;

Perombakan Direksi di Sejumlah BUMN

Yuniati Turjandini 21 Nov 2024 Tempo
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan kebijakan perombakan direksi di perusahaan pelat merah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam perjalanan suatu kepemimpinan. “Ya memang semua kepemimpinan, termasuk saya, pasti ada waktunya,” kata dia saat ditemui di kantor Kementerian BUMN pada Rabu, 20 November 2024. Ia menilai, kebaruan struktur kepemimpinan yang dilakukan secara berkala tidak menutup kemungkinan akan menjadi pintu keberlanjutan dari kebijakan yang sudah ditetapkan sebelumnya. “Jadi saya rasa ya semua lumrah lah. Memang pada waktunya jabatan direksi atau komisaris pasti bisa dapat diubah,” ucapnya.

Diketahui, pada 15 November 2024, Wamildan Tsani Pandjaitan yang sebelumnya memimpin Lion Air secara resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggantikan Irfan Saputra. Penunjukannya dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Tangerang.  Visi Misi Ganjar-Mahfud soal Program BUMN Unggul Dikritik, Pengamat Ungkit Khazanah dan Temasek Pada sambutannya pasca didaulat, Wamildan berkomitmen akan melakukan financial and operational review secara menyeluruh, mengakselerasi kinerja perusahaan, serta melakukan ekspansi jaringan dan peningkatan kualitas layanan. "Semua ini akan memperkuat reputasi Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang makin sehat," kata dia. 

Adapun, Erick Thohir menugaskan Wamildan untuk memetakan hasil restrukturisasi perusahaan penerbangan pelat merah tersebut yang telah berjalan sejak beberapa waktu sebelumnya. Bersamaan dengan itu, ia juga meminta Wamildan membuat laporan terbaru terkait langkah efisiensi pasca restrukturisasi. “Yang pasti saya bilang, sebagai dirut baru, tolong mapping-kan hasil restrukturisasi yang sudah berjalan sebelumnya, lalu progres daripada efisiensi yang harus berjalan setelah restrukturisasi, dan ke depan pengembangannya seperti apa,” tuturnya. (Yetede)

Program Makan Bersama Bergizi Gratis, KKP Sarankan untuk Dorong Produksi Ikan Lokal

Yuniati Turjandini 21 Nov 2024 Tempo
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Budi Sulistyo, mengatakan kegiatan makan bersama bergizi gratis yang dilakukan pada hari ini, untuk mendorong sektor produksi ikan lokal. Dia menjelaskan ikan yang menjadi menu dalam kegiatan itu merupakan hasil budi daya lokal. "Ikan yang di makan hari ini sangat beragam, kami juga mendorong ikan-ikan lokal sebetulnya, jadi masyarakat itu kan sudah punya referensi rasa," ujar Budi saat konferensi pers di Gedung Mina Bahari III, KKP pada Kamis, 21 November 2024.

Dalam penjelasan yang disampaikan, ia membeberkan jenis ikan yang menjadi menu makan bersama bergizi gratis. Budi mengatakan, ikan itu di antaranya yakni Cakalang, Nila, Patin hingga Gabus yang menjadi menu makanan dalam kegiatan tersebut. Kronologi Penangkapan Kapal Asing Sedot Pasir Laut di Batam, Pasir Dibawa ke Singapura "Yang paling banyak itu kalau tadi ada Cakalang, ada Layang, kemudian di daerah yang budi daya ada yang pakai Nila, Patin, ada Gabus, macam-macam hari ini," ucap dia. Menurut Budi, ikan yang dimakan dalam kegiatan makan bersama bergizi gratis itu, merupakan ikan yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Hal itu, lanjut dia, dengan melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menyediakan makan itu.

