Modem Laris Manis di Masa Pandemi
Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mendorong kegiatan pembelajaran online (daring) dan work from home (WFH) membawa berkah bagi bisnis modem. Huawei Indonesia, misalnya, membidik penjualan modem tumbuh dua digit pada tahun ini. Hingga tutup tahun, kami memproyeksikan penjualan mencapai 360.000 unit, sebut Public Relations Manager Huawei Consumer Business Group (CBG) Indonesia, Mohamad Ilham Pratama kepada KONTAN, kemarin.
Dia mengakui, tren penjualan modem di masa WFH dan sekolah online terus meningkat di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, perusahaan telah menyiapkan strategi untuk memanfaatkan kesempatan itu, kata dia yang menyebutkan, Huawei mengakomodasi permintaan pasar untuk device MiFi ini. Sementara PT Hutchison 3 Indonesia juga bersiap meluncurkan modem untuk pasar ritel di kuartal keempat tahun ini. Mereka merilis modem lantaran peluang di kota-kota tier II cukup terbuka akibat masih kurangnya penetrasi fixed broadband.
Wakil Direktur Utama Hutchison 3 Indonesia, Danny Buldansyah menyebutkan, saat ini pihaknya baru memiliki bisnis modem untuk segmen korporasi. Namun masih ada peluang dari bisnis modem. Saat ini, kami sudah menjalin kerjasama dengan salah satu provider internet untuk memasarkan modem ke segmen ritel, ungkap dia. Setali tiga uang, Telkomsel pun terus merangsek penjualan modem. Apalagi, peluncuran produk modem terbarunya, Telkomsel Orbit, cukup baik dan sangat diterima masyarakat.
“Kebutuhan mendapatkan akses broadband berkecepatan tinggi di masa pandemi guna memaksimalkan kegiatan belajar dan bekerja dari rumah, dinilai menjadi salah satu faktor diterimanya produk Telkomsel Orbit dengan baik”, klaim Vice President Corporate Communication Telkomsel, Denny Abidin kepada KONTAN, Rabu (9/9).
Area Pertambangan Bisa Diperluas dan Menciut
Pemerintah masih memfinalisasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Bakal beleid ini merupakan turunan dari UU No. 3 Tahun 2020 Tentang Minerba. Salah satu poin penting di RPP ini adalah kebijakan pemerintah yang dapat memperluas area tambang produsen minerba. Di sisi lain, ada potensi penciutan wilayah kerja pertambangan.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan, ketentuan perluasan wilayah kemungkinan diberlakukan pada izin pertambangan baru. Pasal 132 ayat (1) RPP Minerba menyebutkan, dalam rangka konservasi minerba, pemegang IUP dan IUPK untuk tahap kegiatan operasi produksi mineral logam dan batubara dapat mengajukan permohonan perluasan WIUP dan WIUPK kepada Menteri. Ayat (2) menyatakan, perluasan WIUP dan WIUPK hasil perluasan ditentukan: (1) paling luas 25.000 hektare untuk WIUP mineral logam, (2) paling luas 15.000 hektare untuk WIUP batubara, (3) sesuai hasil evaluasi menteri untuk WIUPK.
General Manager Legal & External Affairs PT Arutmin Indonesia Ezra Sibarani menilai, efektivitas perluasan wilayah tambang tergantung sifat produk komoditas. Produsen minerba pun akan mempertimbangkan kebutuhan sebelum mengajukan permohonan perluasan wilayah atau tidak. "Pemerintah sebenarnya berwenang untuk menciutkan wilayah tambang produsen minerba," kata dia.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava menilai, keberadaan RPP Minerba akan membawa suasana positif bagi industri tambang batubara. Cuma, BUMI masih menunggu keputusan final terkait perpanjangan kontrak PKP2B dalam bentuk IUPK bagi dua anak usahanya, PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). "Semoga segera diperpanjang kontrak kami," imbuh Dileep, Rabu (9/9).
Head of Corporate Communications PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Febriati Nadira berharap, regulasi batubara membuat perusahaan nasional seperti ADRO tetap bisa eksis dan ikut mendukung ketahanan energi nasional.
Harga Garam Masih Hancur
Panen raya garam pada tahun ini yang mestinya dimulai sejak akhir Juni mundur menjadi pada awal September. Selain itu, panen raya terjadi di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Akibatnya, PT Garam mengoreksi target produksi, dari 440.000 ton menjadi 340.000-350.000 ton. Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merevisi target produksi garam dari 2,5 juta ton menjadi 1,5 juta ton.
Direktur Utama PT Garam Achmad Didi Ardianto memaparkan, PT Garam mendorong perbaikan kualitas garam, antara lain, dengan membangun pabrik pengolahan garam bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Menurut data KKP, stok garam rakyat per 26 agustus 2020 sebanyak 778.136 ton. Dari jumlah itu, stok dari hasil produksi tahun ini sebanyak 105.036 ton, sedangkan 673.100 ton merupakan stok garam sisa produksi tahun lalu. Sementara produksi PT Garam sebanyak 38.789 ton.
