KEWAJIBAN BER-NPWP & NIK E-COMMERCE, Menyoal Konsistensi Pemerintah untuk Berlaku Adil
B. Wiyono
18 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Ibarat pepatah, layu sebelum berkembang, begitu nasib kebijakan perpajakan bagi pelaku e-commerce yang dirilis pemerintah akhir tahun lalu. Kendati kebijakan ini baru diterapkan April 2019, pemerintah sepertinya tak kuasa menahan gempuran dari pelaku e-commerce untuk “menggugurkan” sejumlah klausul, salah satunya mengenai kewajiban pemberitahuan NPWP atau NIK bagi merchant atau pedagang, dalam beleid yang masih berusia seumur jagung itu. Padahal, kewajiban untuk memberitahukan NPWP menjadi sangat strategis dalam berbagai aspek mulai dari mewujudkan ekosistem bisnis yang sehat dan administrasi perpajakan yang lebih adil bagi pelaku usaha konvensional maupun online. Selain itu, kebijakan ini juga bisa menjadi salah satu media untuk memastikan kepatuhan mereka terhadap kewajiban perpajakan. Harus diakui bahwa para pelaku usaha konvensional yang sebelumnya mengapresiasi keputusan pemerintah tersebut, mulai mempertanyakan sekaligus ragu dengan keseriusan pemerintah dalam memberikan kepastian serta kesetaraan dalam perlakuan perpajakan.
Pasokan Ketat, Harga Batu Bara Menghangat
B. Wiyono
18 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Harga batu bara berhasil berbalik positif dan bergerak pada zona hijau serta berpotensi untuk melanjutkan reli penguatan seiring dengan proyeksi mengetatnya pasokan. Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan, melonjaknya harga batu bara tertopang oleh sentimen pengetatan regulasi keselamatan aktivitas tambang batu bara China akibat kecelakaan penambangan. Akibatnya, pasar mengindikasikan adanya penurunan jumlah pasokan batu bara dunia. Deddy mengatakan, dengan sentimen dan kondisi permintaan dan pasokan saat ini, harga batu bara diprediksi tetap menguat pada kuartal I/2019.
Sumber Daya Air, Tahun Ini Lelang Bendungan Rp3 Triliun
B. Wiyono
18 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi mengatakan bahwa sampai dengan 2023, total investasi untuk pembangunan bendungan mencapai Rp70 triliun. Tahun ini untuk bendungan total investasinya sekitar Rp3 triliun seluruh Indonesia. Kementerian PUPR menargetkan penyelesaian pembangunan sebanyak 14 bendungan.
Ekspansi Perbankan, Pemodal Korea Selatan Kian Menggurita
B. Wiyono
18 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Pemodal asal Korea Selatan terus menunjukkan agresivitasnya di industri perbankan nasional. Hingga kini tercatat ada lima bank asal Negeri Gingseng yang membenamkan duit di Indonesia. Kelima lembaga itu adalah KEB Hana Bank, Woori Bank Korea, Shinhan Bank, Apro Financial Ltd, dan terbaru Industrial Bank of Korea (IBK) mengukuhkan diri sebagai pengendali PT Bank Agris Tbk. Bank yang dikelola pemerintah Korea Selatan atau Korsel tersebut telah mengambil 95,79% kepemilikan saham Bank Agris dari pemodal asal Thailand, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,15 triliun. IBK merupakan bank asing pertama di Indonesia yang memperoleh izin akuisisi dua bank saat bersamaan.
Bisnis Dana Kelolaan, Commonwealth Agresif Incar Nasabah Kaya
B. Wiyono
18 Jan 2019 Bisnis Indonesia
PT Bank Commonwealth agresif mengincar nasabah berkantong tebal. Perseroan pun membidik pertumbuhan sebesar 50% pada tahun ini. Head of Wealth Management & Client Growht Bank Commonwealth Ivan Jaya menyebutkan bahwa nasabah premier banking menyumbang sebanyak 5% dari total nasabah dengan profitablitas 70%. Ivan mengatakan, pertumbuhan nasabah tersebut pun akan ikut mendongkrak dana kelolaan bisnis dana kelola (wealth management). Tahun ini, diperkirakan profitabilitas perseroan naik sekitar 20% secara year on year(yoy). Menurutnya, sepanjang 2018, pertumbuhan wealth management cenderung lambat. Hingga akhir tahun, Commonwealth menghimpun dana kelolaan hampir Rp30 triliun atau naik sekitar 5% yoy.
Menteri Utak-Atik Biaya Bandara dan Harga Avtur
Ayu Dewi
17 Jan 2019 Republika
Pemerintah sedang mencari celah untuk menurunkan biaya operasional maskapai penerbangan. Sejumlah maskapai terpaksa mengerek tarif karena tingginya biaya operasional, salah satunya untuk pembelian avtur (aviaton turbin fuel). Menteri BUMN Rini Soemarno tak menampik bahwa harga avtur di Indonesia lebih tinggi dibandingkan beberapa negara.
Gerai Central Departement Store Tutup
Ayu Dewi
17 Jan 2019 Kompas
PT Central Retail Indonesia mengkonfirmasi akan menutup satu gerai Central Departement Store pada bulan depan. Peritel fesyen asal Negeri Gajah Putih tersebut akan menutup gerai di NeoSoho pada 18 Februari 2019 mendatang. Tren belanja yang bergeser membuat perusahaan mengubah strategi bisnis.
