;

Ratifikasi RCEP, Tiongkok Siap Perkuat Kerja Sama

R Hayuningtyas Putinda 10 Mar 2021 Investor Daily, 10 Maret 2021

Jakarta - Pemerintah Tiongkok mengatakan siap memperkuat kerja sama dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Asean dalam kerangka Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). Tiongkok baru saja meratifikasi perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia tersebut. Hal ini akan membuat perubahan dinamis khususnya setelah kemunculan Covid-19, pemerintah dan negara-negara Asean telah bekerja sama memerangi pandemi.

Pemerintah Tiongkok bersedia untuk memperdalam komunikasi dengan Asean untuk mempromosikan keindahan kemitraan ekonomi antara kedua sisi. Konsensus penting antar pemimpin membangun Asean maupun Tiongkok menuju kemitraan strategis ke tingkat yang lebih tinggi. Terkait RCEP, beberapa negara juga mempercepat prosedur perjanjian. Diharapkan, negara-negara terkait dapat mempercepat kemajuan perjanjian dan akhirnya mencapai ambang batas pemberlakuan.

Diperlukan ratifikasi enam negara anggota Asean dan tiga negara non-Asean untuk mencapai ambang batas kesepakatan tersebut. Perjanjian RCEP akan mulai berlaku 60 hari setelahnya. Semakin cepat kesepakatan tersebut berlaku, semakin cepat masyarakat dari negara-negara anggota tersebut akan diuntungkan. Pemerintah Tiongkok telah mempercepat persiapan teknis untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut dan memastikan proses seputar pengurangan tarif dan sertifikat asal barang perdagangan tergolong cukup lancar. Percepatan ratifikasi oleh pemerintah Tiongkok adalah langkah memotivasi negara lain untuk mempercepat prosedur. Proses ratifikasi Australia diperkirakan akan sangat sulit karena pemerintah negara tersebut tetap terlibat dalam sengketa perdagangan yang penjang dengan Tiongkok. 

(Oleh - IDS)

Pentingnya Cashless di Era Covid-19

R Hayuningtyas Putinda 10 Mar 2021 Investor Daily, 10 Maret 2021

Jakarta - Di era Covid-19, tren teknologi yang muncul dan revolusi digital memunculkan konsep mata uang digital atau ekonomi tanpa uang tunai, yang telah diperdebatkan selama bertahun-tahun, secara global. Sementara beberapa negara menyukai ekonomi tanpa uang tunai, beberapa masih menentangnya karena peraturan dan tantangan abadi lainnya seperti keamanan siber, yang merupakan sisi berlawanan dari mata uang digital. Melalui program inklusi keuangan nasional, peningkatan tajam dalam aksesibilitas telepon seluler (ponsel), dan perdagangan yang mendorong lebih banyak transaksi bisnis global secara online, ekonomi global tanpa uang tunai dapat terjadi di masa depan kita. Namun, yang menghalangi integrasi yang lebih cepat dari pembayaran seluler secara global adalah kurangnya standar internasional dan pendekatan umum untuk kemanan, privasi data, dan pencegahan kejahatan dunia maya.

Perusahaan di ruang dan waktu ini terus mengembangkan lapisan perlindungan seperti chip pada kartu kredit, enkripsi, token dan biometrik agar tetap terdepan dari penjahat dunia maya, serta terus berjuang melawan penipuan dan peretasan informasi akun pribadi. Misalnya, tokenisasi adalah teknologi yang melindungi detail bank di aplikasi pembayaran seluler. Pendekatan peraturan nasional yang berbeda untuk otorisasi data dan teknologi buku besar terdistribusi dapat memecah pasar dan menghambat adopsi teknologi dasar yang memungkinkan pembayaran seluler. Kelompok industri mengatakan standar internasional harus dimodernisasi untuk mencerminkan inovasi teknologi, juga diselaraskan untuk menghindari pengembangan sistem pembayaran yang berbeda untuk pasar yang berbeda. Interoperabilitas kemudian menjadi landasan untuk memperluas perdagangan melalui pembayaran digital global.