Ketua Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jawa Timur Muhamad Hasan menyampaikan, kondisi cuaca untuk musim produksi tidak sebagus pada tahun lalu. Di sisi lain, harga panen garam rakyat anjlok sehingga ongkos produksi tidak tertutup.
Harga jual panen garam saat ini berkisar Rp 250-Rp 350 per kilogram (kg) di tingkat petambak. Adapun rata-rata ongkos produksi garam Rp 450-Rp 550 per kg. Ongkos produksi semakin mahal jika lokasi tambak jauh dari jalan raya karena harus memperhitungkan biaya angkut.
Data KKP menunjukkan, produksi garam sebanyak 105.036 ton per 26 Agustus, terdiri dari 30.201 ton garam kualitas I (KW1), 56.316 ton garam kualitas II (KW 2), dan 18.518 ton garam kualitas III (KW 3). Pada 2019, realisasi produksi garam nasional sebanyak 2,9 juta ton, terdiri dari 2,5 juta ton garam rakyat dan 400.000 ton garam dari PT Garam. Tahun ini, produksi garam rakyat diproyeksikan turun menjadi 2,3 juta-2,5 juta ton, yang terdiri dari 1,8 juta ton garam rakyat dan 500.000 garam dari PT Garam.
Tekfin dan LPEI Perlancar Saluran Kredit
Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, perbankan menjalin kemitraan dengan perusahaan teknologi finansial untuk memperlancar penyaluran pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.
Direktur Strategi dan Inovasi PT Bank OCBC NISP Tbk Kajit mengatakan, OCBC NISP segera menggelontorkan pembiayaan bersama dengan PT Simplefi Teknologi Indonesia atau AwanTunai untuk mendukung skema pembiayaan rantai pasok (supply chain financing) bisnis para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ka Jit memastikan, fasilitas ini dapat menjadi pilihan baru bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan modal tambahan. Proses kredit yang perlu dilakukan akan lebih mudah dan cepat ketimbang perbankan.
Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk memperluas kerja sama dengan PT Investree Radhika Jaya atau Investree untuk mengoptimalkan penyaluran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Sinergi ini merupakan inisiatif Bank Mandiri untuk memperluas akses PEN melalui sarana digital sehingga dapat terbentuk digital ekosistem pelaku UMKM,” kata Executive Vice President Bank Mandiri Agus Hartoyo Widodo.
Pembiayaan ekspor bagi UKM juga terus digulirkan melalui program Penugasan Khusus Ekspor (PKE). Pemerintah memberikan mandat itu kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas mengatakan, untuk mengakses fasilitas pembiayaan, pelaku usaha minimal menyediakan agunan 30 persen dari plafon pembiayaan. Sementara 70 persennya akan dijamin dari LPEI dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero).
Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Heri Setiawan mengatakan, total dana yang dianggarkan untuk program PKE bagi UKM Rp 500 miliar dengan bunga maksimal 6 persen. Pembiayaan dilakukan dengan dua plafon, yakni untuk usaha kecil Rp 500 juta – Rp 2 miliar, dan untuk usaha menengah Rp 2 miliar – Rp 15 miliar.
Beban Baru Pengusaha Mineral dan Batubara
Pemerintah sedang merampungkan aturan turunan Undang-Undang No. 3/2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Kelak, beleid itu akan berbentuk Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba dan akan diteken Presiden Joko Widodo.
Berdasarkan dokumen draf PP Minerba yang diperoleh KONTAN, aturan yang terdiri dari 202 pasal ini berisi tata cara perizinan minerba, termasuk perluasan dan penciutan wilayah tambang. Bukan hanya itu saja, draf aturan ini akan mengatur sejumlah beban baru produsen minerba. Antara lain: pungutan dana ketahanan cadangan minerba. Kelak, dana ini untuk memastikan kelanjutan eksplorasi wilayah tambang.
Besaran dana ketahanan cadangan minerba akan masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahunan produsen minerba. Ada pula kewajiban reklamasi pasca tambang dengan tingkat keberhasilan 100% bagi pemegang KK dan PKP2B yang mendapat perpanjangan kontrak dalam bentuk IUPK.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin menyatakan, aturan turunan UU Minerba belum selesai. "Kami akan mempublikasikan setelah terbit," kata dia, Selasa (8/9).
Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menilai, hingga kini, APBI belum diundang untuk membahas draf PP Minerba lantaran masih dimatangkan di level pemerintah.
Hal paling urgen adalah PP yang mengatur perlakuan perpajakan khusus bagi pertambangan batubara. "Hal ini akan menjadi dasar pengenaan perpajakan bagi perpanjangan PKP2B yang akan dikonversi menjadi IUPK," ungkap dia.
Pasar Mobil Bekas Perlahan Mulai Ngegas
Memasuki semester II-2020, bisnis mobil bekas mulai menderu. Permintaan mobil bekas pada bulan September tahun ini di pasaran kembali ramai. Salah satu pengelola gerai mobil bekas yang merasakan pertumbuhan permintaan adalah WTC Mangga Dua. Pada Agustus tahun ini, ada pertumbuhan permintaan.
