;

Kinerja Kuartal I/2019, Permintaan Pakaian Jadi Naik

B. Wiyono 06 May 2019 Bisnis Indonesia

Industri pakaian jadi segmen besar dan sedang mencatatkan pertumbuhan produksi paling tinggi di antara sektor lainnya sepanjang kuartal I/2019. Berdasarkan data BPS, pada 3 bulan pertama tahun ini produski industri pakaian jadi tumbuh sebesar 29,19% secara tahunan, secara quarter to quarter (q-t-q). sektor ini tumbuh sebesar 8,79%, kedua tertinggi setelah industri furnitur. Sementara itu, industri tekstil besar dan menengah mencatatkan pertumbuhan produksi sebesar 8,77% secara tahunan dan turun 1,74% secara q-t-q. Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) menjadi salah satu sektor yang tumbuh tinggi pada semester I tahun ini bersama industri makanan dan minuman.

Pertumbuhan sektor makanan dan minuman dan TPT ditopang karena adanya peningkatan investasi, termasuk di industri alas kaki. Oleh karena itu, pemerintah bertekad untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan dalam perijinan usaha.

Layanan Ekspedisi Super Kilat, Bisnis Startup Logistik Makin 'Ngebut'

B. Wiyono 06 May 2019 Bisnis Indonesia

Bisnis startup digital di bidang logistik diyakini makin moncer pada tahun ini, seiring dengan kian tinginya tren penggunaan layanan pengiriman sampai pada hari y ang sama di berbagai platform dagang-el. Dalam beberapa waktu ke depan pun, diperkirakan mayoritas pembeli dan penjual di platform dagang-el yang sebelumnya menggunakan jasa pengiriman barang reguler beralih ke jasa pengiriman sampai pada hari yang sama (same day delivery). Meskipun memiliki tarif lebih mahal, jumlah pendapatan para pelapak yang menggunakan layanan same day delivery diperkirakan jauh lebih besar.  Layanan same day delivery diyakini dapat mendongkrak return on investment para pelaku bisnis serta meningkatkan produktivitas seller sampai dengan empat kali lipat. 

Kemenhub-KPPU Bahas Revisi Tarif Batas Atas

Ayu Dewi 06 May 2019 Republika

Kementerian Perhubungan menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam pembahasan tarif batas atas tiket pesawat. Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya terus berdiskusi untuk mencari solusi terkait keluhan mahalnya harga tiket pesawat domestik. Meskipun pembahasan penurunan tarif batas atas dilakukan, Budi menegaskan pemerintah juga tetap adil dan akan membela kepentingan maskapai. 

Kendati demikian, Budi mengatakan fokus pemerintah adalah merealisasikan dorongan dari masyarakat. Terlebih pada masa Ramadhan hingga mudik lebaran Idul Fitri banyak masyarakat yang membutuhkan tiket pesawat dengan harga lebih terjangkau. Mengenai persoalan tiket cukup dilematis, saat ini tugas Kemenhub sudah menetapkan tarif batas atas dan bawah tiket pesawat agar harga tetap terkendali dan membuat persaingan bisnis maskapai berjalan sehat.

Sebelumnya, Kemenhub telah menerbitkan dua aturan baru terkait tarif pesawat yakni PMK Nomor 20 Tahun 2019 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 72 Tahun 2019. Dalam beleid tersebut, salah satu hal yang diubah adalah ketentuan tarif batas bawah menjadi sebesar 35% dari sebelumnya 30%.

Belanja Ritel Bergeser

Ayu Dewi 06 May 2019 Kompas

Pertumbuhan penjualan sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor ritel melambat. Hal ini diperkirakan terjadi karena masyarakat mengalihkan prioritas belanja ritel ke hal lain. Meski demikian konsumsi masyarakat diyakini masih berpotensi menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengajar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih memperkirakan alokasi dana untuk belanja ritel dialihkan untuk mudik termasuk tiket pesawat. Hal ini tercermin dari inflasi pada sektor transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Peralihan konsumsi tidak akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi  hanya saja ke pertumbuhan ritel sebagai salah satu komponen konsumsi masyarakat. 