KKP Tangkap 6 Kapal Illegal FIshing, Salah Satunya Berbendera Malaysia "Itu ada ikan-ikan lokal yang sudah mulai mereka kenal dan dimasak oleh UMKM, mereka menyediakan bersama dengan guru," kata dia. KKP pun menggelar bakti sosial untuk mewujudkan program makan bergizi gratis. Ia mengatakan kegiatan tersebut juga untuk memperingati hari ikan nasional yang ke-11. "Nah, ini adalah momentum bagus bagi kami untuk mempromosikan produk perikanan mendukung program-program pemerintah sekarang dalam rangka swasembada, hilirisasi dan khususnya program makan bergisi gratis," ujar dia. (Yetede)


Langkah BI Menavigasi Kebijakan Moneter

Hairul Rizal 21 Nov 2024 Bisnis Indonesia (H)

Dinamika politik di Amerika Serikat, terutama setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden, telah menambah risiko bagi ekonomi global. Kebijakan yang cenderung proteksionis, seperti penerapan tarif impor yang lebih tinggi dan pemotongan pajak domestik, memicu penguatan dolar AS dan menekan nilai tukar rupiah. Kondisi ini membuat Bank Indonesia (BI) memilih untuk mengubah arah kebijakan moneternya, dengan lebih memfokuskan pada stabilitas nilai tukar rupiah. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga acuan kini semakin terbatas, mengingat ketidakpastian global yang semakin tinggi.

BI telah mempertahankan BI Rate di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG), meskipun ada potensi penurunan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan terjadi pada 2025. Namun, dengan tekanan dari penguatan dolar AS dan volatilitas yang meningkat, BI lebih mengutamakan kebijakan yang dapat memperkuat stabilitas rupiah. Hal ini semakin penting mengingat rupiah yang mendekati level Rp16.000 per dolar AS.

Ekonom dari Bahana Sekuritas, Satria Sambijantoro, berpendapat bahwa kemungkinan pemangkasan BI Rate pada tahun ini sudah sangat kecil, kecuali ada penurunan signifikan pada indeks dolar dan imbal hasil US Treasury. Di sisi lain, kalangan bankir menyebut bahwa penurunan suku bunga BI pada bulan September belum memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan kredit perbankan, dan stabilitas suku bunga saat ini memberikan kepastian bagi pasar.

Secara keseluruhan, meskipun BI masih memiliki ruang untuk pelonggaran kebijakan, fokus utama kini adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global yang terus berkembang.



Efektivitas Transmisi Kebijakan Moneter Masih Ditunggu

Hairul Rizal 21 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS membawa dampak signifikan terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Kebijakan proteksionis Trump yang fokus pada kepentingan domestik meningkatkan ketidakpastian pasar global, menyebabkan penguatan indeks dolar AS dan melemahnya rupiah terhadap dolar. Kebijakan fiskal ekspansif Trump, seperti pemotongan pajak dan belanja infrastruktur, berpotensi memicu inflasi di AS dan mendorong kenaikan suku bunga oleh The Fed, yang bisa menarik arus modal asing keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini menambah tekanan pada rupiah dan meningkatkan risiko inflasi serta ketidakstabilan ekonomi domestik. Bank Indonesia (BI) harus hati-hati dalam kebijakan moneter, mempertahankan suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar, sembari memastikan pertumbuhan ekonomi domestik. Ke depan, BI perlu memperkuat kebijakan makroprudensial dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk menghadapai ketidakpastian global yang terus berkembang.



Pemerintah Hadapi Dua Pilihan Strategis

Hairul Rizal 21 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Pemerintah Indonesia berencana untuk menurunkan tarif tiket pesawat udara selama periode puncak Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dengan mengurangi Tarif Batas Atas (TBA) sebesar 10% atau menghapus fuel surcharge. Namun, Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja, mengingatkan bahwa maskapai penerbangan saat ini menghadapi kondisi finansial yang sulit, dengan kerugian yang disebabkan oleh biaya operasional yang lebih tinggi dari pendapatan. Untuk itu, Denon meminta pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pendukung, seperti penurunan biaya di bandara, penghapusan pajak PPN pada tiket dan bahan bakar, serta penyesuaian harga avtur sesuai MOPS. Denon berharap kebijakan ini dapat menjaga kelangsungan bisnis maskapai dan konektivitas transportasi udara. Sementara itu, Kementerian Perhubungan melalui juru bicaranya, Elba Damhuri, menegaskan bahwa keputusan terkait penurunan harga tiket masih dalam pembahasan internal Satuan Tugas (Satgas) Penurunan Harga Tiket Pesawat dan belum ada target atau besaran pasti penurunan harga tiket.




