;

Airlangga Perkirakan Dana Rp 133 T Segera Masuk ke LPI

R Hayuningtyas Putinda 09 Feb 2021 Investor Daily, 9 Februari 2021

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memperkirakan dana senilai US$ 9,5 miliar atau sekitar Rp 133 triliun akan segera masuk ke Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Invesment Authority (INA). Perkiraan ini didasarkan pada pernyataan minat sejumlah pihak dari berbagai negara untuk mengguyurkan dananya ke LPI. Pemerintah berupaya untuk memperbaiki perizinan berusaha yang berbelit atau tumpang tindih selama ini, melalui reformasi kebijakan. Perizinan berusaha dapat dilakukan melalui Online Single Submissions (OSS).

Pemerintah akan senantiasa menjalin kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan,guna memastikan kebijakan ekonomi dapat terlaksana dengan baik. Saat ini, pemerintah sedang menjalankan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro untuk memutus penyebaran Covid-19. Program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) juga dilanjutkan dengan alokasi Rp 619,83 triliun.

(Oleh - IDS)

Ekspor Pertanian Rp 451 T

R Hayuningtyas Putinda 09 Feb 2021 Investor Daily, 9 Februari 2021

Ekspor produk pertanian sepanjang 2020 mencapai Rp 451,77 triliun, atau meningkat 15,79% dari realisasi 2019 yang sebesar Rp 390,16 triliun. Kementrian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,32 triliun tahun ini untuk menggenjot ekspor pertanian, diantaranya melalui program peningkatan nilai tambah dan daya saing industri yang tersebar di Ditjen Perkebunan, Ditjen Holtikultura, Ditjen Tanaman Pangan, dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Tahun ini, Kementan secara khusus menyiapkan program untuk menggenjot ekspor pertanian melalui kegiatan yang mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri pertanian. Dalam program nilai tambah dan daya saing industri termasuk juga dukungan kegiatan penghiliran yang memang menghasilkan nilai tambah atas produk pertanian. Kinerja sektor pertanian sepanjang 2020 cukup menggembirakan setidaknya itu terlihat dari sejumlah indikator makro ekonomi.

Saat ini, merupakan waktu yang tepat untuk mengarahkan kebijakan ekonomi dan politik negara kepada sektor pertanian. Sektor pertanian harus menjadi prioritas dan tidak boleh dipandang sebelah mata karena sektor inilah yang mampu mendorong perekonomian di tengah ketidakpastian selama pandemi Covid-19. Sebelum pandemi Covid-19, sektor pertanian dianggap gampangan dan tidak terlalu dipandang serius, tapi ternyata sektor inilah yang mampu menyumbang PDB ke negara. Diharapkan ke depan pemerintah bisa lebih memanfaatkan keunggulan komparatif dan kompetitif pada sektor pertanian agar usaha yang di desa juga ikut terangkat. Sektor pertanian hanya membutuhkan koordinasi yang kuat untuk berkembang dan perlu campur tangan lintas sektor untuk memajukan sektor tersebut.

(Oleh - IDS)

Pemerintah Alokasikan Rp 184,46 Triliun untuk Pembiayaan Investasi 2021

R Hayuningtyas Putinda 09 Feb 2021 Investor Daily, 9 Februari 2021

Kementrian Keuangan (Kemenkeu) mengalokasikan pembiayaan investasi Rp 184,46 triliun untuk tahun anggaran 2021. Alokasi ini turun 28,2% dibandingkan pembiayaan investasi tahun lalu yang mencapai Rp 257 triliun, meskipun akhirnya hanya terealisasi Rp 104,7 triliun. Pemerintah tetap mendukung momentum pembangunan infrastruktur dan membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas meski di tengah tekanan pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kebijakan pembiayaan investasi tahun ini diarahkan kepada enam pos.

Pertama, mendukung SDM yang berkualitas melalui anggaran pendidikan sebesar Rp 66,4. Kedua, pembiayaan investasi diberikan untuk akselerasi pembangunan infrastruktur dengan anggaran sebesar Rp 26,27 triliun. Ketiga, untuk mendorong program ekspor nasional, pemberian alokasi untuk LPEI yang memang kinerja untuk beberapa tahun terakhir non-performing yang meningkat diperlukan untuk tetap bisa menjaga peranan.

Pemerintah juga menyiapkan pembiayaan investasi untuk meningkatkan peran serta Indonesia di dunia internasional. Anggaran ini akan dipergunakan untuk mempertahankan dan memperkuat posisi Indonesia di dalam organisasi lembaga keuangan internasional. Adapun rinciannya Rp 2 triliun untuk LDKPI dan Rp  920 miliar dalam mendukung diplomasi internasional dan investasi pada lembaga keuangan intenasional. 

