;

Ribuan Hektar Sawah Baru Dicetak di Kalteng

Yoga 20 Sep 2024 Kompas

Program cetak sawah nasional di Kalimantan Tengah akan membuka lahan seluas 400.000 hektar atau hampir seluas Pulau Bali. Warga ber harap pemerintah memperha tikan keberlangsungan di lahan yang sebelumnya dibuka. Ardianto (47), warga Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, mengatakan, banyak lokasi sawah yang sejak dicetak pada 2021-2022 belum memiliki saluran irigasi. Sawah miliknya yang masuk dalam program ekstensifikasi food estate (lumbung pangan) belum terakses irigasi. Akibatnya, lahan jadi cepat kering di musim kemarau dan kebanjiran di masa musim hujan. ”Kami sudah pernah gagal panen atau turun produksi. Jadi, ya, sudah biasa. Tapi, kami masih menanam, kok,”kata Ardianto, dihubungi dari Palangka Raya, Kamis (19/9/2024). Ardianto dansebagianbesar warga Desa Pilang sebelumnya berladang tradisional. Se jak dilarang membakar pada 2015, ia tak berani lagi berladang.


Saat program lumbung pangan masuk pada 2020, ia antusias menyambutnya. Dalamprogram itu, ladangnya ”disulap” menjadi sawah oleh pemerintah. Setelah sawah dibuka, saluran irigasi belum dibuat. Sejak saatitu, ia acap kali mengalami puso. ”Beberapa kali juga (sawah) terendam air karena sungai meluap,” kata Ardianto. Belum usai program itu berjalan sesuai harapan Ardianto, pemerintah sudah menciptakan program baru berjudul. Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Nasional. Pada Rabu (18/9), Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah mengunjungi Kalteng. Bersama Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Andi menggelar rapat koordinasi sekali lagi untuk memantapkan program baru tersebut. Dalam rapat itu, pemerintah sepakat mencetak 400.000 hektar. ”Enggak lagi, jadi tidak ada lagi food estate. Ini sekarang cetak sawah,” ujar Andi. MenurutAndi, untuk pelaksanaan cetak sawah nasional telah dialokasikan anggaran Rp 16 triliun. Pelaksanaannya hampir di seluruh Pulau Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Sumatera.

Sebelumnya, Selasa (20/8), Menteri Pertanian Amran Sulaiman datang ke Palangka Raya untuk menggelar rapat koordinasi optimasi lahan dan cetak sawah di Kalteng. Ia memaparkan rencana pemerintah untuk menciptakan lumbung pangan di Pulau Kalimantan, Papua, Sumatera, dan Sulawesi. Total 3 juta hektar bakal digarap selama tiga tahun. Rinciannya, 1 juta hektar pada tahun pertama dengan wilayah Papua Selatan, Kaltim, Kalsel, Kalbar, dan Sumatera Selatan. Tahun kedua juga 1 juta hektar dengan wilayah Papua Selatan, Kalteng, Papua Barat, Kalbar, danRiau.Tahu ketiga, 1 juta hektar di Sumsel, Kalteng, Papua Selatan, Papua, dan Kalimantan Utara. Potensi lahan Kalteng disebut memiliki potensi lahan untuk perluasan pertanian sebesar 2,4 juta hektar yang tersebar di 14 kabupaten dan kota. Namun, dalam proyek ini, pemerintah hanya membutuhkan 621.684 hektar atau sama dengan 1,1 kali luas Pulau Bali. Amran mengatakan, lahan seluas 621.684 hektar itu tersebar di seluruh wilayah Kalteng. Lahan yang digunakan meliputi area penggunaan lain, kawasan hutan produksi, dan kawasan hutan produksi konversi. Edy Pratowo menyatakan siap mendukung program tersebut. Apalagi, sebelumnya Menteri Pertanian sudah beberapa kali datang untuk menyampaikan keinginan pemerintah pusat melaksanakan program tersebut. ”Kami ada 400.000 hektar yang sudah siap. Tadi, dirjen menyampaikan, 165.000 hektar diKapuas jaditarget utama dulu,” kata Edy. Ia berharap semua pihak bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan Kalteng sebagai lumbung pangan nasional, angan-angan yang sudah lama direncanakan. (Yoga)