Biaya Besar untuk Menghubungkan Listrik Antarpulau

Hairul Rizal 21 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Komitmen pemerintah Indonesia dalam mempercepat transisi energi menuju penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan pembangunan infrastruktur super-grid dan sistem penyimpanan energi yang semakin efisien. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa pembangunan super-grid atau jaringan transmisi interkoneksi antar pulau membutuhkan investasi sekitar Rp400 triliun selama 10 tahun mendatang. Super-grid ini diharapkan menjadi solusi untuk pemerataan distribusi listrik, terutama dalam memanfaatkan potensi EBT yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia. Dengan pembangunan transmisi yang mencakup lebih dari 50.000 km sirkuit, baik untuk interkoneksi antar pulau maupun antar wilayah di pulau yang sama, proyek ini diharapkan mendukung transisi Indonesia menuju net zero emission pada 2060.

Dalam upaya mencapai target ini, Yuliot Tanjung menambahkan bahwa Indonesia perlu bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri, badan usaha milik negara (BUMN), serta negara-negara ASEAN dan perusahaan multinasional untuk mengembangkan super-grid dan memastikan tercapainya target transmisi yang ditetapkan.

Di sisi lain, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa PLN dan Kementerian ESDM tengah melakukan modeling untuk memastikan kebutuhan listrik Indonesia dari pembangkit EBT sebesar 75 gigawatt (GW) pada tahun 2040 dapat terpenuhi. Untuk mencapai target tersebut, PLN berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan ESDM, dan menekankan pentingnya Battery Energy Storage System (BESS) untuk mengatasi fluktuasi energi terbarukan yang bergantung pada kondisi alam. Darmawan juga menyebutkan bahwa harga energi terbarukan semakin murah, dengan biaya BESS yang semakin kompetitif, yang akan mendukung pengembangan EBT lebih lanjut.

Secara keseluruhan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan PLN berfokus pada pembangunan infrastruktur energi yang terbarukan dan berkelanjutan, guna mendukung kebutuhan listrik masa depan, mempercepat transisi energi, dan mencapai target pengurangan emisi karbon.



Dorong Ekspor Nonkomoditas untuk Diversifikasi Ekonomi

Hairul Rizal 21 Nov 2024 Bisnis Indonesia

Upaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) di bawah kepemimpinan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam mengatasi tantangan ekspor dan impor Indonesia. Dalam menghadapi ketidakpastian pasar global dan fluktuasi harga komoditas, Budi Santoso menekankan pentingnya peningkatan ekspor nonkomoditas, dengan fokus pada sektor industri dan produk bernilai tambah, serta mempertahankan momentum pertumbuhan ekspor sektor pertanian yang meskipun kecil, memberikan sinyal positif bagi diversifikasi ekspor Indonesia. Ekspor sektor industri, yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan meskipun sektor pertambangan dan migas terdampak oleh tantangan global.

Namun, Budi juga mengakui bahwa Indonesia masih bergantung pada impor untuk mendukung produksi dan investasi, terutama impor bahan baku dan barang modal yang menunjang aktivitas industri domestik. Meski demikian, ketergantungan pada impor barang konsumsi juga mengalami kenaikan, yang menunjukkan adanya tantangan dalam menekan impor barang konsumsi.

