Permintaan Mobil Sport Masih Melaju
Meski dunia menghadapi resesi akibat paparan pandemi korona (Covid-19), permintaan mobil sport atau sportscar tak ada matinya. Agen Pemegang Merek (APM) pun melakukan penyegaran sejumlah produk mobil sport demi menjaring konsumen. Misalnya PT Toyota Astra Motor (TAM) yang meluncurkan New GR Supra.
Marketing Director Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy mengatakan, pasar mobil sport yang masuk mobil premium ini memang tidak besar, namun selalu ada permintaan, khususnya buat konsumen yang menggandrungi mobil model ini. Toyota tentu berusaha memenuhi permintaan pasar tersebut.
“Di luar dugaan kami, mirip seperti batch pertama tahun lalu, saat ini 12 unit GR Supra yang kami siapkan tahun ini juga langsung habis”, ungkap dia kepada KONTAN, Rabu (23/9). Toyota New GR Supra ditawarkan seharga Rp 2,14 miliar per unit. Melihat prospek yang cukup baik dari penjualan mobil sport ini, Toyota tidak menutup kemungkinan untuk memboyong model-model lainnya.
APM lain, BMW juga diketahui telah meluncurkan model mobil sport terbarunya, yaitu BMW M2. Model tersebut sempat diperkenalkan akhir tahun lalu dan ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 1,69 miliar per unit. Meski di tengah wabah korona, tidak membuat APM BMW Group Indonesia menunda peluncuran mobil baru mereka tahun ini. “Peluncuran kendaraan masih tetap akan dilakukan melalui virtual launch”, jelas Jodie Otania, Communications Director BMW Group Indonesia.
PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) tetap percaya diri merilis line up anyar pada tahun ini. “Akhir tahun ini kami masih berencana meluncurkan lagi kendaraan sport SUV untuk melengkapi line-up kendaraan sport kami di pasar Indonesia”, kata Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operation and Product Management MBDI. Sepanjang tahun 2020, MBDI telah meluncurkan sejumlah line up segmen mobil sport, yakni Mercedes-AMG GT 53 4 Matic 4-Door Coupe dan Mercedes-AMG A 35 4 Matic.
Adapun APM Audi di Indonesia, PT Garuda Mataram Motor (GMM), pada tahun depan berencana merilis tipe baru mobil sport Audi. Herry Noverino, Marketing PR Department Head GMM bilang, saat ini Audi baru bisa menyediakan satu tipe mobil sport, yaitu Audi RS5 Coupe. “Rencananya, tahun depan GMM akan melengkapi segmen mobil sport dengan tipe lainnya”, kata dia.
Bantuan Sosial Jadi Andalan pada Masa Resesi
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, mengatakan resesi akibat pertumbuhan ekonomi negatif berdampak penurunan kinerja dunia usaha. Kondisi ini berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masif yang berimbas pada tingkat pengangguran dan kemiskinan.
Menurut Faisal, desain bantuan yang dibutuhkan harus menyasar target penerima seluas-luasnya, khususnya kalangan yang paling terkena dampak pandemi, seperti segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berikutnya adalah program bantuan subsidi gaji untuk karyawan berpenghasilan di bawah Rp 5 juta yang kini baru mengandalkan data peserta Badan Pengelola Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) atau kalangan pekerja formal.
Berdasarkan laporan realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 16 September lalu, anggaran perlindungan sosial tercatat telah terserap Rp 134,45 triliun dari pagu anggaran sebesar Rp 203,9 triliun.
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara, menuturkan resesi mengindikasikan terjadinya tekanan yang dalam pada perekonomian, baik sektor keuangan maupun sektor riil. Dia memperkirakan gelombang PHK bakal meningkat karena pengusaha melakukan efisiensi biaya.
Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Raden Pardede, memastikan tambahan anggaran jaring pengaman sosial akan dilakukan oleh pemerintah dalam waktu dekat. Dia menegaskan, anggaran sebesar Rp 695,2 triliun akan diserap habis dan tidak akan ditinggalkan satu sen pun.
Dorong Kenaikan Cukai Rokok Lebih Agresif
Pemerintah diharapkan lebih agresif mengendalikan produk tembakau, antara lain, dengan menaikan tarif cukai dan menyederhanakan struktur tarif cukai. Penasihat proyek untuk pengendalian tembakau dari Pusat Inisiatif Strategis untuk Pembangunan (CISDI), Nurul Luntungan, mengatakan, tarif cukai rokok yang berlaku di Indonesia saat ini 44,7 persen.
Tarif ini jauh lebih rendah dari standar global yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada angka 70 persen. Bahkan tarif ini belum mencapai batas maksimal dalam Undang-Undang Cukai sebesar 57 persen.
KKP Cabut Izin Ekspor
Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) bersama Komisi IV DPR sepakat mencabut sementara izin 14 eksportir benih bening lobster (BBL). Pencabutan izin sementara ini dilakukan karena 14 eksportir itu menyalahi peraturan Perundang-undangan. Eksportir memanipulasi jumlah benih yang akan diekspor dari Indonesia.
