LinkAja Mulai Beroprasi 1 Maret
Ayu Dewi
04 Feb 2019 Bisnis Indonesia
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk secara resmi mengumumkan pada seluruh nasabah pengguna produk digital yap! dan UnikQu untuk beralih pada LinkAja. Hal ini akan efektif dilakukan per 1 Maret 2019. Artinya setelah tanggal tersebut Yap! dan UnikQu tidak akan dapat dinikmati para nasabah BNI. Dengan adanya LinkAja ini, maka seluruh ekosistem Himbara dan BUMN akan dapat digunakan bertransaksi menggunakan LinkAja. General Manager Divisi Elektronik Perbankan BNI Anang Fauzi membantah kabar bahwa Bank Mandiri yang akan memimpin dalam proyek perusahaan teknologi finansial BUMN ini.
Perusahaan Rintisan : <em>Agritech</em> dan <em>Healthtech</em> Bermunculan
Ayu Dewi
04 Feb 2019 Bisnis Indonesia
Tren pembentukan perusahaan rintisan di Indonesia mulai mengalami pergereseran ke sektor teknologi pertanian (agritech) dan kesehatan healthtech. Stefanus Suharjono, Operation Manager Plug and Play Indonesia menyatakan bahwa banyaknya perusahaan teknologi dibidang dagang-el yang telah memiliki ekosistem besar membuat para pengusaha perusahaan rintisan mulai melirik peluang dibidang baru seperti kesehatan dan logistik. Ada (perusahaan rintisan) yang sudah mulai meneliti psikologi secara online supaya orang yang takut buat ke psikolog karena stigma,bisa dilayani.
Stefanus menambahkan, pada tahun ini pihaknya juga menyelenggarakan program akselerator batch 4 yang menyeleksi 21 perusahaan rintisan yang terdiri dari 14 perusahaan lokal dan 7 perusahaan internasional yang berasal dari Singapura, India, Amerika Serikat dan Filipina. Beberapa perusahaan yang akan masuk dalam binaan Plug and Play antara lain : CoinHako, Magpie.IM Inc, Vymo, Pal Network, Intello Labs, Intelitaap, dan aquifi Inc. Kebanyakan perusahaan tersebut bergerak dibidang teknologi asuransi, pertanian,kesehatan dan IoT (internet of things).Perusahaan teknologi asal Indonesia yang masuk ke batch 4 ini termasuk InstaMoney,Emvazo, PayOK, Bizhare, BFarm.id, Bandingin, ATMSehat, RaRa Delivery, Lacak.io,LogicNesia,Piniship, Madhag dan Redkendi.
Stefanus juga menyebut bahwa saat ini perusahaan logistik yang ada di Indonesia kebanyakan bersifat tradisional dan jasa pengiriman dalam waktu 2 hingga 3 hari. Sementara itu, pengiriman dari jasa on demand seperti Go-Send dan Grab-express menawarkan harga yang cukup mahal berdasarkan jarak. Menurutnya, perusahaanya berada di tengah-tengah mode tradisional dan on demand. Plug and Play Indonesia menawarkan pelayanan cash collection dengan menggunakan teknologi optimasi real time. Sejauh ini dia mengaku telah mendapatkan pendanaan tahap awal dari angel investor. Setelah mengikuti program akselerator, pihaknya berharap dapat menggalang pendanaan berupa seed funding dengan kebutuhan mencapai uS$ 500.000.
Stefanus menambahkan, pada tahun ini pihaknya juga menyelenggarakan program akselerator batch 4 yang menyeleksi 21 perusahaan rintisan yang terdiri dari 14 perusahaan lokal dan 7 perusahaan internasional yang berasal dari Singapura, India, Amerika Serikat dan Filipina. Beberapa perusahaan yang akan masuk dalam binaan Plug and Play antara lain : CoinHako, Magpie.IM Inc, Vymo, Pal Network, Intello Labs, Intelitaap, dan aquifi Inc. Kebanyakan perusahaan tersebut bergerak dibidang teknologi asuransi, pertanian,kesehatan dan IoT (internet of things).Perusahaan teknologi asal Indonesia yang masuk ke batch 4 ini termasuk InstaMoney,Emvazo, PayOK, Bizhare, BFarm.id, Bandingin, ATMSehat, RaRa Delivery, Lacak.io,LogicNesia,Piniship, Madhag dan Redkendi.
Stefanus juga menyebut bahwa saat ini perusahaan logistik yang ada di Indonesia kebanyakan bersifat tradisional dan jasa pengiriman dalam waktu 2 hingga 3 hari. Sementara itu, pengiriman dari jasa on demand seperti Go-Send dan Grab-express menawarkan harga yang cukup mahal berdasarkan jarak. Menurutnya, perusahaanya berada di tengah-tengah mode tradisional dan on demand. Plug and Play Indonesia menawarkan pelayanan cash collection dengan menggunakan teknologi optimasi real time. Sejauh ini dia mengaku telah mendapatkan pendanaan tahap awal dari angel investor. Setelah mengikuti program akselerator, pihaknya berharap dapat menggalang pendanaan berupa seed funding dengan kebutuhan mencapai uS$ 500.000.
