Efektivitas Transmisi Kebijakan Moneter Masih Ditunggu
Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS membawa dampak signifikan terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia. Kebijakan proteksionis Trump yang fokus pada kepentingan domestik meningkatkan ketidakpastian pasar global, menyebabkan penguatan indeks dolar AS dan melemahnya rupiah terhadap dolar. Kebijakan fiskal ekspansif Trump, seperti pemotongan pajak dan belanja infrastruktur, berpotensi memicu inflasi di AS dan mendorong kenaikan suku bunga oleh The Fed, yang bisa menarik arus modal asing keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini menambah tekanan pada rupiah dan meningkatkan risiko inflasi serta ketidakstabilan ekonomi domestik. Bank Indonesia (BI) harus hati-hati dalam kebijakan moneter, mempertahankan suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar, sembari memastikan pertumbuhan ekonomi domestik. Ke depan, BI perlu memperkuat kebijakan makroprudensial dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk menghadapai ketidakpastian global yang terus berkembang.
Tags :
#MoneterPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023