Berkeliling Bandung Raya dengan Bus Kota yang Nyaman

Yoga 20 Sep 2024 Kompas

Sedang jalan-jalan atau ada keperluan lain di Bandung Raya? Trans Metro Bandung dan Trans Metro Pasun dan siap mengantarmu. ”Don’t tell me stories. You know that I love you. And when you lie to me. I hear it in your voice.” Lagu lawas ”Don’t Tell Me Stories” yang dinyanyikan Saskia dan Serge itu mengalun menemani perjalanan bus Trans Metro Bandung (TMB), Minggu (8/9/2024). Gerimis yang turun membuat suasana sore di ”Kota Kembang” kian syahdu. Pengemudinya, Kusdadi (49), membawa bus itu dari Alun-alun Kota Bandung menuju Kota Baru Parahyangan (KBP), KabupatenBandung Barat. Ada 10 penumpang di bus berwarna biru laut berkapasitas 40 orang itu. Kursi bus empuk. Pendingin udara memberi kesejukan. Penumpang rentan terserang kantuk di tengah perjalanan sekitar 20 kilometer (km) itu. Rute TMB Alun-alun Kota Bandung-KBP itu adalah satu dari 12 rute di Bandung Raya. TMB melayani penumpang di lima kota dan kabupaten. 

Selain Kota Bandung dan Kota Cimahi, ada Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Trayek Alun-alun-KBP bisa dibilang ikonik. Trayek ini melintasi sejumlah tempat favorit warga setempat ataupun wisatawan. Bus melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Jalan Wastukencana. Di sepanjang jalur itu, terdapat sejumlah tempat bersejarah seperti Gedung Indonesia Menggugat. Tempat itu saksi bisu Soekarno memperjuangkan Indonesia merdeka. Tempat bersejarah lain adalah Gereja Kristen Bethel yang diresmikan pada 1 Maret 1925. Sekitar 240 meter dari Bethel, terdapat gereja Katolik Katedral Santo Petrus dengan keindahan arsitektur bergaya neoothic yang berusia lebih dari seabad. Selain tempat bersejarah, penumpang yang turun di Jalan Perintis Kemerdekaan hanya perlu berjalan sekitar 300 meter untuk tiba di Jalan Braga. Di Braga terdapat pusat kuliner legendaris, galeri seni, hingga kafe-kafe bergaya lawas. 

Penumpang dapat turun di Jalan Dr Djundjunan jika ingin ke D’Botanica Bandung Mall. Sekitar 1 km dari situ, berjejer toko oleh-oleh di Jalan Pasteur. Keripik tempe, brownies, bolu Lembang, pisang sale, dan beragam camilan siap diborong. Lokasi tak kalah penting adalah Bale Seni Barli di KBP. Tempat ini didirikan almarhum Barli Sasmitawinata, maestro pelukis Indonesia. Sekitar satu jam perjalanan, bus tiba di KBP. Tarif bus Rp 13.000 per orang. Jam layanan mulai pukul 05.37 WIB. Perjalanan terakhir kembali ke Alun-alun pukul 17.00 WIB. Selain TMB, ada bus Trans Metro Pasundan (TMP) atau Teman Bus yang melayani trayek Alun-alun-KBP. Jam operasionalnya hingga pukul 20.00 WIB tanpa melewati jalan tol. Jika TMB dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung, TMP merupakan bagian dari program nasional Teman Bus (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal, dan Nyaman) dibawah Kementerian Perhubungan. Keduanya saling melengkapi di Bandung Raya. Sangat terbantu Di antara para penumpang bus, ada Ari Juwanto (40). (Yoga).