Ekonomi tanpa uang tunai juga dipandang sebagai cara yang efektif untuk menangani uang gelap. ini membantu mengekang peredaran uang kertas palsu, karena setiap transaksi online dapat dipantau secara ketat dengan dipandu oleh mekanisme peraturan. Ini juga akan membantu pemerintah mengatasi penggelapan pajak karena setiap catatan disimpan secara digital dan dapat dilacak dengan mudah. Sistem nontunai juga dapat menguntungkan, mengingat risiko yang terkait dengan membawa uang tunai dalam jumlah besar, yang dapat berupa kerusakan fisik atau pencurian. Sistem cashless juga dapat menghindari pemanfaatan sumber daya alam seperti kertas, mesin cetak, tenaga kerja dan tenaga listrik yang merupakan prasyarat pembuatan uang kertas. Jadi, ekonomi tanpa uang tunai mempertahankan keunggulan dibandingkan ekonomi berbasis uang tunai, sambil menawarkan lebih banyak transparansi dan akuntabilitas.

(Oleh - IDS)

Frisian Flag Investasi Rp 3,8 Triliun

R Hayuningtyas Putinda 10 Mar 2021 Investor Daily, 10 Maret 2021

Jakarta - PT Frisian Flag Indonesia (FFI) akan membangun pabrik baru dengan investasi tahap awal sebesar 225 juta euro atau Rp 3,8 triliun. Pabrik itu akan menghasilkan susu cair dan susu/krim kental manis. Menteri Perindustrian mengapresiasi langkah FFI mendorong pertumbuhan produksi susu segar agar dapat mengimbangi laju pertumbuhan kebutuhan bahan baku industri pengolahan susu. Sebab, sampai saat ini, hanya 22% bahan baku susu yang dipasok dari dalam negeri. Manuver FFI sejalan dengan program Kementrian Perindustrian untuk mewujudkan subtitusi impor sebesar 35% pada 2022.

FFI telah bertahun-tahun menjalin kemitraan dengan koperasi dan peternak sapi perah. Upaya yang dilakukan diantaranya melalui berbagai program seperti bantuan Milk Collection Point (MCP) koperasi susu, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) melalui Akademik Peternak Muda dan Farmer2Farmer, serta pembangunan dairy village (desa susu). Menperin optimistis peluang pasar dan tingkat konsumsi produk susu olahan terus tumbuh, seiring terus meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat dan bertumbuhnya kelas menengah, transformasi gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat, serta peningkatan permintaan produk bernutrisi tinggi selama pandemi Covid-19.

(Oleh - IDS)

Capital Gain Samara Suites Tembus 100%

R Hayuningtyas Putinda 10 Mar 2021 Investor Daily, 10 Maret 2021

Jakarta - Samara Suites mencatat kenaikan harga (capital grain) lebih dari 100% terhitung dari Juni 2016 hingga Maret 2021. Menara apartemen besutan Synthesis Development itu berkapasitas 292 unit. Kini, harga Samara Suites bercokol di level Rp 55 juta per meter persegi (m2). Ketika diperkenalkan ke publik, Juni 2016, apartemen ini dibanderol Rp 26 juta per m2. Synthesis Development menyatakan, untuk pendapatan pasif dari sewa unit, imbal hasil (yield) unit apartemen ini berkisar 7-12% per tahun.

Samara Suites merupakan bagian dari proyek mixed use Synthesis Square, Jakarta Selatan yang mencakup dua menara perkantoran dan satu menara apartemen. Keberadaan perkantoran dinilai bisa menjadi captive market untuk apartemen sewa. Selain itu, potensi sewa Samara Suites juga bakal terdongkrak dengan rampungnya pusat training BRI se-Indonesia yang terletak di sebelah Synthesis Square. Perkantoran dan hunian yang terkoneksi dengan public transportation memiliki nilai sewa dan tingkat okupansi yang tetap baik, meski di tengah pandemi Covid-19. Misalnya, perkantoran yang dekat dengan stasiun MRT atau halte Transjakarta, tetap saja memiliki okupansi yang baik.

