkan, Andi Gani mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo telah memastikan tidak akan campur tangan dalam masalah internal Kadin ini. Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, juga menyerukan agar para pengusaha tetap satu suara demi menjaga stabilitas ekonomi nasional, sementara pemerintah diharapkan bisa memberikan regulasi yang adil bagi semua pelaku usaha.

Percepatan Elektrifikasi untuk Mentawai: Meningkatkan Rasio Setrum Nasional

Hairul Rizal 20 Sep 2024 Bisnis Indonesia

Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Kepulauan Mentawai menjadi 100% pada tahun 2025. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengatasi rendahnya akses listrik di wilayah tersebut, terutama di desa-desa yang belum teraliri listrik. Saat ini, rasio elektrifikasi Sumbar mencapai 99,77%, dan Mentawai merupakan daerah yang tertinggal dengan ketergantungan utama pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang terbatas jangkauannya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Mahyeldi dan PLN merencanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) melalui program Mentawai Terang. Selain itu, Herry Martinus, Kepala Dinas ESDM Sumbar, menjelaskan bahwa pihaknya juga memberikan bantuan instalasi listrik sederhana gratis kepada keluarga tidak mampu dan mengembangkan Solar Home System (SHS) di berbagai wilayah. Program revitalisasi PLTS irigasi juga dilakukan untuk mendukung sektor pertanian di Sumbar, seperti di Sawahlunto dan Tanah Datar, yang telah mengairi sekitar 30.000 hektare lahan pertanian.

Pilihan Editor