Dunia Usaha Menanti Penurunan Tarif PPh Badan
Ayu Dewi
04 Feb 2019 Republika
Penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) badan menjadi salah satu insentif yang dinanti pengusaha. Ketua umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengatakan, insentif tersebut akan meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Urgensi penurunan PPh badan tersebut makin tinggi mengingat tarif Indonesia berada diatas tarif rata-rata negara Asia. Dari skema perhitungan Kadin, PPh badan ideal untuk pengusaha Indonesia adalah 17-18%. Di sisi lain, memang penurunan PPh badan akan mengurangi penerimaan pajak. Namun rosan menilai, efek positif yang ditimbulkan akan lebih besar dan terasa. Insentif ini akan mampu menstimulasi industri untuk terus tumbuh dan menarik investasi.
Direktur Indef Enny Sri Hartati menyampaikan, pemerintah perlu berhati-hati dalam menggenjot penerimaan pajak. Ini karena hal itu bisa menimbulkan dampak kontraproduktif pada perekonomian. Pemerintah perlu memperluas basis pajak dan juga mengkritisi aparat pajak saat ini masih belum signifikan dalam meningkatkan tingkat kepatuhan pajak. Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Taxaxion Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai saat ini merupakan momentum tepat untuk menurunkan tarif PPh Badan. Kebijakan tersebut perlu dilakukan secara bertahap agar tidak membuat kejutan pada pengelolaan fiskal. Yustinus menyarankan dua langkah yakni turun dulu ke 22% dahulu selama 2 tahun setelah itu dievaluasi kalau positif turunkan ke 17-18%.
Direktur Indef Enny Sri Hartati menyampaikan, pemerintah perlu berhati-hati dalam menggenjot penerimaan pajak. Ini karena hal itu bisa menimbulkan dampak kontraproduktif pada perekonomian. Pemerintah perlu memperluas basis pajak dan juga mengkritisi aparat pajak saat ini masih belum signifikan dalam meningkatkan tingkat kepatuhan pajak. Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Taxaxion Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai saat ini merupakan momentum tepat untuk menurunkan tarif PPh Badan. Kebijakan tersebut perlu dilakukan secara bertahap agar tidak membuat kejutan pada pengelolaan fiskal. Yustinus menyarankan dua langkah yakni turun dulu ke 22% dahulu selama 2 tahun setelah itu dievaluasi kalau positif turunkan ke 17-18%.
Uji Coba Program B50 Berjalan Sukses
Leo Putra
04 Feb 2019 Investor Daily
Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) melaksanakan uji coba penggunaan biodiesel 50% pada dua mobil bermesin diesel. Kedua mobil tersebut memulai perjalanan dari Medan pada Jumat(25/1) dan tiba di Jakarta pada Senin (28/1). Meskipun sebenarnya ada penurunan power mesin sebesar 4% karena penggunaan B50 ini jika dibandingkan dengan penggunaan B20. selain itu, penggunaan B50 ini sedikit lebih boros, jika menggunakan B20 dalam satu liter bahan bakar bisa menempuh perjalanan sejauh 10,86 km, mobil dengan bahan bakar B50 hanya 10,61 km.
Empat Komoditas Ekspor Dipastikan Bebas Kewajiban LS
Leo Putra
04 Feb 2019 Investor Daily
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan terdapat empat sektor yang bebas dari kewajiban penyampaian laporan surveyor yaitu, CPO dan produk turunannya, gas yang diekspor melalui pipa, rotan setengah jadi dan kayu log dari tanaman industri. Saat ini sedang dilakukan revisi Permendag Nomor 54/M-DAG/PER/7/2015 tentang Laporan Surveyor Kelapa Sawit dan Produk turunanya. Selain itu juga disiapkan revisi Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Dirjen BC yang akan mengatur tata laksanan ekspor atas komoditas tertentu.
Penerimaan Negara Sektor Tambang, Memburu Royalti Batu Bara
B. Wiyono
01 Feb 2019 Bisnis Indonesia
Royalti perusahaan tambang batu bara skala besar bakal dinaikkan menjadi 15%, dari sebelumnya 13,5%. Penyesuaian royalti tersebut akan meningkatkan penerimaan negara hingga US$500 juta atau sekitar Rp7 triliun per tahun. Perubahan tarif royalti rencananya akan diakomodasi dalam rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang mengatur mengenai perlakuan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terhadap pertambangan batu bara. RPP tersebut sudah dibahas oleh pemerintah sejak tahun lalu. Dalam RPP juga diatur mengenai penyesuaian PPh Badan dari yang berlaku saat ini sebesar 45% menjadi 25%, dan akan bersifat prevailing. Selain itu, diatur PPN yang juga berlaku secara prevailing, dan pungutan 10% dari laba bersih.
