;

Tak Paksa Selebgram Bayar Pajak

Budi Suyanto 18 Jan 2019 Kontan
Profesi sebagai social media influencer seperti selebgram, youtuber, vlogger dan lainnya terbukti menghasilkan pendapatan yang besar. Namun DJP tidak tidak akan mengeluarkan kebijakan khusus untuk mengejar target pajak dari influencer. DJP lebih mengedepankan sosialisasi dan konsultasi untuk menumbuhkan kesadaran pajak masyarakat, termasuk influencer.
Penghasilan selebgram memang dasyat. Seperti contoh, youtuber Ria Ricis alias Ria Yunita bisa mendapatkan penghasilan ratusan juta per bulan dari Youtube. Dari profesi yang digeluti sejak 2015, Ria mampu beli rumah mewah di Kebagusan, Jakarta Selatan.

<em>E-Commerce</em> Dukung Toko Fisik

Ayu Dewi 18 Jan 2019 Republika
Perusahaan e-commerce tak sepakat dianggap sebagai biang keladi atas tutupnya toko-toko ritel di Indonesia. Corporate Communication Manager Bukalapak Evi Andarini mengatakan bahwa keberadaan niaga daring bisa memudahkan toko konvesional untuk memperluas akses pasar. Bukalapak saat ini telah menjalin kerjasama dengan banyak jenama resmi. Produk-produk dari perusahaan ritel ternama dijual di BukaMall. Bagi pemilik produk bisa mendapatkan banyak pembeli karena ada lebih dari 50 juta pengguna Bukalapak. Direktur Shopee Indonesia Christin Djuarto menambahkan bahwa tantangan bagi pelaku industri yaitu bisa memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Pengelola ritel belanja Sogo (PT Panen Lestari Internusa) meminta pemerintah dapat memberikan perlakuan adil terhadap gerai ritel konvensional dan niaga daring. Terkait perhitungan pajak, peritel besar dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga 20% di setiap meter persegi lahan toko. Dengan kontribusi besar menyediakan lapangan kerja, peritel justru mendapat sedikit perlindungan. Managing Director Panen Lestari Internusa, Handaka Santosa juga berharap pemerintah merevisi batas pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN) atau value added tax (VAT) refund.

Gesekan Kartu Debit Diproyeksi Tidak Sebanyak Tahun Lalu

Budi Suyanto 18 Jan 2019 Kontan
Meski persaingan sistem pembayaran makin sengit, bankir masih optimistis transaksi menggunakan kartu debit masih bertumbuh pada tahun ini. Kondisi ekonomi dan maraknya pembayaran via digital menekan transaksi debit di mesin EDC. Meskipun demikian, data transaksi berbagai bank meunjukkan pertumbuhan transaksi debit, terutama untuk transaksi e-commerce.

Pasar Ekonomi DIgital, Aplikasi Semakin Seksi

B. Wiyono 18 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Penetrasi ponsel pintar yang semakin luas membuat penduduk Indonesia semakin rajin mengunduh aplikasi digital. Perubahan gaya hidup ini mendorong kelahiran bisnis berbasis aplikasi di Tanah Air dan menciptakan perusahaan-perusahaan digital bervaluasi miliaran dolar yang biasa disebut unicorn. Dua aplikasi asli milik dua perusahaan teknologi dengan valuasi paling tinggi di Tanah Air yakni Gojek dan Tokopedia berhasil menembus 10 besar aplikasi, dengan jumlah pengguna bulanan paling tinggi. Saat ini, perkembangan bisnis berbasis aplikasi di Indonesia sangat pesat, ditandai dengan kelahiran empat perusahaan teknologi bervaluasi di atas US$1 miliar yaitu Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

KEWAJIBAN BER-NPWP & NIK E-COMMERCE, Menyoal Konsistensi Pemerintah untuk Berlaku Adil

B. Wiyono 18 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Ibarat pepatah, layu sebelum berkembang, begitu nasib kebijakan perpajakan bagi pelaku e-commerce yang dirilis pemerintah akhir tahun lalu. Kendati kebijakan ini baru diterapkan April 2019, pemerintah sepertinya tak kuasa menahan gempuran dari pelaku e-commerce untuk “menggugurkan” sejumlah klausul, salah satunya mengenai kewajiban pemberitahuan NPWP atau NIK bagi merchant atau pedagang, dalam beleid yang masih berusia seumur jagung itu. Padahal, kewajiban untuk memberitahukan NPWP menjadi sangat strategis dalam berbagai aspek mulai dari mewujudkan ekosistem bisnis yang sehat dan administrasi perpajakan yang lebih adil bagi pelaku usaha konvensional maupun online. Selain itu, kebijakan ini juga bisa menjadi salah satu media untuk memastikan kepatuhan mereka terhadap kewajiban perpajakan. Harus diakui bahwa para pelaku usaha konvensional yang sebelumnya mengapresiasi keputusan pemerintah tersebut, mulai mempertanyakan sekaligus ragu dengan keseriusan pemerintah dalam memberikan kepastian serta kesetaraan dalam perlakuan perpajakan.

