;

Ekspor Impor RI Meningkat

Mohamad Sajili 16 Mar 2021 Banjarmasin Post

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan RI pada Februari 2021 surplus sebesar 2.00 miliar dolar AS. Posisi surplus ini lebih tinggi sedikit dibandingkan Januari 2021, yakni 1,96 miliar dolar AS. Menurut Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, surplus neraca perdagangan didukung performa ekspor dan impor yang boleh dibilang bagus. Ekspor RI menurut sektor secara tahunan tercatat naik di antaranya minyak dan gas 6,90 persen, pertanian 3,16 persen, industri pengolahan 9.00 persen, pertambangan 7,53 persen. Sedangkan, nilai ekspor migas bulan ini turun 2,63 persen menjadi 0,86 miliar dolar AS dan ekspor non-migas terkoreksi 0,04 persen menjadi 14.40 miliar dolar AS. Sementara itu, untuk nilai impor RI, BPS mencatat pada Februari 2021 sebesar 13,26 miliar dolar AS atau tumbuh 14,86 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Bumbu Andaliman Sumut Tembus Pasar Ekspor

R Hayuningtyas Putinda 16 Mar 2021 Epaper Kompas

Bumbu rempah dari tanaman endemik kawasan Danau Toba, andaliman, mulai menembus pasar ekspor ke Jerman sebanyak 574 kilogram senilai Rp 431 juta. Ekspor ini jadi penanda bahwa pamor merica dari Batak ini kian melambung.

MEDAN, KOMPAS — Bumbu rempah dari tanaman endemik kawasan Danau Toba, andaliman, menembus pasar ekspor. Andaliman diekspor ke Jerman sebanyak 574 kilogram dengan nilai Rp 431 juta. Ekspor andaliman meningkat seiring dengan pamornya yang naik di dunia kuliner dalam negeri ataupun luar negeri.

”Andaliman berpotensi menjadi komoditas pertanian unggulan dari Sumatera Utara. Petani dan pelaku usaha kini dapat menghasilkan andaliman berkualitas yang mampu menembus pasar ekspor,” kata Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Andi Yusmanto, Senin (15/3/3021).

Andi mengatakan, andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) kini mulai dilirik koki profesional berkelas dunia seiring dengan pamornya yang semakin naik. Bumbu ini memberikan sensasi rasa pedas, menggigit, getir, dan kebas di lidah.

Andi mengatakan, mereka telah melakukan rangkaian tindakan karantina sesuai persyaratan negara tujuan agar andaliman bisa menembus pasar ekspor. Komoditas dari sektor perkebunan itu pun kini sudah memenuhi persyaratan untuk diekspor ke Jerman.


(Oleh - HR1)

Meski Harga Cabai Tinggi Kementan Tetap Larang Impor

Mohamad Sajili 15 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Meski harga cabai dua bulan terakhir naik, namun Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menegaskan tak ada impor. “Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan, BUMN yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Paguyuban Pedagang dan Pengelola Pasar Induk Kramat Jati, serta dengan para champion cabai Indonesia,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/3/2021).

BLP menggelar pasar cabai murah di 24 titik yang berlangsung tanggal 8-20 Maret 2021. Ditjen Hortikultura akan mendukung pendistribusian cabai dengan fasilitasi sarana distribusi yang dimiliki serta menyusun perjanjian kerja sama dengan RNI untuk upaya stabilisasi pasokan ini.

Selain upaya tersebut, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha memprediksi bulan April depan pasokan sudah aman sehingga tak perlu ada impor cabai. Data Early Warning System (EWS), menurutnya menunjukkan neraca produksi cabai rawit surplus sebesar 42 ribu ton di bulan April dan 58 ribu ton di bulan Mei. Selain menggandeng BUMN sebagai off taker, ke depan Ditjen Hortikultura juga akan mendorong petani menerapkan inovasi rainshelter untuk melakukan tanam pada bulan off season (Juli-Agustus).

BI Dukung GPEI Gali Potensi Ekspor Sumut

Mohamad Sajili 15 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) siap bersinergi dan mendukung upaya Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut untuk peningkatan ekspor produk-produk dari Sumut. Dukungan itu diaampaikan Kepala/Direktur Eksekutif BI Perwakilan Sumut, Soekowardojo kepada Ketua GPEI Sumut Drs Hendrik Sitompul MM saat bertemu di Kantor BI Perwakilan Sumut di Jalan Balai Kota Medan No 4, Rabu (10/03/2021). Soekowardojo lebih lanjut mengatakan, tugas utama BI adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengatur liquiditas devisa dan ekonomi. Namun upaya untuk meningkatkan ekspor tentu menjadi perhatian.