(Oleh - IDS)

Jadi Bank Digital, Bank Capital Perkuat Modal

R Hayuningtyas Putinda 10 Mar 2021 Investor Daily, 10 Maret 2021

Jakarta - PT Bank Capital Indonesia Tbk tengah melakukan transformasi dari bank konvensional menjadi bank digital dengan memperkuat permodalannya. Perseroan juga akan mengubah strategi dengan fokus pada segmen ritel dengan pendekatan digital. Untuk menjadi bank digital, perlu diperkuat modal. Hal ini sejalan juga dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang meminta modal inti bank minimal RP 2 triliun tahun ini dan Rp 3 triliun pada 2022. 

Di sisi lain, menanggapi kabar adanya unicorn yang tertarik menjadi investor Bank Capital, tidak menutup kemungkinan adanya penjajakan dari para investor yang tertarik masuk Bank Capital. Kerja sama ke depan tidak hanya terbatas pada perusahaan digital. Tapi juga dapat bekerja sama dengan supplier ritel untuk mempersiapkan infrastruktur yang memberi kemudahan bagi nasabah agar bisa menjangkau layanan Bank Capital hingga ke tempat yang belum bisa dijangkau oleh perbankan. Untuk menjadi baank digital, langkah transformasi yang dilakukan perseroan tahun ini adalah sedang mempersiapkan penerapan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) dan cardless transaction.

(Oleh - IDS)

Harga Minyak Tembus Rekor sejak Pandemi

Mohamad Sajili 09 Mar 2021 Kompas

Harga minyak mentah terus naik dalam sepekan terakhir hingga mencetak rekor tertinggi sejak pandemi Covid-19.  Mengutip laman Bloomberg, Senin (8/3/2021), harga minyak mentah Brent menyentuh 71,38 dollar AS per barel, sedangkan jenis WTI 67,98 dollar AS per barel.

Harga ini melampaui posisi sebelum pandemi, Januari 2020, yakni 65 dollar AS per barel. Pada masa pandemi, pada April 2020, harga jenis Brent anjlok menjadi 20 dollar AS per barel, sedangkan jenis WTI minus 36 dollar AS per barel.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, kenaikan harga minyak juga dipengaruhi penurunan produksi minyak mentah AS yang mencapai 1 juta barel per hari akibat cuaca ekstrem di wilayah Texas.

Pada saat harga minyak dunia anjlok ke 20 dollar AS per barel, Menteri ESDM Arifin Tasrif menekankan, harga minyak mentah dunia masih berpotensi naik. Akibatnya, harga jual bahan bakar minyak saat itu tidak diturunkan.


Budidaya Lobster Menggeliat

Mohamad Sajili 09 Mar 2021 Kompas

Usaha budidaya lobster masyarakat mulai menggeliat seiring dengan penghentian sementara ekspor benih bening lobster.

Ekspor benih lobster dihentikan sementara sejak November 2020. Hal ini menindaklanjuti kasus suap perizinan usaha budidaya dan ekspor yang menyeret Menteri Kelautan dan Perikanan saat itu, Edhy Prabowo, menjadi tersangka.

Ketua Lembaga Pengembangan Sumber Daya Nelayan Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Amin Abdullah mengatakan, geliat budidaya lobster mulai tumbuh seiring dengan peningkatan pasokan benih lobster kepada pembudidaya.

Peraturan Menteri KP No 12/2020 yang membuka ekspor benih lobster dengan persyaratan wajib budidaya lobster tidak efektif membangkitkan budidaya lobster. Sebaliknya, aturan itu membuat ekspor benih menjadi jorjoran.

Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia Rokhmin Dahuri mengatakan, Peraturan Menteri KP No 12/2020 mencoba mengharmoniskan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan pelestarian lobster. Kebijakan itu mengutamakan budidaya lobster, sedangkan ekspor benih lobster dilakukan dengan persyaratan ketat. Diharapkan tidak ada penyelundupan benih lobster yang merugikan negara.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dalam paparan publik KKP melalui Instagram, pekan lalu, menegaskan akan melarang ekspor benih bening lobster yang merupakan bagian dari kekayaan sumber daya alam.