Hiroyuki Sanada Kerja Keras akan Mendapat Hasil yang Memuaskan

Yoga 20 Sep 2024 Kompas (H)

Sebagai produser sekaligus aktor pemeran utama serial drama sejarah Shogun, peran Hiroyuki Sanada (63) sangat penting. Sanada muncul sebagai Aktor Utama Terbaik dan serial itu meraih 18 penghargaan dalam Emmy Awards Ke-76. Wisnu Dewabrata Film berlatar sejarah Jepang di periode Sengoku (1467-1600) ini menjadi buah bibir dunia. Selain Sanada, aktris Anna Sawai, yang juga bermain di film tersebut, meraih penghargaan Aktris Utama Terbaik di ajang yang sama. Sanada bukan aktor ”kaleng-kaleng”. Sejak usia lima tahundia terlibat dalam seni peran,terutama film. Pengalaman panjang itu menjadi modal Sanada menggarap Shogun dengan sangat rinci dan hati-hati. Tak sekadar mengacu pada novel aslinya, Shogun (1975), karangan James Clavell, Sanada juga melibatkan banyak riset serta pakar terkait kehidupan masyarakat Jepang di era itu. Mulai dari pakar kaligrafi, gestur, kostum, hingga tata rias wajah dan rambut, yang didatangkan dari Jepang langsung demi menjaga keaslian. Dalam wawancara di laman FX Networks, Sanada dan produser eksekutif Rachel Kondo mengatakan, pihaknya menyesuaikan beberapa nama karakter lantaran di versi novel dinilai lebih modern dibandingkan dengan kenyataan. ”Jika ada sesuatu yang tampak tidak realistis di film, para penonton tak bisa fokus pada plot cerita saat menontonnya,” ujar Sanada. Latar sejarah di film ini sangat spesifik, yakni Periode Sengoku, yang begitu penting dalam sejarah ”Negeri Matahari Terbit”. Pada era itu, banyak kekacauan politik berkepanjangan, yangjuga memicu peperangan antarpenguasa lokal. Pada awal abad ke-16 itu Jepang terbagi ke dalam banyak wilayah.


Keluarga Sanada lahir dari sebuah keluarga berlatar belakang petani dan nelayan bermarga Shimozawa di Shinagawa, Tokyo, Jepang, 12 Oktober 1960. Saat itu keluarganya tinggal di lingkungan yang sama dengan aktor film terkenal di masanya, Kokichi Takada. Putra Takada sebaya dan berteman dengan Sanada sejak masih usia empat tahun. Ketertarikan bocah bernama asli Hiroyuki Shimozawa itu terhadap dunia seni, terutama seni peran, sudah terlihat saat bergabung dalam sebuah sanggar anak, Himawari Theatre Group. Setahun setelah bergabung, dia ditawari terlibat dalam film The Game of Chance atau Rokyok Komoriuta (1965). Aktor film ternama di masa itu, Sonny Chi ba, menjadi pemeran utama. Film itu sukses dan dikembangkan menjadi trilogi. Kedua orangtua Sanada sebetulnya menentang keinginannya menjadi aktor film. Apa lagi Sanada lebih memilih ber main film ketimbang melanjutkan sekolah. 

Namun, nasib berkata lain. Saat Sanada berusia 11 tahun, sang ayah meninggal, sementara sang ibu, yang bekerja di salon rambut, tak kuasa melawan tekad bulat Sanada. Chiba membawa pengaruh besar pada Sanada, apalagi setelah Sanada masuk ke sekolah bela diri dan pemeran pengganti(stuntman), yang didirikan Chiba, Japan Action Club (JAC). Mengutip laman Kungfumagazine.com, Sanada menyebut Chiba benar-benar menjadi figur seorang ayah dan panutan baginya. Satu nasihat Sonny Chiba yang paling diingat Sanada adalah berkarier di perfilman itu ibarat lari maraton karena harus dilakoni dalam periode waktu yang panjang. Dengan begitu, yang terpenting untuk dilakukan adalah terus berakting sampai kapan pun. ”Ketika mencapai usia 30 (tahun), maka pada saat itulah karier Anda baru benar-benar akan dimulai. Saat itu Anda akan mendapatkan kesempatan besar sesungguhnya yang pertama. (Yoga)

Kaum Perempuan Berdaya di Lahan yang Terbengkalai

Yoga 20 Sep 2024 Kompas (H)

