;

Kesempatan Emas Indonesia Menyambut Relokasi Industri

Hairul Rizal 12 Nov 2024 Bisnis Indonesia (H)

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China berpotensi menambah tantangan ekonomi global, Indonesia dapat melihatnya sebagai peluang untuk menarik investasi dan relokasi perusahaan. Sejak 2019, Indonesia telah menerima investasi senilai US$14,7 miliar dari perusahaan-perusahaan yang terdampak perang dagang, yang berasal dari AS, Eropa, dan Asia. Pemerintah Indonesia, melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kini berfokus pada peningkatan daya saing dan iklim investasi dengan memperbaiki sistem perizinan dan menargetkan sektor-sektor prioritas seperti penghiliran sumber daya alam, riset dan inovasi, serta sektor pendidikan dan kesehatan.

Namun, meskipun peluang investasi ini ada, beberapa analisis, seperti yang disampaikan oleh Moody's Analytics, menunjukkan bahwa Indonesia mungkin tidak mendapat banyak manfaat dari pergeseran rantai pasok, karena basis ekonominya lebih berfokus pada komoditas dan bukan manufaktur berbasis elektronik. Ekonom lain, seperti Yusuf Rendy Manilet dari Core Indonesia, juga menyarankan bahwa negara-negara seperti Vietnam dan Malaysia yang memiliki sektor manufaktur yang lebih kuat mungkin lebih diuntungkan dari perang dagang ini.

Di sisi lain, Indonesia tetap berpeluang menerima relokasi industri tertentu, seperti pabrik tekstil dari Vietnam, dan upaya diplomatik Presiden Prabowo Subianto, seperti kunjungannya ke China dan AS, turut memperkuat komitmen investasi kedua negara tersebut di Indonesia. Indonesia juga telah mengamankan kerja sama investasi senilai US$10,07 miliar dengan China, yang mencakup pengembangan sektor perikanan, sumber daya mineral, dan energi hijau.

Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan dalam bersaing dengan negara-negara lain, Indonesia masih memiliki potensi untuk memanfaatkan dampak perang dagang AS-China sebagai peluang untuk menarik lebih banyak investasi dan memperkuat industrinya.


Langkah Nyata untuk Menurunkan Harga Tiket

Hairul Rizal 12 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Persoalan mahalnya harga tiket penerbangan domestik di Indonesia masih menjadi isu yang belum menemukan solusi konkret meskipun telah menjadi perhatian pemerintah sejak akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo. Beberapa upaya telah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata, termasuk pembentukan satuan tugas untuk menurunkan harga tiket, namun hasilnya belum efektif. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan bahwa meskipun telah ada koordinasi dengan berbagai pihak terkait, masih dibutuhkan kajian lebih mendalam untuk menurunkan harga tiket pesawat secara signifikan.

Tingginya harga tiket pesawat berdampak negatif pada berbagai sektor, terutama pariwisata, yang mengalami penurunan minat dan daya beli wisatawan. Selain itu, sektor logistik dan perdagangan serta mobilitas masyarakat juga terhambat, yang mengarah pada kerugian tidak langsung di bidang pendidikan, bisnis, dan investasi. Beberapa faktor penyebab mahalnya harga tiket telah diidentifikasi, seperti tingginya harga avtur (bahan bakar pesawat) yang mencapai 38%—45% dari harga tiket, serta biaya pemeliharaan pesawat yang cukup besar. Ada juga masalah pajak berganda pada suku cadang pesawat yang didatangkan dari luar negeri.

Berbagai rekomendasi solusi telah diusulkan, seperti pemberian insentif fiskal untuk biaya avtur dan suku cadang pesawat, subsidi untuk biaya pelayanan jasa pendaratan dan ground handling, serta penghapusan pajak tiket pesawat. Meskipun telah banyak usulan dan kajian yang dilakukan, masyarakat masih menunggu langkah konkret untuk mengatasi masalah ini dengan melibatkan semua pihak terkait.



Yandex Lirik Indonesia: Peluang Baru di Infrastruktur Digital

Hairul Rizal 12 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), mengungkapkan bahwa perusahaan teknologi asal Rusia, Yandex, berencana untuk berinvestasi di Indonesia. Yandex tertarik untuk membangun infrastruktur digital, seperti pusat data (data center) dan menjajaki kolaborasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) serta pembinaan talenta digital. Meski nilai investasinya belum diumumkan, Nezar menilai minat ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menjanjikan.

