Kelesuan Industri Tekstil Ikut Menekan Duniatex Group
Industri tekstil
dan produk tekstil (TPT) dalam negeri sedang terjepit. Dari pasar global,
tensi perang dagang yang belum reda menekan ekspor TPT. Sementara dari dalam
negeri, produk tekstil lokal kewalahan menghadapi serbuan produk impor murah.
Sebab itulah yang menjadi pemantik masalah keuangan Duniatex Group. Anak
usahanya, PT Delta Dunia Sandang Tekstil (DDST), gagal membayar bunga dan
pokok pinjaman sindikasi pada 10 Juli 2019. Asosiasi Produsen Serat dan
Benang Filamen Indonesia (APSyFI) menyayangkan langkah pemerintah membuka
impor tanpa kontrol bagi pemegang API-U atau pedagang melalui Pusat Logistik
Berikat. Hal itu tertuang dalam Permendag Nomor 64/2017. Aturan inilah yang
mengakibatkan pasar lokal kebanjiran produk impor.
Pajak Juga Bidik E-Commerce di Medsos
Ditjen Pajak
menegaskan bahwa upaya mengejar penerimaan pajak bagi pelaku ekonomi digital
tidak hanya menyasar para penjual di marketplace, tetapi juga seluruh aspek
ekonomi digital, seperti media sosial, tekfin, dan lainnya. Direktur
Teknologi Informasi dan Komunikasi Ditjen Pajak mengatakan, fokus pemerintah
adalah menertibkan administrasi dan tidak ada aturan pajak baru. Aturan yang
berlaku tetap sama, yakni 0,5% dari peredaran bruto bagi pengusaha dengan
omzet kurang dari Rp 4,8 miliar. Namun demikian, ketua umum Asosiasi
E-Commerce Indonesia (idEA) menilai, pemerintah bakal kesulitan mencari
potensi pajak di media sosial. Untuk itu ada dua cara yang bisa dilakukan
pemerintah, yaitu mengharuskan perusahaan media sosial melaporkan jumlah
penjual dan melakukan razia.
Aneka Insentif Siap Melecut Mobil Listrik
Sebentar lagi,
Perpres tentang kendaraan bermotor listrik (KBL) berbasis baterai (battery
electric vehicle) bakal terbit. Sejumlah agen pemegang merek merespons
positif rencana pemerintah mengucurkan insentif. Insentif bisa berupa fiskal dan non fiskal. Insentif fiskal bisa berupa:
a. Insentif bea masuk atas importasi KBL berbasis baterai dalam kendaraan terurai lengkap atau CKD
b. Insentif pajak penjualan barang mewah
c. Insentif pembebasan atau pengurangan pajak pusat dan daerah
d. Insentif bea masuk atas importasi mesin, barang dan dalam rangka penanaman modal
e. Penangguhan bea masuk dalam rangka ekspor
f. Insentif bea masuk ditanggung pemerintah atas importasi bahan baku
g. Insentif pembuatan peralatan SPKLU
h. Insentif pembiayaan ekspor, dll.
Adu Konten di Bisnis Video on Demand
Minat masyarakat
Indonesia yang tinggi terhadap dunia digital dan internet memunculkan beragam
layanan berbasis digital. Salah satunya adalah layanan media streaming
digital atau video on demand (VoD) dengan jumlah pengguna yang terus
meningkat. Salah satu pemain, HOOQ Indonesia, jumlah subscriber-nya meningkat
2,5 kali lipat dalam setahun terakhir. Saat ini, HOOQ memiliki 40 juta
subscriber. Segmen terbesar pelanggan HOOQ berusia 20-35 tahun. Mereka terus
melakukan akuisisi pelanggan baru dengan beragam strategi, mulai dari
menyasar pelanggan prabayar seluler, pelanggan broadband kabel hingga
pelanggan super apps seperti Grab untuk bisa menggunakan video. Sedangkan
Netflix menggarap segmen penonton yang lebih luas. Keunggulan Netflix
terletak pada berbagai jenis tayangan untuk semua kalangan. Saat ini, Netflix
memiliki 151 juta pelanggan secara global. Pelanggan tersebut bisa memilih
konten berkualitas tinggi, baik dalam bentuk film, serial, animasi, tayangan
keluarga, dokumenter, stand up hingga tayangan interaktif.
Diskon Tarif Pesawat Jangan Asal-Asalan
Ketentuan tarif
diskon penerbangan 50% dari tarif batas atas untuk pesawat low cost carrier
kembali disoal. Kali ini penentuan kuota tiket penerbangan murah yang
disorot. Pemerintah menyangsikan distribusi tiket tersebut sudah ideal.