Lewat pertanian perkotaan, kelompok perempuan menghidupkan lagi lahan terbengkalai di Surakarta, Jawa Tengah. Mereka memperkuat ketahanan pangan warga sekaligus berkontribusi menahan laju perubahan iklim. Nino Citra Anugrahanto Lilis Berliyani (57) sibuk menggemburkan sepetak tanah sempit di kebun milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur di Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, Rabu (11/9/2024) sore. Panjang petak lahan itu tak sampai 2 meter, sedangkan lebarnya tak sampai 1 meter. ”Ini sedang menyiapkan media buat nanti ditanami lagi. Kemarin baru saja memanen sawi. Semoga nanti bisa menanam sayur lain yang bagus lagi,” ujarnya. Di sekeliling Lilis, tumbuh beberapa tanaman sayur, seperti cabai, tomat, kangkung, dan sawi. Sayuran ditanam di tanah terbuka, tanah di polybag, dan pot. Sore itu Lilis ditemani dua perempuan lain sesama anggota KWT Ngudi Makmur. Mereka sibuk dengan sejumlah aktivitas, mulai dari menyiram  tanaman hingga mencabut rumput liar. Bahkan, ada juga yang menyiapkan minuman hangat dan kudapan untuk dilahap bersama seusai mengurus kebun kelompok itu.


”Seperti inilah kebiasaan kami sore hari. Tanpa perlu dipanggil sudah datang sendiri. Daripada diam-diam saja di rumah, kan? Lebih senang bisa kumpul begini,” kata Lilis. Aktivitas berkebun bersama yang dijalankan KWT Ngudi Makmur berlangsung sejak 2018. Inisiatornya adalah Margareta Pety Aryani (56), yang sekarang menjabat sebagai Ketua KWT Ngudi Makmur. Saat merintis pembentukan kelompok itu, Pety tengah mencari kegiatan berbeda dalam rangka peringatan Hari Kartini. ”Biasanya hanya lomba-lomba masak. Kami ingin sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan. Maka dipilih kegiatan seperti ini,” tuturnya. Kegiatan pertanian yang dijalankan pun sudah terpadu. Tidak hanya bercocok tanam, para anggota KWT Ngudi Makmur juga membudidayakan magot, ulat jerman, lele, dan membuat pupuk kompos mandiri di lahan itu. ”Kebun ini milik salah satu anggota kami. Luasnya hanya 50 meter persegi. Tidak masalah, kami tetap semangat bertani. Tetapi, kalau ada lahan yang sedikit lebih luas, pasti lebih baik,” ungkap Pety.


Kegiatan bertani itu turut menghijaukan lingkungan perkampungan. Hal ini karena Pety aktif mengajak warga setempat menanam di halaman rumahnya. Warga juga diajak dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga. Mereka mengumpulkan sampah dari warga untuk dijadikan bahan pupuk kompos hingga bahan makanan magot yang dibudidayakan kelompok tani tersebut. Langkah ini membuat volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir berkurang. Hasil panen tanaman milik KWT Ngudi Makmur juga diolah para anggota menjadi beberapa produk baru. Total sudah ada 12 varian olahan. Beberapa di antaranya stik seledri, permen pepaya, keripik terung, sirup belimbing, bakso lele, dan nuget lele. ”Sejak awal, kami ingin perempuan berdaya dan mengembangkan dirinya. Tetapi, juga punya dampak bagi lingkungan. Jadi, kebun harus memiliki visi,” kata Pety. Disambut antusias Spirit serupa digelorakan kelompok lain, yaitu KWT Ngudi Lestari di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta. Kelompok itu berdiri pada tahun 2021. (Yoga)

Sekitar 790 km Jalan Tol yang Dibangun Sejak 1978 Hingga 2024, Dibangun Selama Pemerintahan Jokowi.