Akuisisi Bank : BCA Incar Private Company
Ayu Dewi
17 Jan 2019 Bisnis Indonesia
PT Bank Central Asia Tbk memberikan sinyal bahwa bank kecil yang mau diakuisisi bukan perusahaan yang terdaftar di lantai bursa atau private company. Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja mengungkapkan banyak masyarakat tertipu rumor mengenai rencana akuisisi. Seperti diketahui, dua nama bank kecil yang berstatus sebagai perusahaan publik sempat disebut-sebut sebagai incaran BCA, yakni PT Bank Ganesha Tbk dan PT Bank Agris Tbk. Jahja menuturkan, perseroan juga masih terus berkoordinasi dengan otoritas mengenai perkembangan rancana akuisisi. Perseroan juga sempat menyebut persoalan harga yang membuat proses akuisisi menjadi lama. Budget yang tersedia untuk membeli bank sekitar Rp 4 trilun. Dana tersebut dapat dipastikan tidak akan cukup untuk mengakuisisi bank dengan modal inti lebih dari 5 triliun.
Pendanaan Perusahan Rintisan : Pemodal Global Berburu Saham Dagang-el
Ayu Dewi
17 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Investasi oleh Mirae Asset dan Naver asal Korea Selatan ke Bukalapak memperpanjang daftar investor dibalik perusahaan dagang-el Indonesia. Reuters mengutip Mirae Asset menyebut nilai investasi yang dikucurkan ke Bukalapak mencapai US$50 juta atau sekitar Rp 700 miliar. Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid menjelaskan bahwa pendanaan dari Mirae Asset Naver Asia Growth Fund adalah investasi yang berdiri sendiri, bukan bagian dari ronde pendanaan.
Bukalapak, dalam siaran persnya menyebutkan tiga pemegang saham utama perusahaan, yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), Ant Financial, dan GIC Singapura. Pesaing utama Bukalapak, Tokopedia juga didukung oleh sederet investor besar global. Alibaba Group yang secara tidak langsung terafiliasi dengan Bukalapak melalui Ant Financial, adalah investor utama dalam ronde pendanaan senilai US$ 1,1 miliar pada Agustus 2017.Perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma itu kembali terlibat pendanaan senilai US$ 1,1 miliar dengan Softbank Vison Fund sebagai sumber utama yang diumumkan Tokopedia pada Desember 2018. Investor utama lain Tokopedia adalah Sequoia Capital.
Para investor besar dibalik Tokopedia dan Bukalapak akan mendukung kedua perusahaan bertarung memperebutkan dominasi dalam bisnis penyediaan infrastruktur perdagangan bagi pedagang luring dan daring yang dikenal dengan nama online to offline. CEO dan founder Bukalapak Ahmad Zaky mengatakan bahwa Bukalapak akan menginvestasaikan dana senilai Rp 1 triliun untuk mengembangkan bisnis O2O yang diberi nama Mitra Bukalapak. Dia menjelaskan Bukalapak fokus membangun ekosistem bisnis daring, padahal pasar daring di Indonesia masih memiliki porsi yang sangat kecil dibandingkan dengan pasar luring. Jumlah masyarakat yang telah bertransaksi secara daring baru mencapai 3%-4% dari total penduduk Indonesia.
Bukalapak, dalam siaran persnya menyebutkan tiga pemegang saham utama perusahaan, yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), Ant Financial, dan GIC Singapura. Pesaing utama Bukalapak, Tokopedia juga didukung oleh sederet investor besar global. Alibaba Group yang secara tidak langsung terafiliasi dengan Bukalapak melalui Ant Financial, adalah investor utama dalam ronde pendanaan senilai US$ 1,1 miliar pada Agustus 2017.Perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma itu kembali terlibat pendanaan senilai US$ 1,1 miliar dengan Softbank Vison Fund sebagai sumber utama yang diumumkan Tokopedia pada Desember 2018. Investor utama lain Tokopedia adalah Sequoia Capital.
Para investor besar dibalik Tokopedia dan Bukalapak akan mendukung kedua perusahaan bertarung memperebutkan dominasi dalam bisnis penyediaan infrastruktur perdagangan bagi pedagang luring dan daring yang dikenal dengan nama online to offline. CEO dan founder Bukalapak Ahmad Zaky mengatakan bahwa Bukalapak akan menginvestasaikan dana senilai Rp 1 triliun untuk mengembangkan bisnis O2O yang diberi nama Mitra Bukalapak. Dia menjelaskan Bukalapak fokus membangun ekosistem bisnis daring, padahal pasar daring di Indonesia masih memiliki porsi yang sangat kecil dibandingkan dengan pasar luring. Jumlah masyarakat yang telah bertransaksi secara daring baru mencapai 3%-4% dari total penduduk Indonesia.
Grab dan ZhongAn Rambah Bisnis Asuransi Digital
Ayu Dewi
17 Jan 2019 Investor Daily
Grab Holdings Inc dan ZhongAn Online P&C Insurance Co Ltd (ZA Insurance) mengumumkan rencana pembentukan usaha patungan (joint venture/JA) untuk memasuki sektor bisnis distribusi asuransi digital di Asia Tenggara. ZA Insurance menugaskan anak usahanya, ZhongAn Technologies International Group Limited (ZA International) dalam kerjasama tersebut. Rencanya, platform usaha patungan itu diluncurkan di Singapura pada paruh pertama 2019 sebelum diluncurkan di negara-negara lain.