Inspektur Jenderal KKP Muhammad Yusuf mengungkapka, Rabu (16/9/2020), terdapat 14 perusahaan yang akan mengekspor benih bening lobster ke Vietnam. Namun, ada indikasi pemalsuan data. Sebab ada selisih antara jumlah rill yang akan dikirim dan data yang tertera di dokumen.
Jumlah bening benih lobster yang tertera di dokumen ekspor mencapai 1,5 juta ekor. Namun benih yang akan dikirim mencapai 2,7 juta ekor sehingga ada sekitar 1,2 juta ekor yang tidak dilaporkan di dokumen tersebut.
Secara terpisah, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, hasil pemeriksaan 19 dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) ditemukan selisih jumlah barang yang signifikan. Bea dan Cukai telah melimpahkan kasus itu ke kepolisian dan Berita acara pemeriksaan para eksportir telah dibuat.Waspadai Lonjakan Impor dari Negara yang Pulih Lebih Dulu
Ekspor dan Impor berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Akselerasi ekspor dan pembukaan keran impor yang terukur mesti diperhatikan pemerintah. Potensi ledakan impor dari negara lain yang sudah pulih dari pandemi Covid-19 perlu dimitigasi.
Menurut data Badan Pusat Statistik, neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Agustus 2020 surplus 11,05 miliar dollar AS. Situasi ini berbalik dari Januari-Agustus 2019 yang defisit 2,057 miliar dollar AS. Pada Agustus 2020, neraca perdagangan RI Surplus 2,327 miliar dollar AS. Impor bahan baku dan penolong pada Agustus 2020 senilai 7,754 miliar dollar AS atau naik 5 persen dibandingkan dengan Juli 2020. Pada periode yang sama, nilai impor barang konsumsi naik 7,31 persen, sedangkan barang modal turun 8,81 persen.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan Muhri mengatakan, sejak awal Maret 2020, pemerintah memantau dan memetakan hambatan dagang tarif dan nontarif yang diciptakan negara-negara mitra dagang selama pandemi. “Setiap negara punya hak yang sama, tetapi yang jelas kebijakan yang dikeluarkan harus selaras dengan peraturan WTO,” ujar Kasan.
Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesua Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan, dalam kondisi saat ini, wajar jika proteksi dagang lebih tinggi karena setiap negara punya kebutuhan menjaga kepentingan mereka.
Namun, ia mengingkatkan pemerintah untuk tetap berhati-hati. Kebijakan impor yang proteksionis bisa menjadi beban bagi negara. Sebab industri yang diproteksi cenderung menjadi inefisien dan bebannya akan ditanggung konsumen.
Pemungut PPN Digital Tambah Lagi
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) menambah sembilan perusahaan digital asing untuk memungut, menyetor, dan melaporkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% dari konsumen. PPN ini atas transaksi pembelian barang/jasa digital dari platform perusahaan digital asing tersebut.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo mengatakan, sembilan perusahaan ini akan mulai melaksanakan kewajibannya sebagai Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN) terkait pelaksanaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada Oktober 2020 nanti. Dengan tambahan 9 SPLN ini, maka perusahaan asing di bidang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sampai Oktober 2020 total akan menjadi 37 perusahaan.
Kendati demikian, Suryo belum mau menyampaikan perincian nama sembilan perusahaan digital asing ini. "Akan ada sembilan lagi, saat ini kami sedang berkomunikasi dengan SPLN di luar negeri, harapan kami semakin banyak semakin baik untuk pemungutan PPN ke depan," kata Suryo, Selasa (22/9).
Sebelumnya sudah ada 28 perusahaan digital asing yang resmi menarik PPN. Pada tahap pertama yakni, Amazon Web Service Inc., Google Asia Pasific Pte. Ltd., Google Ireland Ltd., Google LLC., Netflix Internasional B.V. dan, Spotify AB. Enam perusahaan tersebut per 1 Agustus lalu sudah menerapkan ketentuan PPN.
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun mengatakan kebijakan tersebut dirasa tidak cukup karena seharusnya pemerintah berani menarik Pajak Penghasilan (PPh) atas perusahaan digital asing, bukan cuma PPN.
Fintech dan E-Commerce Kian Mesra
Perusahaan e-commerce terjun ke dalam ekosistem bisnis pinjaman online. Salah satunya, Tokopedia yang masuk bisnis fintech peer to peer (P2P) lending melalui Dhanapala. Tokopedia bisa memberikan layanan pinjaman berbasis daring kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Vice President of Fintech and Payment Tokopedia, Vira Widiyasari ,"Dhanapala adalah P2P lending yang terafiliasi dengan Tokopedia dan tujuannya mempermudah penggiat usaha di Indonesia khusus UMKM lokal. Harapannya mereka mendapatkan akses jasa keuangan termasuk permodalan guna mengembangkan bisnisnya," ujarnya, Selasa (22/9).
