;

Pekerja Apresiasi Penghapusan Sementara PPh 21

R Hayuningtyas Putinda 28 Apr 2020 Investor Daily, 27 April 2020

Peneliti dari Danny Darussalam Tax Centre (DDTC) Bawono Kristiaji dalam keterangannya, Minggu (26/4) menilai, berdasarkan studi DDTC Fiscal Research stimulus berupa penghapusan pajak penghasilan (PPh) 21 untuk karyawan atau pekerja dengan pendapatan sampai dengan Rp 200 juta per tahun yang ditujukan ke memitigasi dampak pandemi Covid-19 sebagai kebijakan yang tepat dan respons yang cepat dari pemerintah.

Penghapusan sementara ini bertujuan mengantisipasi melemahnya daya beli para pekerja dengan penghasilan tertentu. Bawono menuturkan, dampak pandemi Covid-19 dapat mengakibatkan guncangan penawaran (supply shock) dan guncangan permintaan (demand shock). Dengan skenario pembebasan pajak penghasilan akan menstabilkan dan menambah penghasilan pekerja sehingga roda perekonomian tidak terlalu lemah.

Ketua Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (RTMM) Jawa Timur Purnomo senada dengan pendapat ini, ia melanjutkan penggratisan pajak ini juga memberikan pengaruh positif untuk industri RTMM apabila pekerjanya mendapatkan keringanan melalui bebas pajak karena secara tidak langsung akan menambah pendapatan para pekerja, karena upah yang diterima akan penuh tanpa dipotong pajak sehingga dananya dapat digunakan untuk membantu perekonomian keluarga.

Bukit Asam Tetap Atraktif di Tengah Pandemi

R Hayuningtyas Putinda 28 Apr 2020 Investor Daily, 27 April 2020

Analis Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri dalam risetnya, baru-baru ini menilai, meski terdampak pandemi Covid-19, Bukit Asam tetap memiliki kekuatan dan keunggulan yang bisa menjadi sentimen positif terhadap pergerakan harga saham PTBA ke depan. Semisal, berlanjutnya investasi pembangkit listrik dan upaya perseroan untuk efisiensi dengan memangkas stripping ratio serta pembagian dividen yang atraktif (rasio dividen berkisar 75-80%). Hal ini membuat Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham PTBA dengan target harga Rp 3.200, meskipun pandemi Covid-19 masih melanda dunia yang berimbas terhadap penurunan harga jual batu bara ke depan.

Terkait kinerja keuangan Bukit Asam, Stefanus menyebutkan, laba bersih diperkirakan turun tipis menjadi Rp 3,95 triliun tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu senilai Rp 4,05 triliun. Sedangkan penjualan diperkirakan naik dari Rp 21,78 triliun menjadi Rp 22,53 triliun.

Sementara itu, analis Maybank Kim Eng Sekuritas Isnaputra Iskandar menyebutkan bahwa realisasi laba bersih Bukit Asam saat ini setara dengan 113,6% dari target yang di tetapkan awal tahun 2019 sedangkan penjualan pendapatan perseroan setara dengan 103,8% dari target yang telah ditetapkan. Meski begitu, Bukit Asam masih menghadapi tantangan berat tahun ini, khususnya perkiraan penurunan rata-rata harga jual batu bara. Kondisi ini mendorong Maybank Kim Eng Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi hold saham PTBA dengan target harga Rp 2.500.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Bukit Asam Mega Satria mengatakan bahwa Bukit Asam berkeinginan untuk mengusulkan rasio pembagian dividen yang dinilai cukup tinggi (sekitar 75%) dari laba bersih tahun 2019 dan menjadi koridor pemegang saham perseroan. Sedangkan untuk kebutuhan ekspansi, perseroan akan mengandalkan kas internal. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 4 triliun. Perseroan mengalokasikan dana capex sebesar Rp 3,8 triliun untuk kebutuhan investasi pengembangan dan sisanya Rp 200 miliar untuk investasi rutin.