Herjanto Kosasih, Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua membenarkan, penjualan mulai membaik di bulan Agustus lalu. Dia menilai, permintaan kembali ramai lantaran dua faktor. Pertama, kebutuhan kendaraan pribadi saat pandemi korona untuk menghindari kontak langsung dengan kerumunan di fasilitas transportasi publik. Kedua, terkait regulasi ganjil-genap. "Masyarakat jadi perlu menambah kendaraan lagi," kata dia kepada KONTAN, kemarin.
Herjanto memperkirakan pada bulan ini pasar mulai ada perbaikan di angka 80%. Alhasil, memasuki Oktober-November diharapkan pasar bisa pulih seperti sedia kala. Dia tidak memaparkan secara rinci volume pasar mobil bekas. Namun pada periode sebelum pandemi, di level tertinggi Bursa Mobil Bekas WTC bisa menjual sebanyak 4.000 unit mobil per bulan. Tahun lalu saja, Bursa Mobil ini mampu menjual 34.000 unit mobil bekas.
President Director Mobil88 Halomoan Fischer Lumbantoruan menilai, pihaknya saat ini masih wait and see menyikapi kondisi pasar. Situasi saat ini sangat ditentukan oleh kapan dan bagaimana pandemi ini berakhir. Dari sisi business size, memang ada kenaikan dibandingkan Maret saat awal pandemi di Indonesia.
Sementara Herjanto menyebutkan, harga mobil bekas di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua sudah kembali normal seperti masa sebelum pandemi. "Sebab, besaran uang muka juga sudah seperti biasa, tidak seperti kemarin yang mana syarat kredit ketat," ujar dia. Bursa Mobil WTC mengaku dalam tiga tahun belakangan ini tak menggelar promo atau diskon khusus.
Menhan China Temui Prabowo Subianto
Menteri Pertahanan China Jenderal Wei Fenghe menemui Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto untuk membahas berbagai masalah keamanan regional. Kepala Biro Humas Kementerian Pertahanan Djoko Purwanto pertemuan bilateral tersebut membahas hal penting terkait pertahanan negara. Sejumlah isu yang didiskusikan diantaranya strategi pemerintah Indonesia mencegah pandemi Covid-19, kerja sama kedua negara terkait penanganan Covid-19 juga kerja sama industri pertahanan, pendidikan dan isu-isu aktual lainnya di kawasan Asia Pasifik.
Stimulus Saja Belum Cukup
Problem yang dihadapi UMKM dalam upaya pemulihan ditengah tekanan pandemi Covid-19 menghadapi problem yang kompleks sehingga stimulus dan bantuan modal saja dinilai belum cukup. Pelaku UMKM membutuhkan pendampingan untuk masuk ke ekosistem digital, membuka pasar baru dan meningkatkan daya saing produk.
Peneliti senior SMERU Institute, Palmira Permata Bachtiar menyatakan bahwa pemerintah sudah menggulirkan stimulus dan bantuan modal untuk memulihkan UMKM dan saat ini masalahnya bagaimana menjangkau UMKM. Mayoritas pelaku UMKM belum tahu ada bantuan dan stimulus dari pemerintah. Sehingga perlu sosialisasi dan komunikasi untuk menjangkau UMKM.
Staf ahli Menteri Keuangan Bidang Keuangan Negara Kunta Wibasa Dasa Nugraha mengatakan bahwa secara umum pencairan stimulus UMKM cukup baik namun dalam perkembanganya ada stimulus yang dinilai kurang sehingga butuh perbaikan, seperti bantuan presiden bagi 15 juta usaha mikro.
Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa pemulihan UMKM tidak lepas dari pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, pembinaan dan pelatihan UMKM diarahkan ke pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.
Produk Vaksin
Satu boks vaksin Covid-19 dipajang dalam pameran perusahaan farmasi asal China, Sinopharm di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing pada Sabtu (5/9/2020).
Puluhan ribu orang diharapkan mengunjungi pameran yang diikuti hampir 2.000 perusahaan asing dan asal China untuk memamerkan produk dan jasa mereka.
Usaha Ritel Makin Terpuruk
Penurunan belanja masyarakat memukul usaha ritel. Sebagian peritel mulai menghentikan kontrak sewa dan menutup gerai guna menekan kerugian. Menurut data Aprindo jumlah unit usaha ritel mencapai 35.000 toko, tersebar di 34 provinsi dengan jumlah pekerja mencapai 4 juta orang. Penyaluran kredit korporasi dinilai baru menyentuh beberapa sektor seperti : logistik dan transportasi tetapi belum menyentuh perdagangan ritel. Insentif yang digulirkan pemerintah untuk pekerja dinilai lebih menjaga daya tahan tetapi belum mampu memulihkan daya beli.
Communication Head of Corporate PT Matahari Putra Prima Tbk Fernando Repi, adopsi sistem belanja daring belum mampu mendongkrak tingkat penjualan. Sebab kontribusi belanja secara daring baru sekitar 15% dari total penjualan.