Anggota Ombudsman Bidang Perhubungan dan Infrastruktur, Alvin Lie, mengaku
aneh dengan pemberlakuan happy hour tarif tiket udara. Dia berharap, semua
kalangan bersikap transparan terkait dengan distribusi tiket, termasuk dampak
bisnis yang akan dirasakan maskapai. Sementara itu, Ketua Penerbangan
Berjadwal INACA, Bayu Sutanto, menjelaskan idealnya ada harmonisasi tarif
penerbangan dan bandara. Pemerintah perlu belajar pada negara lain yang
industri penerbangannya lebih sehat. Sebab tarif diserahkan sesuai mekanisme
pasar.
Indonesia Akan Menyetop Impor Garam Mulai 2021
Menteri
Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan sudah
mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar Indonesia berhenti mengimpor
garam. Jika tak ada aral, mulai 2021 pemerinta akan menyiapkan tambahan
tambak garam seluas 5.270 Ha di Kupang, NTT. Menanggapi usulan ini, Ketua
Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) meminta pemerintah
memperlihatkan produksi garam Indonesia terlebih dahulu. Sebab, garam
industri harus memperhatikan volume, mutu, dan harga. Asosiasi Petani Garam
Rakyat Indonesia (APGRI) menyoroti rendahnya harga garam di tingkat petani
karena stok garam yang melimpah akibat impor.
Layanan Grab Hasilkan Surplus ke Konsumen Rp 46 Triliun
Centre for International and Strategic Studies (CSIS) dan lembaga riset Tenggara Strategics melakukan studi terhadap layanan Grab untuk mengukur peningkatan kesejahteraan masyarakat dari sisi konsumen. Hasilnya, layanan Grab berkontribusi sekitar Rp 46,16 triliun terhadap surplus konsumen untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, bekasi pada tahun 2018. Perincianya, surplus konsumen Grab Bike senilai Rp 5,73 triliun dan Grab Car Rp 40,41 triliun.
Persoalan Utama di Segmen Menengah
Persoalan utama terkait properti adalah kesulitan segmen konsumen kelas menengah untuk memiliki properti dengan harga terjangkau. Segmen ini merupakan kelompok konsumen terbesar dengan harga hunian yang disasar Rp 500 juta sd Rp 2 miliar per unit.
Menurut Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, dampak dari insentif fiskal tidak luas. Konsumen properti mewah tidak banyak dan suplai hunian juga tidak banyak. Kebijakan itu sulit berdampak luas untuk sektor properti. Insentif fiskal diharapkan mambangkitkan pasar hunian.
Head of Research JLL James Taylor menyampaikan aktivitas proyek pembangunan properti mewah tetap tumbuh meskipun pasarnya sangat terbatas. Pihaknya berpendapat revisi aturan pajak bagi properti mewah dan sangat mewah yang diterbitkan pemerintah. Akan tetapi kebijakan itu belum berdampak luas terhadap seluruh pasar properti. Pasar apartemen mewah yang dipasarkan saat ini terdiri dari apartemen primer atau masih dalam tahap konstruksi serta apartemen yang sudah tersedia. PPnBM dan PPh pasal 22 hanya berlaku untuk apartemen primer. Adapun apartemen yang sudah tersedia masuk dalam hunian sekunder.
Perikanan Ilegal : Pemberantasan Belum Tuntas
Komitmen Indonesia untuk membrantas penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur atau IUUF masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Kejahatan transnasional itu masih terus berlangsung dengan melibatkan pelaku lintas negara.
Dalam 4 (empat) tahun, Indonesia membuktikan komitmen menjadikan laut sebagai masa depan bangsa. Namun, kebijakan pemberantasan IUUF sebagai upaya mendorong perikanan berkelanjutan belum selesai. Hampir 10.000 kapal ikan ilegal sudah ditindak, tetapi pemilik kapal-kapal itu belum bisa disentuh.
Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, sebanyak 60% kegiatan perikanan saat ini masih tidak dilaporkan. Salah satu modus kejahatan yang masih berlangsung adalah kapal ikan dalam negeri membawa tangkapan ke pinggir laut lepas untuk alih muatan ikan kemudian dijual ke luar negeri. Kapal asing ilegal yang telah menunggu di samudra berkoordinasi dengan kapal pengumpul ikan. saat melancarkan operasi, kapal ikan mematikan VMS.
Bank Bisa Terpapar Krisis Utang Duniatex
Industri perbankan dibuat kaget dengan kabar likuiditas yang membelit Duniatex Group. Pemicunya: gagal bayar anak usahanya, PT Delta Merlin Dunia Tekstil, untuk melunasi kupon obligasi dollar AS senilai US$ 300 juta yang jatuh tempo 10 Juli lalu.
Ada 40 kreditur termasuk swasta dan bank swasta dan bank BUMN tercatat sebagai kreditur Duniatex. BNI mengakui memiliki exsposure kredit dalam bentuk sindikasi senilai Rp 301 miliar. Bank Mandiri saat ini memiliki porsi exsposure ke Duniatex sebesar Rp 2,2 triliun.









