Nasi Lauk, dan Kopi Akhiri Deflasi akibat Deflasi Emas
Inflasi pada Oktober 2024 mengakhiri deflasi lima bulan beruntun sejak Mei 2024. Inflasi tersebut terutama dipicu kenaikan harga emas perhiasan, nasi lauk, dan kopi yang juga menjadi bagian dari inflasi inti. Inflasi inti mencerminkan hubungan antara harga barang dan jasa dengan tingkat pendapatan konsumen. Jika pendapatan konsumen tidak berubah, konsumen akan memiliki daya beli yang lebih rendah. Begitu pula sebaliknya. BPS, Jumat (1/11) merilis tingkat inflasi nasional pada Oktober 2024 sebesar 0,08 % secara bulanan dan 1,71 % secara tahunan. Sebelumnya pada Mei-September 2024, Indonesia mengalami deflasi beruntun sebesar 0,03 %, 0,08 %, 0,18 %, 0,03 %, dan 0,12 %.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, inflasi bulanan pada Oktober 2024 didorong inflasi komponen inti sebesar 0,22 %. Untuk komponen harga yang diatur pemerintah dan yang bergejolak, masih deflasi masing-masing 0,25 % dan 0,11 %. Komoditas yang dominan mengalami dan memberikan andil inflasi pada komponen inti adalah emas perhiasan, nasi lauk, dan kopi bubuk. Secara bulanan, tingkat inflasi emas perhiasan sebesar 4,44 %, nasi lauk 0,67 % dan kopi bubuk 2,31 %. ”Secara tahunan, emas perhiasan mengalami inflasi 35,28 %, kopi 17,53 %, dan nasi lauk 2,54 %,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta. Menurut Amalia, kenaikan harga emas di dalam negeri dipengaruhi kenaikan harga emas dunia. Begitu harga emas dunia naik, harga emas di Indonesia naik secara otomatis. (Yoga)
Kasus Korupsi di Bawaslu Seruyan, Kalimantan
Kasus dugaan penyelewengan dana di Bawaslu Kabupaten Seruyan, Kalteng, berujung penjara. Tiga tersangka diperiksa dan ditahan Kejaksaan Tinggi Kalteng. Pengawasan proses pilkada di wilayah ini pun terganggu. Kejati Kalteng menindaklanjuti laporan penyelewengan anggaran Bawaslu Kabupaten Seruyan dengan memeriksa tiga orang yang diduga berkaitan. Ketiganya adalah HI (45) selaku pejabat pembuat komitmen Bawaslu Seruyan, IWI (43) yang merupakan bendahara pengeluaran pembantu, dan KH (33) selaku anggota staf operator keuangan Bawaslu Seruyan. Kasi Penerangan Hukum Kejati Kalteng Dodik
Mahendra mengatakan, ketiganya diperiksa enam jam oleh penyidik, lalu ditetapkan sebagai tersangka. Kejati Kalteng langsung menahan ketiganya atas dugaan korupsi. ”Mereka ditahan di Rutan Kelas IIA Kota Palangka Raya dan menunggu proses hukum,” kata Dodik, Jumat(1/11) di Palangka Raya. Ia menjelaskan, ”Mereka bakal ditahan selama maksimal 20 hari untuk menunggu proses selanjutnya, sedangkan jumlah pasti kerugian negara masih dihitung auditor,” lanjutnya. Ketua Bawaslu Seruyan Umar Zaid Bustomi memberikan keterangan kepada media terkait problem yang dihadapi Bawaslu Seruyan. Menurut dia, setidaknya terdapat Rp 1,9 miliar yang dikorupsi terduga pelaku yang kini telah menjadi tersangka. (Yoga)
Menjadi Investor yang Sabar
Dalam kamus investasi dikenal istilah casino mentality, yang sangat berbahaya bagi kesehatan keuangan serta mental para investor. Casino mentality atau mentalitas kasino dalam investasi adalah kecenderungan perilaku investor untuk berspekulasi tinggi dengan harapan mendapatkan keuntungan cepat, mirip berjudi di kasino. Mentalitas ini berbahaya karena didorong oleh emosi dan insting jangka pendek, alih-alih analisis yang matang dan strategi jangka panjang. Mengutip pernyataan Warren Buffett, ”Pasar sekarang menunjukkan perilaku investor yang lebih mirip berjudi dibandingkan ketika saya masih muda. Mesin kasino sekarang berada di banyak rumah (dalam bentuk platform trading, bahkan aplikasi judi daring), setiap hari menggoda penghuninya yang tidak memiliki mental investor.”
Pengelolaan keuangan sejatinya tentang menjalankan hidup hari ini dengan sederhana sesuai kemampuan keuangan dan senantiasa mempersiapkan kehidupan di masa depan agar tetap sejahtera. Literasi keuangan mengajarkan bahwa simpanan, tabungan, dan investasi adalah tiga kombinasi strategi yang perlu dilakukan oleh investor untuk mencapai tujuan keuangannya. Pertama, tetapkan tujuan berinvestasi. Secara umum, seorang investor dapat menetapkan tujuan, dari menjaga nilai kekayaan atas inflasi, mencari sumber penghasilan pasif dari aset investasi, hingga mencapai target dana yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, ibadah haji, dan pensiun.
