Lini Bisnis Perhotelan Terpukul
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka penanganan COVID-19 membuat kinerja lini bisnis perhotelan milik emiten properti mengendur sejalan dengan anjloknya okupansi kamar dan penghentian operasional hotel untuk sementara waktu. Kondisi itu berimbas pada pendapatan berulang emiten properti pada 2020. Vice President Director PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) Jeffry Tanudjaja kepada Bisnis, baru-baru ini mengatakan tingkat okupansi Hotel Intercontinental Jakarta sangat rendah, hanya mencapai 5% saja. Hal ini juga berimbas ke dua unit bisnis hotel lain yaitu PT Pondok Indah Hotel di Jakarta dan PT Bumi Shangrila Hotel di Batam, termasuk pusat perbelanjaan yang berkontribusi Rp864,01 miliar yang terimbas pembatasan jam operasional karena PSSB. Jeffry mengatakan MKPI mengambil langkah e?siensi supaya kinerja keuangan perseroan tidak kebobolan dengan dengan mengetatkan pengeluaran yang masih bisa ditunda pelaksanaannya. Meski demikian pihaknya tetap akan meluncurkan area komersil PIOT 5 pada kuartal akhir 2020. Sementara itu, PIM 3 ditargetkan beroperasi pada Maret 2021.
Hal yang sama dirasakan PT Bukit Uluwatu, seperti dilansir melalui Sekretaris Perusahaan, Benita So?a yang mengatakan okupansi kamar hanya 5% dan diarahkan untuk mengakomodasi kebutuhan tamu, termasuk self isolation. Sementara PT Menteng Heritage Realty Tbk. (HRME) dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) terpaksa menutup sementara operasional satu hotel bintang 5 mereka di Jakarta, hal ini sebagaimana dikonfirmasi Direktur Utama Menteng Heritage Realty Christofer Wibisono dan Investor Relation Surya Semesta Internusa Erlin Budiman. PT Eastparc Hotel Tbk yang memiliki jaringan hotel di Yogyakarta juga mengalami hal yang serupa. Direktur Pemasaran Eastparc Hotel Wahyudi Eko Sutoro mengatakan sudah sejak akhir Maret perseroan tidak beroperasi sesuai dengan imbauan pemerintah untuk mengurangi penyebaran COVID-19 dan juga e?siensi biaya operasional. Meski demikian, Presiden Direktur Eastparc Hotel Khalid Bin Omar mengatakan menegaskan kas perseroan dalam kondisi sehat dan baik.
Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Hermawan Wijaya mengatakan untuk mengurangi defisit keuangan, perseroan melalui entitas anak PT Duta Pertiwi Tbk. (DUTI) yaitu PT Sinarwisata Lestari [SWL] dan PT Sinarwisata Permai [SWP] resmi menghentikan kegiatan operasional hotel Le Grandeur Mangga Dua dan Hotel Le Grandeur Balikpapan. Hotel milik Group Sinarmas ini juga telah mengalami kinerja tidak signi?kan dalam 2 tahun terakhir.
Tags :
#PerhotelanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023