Tren Tanaman Anggur di Kota Palembang
Iklim di Kota Palembang dinilai cukup adaptif bagi tanaman anggur untuk berbuah. Khususnya, di daerah dataran rendah, seperti Kota Palembang di ketinggian rata-rata 20 meter di atas permukaan laut.
Kondisi ini membuat para penghobi tanaman anggur lebih semangat membudidayakan tanaman ini di Kota Palembang. Seperti halnya seorang pembudidaya anggur, Agus Salim. Ia sudah mulai tertarik menanam anggur sejak akhir 2019 lalu. Tidak kurang ada 40 varietas anggur luar berhasil dikembangkan seperti new baikonur dan transfiguration. Baik dari segi ukuran, warna, genjah alias cepat berbuah dan rasa.
Varian anggur new baikonur sangat genjah/ mudah berbuah dengan rasa manis dan tampilan buah yang cantik. Bentuknya sedikit oval menonjol dengan warna merah keungguan saat telah matang. Tampilannya menarik dengan dompolan panjang, rasa buah manis, kenyal, produksi buah juga tinggi. Satu dompolan rata-rata mampu mencapai berat antara 0,4 hingga 0,7 kg/ tandan. Buah anggur baikonur juga dikenal mempunyai ukuran yang cukup besar, panjang 40 - 50 mm dengan diameter 18 - 23 mm.
Untuk jenis transfiguration adalah jenis anggur impor yang sudah cukup populer. Warnanya kuning berpadu kemerahan, memiliki bentuk lonong dengan bobot 12 - 18 gram perbutirnya. Satu tandan anggur, bisa mencapai 700 - 1.500 gram, atau sekitar 50 - 100 buah anggur dalam satu tandan/ gerombol. Daging buahnya juicy, manis dan terasa padat.
"Harga bibitnya yang dijual dipasaran sekitar Rp 250 ribu untuk jenis new baikonur dan Rp 150 rb jenis transfiguration", bebernya. Menurutnya, rata-rata di bawah umur 1satu tahun anggur jenis ini sudah mulai belajar berbuah.
Tidak sulit menanam anggur, di samping perlu perawatan juga harus melakukan pemangkasan, pemberian pupuk serta fungisida untuk mencagah jamur.
Ia menilai sejak andemik, minat masyarakat mulai tinggi untuk mencoba menanam anggur. "Harapakan kami supaya masyarakat bisa lebih mengenal bahwa anggur itu bisa dibudidayakan atau ditanam di daerah kita Kota Palembang ini", pungkasnya.
Sehari, Penjualan Tembus 5,6 kg
PALEMBANG - Tak bisa disangkal. Dari tahun ke tahun emas menjadi idola bagi masyarakat melakukan saving (penyimpanan). Investasi logam mulia ini selain terbilang aman juga memiliki kelebihan lain. Seperti mudah dicairkan dan juga menjanjikan secara nilainya. Nah, pada awal tahun 2021 ini, harga emas cenderung turun. Momen ini cepat dijadikan waktu investasi.
Kepala Butik Antam Cabang Palembang, Imam Sutarwoko, mengatakan, saat ini harga emas fluktuatif. Namun pada Januari sempat mengalami penurunan. Beberapa faktor penyebabnya, seperti karena kucuran stimulus Bank Amerika dan kepercayaan terhadap vaksin Covid yang sampai saat ini belum ada dampak yang sinifikan terhadap penanganan Covid.
Tren harga yang masih turun di awal tahun membuat pembelian justru meningkat karena investor memanfaatkan kondisi harga yang masih turun. Seperti 5 Februari lalu transaksi mencapai 5,6 kg untuk volume dan jumlah transaksi naik 110 persen.
Hanya saja, kata Imam, pada awal Februari ini ada prediksi akan adanya sedikit kenaikan. Hal itu terlihat dari grafik harga. Dimana harga berdasar unit pengolahan dan pemurnian www,logam-mulia.com pada 5 Februari harga di angka Rp 934,15 per 1 gram (NPWP 0,45 persen).