(Oleh - IDS)

Buka 100 Realme Official Store

Fadilla Anggraini 09 Feb 2021 Sriwijaya Post

Realme, merek smartphone anak muda memiliki ambisi menjadi No 1 AIot Choice di Indonesia pada tahun 2021. Ada tiga strategi utama untuk mencapai visi besarnya, yakni No 1 AIot branding, No 1 AIot product, No 1 AIot channel.

Upaya lain, realme menggelar realme AIoT Open Day secara live streaming membahas ekosistem AIoT miliknya, termasuk tren dan strategi di tahun 2021 dengan para pemimpin industri, pengguna, dan realme Fans, sekaligus menjadi diskusi AIoT pertama yang diprkarsai oleh sebuah merek smartphone. Alhasil, banyak yang bertanya dan ingin tahu lebih banyak tentang realme AIoT ini.

Marketing Director realme Indonesia, Palson Yi, Minggu (7/2/2021) menyampaikan, di tahun 2020, realme berhasil membangun fundamental ekosistem AIoT dan mendapat banyak pengakuan dari lembaga penelitian serta realme Fans. Berambisi menjadi No 1 AIoT Choice dengan berpegang teguh pada brand, product, dan channel.

Realme konsisten memberikan pengalaman teknologi mutakhir bagi anak muda. Salah satunya, memberikan generasi muda Indonesia teknologi terdepan yang mereka impikan. "Misalnya, True Wireless Buds dan smart wearable dari realme yang selalu dilengkapi dengan teknologi terkini dan harga yang terjangkau", ujarnya.

"Tahun ini realme brencana untuk membuka lebih dari 100 realme official store agar semua orang dapat merasakan dan menggunakan produk realme, memastikan bahwa produk tersebut sempurna dan sesuai untuk mereka", tutupnya

Tren Tanaman Anggur di Kota Palembang

Fadilla Anggraini 09 Feb 2021 Sumatera Ekspres

Iklim di Kota Palembang dinilai cukup adaptif bagi tanaman anggur untuk berbuah. Khususnya, di daerah dataran rendah, seperti Kota Palembang di ketinggian rata-rata 20 meter di atas permukaan laut. 

Kondisi ini membuat para penghobi tanaman anggur lebih semangat membudidayakan tanaman ini di Kota Palembang. Seperti halnya seorang pembudidaya anggur, Agus Salim. Ia sudah mulai tertarik menanam anggur sejak akhir 2019 lalu. Tidak kurang ada 40 varietas anggur luar berhasil dikembangkan seperti new baikonur dan transfiguration. Baik dari segi ukuran, warna, genjah alias cepat berbuah dan rasa.

Varian anggur new baikonur sangat genjah/ mudah berbuah dengan rasa manis dan tampilan buah yang cantik. Bentuknya sedikit oval menonjol dengan warna merah keungguan saat telah matang. Tampilannya menarik dengan dompolan panjang, rasa buah manis, kenyal, produksi buah juga tinggi. Satu dompolan rata-rata mampu mencapai berat antara 0,4 hingga 0,7 kg/ tandan. Buah anggur baikonur juga dikenal mempunyai ukuran yang cukup besar, panjang 40 - 50 mm dengan diameter 18 - 23 mm.

Untuk jenis transfiguration adalah jenis anggur impor yang sudah cukup populer. Warnanya kuning berpadu kemerahan, memiliki bentuk lonong dengan bobot 12 - 18 gram perbutirnya. Satu tandan anggur, bisa mencapai 700 - 1.500 gram, atau sekitar 50 - 100 buah anggur dalam satu tandan/ gerombol. Daging buahnya juicy, manis dan terasa padat.

"Harga bibitnya yang dijual dipasaran sekitar Rp 250 ribu untuk jenis new baikonur dan Rp 150 rb jenis transfiguration", bebernya. Menurutnya, rata-rata di bawah umur 1satu tahun anggur jenis ini sudah mulai belajar berbuah.

Tidak sulit menanam anggur, di samping perlu perawatan juga harus melakukan pemangkasan, pemberian pupuk serta fungisida untuk mencagah jamur.

Ia menilai sejak andemik, minat masyarakat mulai tinggi untuk mencoba menanam anggur. "Harapakan kami supaya masyarakat bisa lebih mengenal bahwa anggur itu bisa dibudidayakan atau ditanam di daerah kita Kota Palembang ini", pungkasnya.

