Kemandirian Energi: Strategi Baru Tingkatkan Lifting Migas
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan peningkatan lifting minyak dan gas bumi (migas) untuk mewujudkan kemandirian energi nasional, guna mengurangi ketergantungan pada impor. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa langkah ini mencakup pengembangan 301 wilayah kerja migas yang belum memiliki rencana pengembangan (POD) dan optimalisasi 4.500 sumur idle. Upaya ini didukung oleh PT Pertamina dan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, lembaga baru yang dibentuk Presiden.
Deputi SKK Migas Benny Lubiantara menekankan pentingnya revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi untuk memberikan kepastian hukum kepada investor. Revisi ini diharapkan mendorong eksplorasi migas yang lebih masif, termasuk pengembangan proyek strategis seperti Lapangan Geng North yang mengandung cadangan migas besar. Benny juga menyoroti urgensi mengatasi hambatan ekonomi dan teknis di sejumlah lapangan migas agar tidak dikembalikan ke negara.
Instruksi ini sejalan dengan visi Prabowo untuk mengantisipasi krisis energi di tengah konflik geopolitik global, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023