Nezar menegaskan bahwa perusahaan asing, termasuk Yandex, harus mematuhi regulasi Indonesia jika ingin berinvestasi. Selain itu, ia menyebutkan bahwa Indonesia saat ini menjadi target investasi berbagai perusahaan global dari Rusia, China, Amerika, hingga Eropa.

Dalam upaya lain, Hokky Situngkir, Dirjen Aplikasi Informatika Komdigi, menyoroti langkah pemerintah dalam memberantas judi online. Hingga 9 November 2024, lebih dari 5,1 juta situs judi online telah berhasil diblokir oleh kementerian, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang aman.

PDIP Soroti Dugaan Intervensi Pejabat dalam Pilkada Serentak

Hairul Rizal 12 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Deddy Yevri Hanteru Sitorus, anggota DPR Komisi II dari Fraksi PDIP, menyampaikan adanya dugaan intervensi pejabat negara terhadap masyarakat dalam memilih pasangan calon tertentu pada Pilkada Serentak 2024. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Mendagri dan pejabat terkait di Jawa Tengah pada Senin (11/11), Deddy mengungkapkan bahwa 19 kasus telah dilaporkan ke Bawaslu, melibatkan 129 pemerintah desa, ASN, dan Aparat Penegak Hukum (APH) yang diduga melakukan tindakan tersebut.

Pernyataan Deddy ini merespons dukungan Presiden Prabowo Subianto terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi – Taj Yasin. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menilai bahwa pernyataan Istana mengenai dukungan Presiden sah dan sesuai aturan, mengingat peran Presiden sebagai pimpinan partai.

Kontroversi ini mencerminkan kekhawatiran terkait netralitas pejabat negara dalam proses demokrasi, yang menjadi perhatian utama menjelang Pilkada 2024.

Kapolri Tegas: Siap Pertaruhkan Jabatan untuk Berantas Judi Online

Hairul Rizal 12 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya dalam pemberantasan judi online, bahkan siap mempertaruhkan jabatannya jika terbukti menerima keuntungan dari praktik tersebut. Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI pada Senin (11/11), Listyo menegaskan bahwa seluruh anggota Polri juga diharuskan memiliki komitmen yang sama. Ia meminta anggota yang tidak mampu atau terindikasi terlibat segera mengundurkan diri.

Sejak 2020 hingga 2024, Polri berhasil menangkap 9.096 tersangka dari 6.386 kasus judi online, memblokir 68.108 situs, menindak 5.991 rekening, dan menyita aset senilai Rp861,8 miliar. Listyo mengungkapkan bahwa salah satu modus operandi sindikat judi online melibatkan penggunaan influencer, backlink situs pemerintah, dan promosi di media sosial.

Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya pemberantasan judi online yang menjadi prioritas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dengan Kapolri sebagai penanggung jawab utama. Pemberantasan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif judi online serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan sehat secara digital.

Instrumen Bank Sentral Tekan Daya Tarik Aset Lain

Hairul Rizal 12 Nov 2024 Kontan (H)
Bank Indonesia (BI) terus mengandalkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik likuiditas dari pasar uang. Per Oktober 2024, total nilai operasi moneter BI melonjak menjadi Rp 1,08 kuadriliun, naik signifikan dari Rp 763,48 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini terutama didorong oleh outstanding SRBI yang mencapai Rp 960,66 triliun, meningkat 638% dibandingkan Oktober 2023.

SRBI menarik perhatian berbagai institusi, termasuk bank, dana pensiun, dan asuransi. Direktur SME & Retail Funding BTN, Muhammad Iqbal, menyebut imbal hasil SRBI lebih menarik dibandingkan instrumen BI lainnya. BTN sendiri meningkatkan penempatan di SRBI menjadi Rp 57,56 triliun per Agustus 2024, naik dari Rp 43,32 triliun tahun lalu. Budi Sutrisno, Direktur Utama Dana Pensiun BCA, menilai SRBI sebagai alternatif yang kompetitif dibanding deposito, terutama dalam kondisi suku bunga tinggi.