Sehari, Penjualan Tembus 5,6 kg

Fadilla Anggraini 09 Feb 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Tak bisa disangkal. Dari tahun ke tahun emas menjadi idola bagi masyarakat melakukan saving (penyimpanan). Investasi logam mulia ini selain terbilang aman juga memiliki kelebihan lain. Seperti mudah dicairkan dan juga menjanjikan secara nilainya. Nah, pada awal tahun 2021 ini, harga emas cenderung turun. Momen ini  cepat dijadikan waktu investasi.

Kepala Butik Antam Cabang Palembang, Imam Sutarwoko, mengatakan, saat ini harga emas fluktuatif. Namun pada Januari sempat mengalami penurunan. Beberapa faktor penyebabnya, seperti karena kucuran  stimulus Bank Amerika dan kepercayaan terhadap vaksin Covid yang sampai saat ini belum ada dampak yang sinifikan terhadap penanganan Covid.

Tren harga yang masih turun di awal tahun membuat pembelian justru meningkat karena investor memanfaatkan kondisi harga yang masih turun. Seperti 5 Februari lalu transaksi mencapai 5,6 kg untuk volume dan jumlah transaksi naik 110  persen.

Hanya saja, kata Imam, pada awal Februari ini ada prediksi akan adanya sedikit kenaikan. Hal itu terlihat dari grafik harga. Dimana harga berdasar unit pengolahan dan pemurnian www,logam-mulia.com pada 5 Februari harga di angka Rp 934,15 per 1 gram (NPWP 0,45 persen).

Pembukaan di awal pekan ini, harga mengalami pergerakan naik sekitar Rp 9.000 ke angka harga beli Rp 944,230 per 1 gram. 

Sementara itu turunnya harga emas di pasaran di akui Owner Toko Emas Intan Km 5, Yeni. Menurutnya, memang harga emas saat ini cenderung naik turun. Ia mengatakan penurunan harga sendiri baru terjadi beberapa hari terakhir.

Dini, warga kawasan Bukit Lama, Ilir Barat I mengatakan dirinya memang sempat ingin menjual logam mulia. Namun, karena harga turun dia menunda itu. Menurutnya, emas memang salah satu instrumen penting untuk investasi. Dia kerap menabung logam mulia untuk simpanan, jika nanti tidak ada uang bisa jadi cadangan. Nilainya juga takkan turun.

Hasan Aziz, Dulu Pedagang Keliling Kini Miliki Divamart

Fadilla Anggraini 09 Feb 2021 Sumatera Ekspres

Divamart merupakan minimarket yang cukup dikenal warga di kota Muara Enim. Di sini dijual berbagai kebutuhan rumah tangga. Siapa sangka Hasan Aziz, pria yang dulunya kerja serabutan kini menjadi pemilik Divamart Muara Enim. Sebuah minimarket yang cukup besar. Kesuksesan yang diraihnya bukan didapatnya dengan mudah. Butuh perjuangan dan pengorbanan.

Hasan, sapaan akrabnya dibesarkan oleh kedua orang tua yang merupakan pedagang keliling. Mulai dari Lampung, Belitang, hingga Lahat. Pria kelahiran Kerinci, Jambi 1973 ini sempat ikut ayahnya  berjualan di Batam. Selama di Batam, pria berdarah Minang ini, mencoba barbagai profesi seperti jadi kuli bangunan, bekerja di lapangan golf bahkan PKL pernah dilakukan. Hingga ia mendapatkan jodoh dan menikahi Warna, istrinya di tahun 1998.

Tak lama setelah menikah, Hasan pindah ke Lahat dan hasrat menjadi pengusaha mulai tergali. Padahal semula tidak ada kelinginan kearah sana. Lantaran jarak Lahat dan Muara Enim tidak terlalu jauh, dirinya mencoba usaha jualan di Bumi Serasan Sekundang. "Dengan mengucap Bismillah, saya dan istri memberanikan diri menetap di Muara Enim pada 2018. Kami menyewa kios ukuran 3x4 meter di Pasar Impres Muara Enim. Harga sewanya Rp 9 juta hasil pinjam dengan keluarga", ungkapnya.

Jatuh bangun dalam usaha dirasakan, namun keinginan untuk maju sangat besar. "Di 2002, ada angin segar terkait permodalan dengan menjadi mitra binaan CSR PT Bukit Asam. Saat itu kami mendapatkan suntikan dana Rp 10 juta untuk mengembangkan usaha", tuturnya. Setelah mampu melunasi pinjaman modal, CSR PTBA kembali memberikan suntikan dana. "Dua kali diberikan lagi, pertama Rp 25 juta dan kedua Rp 35 juta. Berbekal dana tersebut, di 2004 mulai merintis pembangunan Divamart dengan membeli lahan di Jl. Damai II pasar II. Di 2014 usaha Divamart berjalan efektif," tuturnya.