Pembukaan di awal pekan ini, harga mengalami pergerakan naik sekitar Rp 9.000 ke angka harga beli Rp 944,230 per 1 gram.
Sementara itu turunnya harga emas di pasaran di akui Owner Toko Emas Intan Km 5, Yeni. Menurutnya, memang harga emas saat ini cenderung naik turun. Ia mengatakan penurunan harga sendiri baru terjadi beberapa hari terakhir.
Dini, warga kawasan Bukit Lama, Ilir Barat I mengatakan dirinya memang sempat ingin menjual logam mulia. Namun, karena harga turun dia menunda itu. Menurutnya, emas memang salah satu instrumen penting untuk investasi. Dia kerap menabung logam mulia untuk simpanan, jika nanti tidak ada uang bisa jadi cadangan. Nilainya juga takkan turun.
Hasan Aziz, Dulu Pedagang Keliling Kini Miliki Divamart
Divamart merupakan minimarket yang cukup dikenal warga di kota Muara Enim. Di sini dijual berbagai kebutuhan rumah tangga. Siapa sangka Hasan Aziz, pria yang dulunya kerja serabutan kini menjadi pemilik Divamart Muara Enim. Sebuah minimarket yang cukup besar. Kesuksesan yang diraihnya bukan didapatnya dengan mudah. Butuh perjuangan dan pengorbanan.
Hasan, sapaan akrabnya dibesarkan oleh kedua orang tua yang merupakan pedagang keliling. Mulai dari Lampung, Belitang, hingga Lahat. Pria kelahiran Kerinci, Jambi 1973 ini sempat ikut ayahnya berjualan di Batam. Selama di Batam, pria berdarah Minang ini, mencoba barbagai profesi seperti jadi kuli bangunan, bekerja di lapangan golf bahkan PKL pernah dilakukan. Hingga ia mendapatkan jodoh dan menikahi Warna, istrinya di tahun 1998.
Tak lama setelah menikah, Hasan pindah ke Lahat dan hasrat menjadi pengusaha mulai tergali. Padahal semula tidak ada kelinginan kearah sana. Lantaran jarak Lahat dan Muara Enim tidak terlalu jauh, dirinya mencoba usaha jualan di Bumi Serasan Sekundang. "Dengan mengucap Bismillah, saya dan istri memberanikan diri menetap di Muara Enim pada 2018. Kami menyewa kios ukuran 3x4 meter di Pasar Impres Muara Enim. Harga sewanya Rp 9 juta hasil pinjam dengan keluarga", ungkapnya.
Jatuh bangun dalam usaha dirasakan, namun keinginan untuk maju sangat besar. "Di 2002, ada angin segar terkait permodalan dengan menjadi mitra binaan CSR PT Bukit Asam. Saat itu kami mendapatkan suntikan dana Rp 10 juta untuk mengembangkan usaha", tuturnya. Setelah mampu melunasi pinjaman modal, CSR PTBA kembali memberikan suntikan dana. "Dua kali diberikan lagi, pertama Rp 25 juta dan kedua Rp 35 juta. Berbekal dana tersebut, di 2004 mulai merintis pembangunan Divamart dengan membeli lahan di Jl. Damai II pasar II. Di 2014 usaha Divamart berjalan efektif," tuturnya.
Sekarang Divanart terus berkembang manajemen usaha efektif dan efisien. "Di 2019 terus berkembang hingga didirikan lagi Divamart II di Jl. SMB II Muara Enim", tambahnya. Ayah lima anak ini sangat bersyukur, kini Divamart telah memiliki 85 karyawan. Dirinya menargetkan kedepan untuk mendirikan Divamart III dengan disusul pengembangan usaha seperti Spot Kuliner dan berbagai hiburan masyarakat. "Hasil yang diraih seperti sekarang dari Ridha Allah SWT serta dukungan dari istri, anak, dan keluarga, dan tentu PTBA melalui program CSR-nya", terangnya.