Hal ini akan membantu menghindari keputusan spekulatif yang terlalu berisiko. Maka, investor perlu memulai dengan menetapkan durasi tujuannya dan menentukan toleransi risiko serta sumber modal untuk berinvestasi menggunakan dana non-operasional. Kedua, fokus pada diversifikasi portofolio investasi. Selain produk pasar modal, investor juga memiliki opsi aset alternatif, seperti emas ataupun properti. Praktik diversifikasi akan mengurangi ketergantungan pada satu asset yang berisiko tinggi. Ketiga, berinvestasi berdasarkan data dan analisis yang bertanggung jawab. Keputusan investasi diambil berdasarkan data dan analisis yang matang, bukan hanya karena dorongan emosional atau tren pasar sesaat. Mentalitas kasino berpotensi membawa kerugian besar bagi investor Indonesia. (Yoga)
Irfania Ramadhani Lubis Melestarikan Songket Melayi Deli
Beberapa tahun lalu, kebudayaan songket Melayu Deli mati suri. Tak ada lagi yang menenun, menjual, atau memakai songket Deli. Irfania Ramadhani Lubis (31) tak tinggal diam. Dia melatih orang menenun, menggali motif, membangun pasar, dan menghidupkan lagi budaya memakai songket Deli di tengah masyarakat. Irfania, Jumat (25/10) memakai Songket Melayu Deli berwarna emas dengan motif daun tembakau Deli di bahu. ”Motif tembakau Deli ini digali kembali oleh ibu saya, lalu kami kembangkan melalui desain digital. Ini salah satu motif songket Deli yang sangat disukai,” kata Irfania, lulusan Jurusan Animasi Universitas Binus, Jakarta, pada 2014. Irfania awalnya ragu menuruti permintaan ibunya, menghidupkan songket Deli. Namun, setelah mendengar songket Deli mati suri, dia berkomitmen ikut merevitalisasinya, terlebih, Ia keturunan Kesultanan Deli dari garis ibu.
Irfania dan sang ibu awalnya kesulitan karena tak ada lagi petenun songket Deli. Mereka lalu mulai mengumpulkan apa pun yang tersisa dari kebudayaan songket Deli. Mereka menemukan foto-foto sultan terdahulu mengenakan songket Deli, yang penting untuk menggali motif klasik. Irfania juga menemukan literatur tentang tenun di Kesultanan Deli dalam buku Mission to The East Coast of Sumatra karya John Anderson pada 1826. ”Dari sejarah itu, kami percaya, dulu Kesultanan Deli mempunyai kebudayaan tenun kain songket yang maju,” kata Irfania. Irfania lalu membangun IR Songket. Dia berhasil mengumpulkan beberapa motif klasik songket Deli dan mengembangkannya menjadi motif-motif baru yang lebih modern melalui ilmu animasi digital yang diperolehnya dari kuliah. Dia juga merekrut dan melatih beberapa orang untuk bertenun. Banyak yang mengikuti pelatihan, tetapi sedikit yang bertahan.
Irfania pun membangun pasar songket yang menghargai petenun dengan upah lebih layak. Dengan memanfaatkan teknologi digital media sosial, pemasarannya berkembang pesat. Irfania mengembangkan songket Deli setelah mendapat dukungan pemerintah, BI dan PT Astra Internasional. Dia mendapat penghargaan Satu Indonesia Awards dari Astra pada 2017. Pengembangan songket Deli juga mendapat dukungan dari program Desa Sejahtera Astra pada 2019 sampai 2022. Dengan itu, dia mengembangkan rumah produksi serta mendirikan lembaga kursus dan pelatihan menenun di Desa Bandar Khalipah, Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Di rumah produksi IR Songket di Bandar Khalipah, Kamis (24/10) para petenun songket Deli sudah sibuk sejak pagi. Suasana ramai dengan suara kletak-kletuk alat tenun bukan mesin (ATBM) yang sedang digunakan untuk membuat songket Deli motif batik kotak catur.
Ada pula yang masih memakai gedokan, alat tenun yang lebih konvensional. Di rumah produksi itu juga dipajang beberapa pakaian siap pakai berbahan kain songket Deli, khususnya busana luaran (outer). Irfania menyebut, hal yang paling penting dalam menghidupkan kembali songket Deli adalah melatih dan meregenerasi petenun. Mereka harus menempatkan petenun sebagai artisan, yakni sebagai pekerja seni dengan upah yang layak. IR Songket membangun pasar yang bisa menghargai songket Deli sebagai karya seni. Mereka menjual kain songket Deli dengan harga Rp 800.000 hingga Rp 7 juta per lembar. Ia yakin, songket Deli akan terus berkembang dan kembali dihidupi masyarakatnya. Kini, sedikitnya 12 petenun di Deli Serdang dan 10 petenun di Kabupaten Batubara memproduksi songket Melayu Deli setiap hari. (Yoga)
Waspadai Pelemahan Sektor Manufaktur
Pemerintah diminta waspadai pelemahan sektor manufaktur dalam empat bulan beruntun, karena menjadi sinyal kuat perlambatan ekonomi nasional. Sebab, manufaktur merupakan penyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar menurut lapangan usaha. Pelemahan manufaktur juga bisa memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) dan memangkas pemerimaan pajak. Ini perlu diantisipasii oleh pemerintah. Berdasarkan data S&P Global, indeks manager pembelian (purchasing managers index/PMI) Indonesia mencapai 49,2 pada Oktober 2024.