Kasus SNP Finance Jadi Teguran bagi OJK

Budi Suyanto 06 May 2019 Kontan

Kasus PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Finance mulai digelar di persidangan. Jaksa mendakwa Komisaris Utama SNP Finance, Leo Chandra, mengabaikan, tidak memenuhi atau menghambat pelaksanaan kewenangan OJK. Menariknya, sejatinya OJK sudah mengendus ada yang tidak beres dari SNP Finance mulai Desember 2017, tapi tidak berindak tegas. OJK sudah mendengar informasi tentang kondisi kesehatan SNP Finance. Waktu itu, SNP Finance mendadak gencar menerbitkan surat utang berjangka menengah atau medium term notes (MTN). Sepanjang tahun 2017, SNP Finance merilis MTN senilai Rp 1,3 triliun.

Mentan Mengancam Importir

Budi Suyanto 06 May 2019 Kontan

Pemerintah mulai berusaha menurunkan harga bawang putih melalui operasi pasar. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mewajibkan importir bawang putih segera menurunkan harga yang kini melambung tinggi. Jika gagal, importir dikenai sanksi. Jika menemukan importir yang melanggar harga dan menyebabkan operasi pasar tak efektif, perusahaan itu akan dimasukkan ke daftar hitam. Mereka selamanya tidak akan mendapat rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) bawang putih.

Peluncuran LinkAja Mundur Lagi Hingga Selepas Lebaran

Budi Suyanto 06 May 2019 Kontan

Jadwal peluncuran LinkAja yang awalnya pertengahan April kembali ditunda hingga awal Juni mendatang. Alasannya pemerintah ingin meluncurkan layanan dompet digital plat merah ini secara besar-besaran. Sebenarnya LinkAja sudah berfungsi sejak awal Februari 2019. Terkait rencana masuk bisnis pinjaman online, LinkAja masih terganjal izin. Saat ini, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) baru mengantongi izin dari Bank Indonesia sebagai penerbit uang elektronik. Sementara untuk menyelenggarakan pinjaman online, Finarya harus mengajukan izin ke OJK. Kedepannya, Finarya akan tergabung dalam holding perusahaan keuangan yang dipimpin PT Danareksa. Selain itu, masalah pembagian saham di Finarya pun belum akan rampung dalam waktu dekat. Saat ini 100% saham Finarya masih milik Telkomsel.

Perusahaan Tambang Andalkan Utang Bank

Budi Suyanto 06 May 2019 Kontan

Pengusaha pertambangan masih mengandalkan pendanaan perbankan untuk mendukung ekspansi usaha. Mengacu data OJK pada kuartal pertama tahun ini, penyaluran kredit perbankan ke sektor pertambangan meningkat 11,55%. Produsen pertambangan menilai, kredit perbankan masih menarik meski suku bunga acuan (BI rate) dipatok sebesar 6%.

Minat Pembeli Mobil Tidak Pernah Surut

Budi Suyanto 06 May 2019 Kontan

Prospek bisnis otomotif nasional masih menderu. Satu indikasinya, realisasi penjualan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 masih bergairah. Hingga delapan hari pameran berlangsung, tercatat 10.148 unit kendaraan terjual dengan total transaksi mencapai Rp 3,1 triliun.

[Tajuk] Bawang Merah & Putih

Budi Suyanto 06 May 2019 Kontan

Awal bulan ini, harga bawang putih di Jakarta menembus Rp 75.000 per kg, bahkan di beberapa daerah mencapai Rp 100.000 per kg. BPS mencatat, sepanjang April lalu, harga bawang putih melonjak 35% dan menyumbang inflasi 0,09%. Pemerintah pun menggelontorkan bawang putih impor ke pasar. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin harga bumbu dapur itu akan turun menjadi Rp 25.000 - Rp 30.000 per kg. Bukan hanya bawang putih, harga bawang merah juga terbang. Jika awal Februari harganya Rp 28.850 per kg, maka awal bulan ini sudah melesat menjadi Rp 45.000 - Rp 50.000 per kg.

Bila lonjakan harga bawang putih relatif bisa dimaklumi, beda halnya dengan bawang merah. Pasalnya, produksi bawang merah jauh melebihi kebutuhan, bahkan Indonesia mengekspor 70.000 ton ke 6 negara. Berdasarkan hukum pasar, harga akan melonjak lantaran terjadi kekurangan pasokan. Apakah ada permainan di pasar ataukah pasokan tersedot untuk ekspor?

Ekspor memang membanggakan. Tetapi ekspor juga harus dihitung matang-matang, bukan hanya kuantitas tapi juga timing-nya, terlebih menjelang Ramadhan. Ekspor juga seharusnya disertai antisipasi 'permainan' di pasar dengan memastikan barang terdistribusi cukup di pasar, sehingga mempersempit ruang spekulasi.

Pilihan Editor