[Opini] Mengontrol Ekonomi Lewat Jalan Tol
28 Jan 2019
Kontan
oleh: Meidiawan Cesarian Syah (pegawai DJP)
Peresmian tujuah ruas tol TransJawa disambut gembira sekaligus pertanyaan miring. Pertama, jalan tol identik dengan orang berduit. Kedua, imbas bagi usaha kecil. Ketiga, keraguan tentang kemampuan Tol TransJawa mengungkit pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah bisa membuat biaya jalan tol yang lebih tinggi untuk kendaraan golongan I dan II, lalu mengalokasikan kenaikannya untuk membayar subsidi moda kereta api. Hal ini akan mendorong pengemudi mobil pribadi berpindah ke sarana transportasi massal, yaitu bus dan kereta api. Selain itu, pelaku usaha juga akan terdorong memanfaatkan moda kereta api dalam pengiriman barang. Sehingga, biaya logistik akan lebih kecil dan harga barang kian terjangkau.
Bagi pelaku usaha kecil, pemerintah dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan BUMN untuk menawarkan warga sekita jalan tol memiliki kios di jalur tol. Hal ini lebih memberdayakan masyarakat dibandingkan dengan kesempatan kepada waralaba.
Pemerintah juga perlu mengimbangi keberadaan tol dengan aturan yang mengurangi biaya eksternalitas, misalnya tarif tol sesuai emisi karbon kendaraan.
Peresmian tujuah ruas tol TransJawa disambut gembira sekaligus pertanyaan miring. Pertama, jalan tol identik dengan orang berduit. Kedua, imbas bagi usaha kecil. Ketiga, keraguan tentang kemampuan Tol TransJawa mengungkit pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah bisa membuat biaya jalan tol yang lebih tinggi untuk kendaraan golongan I dan II, lalu mengalokasikan kenaikannya untuk membayar subsidi moda kereta api. Hal ini akan mendorong pengemudi mobil pribadi berpindah ke sarana transportasi massal, yaitu bus dan kereta api. Selain itu, pelaku usaha juga akan terdorong memanfaatkan moda kereta api dalam pengiriman barang. Sehingga, biaya logistik akan lebih kecil dan harga barang kian terjangkau.
Bagi pelaku usaha kecil, pemerintah dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan BUMN untuk menawarkan warga sekita jalan tol memiliki kios di jalur tol. Hal ini lebih memberdayakan masyarakat dibandingkan dengan kesempatan kepada waralaba.
Pemerintah juga perlu mengimbangi keberadaan tol dengan aturan yang mengurangi biaya eksternalitas, misalnya tarif tol sesuai emisi karbon kendaraan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023