Namun, ada dampak negatif dari penerbitan SRBI yang jumbo. Ekonom Indo Premier Sekuritas, Luthfi Ridho, mengkritik bahwa penyerapan likuiditas yang besar oleh SRBI berisiko memperketat likuiditas bank, tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) yang naik menjadi 86,91% per September 2024. Perbankan lebih memilih memarkir dana di SRBI yang aman ketimbang menyalurkan kredit, sehingga mengurangi multiplier effect ekonomi. Danan Dito, analis Pefindo, menambahkan bahwa SRBI juga mengurangi minat bank terhadap obligasi korporasi, dengan penyerapan turun menjadi Rp 107,04 triliun pada Oktober 2024.

Meskipun demikian, dengan imbal hasil yang mencapai 7,04% untuk tenor 12 bulan, SRBI tetap menjadi pilihan utama bagi investor. Namun, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, perlu kebijakan yang mendorong perbankan agar lebih aktif menyalurkan kredit, bukan sekadar memanfaatkan instrumen moneter seperti SRBI.

Kepercayaan Konsumen Merosot, Tabungan Terancam

Hairul Rizal 12 Nov 2024 Kontan
Momentum pilkada serentak yang diharapkan mendongkrak optimisme konsumen belum berhasil mengangkat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di awal kuartal IV-2024. Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), IKK Oktober 2024 turun ke level 121,1, terendah sejak Desember 2022. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini (IKE) dan ekspektasi enam bulan ke depan (IEK). Indeks penghasilan saat ini, pembelian barang tahan lama, serta ketersediaan lapangan kerja menjadi penyumbang utama pelemahan.

Meskipun konsumsi masyarakat meningkat dengan proporsi pengeluaran untuk konsumsi naik ke 74,5%, hal ini mengorbankan tabungan yang turun ke level 15%, terendah sejak Desember 2021. Hasil survei ASEAN Consumer Sentiment Study (ACSS) 2024 oleh UOB juga mencatat bahwa 76% responden di Indonesia khawatir terhadap kondisi keuangan mereka. Kecemasan ini mencakup kemampuan menabung (49%), memenuhi kebutuhan pokok (35%), dan merencanakan masa pensiun (28%).

Menurut Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Center of Reform on Economics (Core), penurunan optimisme konsumen ini mencerminkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi, yang dipengaruhi inflasi, ketidakpastian politik, dan dinamika pasar tenaga kerja. Yusuf menambahkan bahwa ekspektasi negatif terhadap ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha menunjukkan pesimisme masyarakat terhadap tantangan ekonomi ke depan, seperti ketatnya kebijakan moneter dan ketidakpastian global.

Untuk memulihkan keyakinan konsumen, Yusuf menekankan pentingnya sinyal kebijakan dari pemerintah. Langkah ini diperlukan agar masyarakat lebih percaya terhadap stabilitas ekonomi, khususnya menjelang akhir tahun yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi.

Investasi China Dorong Optimisme Pasar

Hairul Rizal 12 Nov 2024 Kontan
Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke China pada 8-10 November 2024 membawa dampak positif bagi investasi Indonesia, dengan total investasi yang berhasil diraih mencapai US$ 10,7 miliar atau sekitar Rp 156 triliun. Kunjungan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan bisnis antara emiten Indonesia dan perusahaan China, termasuk kerjasama PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan Envision Energy untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), serta kerjasama PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan Tencent Cloud dan Alibaba Cloud dalam penguatan infrastruktur komputasi awan.

Selain itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan GEM Co Ltd juga menjalin kolaborasi untuk pembangunan smelter nikel dengan teknologi HPAL di Sulawesi Tengah, yang akan meningkatkan produksi nikel untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik. Kerjasama ini menunjukkan potensi besar bagi emiten yang terlibat, dengan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan industri energi hijau dan teknologi di Indonesia.

Menurut Miftahul Khaer, analis Kiwoom Sekuritas, kunjungan Prabowo ini menjadi katalis yang menjanjikan bagi pertumbuhan emiten, terutama yang terlibat dalam sektor energi dan teknologi. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas juga menilai bahwa kerjasama ini bisa mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi, meski memerlukan waktu untuk terealisasi. Untuk itu, investor disarankan mencermati kinerja fundamental emiten-emiten yang terlibat, dengan rekomendasi akumulasi beli untuk GOTO dan trading buy untuk INCO.