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Investor Daily (H)
Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan dalam sektor pembangunan infrastruktur pada era kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo. Salah satu fokus aksebilitas dan konektivitas di seluruh dunia Indonesia yang dapat dilihat dari pesatnya pembangunan jalan tol. Data dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) menyatakan bahwa sejak dibangun pertama kali pada tahun 2978 hingga Juni 2024, total panjang jalan tol di Tanah Air mencapai 2.893,02 km. Berdasarkan grafik, pertumbuhan jalan tol di Indonesia membentang sepanjang 600,62 km (2015), 43,69 km (2016), 156,5 km (2017), 442,6 km (2018), 522,88 km (2019), 246,12 km (2020), 122,84 km (2021), 142,11 km (2022), 217,78 (2023), dan 76,33 km (2024). Artinya, ada sekitar 790 km jalan tol yang dibangun sejak  1978 hingga 2024, kemudian bertambah 2.103 km yang beroperasi selama 10 tahun belakangan. Data BPJT ini menunjukkan sekitar72,7% tol di Indonesia dibangun selama pemerintahan Jokowi. (Yetede)

Penurunan Suku Bunga Acuan, BI-Rate, Sebesar 25 bps Berita Baik untuk Perbankan

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Investor Daily (H)
Penurunan suku bunga acuan, BI-Rate, sebesar 25 basis points (bps) menjadi 6% disambut gembira oleh perbankan. Sebab berakhirnya era suku bunga tinggi akan mendongkrak kinerja sektor ini. Jahja Setiaadmandja menilai, pemangkasan BI-Rate sejalan dengan manuver bank sentral AS The Fed yang memangkas Federal Fund rate (FFR) "The Fed sudah menurunkan Fed Rate, sehingga pemangkasan BI-Rate adalah hal positif. Apalagi, kurs rupiah terhadap dolar AS, kurs rupiah terhadap dolar AS juga sudah di bawah Rp16.000. Ini juga bagus untuk SBN, karena kupon turun dan menghemat biaya pemerintah," ucap Jahja. BCA juga mencatatkan total aset naik 5,45%, menjadi Rp1.400 triliun. Laba bersih BCA tumbuh 13,5% per Agustus 2024 menjadi Rp 36 triliun dari sebelumnya Rp31,71 triliun. "Kami usahakan kredit tumbuh lebih tinggi," sambung Jahja. Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI/BBNI) Royke Tumilaar mengatakan, BNI memproyeksikan penurunan BI-Rate dimulai pada Oktober atau setelah hasil FOMC. Dengan demikian, penurunan satu bulan lebih cepat. (Yetede)

LPS Mencatat Simpanan Perbankan Terjun Bebas

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Investor Daily (H)
Lembaga Penjamin Simpanan, (LPS) mencatat total simpanan    perbankan yang dihimpun per Agustus 2024 tumbuh 7% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 8.698,53 triliun. Apabila dibandingkan dengan bulan sebelumnya mengalami penurunan 0,3% secara bulanan (month to month/mtm). Rekening simpanan mengalami peningkatan 11,6% (yoy) menjadi  592,77 juta rekening per Agustus 2024. Jumlah tersebut juga naik 1% dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun, rekening simpanan di bank konvensional tercatat naik 12% (yoy) menjadi 533 juta rekening, sedangkan rekening syariah sebanyak 28.871 tumbuh 3,7% (yoy) per Agustus 2024. Apabila dirinci dari jenis simpanan, tabungan tumbuh 6,1% (yoy) menjadi Rp 2.745,39 triliun per Agustus 2024, namun menyusut 0,5% (mtm). Kemudian, giro masih naik 10,3% (yoy) menjadi Rp 2.690,47 triliun, tapi turun 0,9% (mtm). Deposito tercatat naik 5% (yoy) menjadi Rp 3.197,68  triliun. Sementara itu, untuk deposit on call tumbuh 17,9% (yoy) menjadi Rp 63,56 triliun dan naik 13,7% (mtm). Serta sertifikat  deposit anjlok 46,8% (yoy) dan juga menyusut 1,8% (mtm) per Agustus 2024 menjadi Rp1,43 triliun. (Yetede)