Industri Manufaktur PHK Masal

R Hayuningtyas Putinda 28 Apr 2020 Investor Daily, 28 April 2020

Pandemi Covid-19 membuat industri manufaktur melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Contohnya, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) telah merumahkan 80% karyawan atau 2,1 juta orang dari total tenaga kerja 2,6 juta orang, sedangkan industri makanan dan minuman (mamin) olahan hanya bisa bertahan 1-5 bulan. Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan, sejak minggu lalu, banyak order TPT dibatalkan, pada saat yang sama, pasar dalam negeri sebagai contoh di Tanah Abang tutup, sehingga pasar baik ekspor maupun local habis. Rata-rata perusahaan tekstil akan kehabisan arus kas pada Juni, ditambah pembayaran dari departement store yang mundur sejak Maret sampai saat ini. Untuk itu, Jemmy meminta pemerintah dapat membantu arus kas pengusaha TPT dengan membebaskan biaya listrik dan gas saat tidak digunakan, pembayaran PPN April yang harus dibayar Mei bisa diberikan kelonggaran.

Jemmy mengingatkan, jika pasca-pandemi, industri TPT tidak diproteksi pemerintah, pasar garmen dalam negeri akan dibanjiri produk impor dari Bangladesh, India, dan Vietnam. Untuk itu, API sudah usulkan ke pemerintah agar garmen bisa dikenakan safeguard sehingga barang impor tidak mudah masuk ke Indonesia dan TPT yang tadinya orientasi ekspor bisa memenuhi permintaan local. Ketua Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Dwi Ranny Pertiwi mengatakan, saat ini sudah 30% industri jamu yang merumahkan karyawan. Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat distribusi dan pemasaran barang ke wilayah ikut terdampak, khususnya di wilayah Kalimantan dan Indonesia timur, yang pada ujungnya membuat penurunan penjualan.

Sementara, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan berdasarkan hasil survei yang dilakukan pihaknya, para pelaku industri makanan dan minuman hanya mampu bertahan antara 1-5 bulan jika tidak ada pertolongan dari pemerintah. Pelaku industri mamin mengaku penjualan mereka turun 20-40% akibat pandemi Covid-19 dan menyatakan ragu dan tak yakin dalam menjamin pembayaran upah karyawan dan tunjangan hari raya (THR) secara utuh. Dilain tempat, Ketua Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Vincent Harjanto mengingatkan, harga obat dapat terus meningkat yang dipicu kenaikan harga bahan baku ditambah dengan ongkos angkut bahan obat-obatan yang juga terkerek naik selama merebaknya virus corona. 

Dampak PSBB, Transaksi Online Perbankan Meningkat

R Hayuningtyas Putinda 28 Apr 2020 Investor Daily, 28 April 2020

Sejumlah bank mencatat lonjakan transaksi secara online selama masa pandemi virus corona (Covid-19), dan akan terus meningkat sejalan dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Indonesia. SVP Transaction Banking and Retail Sales PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Thomas Wahyudi mengungkapkan, sejak adanya imbauan dari pemerintah untuk #dirumahaja dan bekerja dari rumah (work from home/WFH) pada Februari 2020, perseroan sudah melihat adanya peningkatan transaksi sejak minggu pertama. Pasalnya, nasabah diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah untuk meminimalkan penyebaran virus corona.

Rata-rata transaksi Mandiri Online mencapai  2 juta transaksi per hari pada Maret 2020 dengan nominal lebih dari Rp 3 triliun dengan 5 juta pengguna Mandiri Online yang Mayoritas transfer dan pembayaran bill payment. Pihaknya memprediksi jumlah tersebut akan terus meningkat selama PSBB diberlakukan. Sebab, kantor cabang bank juga mulai disesuaikan jam operasionalnya dan sudah memasuki bulan suci Ramadan 1441 Hijriah. Untuk meningkatkan transaksi Mandiri Online Bank mandiri mengeluarkan kampanye promo #antimatigaya di rumah dengan meningkatkan kenyamanan dan memberikan benefit lebih dalam bertransaksi online untuk nasabah.