Persaingan Ketat Emiten Farmasi Tingkatkan Kinerja

Hairul Rizal 12 Nov 2024 Kontan
Mayoritas emiten farmasi mencatatkan kinerja positif selama sembilan bulan pertama tahun 2024, dengan pertumbuhan laba bersih hingga dua digit. PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) mencatatkan kenaikan laba tertinggi sebesar 47,65% secara tahunan, sementara emiten farmasi lain seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) juga mengalami peningkatan signifikan. Sebaliknya, emiten farmasi BUMN masih tertekan akibat beban utang yang tinggi.

Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan produk kesehatan pasca pandemi, inovasi produk baru, dan ekspansi distribusi menjadi pendorong utama kinerja positif emiten farmasi. Selain itu, efisiensi operasional juga menjadi faktor penting, khususnya pada emiten seperti SIDO dan DVLA yang fokus pada peningkatan margin keuntungan.

Abdul Azis Setyo Wibowo, Researcher Kiwoom Sekuritas, menambahkan bahwa pertumbuhan volume penjualan menjadi motor utama laba bersih emiten farmasi. Ia juga mencatat bahwa meskipun fluktuasi rupiah dapat memengaruhi beban operasional, volume penjualan produk farmasi diperkirakan tetap tumbuh, terutama menjelang musim hujan dan libur akhir tahun.

Hendra dan Azis sama-sama melihat potensi positif dari stimulus pemerintah terhadap sektor kesehatan, yang dapat memberikan dukungan jangka panjang bagi emiten farmasi. Dalam hal investasi, Hendra merekomendasikan buy untuk KLBF dan TSPC, dengan target harga masing-masing Rp 1.770 dan Rp 2.850, serta buy on weakness untuk SIDO di Rp 520 dengan target Rp 625. Sementara itu, Azis merekomendasikan trading buy untuk TSPC dengan target harga Rp 2.760–Rp 2.770 per saham.

Industri Ayam Tunjukkan Tren Positif di Pasar

Hairul Rizal 12 Nov 2024 Kontan
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 11,3% menjadi Rp 2,38 triliun hingga September 2024, meskipun pendapatannya meningkat 5,49% yoy menjadi Rp 49,71 triliun. Penurunan laba terutama disebabkan oleh kenaikan biaya operasional dan rugi selisih kurs yang melonjak hingga 774% yoy, menurut Sarkia Adelia dari Panin Sekuritas. Selain itu, gross margin CPIN turun ke 12,1% akibat peningkatan biaya upah dan overhead.

Namun, segmen broiler tetap menunjukkan pertumbuhan pendapatan 8,2% yoy menjadi Rp 8,4 triliun pada kuartal III 2024, meski harga rata-rata unggas menurun. Segmen DOC dan feed juga mencatatkan pertumbuhan kuartalan, tetapi secara tahunan terkoreksi. Victor Stefani dan Wilastita Muthia dari BRI Danareksa menyebut penurunan margin operasional (OPM) menjadi 3,1% turut membebani laba CPIN.

Analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyoroti pertumbuhan penjualan terbatas dan peningkatan cost of revenue yang lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan. Meski demikian, Azis melihat peluang perbaikan pendapatan di kuartal IV 2024 karena potensi kenaikan harga ayam dan jagung akibat musim hujan.

Harga saham CPIN melemah 8,02% dalam tiga bulan terakhir, mencerminkan sentimen negatif dari penurunan laba. Namun, prospek ke depan tetap positif. Victor memproyeksikan pendapatan CPIN mencapai Rp 67,71 triliun dengan laba bersih Rp 3,46 triliun pada 2024, didukung oleh stabilisasi harga ayam dan kebijakan baru seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sarkia merekomendasikan buy CPIN dengan target harga Rp 5.600 per saham, sementara Victor memberikan target Rp 6.400 per saham. Azis lebih netral dengan target Rp 6.860, mengingat potensi pertumbuhan laba yang terbatas.

Pilihan Editor