BPS Menyatakan Inflasi pada Oktober 2024 mencapai 0,08
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi pada Oktober 2024 mencapai 0.08%, inflasi tahunan mencapai 1,71% secara tahunan (yoy) dan inflasi tahun kalender 0,82% dari awal tahun (year-to-date/YTD). Jika dilihat berdasarkan komoditas pendorong tercatat emas memberikan andil yang besar pada inflasi Oktober 2024. "Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah emas perhiasan dengan andil inflasi 0,06%," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalan konferensi pers di Kantor BPS. Amalia mengatakan, kenaikan harga emas ini terjadi karena di pasar global karena dipengaruhi ketidakpastian geopolitik seperti konflik di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina.
Dan tekanan geopolitik ini membuat orang memilih emas sebagai instrumen investasi. "Selain kondisi geopolitik, tentunya kenaikan harga emas terjadi karena kebijakan moneter yang ditetapkan The Fed, dimana ada tren penurunan suku bunga The Fed dan ini juga memacu para investor untuk beralih ke komoditas emas," tutur Amalia. Dia menyatakan inflasi emas secara year on year di bulan Oktober ini sebesar 35,82%. Pergerakan harga emas mengalami peningkatan dalam satu tahun terakhir. Jika melihat kondisi emas pada tahun 2020 sampai 2024 harga emas tertinggi terjadi pada Agustus 2020. Perkembangan inflasi komoditas emas sejalan dengan perekonomian dunia. (Yetede)
Karut-marut Emiten BUMN Farmasi
Perbaiki Aset Perbankan Terus Menerus
Industri perbankan hingga posisi September 2024 berhasil menjaga kinerjanya tetap stabil di tengah tantangan ekonomi global maupun domestik. Terindikasi dari kualitas aset perbankan yang mengalami perbaikan. OJK mencatat, kredit yang disalurkan perbankan per September 2024 mencapai Rp 7.579 triliun, tumbuh 10,85% secara tahunan (Year on year/yoy). Meskipun mengalami perlambatan dibandingkan dengan posisi Agustus 2024 yang tumbuh 11,4% (yoy). Namun, secara bulanan kredit masih tetap tumbuh positif 0,95% month to month (mtm). Pertumbuhan kredit tersebut juga didukung dengan perbankan kuaitas kredit, baik dari rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) maupun loan at risk (LAR).
"Kualitas kredit tetap terjaga NPL gross 2,21% dibandingkan Agustus 2,26% dan NPL net 0,78%. sementara itu LAR juga menunjukkan tren penurunan menjadi 10,11% dari Agustus 10,17% rasio LAR ini mendekati sebelum pandemi 9,93% pada 2019," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. Dian melanjutkan, likuiditas perbankan dinilai masih memadai dengan rasio alat liquid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat liquid/dana pihak ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 50% dan 10%. Perbankan juga menghimpun DPK sebesar Rp8.721 triliun tumbuh 7,04% (yoy) per September 2024, naik tipis dari bulan sebelumnya 7,01% (yoy). (Yetede)
UU Cipta Kerja Telah Diputuskan MK
Pemerintah akan menjalankan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, khususnya terkait putusan mengenai UU Ketenagakerjaan. Di sisi lain, keputusan MK dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian ke iklim investasi di Tanah Air. "Pemerintah akan mengikuti apa yang diputuskan MK. Oleh karena itu, yang jangka pendek terkait pengupahan, yaitu Kemenaker, berkomunikasi dengan pihak tenaga kerja, buruh, maupun dengan pengusaha," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Beberapa hal yang disoroti dalam putusan MK adalah meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan terhadap regulasi yang menyangkut pengupahan, perjanjian kerja, outsourching, dan hak-hak pekerja lainnya.
Adapun peraturan turunan tentang pengupahan dari UU Cipta Kerja adalah Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2023 tentang Pengupahan. "Artinya dalam PP 51 juga ada indeks tertentunya itu dikaitkan dengan kehidupan layak. Hanya di sini menjadi lebih tegas lagi saja," terang Airlangga. Dia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait untuk mempelajari keputusan MK. Salah satu isu yang sedang dibahas terkait ketenagakerjaan adalah penyusunan upah minimum provinsi (UMP). "Kalau dari pemerintah kan yang paling penting sekarang penentuan UMP. jadi itu dalam waktu yang tidak terlalu lama, karena siklusnya masuk di November," kata Airlangga. (Yetede)









