Pemerintah Percepat Penyelesaian Lima Perjanjian Dagang
Jakarta - Pemerintah akan mempercepat penyelesaian lima perjanjian dagang tahun ini. Kelima perjanjian tersebut adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUE-CEPA), Indonesia-Turki CEPA, Indonesia-Pakistan TIGA, Asean Economic Community (AEC), dan Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement (PTA). Langkah akselerasi tersebut merupakan upaya pemerintah untuk memulihkan perdagangan luar negeri yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Tercatat, ekspor Indonesia sepanjang 2020 turun 2,6% menjadi US$ 163,31 miliar.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) juga mengapresiasi kinerja para perwakilan perdagangan di luar negeri, baik Atase Perdagangan maupun Indonesia Trade Promotion Center yang turut melakukan sosialisasi seputar kebijakan perdagangan Indonesia. Para perwakilan perdagangan di luar di luar negeri dinilai sangat membantu dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti penyuluhan bisnis, pendampingan buyer dan penjajakan kesepakatan dagang (business matching). Pihaknya juga akan terus membantu para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam menembus pasar ekspor.
Indonesia sedang bertransformasi dari negara eksportir barang mentah dan setengah jadi, menjadi negara eksportir barang industri dan industri berteknologi tinggi. Beberapa sektor yang konkret menunjukkan transformasi tersebut antara lain pada ekspor komoditas besia baja, kendaraan bermotor, serta perhiasan yang memberikan tingkat upah yang cukup tinggi dan melibatkan banyak UKM Indonesia. Dengan identifikasi yang cermat dan dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan, diharapkan Indonesia dapat mengembangkan berbagai produk UKM potensial agar bisa berjaya di pasar global.
(Oleh - IDS)
Industri Minuman Beralkohol, Pebisnis Masih Pesimistis
Bisnis, Jakarta - Pelaku industri minuman beralkohol pesimistis bakal mencetak pertumbuhan signifikan pada tahun ini seiring dengan pembatasan wilayah yang masih berlangsung di seluruh dunia. Pelarangan melakukan perjalanan untuk turis asing di berbagai negara masih terjadi saat ini. Alhasil, tahun ini hampir tidak akan ada pendorong kinerja minuman alkohol yang bisa diharapkan. Bahkan, terdapat izin impor tidak dilakukan karena tidak berani dengan lalu lintas internasional banyak tertahan akibat Covid-19.
Harapan besar diharapkan kepada Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, untuk mendorong industri minuman beralkohol. Industri ini paling tidak akan mulai menikmati pertumbuhan pada tahun depan usai kegiatan vaksinasi membuahkan hasil yang baik. Tanpa kegiatan sosial dan wisata, industri minuman alkohol akan kesulitan.
Sementara itu, produsen susu dan produk turunannya, mencatat kinerja positif sepanjang tahun lalu. Pasalnya, pasal bisnis resto dan sejenisnyayang hilang berhasil diganti penjualan oleh sektor retail yang meningkat. Pandemi Covid-19 memang situasi yang sulit bagi banyak pihak secara global. Namun, pandemi juga telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Alhasil, produk-produk terkait kesehatan, termasuk produk dari Greenfields, mendapat perhatian lebih dari masyarakat.
(Oleh - IDS)
Sektor UMKM, Produk Ekspor Kaltim Dipacu
Bisnis, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memacu produk ekspor sektor usaha mikro kecil dan menengah walaupun pandemi belum berakhir. Namun, tarif kargo kontainer yang meningkat jadi masalah bagi perusahaan skala kecil. Meskipun dilanda pandemi Covid-19, sejumlah produk UMKM bisa dikapalkan ke sejumlah negara tahun lalu. Tercatat perdagangan ekspor UMKM sepanjang 2020 dari Kaltim mencapai Rp 428,2 miliar. Dari capaian tersebut, beberapa UMKM baru melakukan ekspor perdana.
UMKM yang bergerak di sektor kuliner 83.996 unit, industri pengolahan 13.921 unit, industri kerajinan 1.573 unit, perdagangan 169.142 unit, dan jasa sebanyak 28.711 unit. Komoditas dar Kaltim yang diserap pasar global meliputi olahan kayu, lidi nipah, sawit, rumput laut, fatty palm acid (asam lemak bebas). Pemerintah mendorong UMKM untuk meningkatkan kualitas produk ekspor serta daya saing. Selain produk komoditas, UKM sektor industri kreatif juga berhasil dengan mengekspor produk senilai Rp 7,6 miliar tahun lalu.