Dhanapala merupakan perusahaan telah menyalurkan pinjaman Rp 24,2 miliar hingga Maret 2020. Pinjaman tersebut disalurkan kepada 4.777 peminjam dengan dana pinjaman berjalan Rp 23,8 miliar. Bisnis e-commerce dan pinjaman online belakangan memang tak bisa terpisahkan.
Para pemain mengaku jika belanja online meningkatkan bisnis fintech. Misalnya, PT FinAccel Digital Indonesia pemilik Kredivo mencatat lebih dari 70% porsi transaksi Kredivo berasal dari e-commerce. Kredivo juga mencatat peningkatan frekuensi pembelian di e-commerce pada Semester I-2020 lalu.
Dana Pemulihan Ekonomi akan Digeber Habis
Pemerintah memperkirakan penyaluran anggaran di Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa mendekati 100% hingga akhir tahun. Sebagai perbandingan, per 16 September 2020, akumulasi penyerapan dana PEN baru mencapai 36,6%.
Program PEN yang tingkat penyalurannya masih rendah antara lain sektor kesehatan. “Kami terus mendorong belanja Kementerian Lembaga (KL) dan pemda agar PEN terealisasi baik sampai akhir tahun. Anggaran PEN kami harapkan bisa mendekati 100% di akhir tahun,” kata Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemsenterian Keuangan, Selasa (22/9).
Sekretaris Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Raden Pardede optimistis anggaran PEN bisa terserap 100%. Ia bilang, saat ini penyaluran bansos yang semula lambat terus mengalami perbaikan sehingga alokasi anggaran ditambah Rp 38,1 triliun menjadi total Rp 242.01 triliun. “Ini realokasi anggaran PEN untuk perlindungan sosial juga subsidi gaji, subsidi gaji honorer, kuota internet bagi pelajar dan guru, diskon listrik dan dana bergulir UMKM dan bantuan presiden (banpres) produktif untuk UMKM,” kata Raden.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berharap pemerintah merealisasikan belanja PEN dengan optimal seperti untuk sektor kesehatan. “Harus ada cara lain untuk mendorong program belanja kesehatan,” katanya.
Indonesia Bantu Negara Miskin
Di tengah keterbatasan ruang fiskal, Indonesia memberikan dana hibah 12 juta dollar AS setara Rp 176 miliar untuk membantu negara-negara miskin dan rentan di Asia Pasifik. Dana hibah itu akan dsalurkan melalui Asian Development Fund (ADF). Dana itu untuk membantu penguatan sektor kesehatan, risiko bencana, adaptasi perubahan iklom, infrastruktur dan tata laksana pemerintahan yang baik.
Mengteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa Indonesia sebagai pemegang saham terbesar keenam di Bank Pembangunan Asia (ADB) dan ketua nega-negara konstituen Suite 5 harus memainkan peran penting di tingkat internasional kendati dalam kondisi serba terbatas. Negara-negara donor ADB sepakat menambah ketersediaan dana ADF selama periode 2021-2024 dengan target lebih dari 4 miliar dollar AS.
Pahit Kopi Pandemi
Kala pandemi, segelas kopi ingin menera kisah sendiri. Kisahnya tentang para barista serta pemilik warung, kedai, dan kafe kopi yang sepi pengunjung. Kisah para pekerja yang dirumahkan atau yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Kisah para eksportir kopi yang sepi permintaan. Kisah para petani dan pelaku usaha/industri kecil menengah olahan kopi yang khawatir dengan rendahnya harga dan serapan pasar kopi.
Hasil survei ICO tentang ”Impact of Covid-19 on The Global Coffee Sector: Survey Exporting Members” menyebutkan, Covid-19 berdampak negatif terhadap tenaga kerja (75 persen responden), pendapatan (63 persen), konsumsi domestik (56 persen), ekspor (50 persen), dan produksi (31 persen).
Indonesia berada di posisi keempat sebagai lima besar negara produsen kopi dunia dengan total produksi sekitar 720.000 ton.
Kementerian Pertanian memperkirakan produksi kopi nasional pada tahun ini akan turun 35 persen dari produksi kopi pada 2019 yang sebanyak 760.963 ton. Pandemi juga menyebabkan harga biji kopi turun dari Rp 68.000 per kilogram (kg) menjadi Rp 26.000 per kg.
Di sisi lain, Kementerian Perindustrian memperkirakan pandemi Covid-19 akan berimbas pada anjloknya penjualan kopi pelaku IKM, termasuk kopi olahan, sebesar 50-90 persen. Pada 2019 tercatat ada 1.204 IKM kopi olahan dan 2.950 kedai/gerai kopi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Kementerian Perindustrian telah meluncurkan gerakan #SatuDalamKopi sejak April 2020. Tujuannya adalah menjaga pasar kopi di dalam negeri di kala pandemi melalui ajakan membeli produk-produk kopi dan olahan kopi secara daring. Salah satunya melalui Tokopedia yang melibatkan hampir 1.200 pelaku industri kopi dari berbagai wilayah Nusantara.