Alokasi Belanja Naik, Beban Pemerintahan Baru

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Investor Daily (H)
DPR mengesahkan RUU APBN 2025 menjadi UU APBN 2025, dengan perubahan terkait besaran alokasi pendapatan dan belanja negara. Alokasi pendapatan negara meningkat Rp 8,26 triliun menjadi Rp3.005,1 triliun. Sementara itu, belanja negara meningkat Rp 8,2 triliun menjadi Rp3.621 triliun. Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan,  perubahan belanja negara yang mengalami peningkatan tidak terlepas dari berbagai tambahan anggaran kementerian (lembaga (K/L) baik yang sifatnya existing maupun yang baru untuk mengakomodir kebutuhan belanja pemerintah terpilih, yang akan dilantik pada 20 Oktober 2024. "Dengan terjadinya penambahan anggaran belanja dan terutama penambahan tersebut juga dilakukan utnuk program yang sifatnya baru, maka pemerintah terpilih atau pemerintahan baru terpilih atau pemerintah baru perlu memastikan penambahan anggaran itu akan dipertanggungjawabkan melalui monitoring dan evaluasi yang tetap, terutama untuk program-program yang sifatnya baru," kata Yusuf kepada Investor Daily. (Yetede)

Gelontorkan Dana Jumbo, Barito Renewabless Ekspansi Besar-besaran

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Investor Daily (H)

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terus tancap gas untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan energi panas bumi (geothermal) terkemuka di dunia. Lewat anak usahanya, Star Energy Geothermal, emiten konglomerat Prajogo Pangestu ini bakal meningkatkan kapasitas terpasang sebanyak 102,6 megawatt (MW), dengan total investasi mencapai US$ 346 juta atau satara Rp 5,29 triliun. CEO Barito Renewables Hendra Tan mengungkapkan, ekspansi kapasitas akan dilakukan lewat penambahan pembangkit baru sebanyak 70 MW dan peningkatan kapasitas unit yang ada (retrofit) sebesar 32,6 MW.

"Dengan melakukan retrofit dan menambah kapasitas  pembangkit yang ada, kami memastikan masa depan yang berkelanjutan dan efisiensi untuk energi bersih di negara ini," ujar dia. Hendra memaparkan, perseroan akan melakukan penambahan pembangkit baru di Salak Unit 7 sebanyak 40 MW dan Wayang Windu Unit 3 sebesar 30 MW. Untuk ekspansi di Salak Unit 7, Start Energy akan melakukan joint operation dengan PT Timas Suplindo dan PT Rekayasa Industri (Yetede)

Jokowi Berharap Kemudahan Mengurus Izin Pembangunan PLTP

Yuniati Turjandini 20 Sep 2024 Tempo
PRESIDEN Joko Widodo mengeluhkan lamanya proses perizinan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Ia heran karena prosesnya bisa memakan waktu hingga enam tahun. Jokowi khawatir kerumitan dan panjangnya proses perizinan akan memperlambat masuknya investasi ke sektor energi, khususnya geotermal atau panas bumi.

"Siapa yang mau investasi kalau suruh nunggu sampai enam tahun," ujar Jokowi di Jakarta Convention Center, Rabu, 18 September 2024. Padahal, menurut dia, ada banyak investor yang berminat menyuntikkan modal untuk pembangunan PLTP di Indonesia. Jokowi menegaskan, perlu ada pemangkasan proses perizinan. Salah satunya, penyederhanaan prosedur analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal. Ia menyayangkan tahapan amdal memakan waktu hingga bertahan-tahun. Karena itu, dia menginstruksikan agar sistem perizinan pembangunan PLTP dibenahi.

Dalam pedoman investasi PLTP yang diterbitkan Kementerian ESDM pada 2021, investasi proyek PLTP dijalankan melalui empat fase. Keempat fase tersebut adalah fase pra-pengembangan, pengembangan, pembangunan, dan operasi. Adapun daftar administrasi dan perizinan yang dibutuhkan proyek PLTP terbagi menjadi registrasi legalitas, pengajuan nomor induk berusaha, persyaratan dasar perizinan berusaha, perizinan berusaha berbasis risiko tinggi, dan pengajuan fasilitas. (Yetede)

Pilihan Editor