Sekarang Divanart terus berkembang manajemen usaha efektif dan efisien. "Di 2019 terus berkembang hingga didirikan lagi Divamart II di Jl. SMB II Muara Enim", tambahnya. Ayah lima anak ini sangat bersyukur, kini Divamart telah memiliki 85 karyawan. Dirinya menargetkan kedepan untuk mendirikan Divamart III dengan disusul pengembangan usaha seperti Spot Kuliner dan berbagai hiburan masyarakat. "Hasil yang diraih seperti sekarang dari Ridha Allah SWT serta dukungan dari istri, anak, dan keluarga, dan tentu PTBA melalui program CSR-nya", terangnya.

BRI akan Jadi Induk Ultra Mikro Keuangan

Mohamad Sajili 09 Feb 2021 Kontan

Skema rencana pembentukan induk usaha (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang ultra mikro sektor keuangan semakin terang. Holding tiga BUMN itu akan terdiri dari PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan berada di bawah naungan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebagai induknya.

BRI akan menerbitkan saham baru (rights issue) dalam rangka pembentukan holding tersebut. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, negara akan mengambil seluruh rights issue BRI, serta mengalihkan semua saham seri B di PNM dan Pegadaian ke BRI.

Targetnya holding ultra mikro ini dapat menjangkau 29 juta usaha kecil hingga tahun 2024. Naik 93% dari target jangkauan 2021 yakni 15 juta ultra mikro. Harapannya, pengusaha ultra mikro bisa mendapatkan kredit yang lebih murah. Nantinya biaya dana alias cost of fund holding lebih murah dari BRI saat ini.

la optimistis pembentukan holding ini menaikkan rasio kredit UMKM terhadap total kredit bank dari 19,75% tahun lalu jadi 22% di tahun 2024.


Industri Minuman Ringan, Pertumbuhan Masih Sulit

R Hayuningtyas Putinda 09 Feb 2021 Bisnis Indonesia

Industri minuman ringan diproyeksikan baru dapat bangkit pada semester II/2021 setelah terpuruk sepanjang tahun lalu akibat pandemi Covid-19. Cukup sulit untuk mencetak pertumbuhan pada semester I/2021 ini. Pasalnya, vaksinasi yang dilakukan pemerintah masih belum menyentuh masyarakat secara luas. Pertumbuhan Ekonomi secara keseluruhan yang diharapkan mulai terjadi pada tahun ini juga belum bisa dijadikan acuan. Yang paling vital bagi industri minuman ringan adalah pemulihan konsumsi masyarakat pada sektor hotel dan perjalanan.

Pada tahun lalu volume produksi minuman ringan anjlok sekitar 24% menjadi 34 miliar liter dari periode tahun sebelumnya sebanyak 45 miliar liter. Dengan angka produksi tersebut, level utilisasi industri minuman ringan sepanjang pandemi juga hanya berkisar di angka 65%. Ketua Umum ASPADIN optimistis pihaknya masih dapat mencatatkan pertumbuhan volume produksi yang positif pada 2020 di tengah industri minuman ringan yang turun. Hal tersebut disebabkan oleh jenis kemasan yang hanya ada pada industri air minum dalam kemasan (AMDK), yakni kemasan galon. 

(Oleh - IDS)

Pendapatan per Kapita Kalimantan Tertinggi

Mohamad Sajili 09 Feb 2021 Kontan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada tahun 2020 tumbuh -2,07% year on year (yoy). Perputaran pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa mencapai 58,75% dengan pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar -2,51% yoy. Secara nominal produk domestik bruto (PDB) nasional tahun 2020 senilai Rp 15.434,2 triliun sehingga Pulau Jawa menyumbang sekitar Rp 9.067,59 triliun.

Hitungan KONTAN, dengan PDB nominal Pulau Jawa sebesar Rp 9.067,59 triliun dan jumlah penduduk 151,6 juta berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, pendapatan per kapita di Jawa mencapai Rp 59,81 juta.

Namun, kesenjangan di Pulau Jawa yang diukur oleh gini ratio masih tinggi. Badan Pusat Statistik mencatat, gini ratio DKI Jakarta pada Maret 2020 sebesar 0,399. Bahkan Jawa Barat dan Yogyakarta periode yang sama masing-masing 0,403 dan 0, 434.

Sementara di Kalimantan, dengan pendapatan per kapita yang tinggi, gini ratio di pulau ini lebih rendah ketimbang di Jawa. Catatan BPS, gini ratio Kalimantan Barat pada Maret 2020 sebesar 0,317, Kalimantan Tengah 0,329, Kalimantan Selatan 0,332, Kalimantan Timur 0,328, dan Kalimantan Utara sebesar 0,292.


Pilihan Editor