Hal yang sama juga terjadi di bank – bank lain, sebut saja PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebagaimana dikonfirmasi Direktur Santoso Liem. Di sisi lain, ia mengatakan BCA juga tengah memproses bank hasil akuisisinya yakni PT Bank Royal Indonesia sebagai bank digital yang akan melengkapi kebutuhan masyarakat yang dinamis. Sementara itu, Direktur Bisnis Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darma dengan mengatakan dengan adanya virus corona saat ini mendorong nasabah lebih peka terhadap layanan digital perbankan dan CIMB Niaga sendiri meyakini capabilities Go Mobile milik mereka yang sudah digunakan nasabah secara luas dapat melayani dan memenuhi kebutuhan nasabah.

Dua Sisi Pandemi Covid-19

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2020 Kompas, 24 April 2020

Datangnya pandemi Covid-19 ibarat menghadirkan satu sisi yang membuat masyarakat cemas dari sisi kesehatan, ekonomi, dan bisnis. Akan tetapi, memunculkan sisi positif bagi ekologi dan kolaborasi dunia menghadapi pandemic Penyakit Covid-19 mewabah begitu luas dan cepat di dunia. Dalam waktu 112 hari sejak dilaporkan pertama kali pada 31 Desember 2019, Covid-19 sudah menjangkiti 2.426.788 orang dan hingga saat ini telah menyebabkan 166.122 orang meninggal dunia.. Dibanding kan dengan dua penyakit yang diakibatkan virus korona lainnya, kasus Covid-19 lebih banyak terjad dan lebih banyak memakan korban jiwa.

Tidak hanya dari sisi kesehatan, wabah korona juga menimbulkan kecemasan pada perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Dana Moneter Internasional (IMF) telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2020. Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2020 diprediksi anjlok minus 3 persen. Prediksi Bank Pembangunan Asia (ADB) menyebutkan, dampak ekonomi Covid-19 dapat mencapai 4,1 triliun dollar AS atau setara dengan 4,8 persen produk domestik bruto (PDB) dunia. Merespons wabah Covid-19, Bank Dunia menyediakan dana taktis 12 miliar dollar AS untuk membantu negara-negara mengatasi dampak kesehatan dan ekonomi dari wabah global. Sementara Indonesia mengalokasikan dana Rp 405,1 triliun untuk paket stimulus fiskal antisipasi pandemi. 

Di sektor bisnis, sejumlah sektor turut terdampak, seperti pariwisata dan penerbangan. Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) memperkirakan, tahun ini jumlah perjalanan wisatawan internasional akan menurun hingga 30 persen. Untuk sektor penerbangan, menurut data yang dihimpun oleh CovidAirlineTracker, secara global maskapai mengurangi frekuensi penerbangan domestik dan internasional dalam jumlah besar, bahkan hingga 100 persen. Di Indonesia, maskapai Garuda Indonesia menunda sejumlah 23 rute penerbangan domestik dan internasional.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperkirakan dalam skenario terburuk, sedikitnya 24,7 juta orang di dunia akan menganggur terkena dampak ekonomi Covid-19. Ada empat sektor yang dipastikan terdampak menurut ILO, yakni ritel, manufaktur, bisnis properti, dan penyedia akomodasi serta makanan. Di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat per 7 April 2020 sebanyak 1.200.031 pekerja di 74.430 perusahaan terkena dampak pandemi. Sebagian dari mereka dirumahkan atau bahkan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Disisi lain, kehadiran wabah Covid-19 memunculkan sisi positif bagi ekologi dan lingkungan. Dimana pengurangan aktivitas manusia akibat karantina atau isolasi untuk mengurangi penyebaran virus menyebabkan terjadi penurunan drastis kadar nitrogen dioksida (NO2), hal ini sebagaimana di lansir para ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Eropa (ESA) yang membandingkan citra satelit pada 1-20 Januari 2020 dengan 20-25 Februari 2020 di China.