Produk kreatif yang diekspor meliputi aksesori manik-manik, batu, lidi nimpah, amplang, pisang, kerajinan rotan, dan mandau ke beberapa negara tujuan seperti Amerika Serikat, Malaysia, India dan Brunei. Untuk sektor industri kreatif Kaltim yang potensial di masa mendatang adalah industri kriya, industri fesyen, dan industri makanan. Di sisi lain, terdapat 18 UKM binaan Disperindagkop dan UKM Kaltim sukses melakukan transaksi sepanjang 2020 dengan nilai penjualan mencapai Rp 11,4 miliar baik ekspor dan domestik. Kaltim memiliki potensi yang besar karena memiliki banyak produk yang tidak dimiliki daerah lain, seperti bawang tiwai, ulap doyo, tumpar, dan kulit kayu jomo'.
Beberapa UKM mengalami tantangan yang mirip selama melakukan ekspor di tengah pandemi. Salah satu yang kerap dialami adalah terkait permintaan yang menurun baik dalam maupun luar negeri sehingga membuat pendapatan mereka juga turun dikarenakan harga beli yang rendah.
(Oleh - IDS)
Bisnis Startup, Pendanaan Makin Marak
Bisnis, Jakarta - Pendanaan modal ventura ke perusahaan rintisan diproyeksikan makin marak pada tahun ini kendati pandemi Covid-19 belum berakhir. Modal ventura tidak sekedar mencari startup yang memiliki potensi bisnis yang bagus, tetapi juga perusahaan yang spesifik dan memiliki terobosan. Modal ventura akan mengincar startup yang berada di area pengembangan (development) di level early stage dan bisnis yang sedang tumbuh (growth) di late stage.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri modal ventura berhasil menyalurkan pembiayaan dan investasi ke startup senilai Rp 13,44 triliun sepanjang 2020. Nilai itu tumbuh 5,69% dibandingkan 2019 senilai Rp 12,72 triliun. Dana tersebut disalurkan oleh 61 modal ventura yang tercatat di OJK dengan jumlah pelaku yang bertambah dibandingkan 2019 sebanyak 60 entitas.
(Oleh - IDS)
Skandal Korupsi ASABRI, Sita Aset Tersangka Berlanjut
Bisnis, Jakarta - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyita sejumlah aset milik tersangka tindak pidana korupsi dana investasi PT Asabri (Persero) yang merugikan negara Rp 23 triliun. Penyidik telah menyita 20 unit kapal tanker milik tersangka beberapa waktu lalu. Namun, tersangka tidak menjelaskan lebih terperinci mengenai lokasi 20 kapal tanker tersebut. Penyitaan 20 kapal tanker tersebut dilakukan karena diduga kuat terkait dengan perkara tindak perkara tindak pidana korupsi Asabri. Salah satu dari 20 unit kapal tanker yang telah disita merupakan kapal LNG terbesar di Indonesia.
Tim penyidik tidak akan berhenti melakukan penyitaan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi PT Asabri karena masih banyak aset lain milik tersangka korupsi Asabri yang bakal disita oleh tim penyidik. Dalam perkara ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan 8 tersangka diantaranya dari mantan pejabat Asabri dan kalangan swasta termasuk Benny Tjokrosaputro. Dalam kasus korupsi PT Asabri, Benny Tjokrosaputro membeli sejumlah bidang tanah. Tanah yang dibeli tersebut berbeda dengan tanah yang dibeli dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya.
(Oleh - IDS)
BC Musnahkan 22 Kontainer Bawang Merah Asal Myanmar
Puluhan kontainer bawang merah dalam kondisi busuk asal Myanmar senilai kurang lebih Rp 257,6 juta dimusnahkan dengan cara menimbunnya di areal TPA Medan Marelan, oleh pihak Kantor Bea Cukai (BC) Belawan, Rabu (10/2).
Kepala Kantor (Kakan) BC Belawan, Tri Utomo Hendro Wibowo, kepada wartawan mengatakan, 22 kontainer bawang merah tersebut bukan merupakan hasil penindakan, tetapi merupakan barang tidak dikuasai atau sudah melebihi 30 hari sejak ditimbun pada tempat penimbunan sementara di Pelabuhan Belawan, pihak importir atau kuasanya maupun pemilik barang tidak melakukan pemberitahuan kepabeanan.
Selain itu, setelah dilakukan pemeriksaan /penelitian, seluruh bawang merah dan buah pinang tersebut tidak layak untuk digunakan atau dikomsumsi.
Pada bagian lain, Kakan BC Belawan juga mengatakan, pemusnahan puluhan kontainer bawang merah tersebut merupakan upaya untuk menangani kelangkaan kontainer yang terjadi pada masa pandemi Covid-19.