Head of Tax Division PT Adaro Energy Tbk. Juli Seventa Tarigan mengatakan rencana implementasi PP tersebut akan menambah beban perusahaan tambang, di tengah biaya produksi tambang batu bara yang terus menggunung. Terkait dengan royalti, rencana tersebut dinilai perlu dikaji ulang. Dan diusulkan tarif royalti itu dilakukan bertahap. Jika harga sedang booming, silakan dipajaki, windfall royalty tax itu akan lebih fair. Sebab, kalau harga rendah dipajaki, hal itu akan menjadi fixed cost saja. Head of Corporate Communication Adaro Energy Febriati Nadira menambahkan pemerintah perlu memperhitungkan waktu penaikan royalti. Kenaikan tarif royalti batu bara seyogianya baru dikenakan dalam kondisi harga batu bara yang tinggi. Harga batu bara acuan (HBA) saat ini cenderung stagnan dan belum berhasil keluar dari tren penurunan yang dialami sejak kuartal IV/2018.
Head of Tax Division PT Adaro Energy Tbk. Juli Seventa Tarigan mengatakan rencana implementasi PP tersebut akan menambah beban perusahaan tambang, di tengah biaya produksi tambang batu bara yang terus menggunung. Terkait dengan royalti, rencana tersebut dinilai perlu dikaji ulang. Dan diusulkan tarif royalti itu dilakukan bertahap. Jika harga sedang booming, silakan dipajaki, windfall royalty tax itu akan lebih fair. Sebab, kalau harga rendah dipajaki, hal itu akan menjadi fixed cost saja. Head of Corporate Communication Adaro Energy Febriati Nadira menambahkan pemerintah perlu memperhitungkan waktu penaikan royalti. Kenaikan tarif royalti batu bara seyogianya baru dikenakan dalam kondisi harga batu bara yang tinggi. Harga batu bara acuan (HBA) saat ini cenderung stagnan dan belum berhasil keluar dari tren penurunan yang dialami sejak kuartal IV/2018.
90% Data RI Berpotensi 'Lari ke LN
Leo Putra
01 Feb 2019 Investor Daily
Rencana Revisi PP No 82 Tahun 20120 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PTSE) dikhawatirakan bisa mengakibatkan 90% data dari Republik Indonesia ditempatkan di luar negeri tanpa ada peraturan perlindungan yang memadai. Hal ini terkait dengan isi pasal 83 yang menyebutkan bahwa selain data strategis boleh ditaruh di luar wilayah RI. Padahal klasifikasi data strategis yang ditetapkan Kemenkominfo hanya 10% dan 90% sisanya berpotensi 'lari' ke luar RI. Ketika data sebagian berada di luar RI, dikhawatirkan akan adanya kesulitan untuk menegakan supremasi hukum dan kedaulatan negara ke depannya.
Pengguna Domain .id Tembus 281 Ribu
Leo Putra
01 Feb 2019 Investor Daily
Dalam laporan tahunan Pandi, total pengguna domain .id di Indonesia telah mencapai 271.193. Sedangkan pengguna domai .id di luar negeri mencapai 10.234. Pengguna diluar tanah air domain .id, telah digunakan oleh berbagai situs antara lain di Amerika Serikat, Singapura, Australia, dan Jepang. Ini menunjukkan bahwa domain .id telah mendunia.
IAFMI Dorong Pelaku Bisnis Migas Terapkan E-Commerce
Leo Putra
01 Feb 2019 Investor Daily
Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) mendorong pelaku industri hulu migas masuk ke platform digital (e-commerce). Diperkirakan akan ada efisiensi sebesar 20%, karena akan menghilangkan biaya trader sebagai perantara. IAFMI telah menandatangani MoU pengembangan platform marketplace bisnis digital di industri migas dengan PT gazEgaz Pasifik International padal forum CEO Talk ke-5 IAFMI. Platform ini diharapkan dapat diluncurkan tahun ini untuk bisa dimanfaatkan sekitar 600 anggota IAFMI.
APP Serah Terima Apartemen Mahasiswa
Leo Putra
01 Feb 2019 Investor Daily
Awal 2019, PT Adhi Persada Properti (APP) berencana melakukan serah terima unit apartemen mahasiswa yang digarapnya di sejumlah kota. Tren hunian vertikal di sekitar kampus dinilai sebagai ceruk pasar yang menjanjikan. Sejumlah proyek apartemen mahasiswa APP yang diserahterimakan kepada konsumen tahun ini adalah Grand Taman Melati margonda 2 tower 3, Depok sebanyak 939 unit. Lalu, Taman Melati Sinduadi, Yogyakarta sebanyak 898 unit dan Taman Melati MERR Surabaya sebanyak 1.130 unit.