Dugaan Mafia Alat Kesehatan - KPPU Siap Turun Tangan

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2020 Bisnis Indonesia, 24 April 2020

Pernyataan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir terkait dengan adanya mafia alat kesehatan akan didalami oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha guna mengusut dugaan permainan di balik bisnis itu. 

Juru bicara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Guntur Saragih mengatakan bahwa pihaknya akan meminta Menteri BUMN melakukan klarifikasi sebagai bahan lembaga itu melakukan penyelidikan. Setelah melakukan klarifikasi, KPPU akan melakukan penelitian guna memastikan ada tidaknya pelanggaran terhadap Undang-undang Nomor 5 tahun 1999.

KPPU memang telah melakukan penelitian terkait dengan alat kesehatan khususnya produksi masker di Tanah Air. Hasilnya, komisi belum menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pemangku kepentingan. 

M. Zulfirmansyah, Direktur Ekonomi KPPU, mengatakan bahwa penelitian tersebut dilakukan sejak awal Februari 2020 ketika harga masker mulai mengalami peningkatan.

Crown Group Garap Proyek di AS

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2020 Investor Daily, 24 April 2020

Usai mengakuisisi lahan di Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS) perusahaan pengembang properti berbasis di Australia, Crown Group, berencana mengembangkan proyek mixed use kondominium dan hotel di AS senilai Rp 8 triliun. CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan, proyek pertama Crown Group di AS ini akan membawa gaya hidup dan sentuhan Australia ke kawasan distrik keuangan, mode, dan South Park di pusat kota LA. Saat ini, Crown Group mengurus perizinan dan tahap pembahasan dengan Los Angeles City Hall untuk proyek yang akan dikembangkan. 

Di dalam proyek mixed use ini akan dibangun kondominium setinggi 43 lantai yang didesain oleh Koichi Takada Architects dengan kapasitas 319 unit. Proyek di 1111 Hill Street ini diharapkan selesai pada 2024. Kantor perwakilan Crown Group di LA juga tengah berdiskusi dengan beberapa merek hotel mewah. Menurut Head of US Development Crown Group, Patrick Caruso, pengembangan ini akan menawarkan hal berbeda dan yang menarik bagi pembeli di Downtown LA, karena ini adalah bagian kota yang berkembang cepat namun memiliki pilihan terbatas.


Pemerintah Relaksasi Aturan SKA untuk Dorong Ekspor

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2020 Investor Daily, 24 April 2020

Pemerintah berniat menggenjot ekspor di tengah masa pandemi virus corona (Covid-19) melalui relaksasi aturan Surat Keterangan Asal (SKA) barang. Ini dilakukan dengan merilis Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 39 Tahun 2020. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menjelaskan, diterbitkannya Permendag ini merupakan salah satu upaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam meningkatkan kelancaran arus barang dan efektivitas penerbitan SKA barang asal Indonesia dalam rangka penguatan ekspor di tengah kondisi sulit. Peraturan ini memfasilitasi pencantuman tanda tangan pejabat penerbit SKA dan stempel instansi penerbit SKA (IPSKA) yang diaplikasikan secara elektronik (affixed signature and stamp/ ASNS) melalui laman resmi kemendag.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana menyebutkan, beberapa negara mitra dagang Indonesia seperti Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Jepang, dan Chili juga telah menerapkan ASNS, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penerbitan SKA seiring dengan kebijakan penerapan PSBB dan lockdown di berbagai negara.  Sebelumnya, Kemendag menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 40 Tahun 2020, dan telah diubah beberapa kali terakhir dengan Permendag Nomor 80 Tahun 2018. Menurut Agus, melalui penyempurnaan Permendag ini, Kementerian Perdagangan berharap peran serta angkutan laut nasional dalam kegiatan ekspor impor akan meningkat, sekaligus mendorong tumbuhnya industri galangan kapal nasional.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana menambahkan, perusahaan yang menggunakan angkutan laut berkapasitas sampai 15 ribu DWT wajib menyampaikan data penggunaan angkutan laut tersebut kepada Kemendag secara elektronik melalui Inatrade, mencantumkan cost dan freight serta data polis asuransi dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) atau Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