BRI akan Jadi Induk Ultra Mikro Keuangan
Skema rencana pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang ultra mikro sektor keuangan semakin terang. Holding tiga BUMN itu akan terdiri dari PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan berada di bawah naungan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebagai induknya.
BRI akan menerbitkan saham baru (rights issue) dalam rangka pembentukan holding tersebut. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, negara akan mengambil seluruh rights issue BRI, serta mengalihkan semua saham seri B di PNM dan Pegadaian ke BRI.
Targetnya holding ultra mikro ini dapat menjangkau 29 juta usaha kecil hingga tahun 2024. Naik 93% dari target jangkauan 2021 yakni 15 juta ultra mikro. Harapannya, pengusaha ultra mikro bisa mendapatkan kredit yang lebih murah. Nantinya biaya dana alias cost of fund holding lebih murah dari BRI saat ini.
la optimistis pembentukan holding ini menaikkan rasio kredit UMKM terhadap total kredit bank dari 19,75% tahun lalu jadi 22% di tahun 2024.
Industri Minuman Ringan, Pertumbuhan Masih Sulit
Industri minuman ringan diproyeksikan baru dapat bangkit pada semester II/2021 setelah terpuruk sepanjang tahun lalu akibat pandemi Covid-19. Cukup sulit untuk mencetak pertumbuhan pada semester I/2021 ini. Pasalnya, vaksinasi yang dilakukan pemerintah masih belum menyentuh masyarakat secara luas. Pertumbuhan Ekonomi secara keseluruhan yang diharapkan mulai terjadi pada tahun ini juga belum bisa dijadikan acuan. Yang paling vital bagi industri minuman ringan adalah pemulihan konsumsi masyarakat pada sektor hotel dan perjalanan.
Pada tahun lalu volume produksi minuman ringan anjlok sekitar 24% menjadi 34 miliar liter dari periode tahun sebelumnya sebanyak 45 miliar liter. Dengan angka produksi tersebut, level utilisasi industri minuman ringan sepanjang pandemi juga hanya berkisar di angka 65%. Ketua Umum ASPADIN optimistis pihaknya masih dapat mencatatkan pertumbuhan volume produksi yang positif pada 2020 di tengah industri minuman ringan yang turun. Hal tersebut disebabkan oleh jenis kemasan yang hanya ada pada industri air minum dalam kemasan (AMDK), yakni kemasan galon.
(Oleh - IDS)
Pendapatan per Kapita Kalimantan Tertinggi
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada tahun 2020 tumbuh -2,07% year on year (yoy). Perputaran pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa mencapai 58,75% dengan pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar -2,51% yoy. Secara nominal produk domestik bruto (PDB) nasional tahun 2020 senilai Rp 15.434,2 triliun sehingga Pulau Jawa menyumbang sekitar Rp 9.067,59 triliun.
Hitungan KONTAN, dengan PDB nominal Pulau Jawa sebesar Rp 9.067,59 triliun dan jumlah penduduk 151,6 juta berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, pendapatan per kapita di Jawa mencapai Rp 59,81 juta.
Namun, kesenjangan di Pulau Jawa yang diukur oleh gini ratio masih tinggi. Badan Pusat Statistik mencatat, gini ratio DKI Jakarta pada Maret 2020 sebesar 0,399. Bahkan Jawa Barat dan Yogyakarta periode yang sama masing-masing 0,403 dan 0, 434.
Sementara di Kalimantan, dengan pendapatan per kapita yang tinggi, gini ratio di pulau ini lebih rendah ketimbang di Jawa. Catatan BPS, gini ratio Kalimantan Barat pada Maret 2020 sebesar 0,317, Kalimantan Tengah 0,329, Kalimantan Selatan 0,332, Kalimantan Timur 0,328, dan Kalimantan Utara sebesar 0,292.