Sebelumnya, Hendrik Sitompul menjelaskan, upaya yang dilakukan GPEI antara lain melalui program Sekolah Ekspor. Pihaknya juga berupaya menggali berbagai potensi ekspor di Sumut. GPEI juga mencanangkan program Seribu Pelaku Ekspor di Sumatera Utara dalam dua tahun dimulai April 2021 sampai Maret 2023. Direncanakan, selain sekolah ekspor, GPEI Sumut juga akan membuat market place digital. Sedangkan Karantina juga akan membuat Mall Ekspor di Belawan, agar setiap produk langsung masuk ke mall ekspor.

Rakyat Swiss Setuju Kerja Sama Dagang dengan RI

Mohamad Sajili 15 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengaku senang dengan hasil referendum masyarakat Swiss soal perjanjian dagang Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IE-CEPA dengan Indonesia. Mayoritas rakyat Swiss setuju terhadap kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan European Free Trade Association (Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa/EFTA). EFTA sendiri terdiri dari Swiss, Norwegia, Islandia dan Lietchtenstein. Jerry menjabarkan 51,6% publik Swiss setuju IE CEPA disahkan dan diimplementasikan antara dua negara. Hal itu menurutnya memberikan harapan cerah bagi peningkatan ekspor dan impor produk Indonesia di negara-negara Eropa.

Adapun salah satu produk yang dikritisi oleh publik Swiss yang paling sering disuarakan adalah mengenai isu kelapa sawit Indonesia. Beberapa lembaga swadaya masyarakat di Swiss pun beberapa waktu lalu secara resmi mengampanyekan isu negatif soal sawit yang juga menjadi agenda salah satu referendum. Dia juga meyakinkan komoditas kelapa sawit dari aspek lingkungan justru lebih efisien karena satu hektar kelapa sawit menghasilkan produk yang setara dengan hasil 6 hektar produk minyak nabati yang lain.


Usaha Aquascape di Banjarbaru Makin Ramai

Mohamad Sajili 15 Mar 2021 Banjarmasin Post

Usaha penjualan akuarium untuk ikan atau Aquascape juga makin diminati. Hal ini seiring dengan kecintaan terhadap ikan hias di Banjarbaru semakin meninggi. Menurut Zikri, Aquascaper Banjarbaru, salah satu anggota komunitas Aquascaper saat ini, total ada sebanyak 20 komunitas Aquascaper yang ikut pameran di Q Mall Banjarbaru.  Selain pameran Aquascape juga ada pameran reptil dari komunitas repitil dan juga ada ikan hias yang dijual.

Optimalkan Potensi Jasa Pesan-Antar

Mohamad Sajili 15 Mar 2021 Kompas

Sepanjang 2020, total nilai transaksi bruto atau GMV jasa pesan antar makanan-minuman berbasis teknologi digital di Indonesia merajai kawasan Asia Tenggara menempati posisi puncak dengan kontribusi 3,7 miliar dollar AS. Ada dua pemain jasa antar makanan-minuman di Indonesia yang mendominasi, yakni GrabFood dari PT Solusi Solusi Transportasi Indonesia (Grab Indonesia) dan GoFood dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia). Secara nasional, Grab menguasai 53 persen pangsa pasar layanan tersebut, sedangkan Gojek 47 persen.

Per Agustus 2020, Grab mencatat ada lebih dari 150.000 mitra baru. Mereka bergabung melalui layanan GrabBike, GrabCar, dan GrabFood. Selain itu, sekitar 32.000 pedagang pasar tradisional masuk ekosistem Grab melalui GrabMart dan GrabAssistent. Grab juga bekerja sama dengan lebih dari 20 instansi pemerintahan di tingkat pusat dan daerah untuk menggulirkan program digitalisasi UMKM. Sementara Gojek mencatat, sebanyak 120.000 pelaku UMKM bergabung dengan Gojek. Hingga akhir 2020, sebanyak 750.000 mitra usaha kuliner di sejumlah daerah Indonesia bergabung dalam GoFood. Dari jumlah itu, khusus kategori UMKM meningkat 50 persen daripada tahun sebelumnya.

Batasan Omzet Pengusaha Kena Pajak akan Diturunkan

R Hayuningtyas Putinda 15 Mar 2021 Kontan

JAKARTA. Pengusaha di Indonesia dikukuhkan sebagai pengusaha kena pajak (PKP) apabila omzet dalam setahun mencapai Rp 4,8 miliar. Sejumlah pihak menilai besaran ambang batas atau threshold PKP itu perlu diturunkan agar makin banyak pundi-pundi penerimaan negara yang bisa diraup.World Bank dalam laporannya yang bertajuk Indonesia Economic Prospects menyarankan agar Indonesia menurunkan threshold PKP menjadi Rp 600 juta.