Banjir Minyak

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2020 Kompas, 24 April 2020

Lebih dari 30 kapal tanker berkumpul di dekat pantai California, Amerika Serikat, dengan muatan penuh minyak mentah. Kapal-kapal itu membawa sekitar 20 juta barel minyak mentah selama berhari-hari tanpa tahu hendak ditaruh di mana muatan tersebut. Jutaan barel minyak itu belum memiliki calon pembeli. Cerita itu ada di laman Bloomberg, Rabu (22/4/2020).

Berdasarkan perdagangan minyak, Selasa (21/4), harga minyak mentah AS jenis WTI (West Texas Intermediate) minus 35,55 dollar AS per barel. Apa artinya? Pembeli malah dibayar untuk menerima minyak mentah itu. Sebab, produsen minyak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penyimpanan pada saat tangki penyimpanan sudah penuh. Begitu penjelasan CEO Indonesia Commodity and Derivatives Exchange Lamon Rutten.

Dalam sejumlah laporan, kondisi ini berpotensi membuat banyak perusahaan minyak di AS bangkrut. Di sisi lain, Indonesia sebagai pengimpor bersih minyak justru bisa mengambil keuntungan dengan harga minyak mentah yang murah. Seperti disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati ketika pandemic Covid-19 belum meluas di Indonesia. Namun, semua berubah saat pandemi Covid-19 dinyatakan sebagai bencana nasional oleh Presiden Joko Widodo, yang diikuti pembatasan social berskala besar (PSBB).

Dalam rapat dengar pendapat Pertamina dengan Komisi VII DPR secara daring, laporan Pertamina menunjukkan, konsumsi BBM nasional merosot hingga 35 persen dikarenakan Pandemi Covid-19 menurunkan pergerakan orang dan barang secara drastis. Situasi ini berujung pada desakan agar harga BBM di Indonesia diturunkan. Namun, pemerintah mempertimbangkan rencana pemotongan produksi minyak anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan kondisi fiscal Pertamina. Pertanyaan lain, sejauh mana signifikansi penurunan harga BBM saat tak banyak orang membutuhkannya ditengah pandemi Covid-19?

Urban Jakarta Direstui Akuisisi 51% Saham Jakarta River City

R Hayuningtyas Putinda 27 Apr 2020 Investor Daily, 24 April 2020

Dirut Urban Jakarta Bambang Sumargono mengatakan, pemegang saham PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) menyetujui akuisisi sebanyak 51% saham PT Jakarta River City (JRC) dari PT Ciptaruang Persada Properti senilai Rp 633 miliar. Usai aksi ini dirampungkan, JRC segera meluncurkan proyek properti berkonsep transit-oriented development (TOD) senilai Rp 10 triliun tahun 2021. Usai proses akuisisi dituntaskan, Bambang mengatakan, Urban Jakarta segera mematangkan business plan JRC dan mengurus semua perijinan yang dibutuhkan. Perseroan juga akan melakukan normalisasi sungai Ciliwung sebagai pintu masuk untuk mendapatkan insentif peningkatan KLB dan perubahan zona peruntukan lahan guna mendapatkan perizinan. Terkait bisnis properti tahun ini, menurut Bambang, mendapatkan dukung positif penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia. Perseroan juga akan mendapatkan sentimen positif dari progres penyelesaian proyek LRT.


Pilihan Editor