Di sisi lain, pemerintah menghadapi masalah serius terkait dengan banjir impor ilegal, khususnya dalam sektor tekstil. Dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Budi Santoso mendapat sorotan tajam terkait efektivitas Satgas Pengawasan Barang Impor Ilegal yang dibentuk untuk menanggulangi masalah ini. Meski telah melakukan penyitaan terhadap barang-barang ilegal, seperti 90.000 rol kain tekstil ilegal asal China, DPR mempertanyakan mengapa impor ilegal masih terus membanjiri pasar Indonesia. Anggota DPR, seperti Darmadi Durianto dan Amin, menilai bahwa regulasi yang diterbitkan Kemendag sering berubah-ubah, dan hal ini menyebabkan kebingungan serta ketidakefektifan dalam pengawasan.

Menteri Budi Santoso menjelaskan bahwa tindakan penyitaan barang-barang ilegal dilakukan karena tidak memenuhi syarat administratif yang ditetapkan, dan ia berjanji akan terus berkoordinasi dengan tim Satgas untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, ia juga menyadari perlunya kebijakan yang lebih stabil dan lebih terkoordinasi agar dapat mengurangi ketergantungan pada impor serta mengatasi penyelundupan barang ilegal yang merugikan industri domestik.

Secara keseluruhan, meskipun Kemendag berupaya memperkuat ekspor nonkomoditas dan mengurangi ketergantungan pada impor, tantangan yang dihadapi, terutama terkait dengan impor ilegal dan ketidaktepatan regulasi, masih menjadi hambatan besar dalam menjaga stabilitas perekonomian Indonesia.



Kebijakan Pajak Baru Perberat Beban Masyarakat

Hairul Rizal 21 Nov 2024 Kontan
Kebijakan pajak yang akan diterapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak pada tahun depan diprediksi akan memperberat beban masyarakat. Salah satu kebijakan utama adalah kenaikan tarif PPN dari 11% menjadi 12%, yang diperkirakan akan meningkatkan beban pajak sebesar 9%. Selain itu, tarif PPN untuk kegiatan membangun rumah sendiri (KMS) juga akan naik menjadi 2,4%, yang menambah biaya bagi mereka yang ingin membangun rumah.

Kemudian, wajib pajak UMKM juga akan terkena dampak kebijakan baru, di mana mereka tidak lagi bisa menikmati tarif PPh final 0,5%, dan akan beralih ke tarif normal pada 2025. Selain itu, skema Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk perhitungan PPh 21 yang telah diterapkan pada 2024 telah menimbulkan keluhan dari masyarakat, khususnya terkait pengurangan gaji dan bonus yang diterima, yang mengurangi daya beli.

Wahyu Nuryanto, Direktur Eksekutif MUC Tax Research, menyebutkan bahwa kenaikan tarif PPN dapat meningkatkan beban sosial, sementara Ariawan Rahmat, Direktur Eksekutif IEF Research Institute, menyatakan bahwa hal ini bisa menurunkan konsumsi barang dan jasa, yang berpotensi menyebabkan penurunan produksi dan PHK. Yusuf Rendy Manilet dari CORE Indonesia menyoroti bahwa tarif PPN untuk KMS akan lebih membebani masyarakat yang ingin membangun rumah.

Kebijakan ini berpotensi menahan konsumsi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi, karena semakin tinggi pajak yang dikenakan kepada masyarakat, semakin besar dampaknya pada daya beli. Ditjen Pajak sendiri menyatakan akan mengevaluasi skema TER untuk memperbaiki kebijakan ini.

Saham Grup Bakrie Tetap Menarik Perhatian Investor

Hairul Rizal 21 Nov 2024 Kontan
Saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Bakrie mencatatkan kinerja yang sangat positif sepanjang tahun ini, dengan BRMS dan DEWA menjadi motor penggerak utama. Saham BRMS terbang 155,29%, sementara DEWA melonjak 103,33%. Selain itu, BUMI juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 72,94%. Emiten terbaru grup Bakrie, ALII, juga menunjukkan performa yang baik sejak IPO pada Februari 2024.

