Pengepul Karet Mainkan Timbangan
SUMSEL - Beberapa hari terakhir, tren harga komoditi karet mulai mengalami kenaikan cukup tinggi. Per 5 Februari 2020, untuk kadar karet kering (K3) 100 persen sudah di level Rp 18.845 per kg, dari biasanya hanya kisaran Rp 16 ribu - Rp 17 ribu perkg. Tapi sayang, naiknya harga ini belum memberikan banyak pengaruh untuk harga di tingkat petani. Ditambah musim hujan membuat petani kesulitan menoreh getah karet sehingga produksinya pun menurun hingga 30 persen.
Naiknya harga jual di waktu yang salah ini diungkap petani karet di Empat Lawang, Kosim (45) membuat aktifitas menyadap sulit dilakukan, karena tak hanya membasahi pohon, juga alur sadapan. Air hujan masuk ke cawan tempat menampung getah, karena bercampur air kualitas karet jadi menurun, getah jaga sulit membeku.
Menurutnya, petani setempat biasanya mampu menoreh 180-200 kg getah per hektar setiap bulan. Pada musim hujan hanya sekitar 100 kg.
Berkurangnya produksi karet, tak pengaruhi harga jual di tingkat petani, 1 kg karet masih Rp 6,300 - Rp 6.800 per kg.
Masalah lain yang muncul saat musim hujan adalah jamur. Parasit ini menyerang bagian daun, lalu merembet ke ujung batang. Di Muara Enim, harga karet masih naik turun, tapi masih terbilang rendah di kisaran harga Rp 7.000 - Rp 8.000 per kg. Dalam satu hektar bisa mendapatkan 10 kg.
Petani karet di Banyuasin mengatakan harga getah karet tender justru menurun, untuk getah harian Rp 6.000 per kg, harga mingguan Rp 9.300 - Rp 10.000 per kg untuk kelompok tergantung kondisi karet. Di Muratara, meski harga karet masih tinggi berkisar Rp 9.000 per kg di tingkat pengepul, namun saat ini banyak tanaman karet milik masyarakat mengalami penyakit gugur daun, banyak batang karet tidak ada daunnya karena meranggas, jadi produksi karet berkurang.
Petani dari Desa Jadimulya, Kecamatan Nibung menuturkan harga karet di desa mereka masih cukup stabil Rp 9.000 per kg untuk karet bulanan dengan K3 60% ke atas. Sedangkan karet mingguan dengan K3 40% hanya Rp 7.000 per kg. Petani mengungkapkan kondisi penyakit gugur daun ini biasanya cukup lama berlangsung, bisa 6 - 9 bulan. Jadi walau harga karet cukup tinggi para petani mengaku belum bisa menikmati.
Pengusaha karet asal Desa Lubuk Keliat OI, mengatakan harga karet saat ini sudah cukup baik berkisar Rp 8.000 - Rp 9.000 per kg. Tapi ada persoalan, terjadi permainan timbangan karet petani
Di Baturaja, harga karet sudah berangsur naik. Para petani bisa sedikit bernafas lega, di atas Rp 8.000 per kg untuk harga karet mingguan, sedangkan harga karet karet bulanan diatas Rp 9.000 per kg.
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian mengatakan kenaikan harga karet beberapa hari terakhir imbas naiknya harga minyak dunia di bursa komoditas Internasional, lantaran adanya komitmen pemangkasan produksi oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).
Rudi mengatakan, kondisi harga belum bisa diprediksi jangka waktunya. Sebab harga karet tak hanya tergantung permintaan dan penawaran di pasar Internasional. Juga aksi spekulan yang buat harga karet bergerak fluktuatif.
Kenaikan harga saat ini terjadi juga didukung kondisi ekonomi negeri Paman Sam yang mulai pulih.
Meskipun sebagai produsen karet terbesar, Indonesia masih bergantung dengan harga Internasional. Sebab, penggunaan dalam negeri belum optimal menyerap produksi yang ada. Saat ini, pemerintah terus fokus membentuk pasar dalam negeri agar ketergantungan pasar ekspor berkurang.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Suhardiman melalui Sekertaris Sutopo mengakui saat ini banyak karet gugur daun. Menurunnya jumlah produksi karet diakibatkan tanaman tidak bisa melakukan fotosintesis.
Kasi Perkebunan Dinas Pertanian OKU, Rusdi Ariansyah mengatakan harga karet saat ini masuk kategori sedang, namun belum tinggi karena dulu harga karet pernah anjlok dibawah Rp 5.000 per kg. Membaiknya harga karet karena petani sudah mulai mengubah kebiasaan menggunakan zat pembeku karet asam semut yang membantu meningkatjan mutu karet jadi lebih baik, dan karet lebih elastis.
Ketua Gapkindo Sumsel, Alex K Eddy mengatakan sebetulnya harga berada di kisaran US$1,5 - 1,575 per kg, cukup menjanjikan di 2021 ini. Tetapi kita berharap pergerakan positif membaiknya ekonomi negara pembeli supaya permintaan tetap tinggi. Karena melihat dari sisi permintaan pasar luar negeri (ekspor) belum terasa signifikan pergerakannya.
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023