Pasokan Ketat, Harga Batu Bara Menghangat

B. Wiyono 18 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Harga batu bara berhasil berbalik positif dan bergerak pada zona hijau serta berpotensi untuk melanjutkan reli penguatan seiring dengan proyeksi mengetatnya pasokan. Analis Asia Tradepoint Futures Deddy Yusuf Siregar mengatakan, melonjaknya harga batu bara tertopang oleh sentimen pengetatan regulasi keselamatan aktivitas tambang batu bara China akibat kecelakaan penambangan. Akibatnya, pasar mengindikasikan adanya penurunan jumlah pasokan batu bara dunia. Deddy mengatakan, dengan sentimen dan kondisi permintaan dan pasokan saat ini, harga batu bara diprediksi tetap menguat pada kuartal I/2019.

Sumber Daya Air, Tahun Ini Lelang Bendungan Rp3 Triliun

B. Wiyono 18 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi mengatakan bahwa sampai dengan 2023, total investasi untuk pembangunan bendungan mencapai Rp70 triliun. Tahun ini untuk bendungan total investasinya sekitar Rp3 triliun seluruh Indonesia. Kementerian PUPR menargetkan penyelesaian pembangunan sebanyak 14 bendungan.

Ekspansi Perbankan, Pemodal Korea Selatan Kian Menggurita

B. Wiyono 18 Jan 2019 Bisnis Indonesia
Pemodal asal Korea Selatan terus menunjukkan agresivitasnya di industri perbankan nasional. Hingga kini tercatat ada lima bank asal Negeri Gingseng yang membenamkan duit di Indonesia. Kelima lembaga itu adalah KEB Hana Bank, Woori Bank Korea, Shinhan Bank, Apro Financial Ltd, dan terbaru Industrial Bank of Korea (IBK) mengukuhkan diri sebagai pengendali PT Bank Agris Tbk. Bank yang dikelola pemerintah Korea Selatan atau Korsel tersebut telah mengambil 95,79% kepemilikan saham Bank Agris dari pemodal asal Thailand, dengan nilai transaksi mencapai Rp1,15 triliun. IBK merupakan bank asing pertama di Indonesia yang memperoleh izin akuisisi dua bank saat bersamaan.

Bisnis Dana Kelolaan, Commonwealth Agresif Incar Nasabah Kaya

B. Wiyono 18 Jan 2019 Bisnis Indonesia
PT Bank Commonwealth agresif mengincar nasabah berkantong tebal. Perseroan pun membidik pertumbuhan sebesar 50% pada tahun ini. Head of Wealth Management & Client Growht Bank Commonwealth Ivan Jaya menyebutkan bahwa nasabah premier banking menyumbang sebanyak 5% dari total nasabah dengan profitablitas 70%. Ivan mengatakan, pertumbuhan nasabah tersebut pun akan ikut mendongkrak dana kelolaan bisnis dana kelola (wealth management). Tahun ini, diperkirakan profitabilitas perseroan naik sekitar 20% secara year on year(yoy). Menurutnya, sepanjang 2018, pertumbuhan wealth management cenderung lambat. Hingga akhir tahun, Commonwealth menghimpun dana kelolaan hampir Rp30 triliun atau naik sekitar 5% yoy.

Menteri Utak-Atik Biaya Bandara dan Harga Avtur

Ayu Dewi 17 Jan 2019 Republika
Pemerintah sedang mencari celah untuk menurunkan biaya operasional maskapai penerbangan. Sejumlah maskapai terpaksa mengerek tarif karena tingginya biaya operasional, salah satunya untuk pembelian avtur (aviaton turbin fuel). Menteri BUMN Rini Soemarno tak menampik bahwa harga avtur di Indonesia lebih tinggi dibandingkan beberapa negara.

Pilihan Editor