Kenaikan harga saham ini dipengaruhi oleh ekspektasi fundamental yang kuat, prospek proyek masa depan, dan konsolidasi grup, termasuk masuknya Grup Salim sebagai pemegang saham utama. Angga Septianus, Community Lead di Indo Premier Sekuritas (IPOT), mencatat bahwa proyeksi prospek emiten grup Bakrie, seperti BRMS, BUMI, dan DEWA, menarik perhatian pasar.

Selain itu, faktor eksternal seperti kenaikan harga komoditas, terutama batubara dan energi, juga berperan besar dalam mendorong kenaikan saham emiten Bakrie. Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, menilai lonjakan saham ini juga didorong oleh optimisme pasar terkait proyek-proyek baru yang dikembangkan, meskipun ada elemen spekulatif yang mempengaruhi pergerakan saham.

Namun, meski sentimen positif mendukung kenaikan saham, Hendra menegaskan bahwa emiten grup Bakrie perlu langkah konkret untuk memperkuat kinerja keuangan mereka. Dengan strategi yang tepat, seperti perbaikan struktur utang dan pengembangan proyek smelter, prospek jangka panjang masih terbuka lebar.

RI Bahas Kemiskinan dan Kelaparan pada KTT G20

Yoga 20 Nov 2024 Kompas (H)

Presiden Prabowo menekankan komitmen mengatasi kemiskinan dan kelaparan dalam KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, Senin (18/11) waktu setempat. Untuk mengatasi kedua tantangan tersebut juga diperlukan perdamaian dan stabilitas. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi pertama KTT G20 yang mengangkat tema ”Fight againstHunger and Poverty”. Sebelumnya, Presiden menghadiri peluncuran Global Alliance against Hunger and Poverty di Museum of Modern Art (MAM) Rio de Janeiro. Peluncuran itu dipimpin Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Lula menyerukan aksi global mengatasi kelaparan dan kemiskinan global. Ia menyoroti ketimpangan sosial di dunia. Pada 2024, sebanyak 733 juta orang masih kekurangan gizi. Padahal, dunia memproduksi 6 miliar ton makanan per tahun.

”Kelaparan adalah ekspresi biologis dari pe nyakit sosial,” kata Lula, mngutip ilmuwan Brasil, Josué de Castro. Lula menyampaikan, aliansi itu bertujuan membangun rekomendasi internasional, kebijakan publik yang efektif, dan sumber pendanaan yang berkelanjutan. Saat ini, aliansi tersebut didukung 81 negara, 26 organisasi internasional, 9 lembaga keuangan, serta berbagai yayasan dan organisasi nonpemerintah. ”Aliansi ini lahir di G20, tetapi tujuannya bersifat global,” ucapnya. Dalam pidato di sesi pertama KTT G20, Presiden Prabowo mengapresiasi pilihan Lula untuk menekankan kemiskinan dan kelaparan sebagai focus pembahasan. Sebab, hal itu adalah masalah yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia, yang disebut Prabowo masih memiliki 25 % anak yang kurang gizi setiap hari.

Isu kemiskinan dan kelaparan ini, menurut Prabowo, membawa keterpilihannya sebagai presiden. Karena itu, Indonesia mengalokasikan bagian besar dari APBN untuk pendidikan dan makan bergizi gratis untuk anak. ”Saya percaya pendidikan akan membawa kita keluar dari kemiskinan. Pendidikan akan membawa kehidupan yang lebih baik. Makan gratis untuk anak-anak juga bagian vital dari strategi kami. Ini bagian untuk memperkuat anak-anak muda kami supaya bisa menerima pendidikan,” tuturnya. Prabowo pun meyakini dapat mengatasi kekurangan pangan dalam tiga tahun, mencapai kemandirian pangan dalam empat tahun, serta bisa berkontribusi pada aliansi global untuk melawan kemiskinan dan kelaparan dalam lima tahun. (Yoga)


Pilihan Editor