 


Hati-Hati Lakukan Privatisasi BUMN

Mohamad Sajili 09 Mar 2021 Kompas

Rencana pemerintah memprivatisasi sejumlah perseroan yang memiliki pendapatan kecil perlu disikapi secara selektif dan saksama.

Peneliti BUMN Research Group Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LMFEBUI), Toto Pranoto, Senin (8/3/2021), mengatakan, swastanisasi perusahaan pelat merah pada dasarnya dapat mendorong BUMN menjadi lebih sehat dan kompetitif. Namun, pelaksanaannya harus ekstra hati-hati agar tidak mengganggu sektor yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Sementara Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pemerintah saat ini sedang menyiapkan rencana swastanisasi perusahaan pelat merah yang pendapatannya di bawah Rp 50 miliar. Namun, rencana itu masih dalam tahap persiapan karena harus dibicarakan dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Badan Pemeriksa Keuangan.

Rencana tersebut masih sejalan dengan rencana pemerintah melakukan restrukturisasi dan perampingan BUMN. Sejauh ini, pemerintah sudah memangkas jumlahnya dari 142 BUMN menjadi 41 BUMN.

Menanggapi rencana privatisasi BUMN, Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Donny Arsal mengatakan, untuk sementara ini, swastanisasi dan merger anak usaha akan sulit dilakukan untuk Jasa Marga dan anak usahanya. Pasalnya, tiap anak usaha pengelola jalan tol sudah terikat dengan konsesi tiap ruas jalan tol.

 


Berharap Swiss Jadi Pintu Ekspor CPO ke Uni Eropa

Mohamad Sajili 09 Mar 2021 Kontan

Salah satu negara di kawasan Eropa Barat, Swiss, resmi bersepakat untuk menghapuskan bea masuk produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) asal Indonesia.

Kebijakan pemerintah Swiss setelah menempuh referendum lewat jalur voting oleh masyarakat dan diputuskan di tingkat parlemen Minggu (7/3). Hasilnya, sebanyak 51,7% rakyat Swiss menyetujui perjanjian dagang antara Indonesia dan Swiss.

Presiden Swiss Guy Parmelin bilang, perjanjian perdagangan bebas ini merupakan salah satu dukungan negara Swiss untuk mendorong Indonesia sebagai pengekspor CPO terbesar di dunia. Terlebih, minyak sawit merupakan salah satu bahan baku industri pengolahan di Swiss.

Juru Bicara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Tofan Mahdi mengapresiasi dibukanya keran ekspor CPO dari Indonesia. la bilang, kesepakatan perdagangan ini menjadi solusi yang saling menguntungkan untuk industri minyak sawit Indonesia dan Swiss.

Sementara itu, Swiss juga mengambil keuntungan atas perjanjian perdagangan tersebut. Sebab, ekspor produk dari Swiss seperti keju, produk farmasi, dan jam tangan akan dibebaskan bea masuk.


Menyisir Penerimaan Pajak di Tiga Sektor

Mohamad Sajili 09 Mar 2021 Kontan

Pemerintah akan menggali potensi penerimaan pajak dari tiga sektor ekonomi. Tiga sektor ini masih menunjukkan kinerja positif di tengah pandemi Covid-19.

Ketiga sektor ini adalah; pertama, industri makanan dan minuman, termasuk produk sawit, produk makanan kesehatan seperti sarang burung walet, dan pakan ternak.

Kedua, industri farmasi seperti obat, herbal atau tradisional. Ketiga, industri alat kesehatan yakni alat pelindung diri (APD), masker, termasukjuga alat olahraga seperti sepeda.

Selain ketiga sektor ini, Ditjen Pajak juga membidik potensi penerimaan pajak dari hasil analisis data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Data ini menggambarkan beberapa sektor unggulan pada tiap wilayah provinsi di seluruh Indonesia.

Meskipun secara umum penerimaan dari sektor industri pengolahan per Januari 2021 masih minus 4,27% year on year (yoy). Angka ini sudah membaik dibandingkan dengan kuartal IV-2020 minus 28,76% yoy.

Selain itu, pertumbuhan penerimaan pajak sektor manufaktur pada Februari mengalami pertumbuhan kedua terbaik, setelah sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh 6,28% yoy.

 


Pilihan Editor