Dana Rp 42,48 Triliun untuk Suntik BUMN
Pemerintah kembali menyuntikkan dana kepada sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) pada 2021 lewat mekanisme penyertaan modal negara (PMN). Tahun ini, alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 42,48 triliun untuk sembilan perusahaan pelat merah.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hal ini saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (8/2). Ia menyebut, suntikan PMN ke BUMN menjadi tren sejak 2010. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah agar BUMN bisamenjadi salah satu motor penggerak perekonomian.
Kementerian Keuangan mencatat, selama periode 2010-2019, PMN ke BUMN dan badan usaha lainnya mencapai Rp 186,47 triliun. Pada periode ini, kontribusi penerimaan pajak BUMN mencapai Rp 1.518,7 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) berupa dividen mencapai Rp 377,8 triliun.
Royalti Batubara Diusulkan antara 14% -20%
Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) mengusulkan tarif royalti di rentang 14%-20% bagi perusahaan tambang pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Kelak, tarif itu akan dikenakan setelah pemegang PKP2B mendapatkan perpanjangan operasi menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
Pengusaha mengusulkan tarif royalti progresif dengan mengacu pada indeks Harga Batubara Acuan (HBA). Ada empat rentang tarif yang diusulkan. Pertama, jika harga batubara di bawah USS 70 per ton, maka tarif royalti yang dikenakan untuk batubara yang dijual di pasar domestik sebesar 14%, begitu pula untuk batubara ekspor.
Kedua, jika harga di rentang USS 70 per ton-USS 80 per ton, maka usulan royalti untuk domestik 14% dan ekspor 16%. Ketiga, saat harga USS 80 per ton-US$ 90 per ton, royaltinya 14% untuk domestik dan 18% untuk ekspor. Keempat, jika harga di atas US$ 90 per ton, maka royalti domestik sebesar 14% dan ekspor 20%.
Sebelumnya Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin bilang, perubahan tarif royalti bertujuan meningkatkan pendapatan negara. Untuk batubara, penyesuaian tarif royalti lantaran ada perubahan status batubara, dari semula barang bukan kena pajak menjadi barang kena pajak.
Kemitraan Dukung Pelaku Usaha Kuliner
Grab dan Yummy Corp bekerja sama memberdayakan pelaku usaha kuliner melalui penyediaan restoran virtual. Dapur bersama bagi pelaku usaha berbasis komputasi awan ini menyatukan layanan pengantaran makanan GrabFood dan manajemen operasional makanan Yummy Corp.
Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia, dalam siaran pers, Senin (8/2/2021), mengatakan, kerja sama ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk terlibat dalam ekosistem digital. Apalagi, jumlah mitra yang aktif di GrabFood terus meningkat. Saat ini Grab dan Yummy Corp mengoperasikan lebih dari 80 cloud kitchen di 7 kota di Indonesia.
Kontaminasi Virus Korona Berlanjut
Kasus kontaminasi virus korona tipe baru pada kemasan dan produk perikanan RI yang diekspor ke China masih berlanjut. Sejak September 2020 hingga Februari 2021, Otoritas Bea dan Cukai China (GACC) menemukan 10 kasus kontaminasi virus korona tipe baru pada kemasan dan produk perikanan dari Indonesia yang dikirim delapan perusahaan.
Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (BKIPM-KKP) Widodo Sumiyanto, Senin (8/2/2021), menyampaikan, temuan kasus kontaminasi virus korona tipe baru terdiri dari sembilan kasus pada kemasan produk dan satu kasus pada produk ikan.
Namun, Widodo mengakui, belum seluruh proses hulu-hilir menerapkan persyaratan tambahan tersebut. Pengawasan hulu meliputi proses produksi penangkapan dan budidaya, sedangkan hilir mencakup pengolahan, penyediaan kemasan, dan distribusi.
Syarat tambahan adalah mencantumkan nama kapal penangkap ikan dan lokasi tangkapan oleh unit pengolahan ikan. Anak buah kapal dan pekerja pabrik olahan beserta produk yang dikirim ke China akan diuji Covid-19. Adapun ekspor ikan hasil budidaya mesti mencantumkan usaha dan lokasi tambak serta menerapkan sistem kendali uji Covid-19.