Brompton Produksi Bandung Jajal Pasar Luar Negeri
Sepeda Kreuz naik daun di tengah meningkatnya tren bersepeda di masa pandemi virus Corona (Covid-19). Apalagi, 'Brompton' made in Bandung ini diendorse langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan memamerkannya lewat unggahan di Instagram resminya.
Menurut Deputi Direktur PT Kreuz Bike Indonesia, Hendri Supriadi melalui siaran pers Kementerian Perindustrian dikutip Rabu (10/2)., sepeda tersebut mulai menjajal pasar luar negeri. Beberapa yang dibidik adalah negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Australia.
Produsen 'Brompton' made in Bandung tersebut meningkatkan produksi hingga 160 unit per bulan dari yang semula sekitar 10-15 unit sepeda lipat per bulan.
Untuk meningkatkan daya saing sepeda buatan dalam negeri, Kemenperin mendorong produsen menerapkan sistem manajemen mutu, serta memberikan pelayanan untuk memperoleh Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI).
Kewajiban SNI memperoleh bagi produk sepeda roda dua tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 30 tahun 2018 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Sepeda Roda Dua Secara Wajib.
Ekspor Produk Sawit RI Capai Rp 321 T di 2020
Sepanjang 2020, Kepala Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) Eddy Abdurrachman mencatat nilai ekspornya mencapai US$ 22,97 miliar atau setara Rp 321,5 triliun (kurs Rp 14 ribu per dolar AS).
Angka ini lebih tinggi dari nilai ekspor rata-rata yang sekitar 21,4 miliar per tahun. Menurut Edy, pertumbuhan terjadi karena terjadi kenaikan harga-harga produk kelapa sawit di pasar internasional. Kendati demikian, secara volume ekspor produk sawit turun. Sepanjang 2020, volume ekspor produk sawit mencapai 34 juta ton, lebih rendah dari 2019 yang mencapai 37,39 juta ton.
Sebagai salah satu komoditas utama, kenaikan harga komoditas ini ikut mendorong kinerja ekspor sepanjang akhir tahun lalu. Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat nilai ekspor sepanjang Desember 2020 misalnya, mencapai USD 16,54 miliar. Angka ini naik 8,39 persen (month-to-month/mtm) dan 14,63 persen (year-on-year/yoy). Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan harga komoditas di pasar internasional.
Pembangunan SPBU Listrik di Indonesia Dikebut BUMN dan Swasta
Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga SPBKLU (Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum) mulai marak dilakukan oleh BUMN dan juga pihak swasta.
Koordinator Penyiapan Usaha Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumberdaya Maritim (KESDM) Ferry Triansyah mengatakan pemerintah sendiri memfokuskan penyediaan infrastruktur pengisian listrik kepada PLN.
Lebih jauh, Ferry sendiri mengungkapkan, terdapat empat level SPKLU yang ada di Indonesia. SPKLU level 1 adalah pengisian lambat yang merupakan instalasi khusus di rumah dengan daya keluaran kurang dari 3,7 kilowatt (kW).
Level 2 merupakan pengisian menengah yang dapat ditemukan di instalasi khusus, seperti di kantor dengan daya keluaran kurang dari 22 kW. Level 3 termasuk pengisian cepat yang dapat ditemukan di SPKLU dengan daya keluaran kurang dari 50 kW.
Kemudian, level 4, pengisian sangat cepat di SPKLU dengan daya keluaran kurang dari 150kW. Lama Secara total, hingga Januari 2021 telah dibangun 100 unit charging station.
Harga Karet KKK 100 Persen Tembus Rp 19.000/ Kg
Harga karet kering kadar (KKK) 100 persen tembus Rp19.000/kg, Selasa (9/2), setelah selama beberapa bulan berada di kisaran Rp18.000/kg.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan dan Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel yang bersumber dari Singapore Commodity Pada Selasa (9/2), harga karet KKK 100 persen Rp19.039/Kg, KKK 70 persen Rp13.327/Kg, KKK 60 persen Rp11.423/Kg, KKK 50 Rp9.520/Kg, KKK 40 persen Rp7.616/Kg
Sementara pada satu hari sebelumnya, Senin (8/2), harga karet KKK 100 persen Rp18.872/Kg, KKK 70 persen Rp13.210/Kg, KKK 60 persen Rp11.323/Kg, KKK 50 Rp9.436/Kg, KKK 40 persen Rp7.549/Kg.
Sebelumnya pada awal Agustus 2020, harga karet KKK 100 persen hanya Rp14.634/Kg, KKK 70 persen senilai Rp10.244/Kg, KKK 60 persen Rp8.780/Kg, KKK 50 persen senilai Rp7.317/Kg dan KKK 40 persen senilai Rp5.854/Kg.