Harapannya, basis pajak bisa meningkat baik dari setoran pajak penghasilan (PPh) Pasal 25 dan pemungutan pajak pertambahan nilai (PPN) dari para korporasi.“Langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi rendahnya penerimaan pajak sudah dilakukan, tetapi masih belum cukup untuk meningkatkan tax ratio," tulis World Bank dalam laporannya yang dipublikasikan pada akhir Juli tahun lalu.Setali tiga uang, jika threshold PKP diturunkan maka semakin banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang naik kelas, sehingga tidak lagi membayar PPh Final sebesar 0,5%, tapi PPh Pasal 25 sebesar 22%. Perluasan basis pajak ini dapat menggenjot penerimaan dan menutup defisit.

Pengamat Pajak Center for Information Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar mengatakan kalau pandemi terus membaik dan ekonomi Indonesia sudah benar-benar pulih di tahun depan, penurunan ambang batas PKP sangat layak.Toh sebenarnya, berdasarkan laporan the Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), banyak negara yg sudah mengambil kebijakan perpajakan yang agresif di awal tahun 2021 meski terbatas. Tujuannya, tentu untuk menutup defisit anggaran akibat pandemi tahun lalu.

(Oleh - HR1)

Kebijakan Relaksasi Pajak dan Uang Muka, Permintaan Melesat, Multifinance Bergairah

R Hayuningtyas Putinda 15 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, JAKARTA — Industri pembiayaan atau multifi nance mulai merasakan dampak positif atas kebijakan subsidi pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM di beberapa jenis mobil baru.

Seperti diketahui, pe-me rintah memberi-kan subsidi PPnBM untuk mobil baru jenis sedan dan 4x2, dengan mesin di bawah 1.500 cc, serta memiliki konten lokal hingga 70%.

Direktur Utama PT BCA Finance Roni Haslim mengatakan bahwa periode Maret 2021 menjadi angin segar dari sisi mulai naiknya permintaan pembiayaan.

Menurut Roni, momentum subsidi mobil baru bisa jadi pintu masuk untuk menggairahkan lagi penyaluran pembiayaan baru BCAF di sektor ini yang mencapai 70% dari portofolio, sisanya mobil bekas.Namun demikian, Perusahaan pem biayaan anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. masih me matok target penyaluran tahunan per-usahaan di bawah capaian sebelum pandemi, yakni Rp30 triliun di sepanjang 2021.

Pandemi Covid-19 sempat memukul kinerja BCA Finance mencapai titik penyaluran bulanan terendah di Rp433 miliar pada Juli 2020, sehingga total penyaluran pem bia yaan sepanjang 2020 anjlok, hanya di Rp15,78 triliun.

Hal senada diungkap Direktur Sales dan Distribusi PT Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjito hardjojo.Dia menyebut optimisme kebangkitan penyaluran memang ada, kendatu masih jauh diban-dingkan dengan periode normal.

Namun demikian, Harjanto berharap optimisme yang timbul akibat subsidi ini mampu mendongkrak kinerja melebihi target awal, bahkan mendekati realisasi pembiayaan MTF sepanjang 2019 atau sebelum pandemi, senilai Rp28,8 triliun. “Aplikasi permintaan pembiayaan kendaraan baru meningkat 15% dari bulan lalu dan prediksi saya akan terus meningkat walaupun realisasi masih belum terlihat. Tapi kita optimis karena dapat update dari rekan-rekan dealer, surat pesanan kendaraan [SPK] meningkat 150% sampai 170% dari bulan lalu,” katanya

Dalam kesempatan sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menjelaskan bahwa angin segar dari beragam relaksasi pemerintah dan otoritas yang mulai berlaku pada Maret 2021, bisa menjadi momentum peningkatan pembiayaan kendaraan bermotor.Namun demikian, Suwandi menekankan bahwa beragam relaksasi ini tak akan berpengaruh banyak apabila penanganan pandemi dan daya beli masyarakat masih stagnan.

(Oleh - HR1)

Produksi Garam, Petani Andalkan Kebutuhan Pabrik

R Hayuningtyas Putinda 15 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Cirebon - Sebagian besar petani garam di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih menghasilkan garam yang bergantung kepada kebutuhan pabrik sehingga mengakibatkan harga garam tidak mengalami peningkatan. Untuk mendukung produksi garam kemasan saat ini masih menunggu surat izin dari pihak terkait. Washing plant atau unit pengolahan garam di Kabupaten Indramayu, terdapat di kecamatan Kerangkeng yang merupakan bantuan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk mendorong produktivitas garam lokal Indramayu. Fasilitas tersebut merupakan bantuan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dibangun pada tahun lalu. Kapasitas produksi washing plant ini mencapai 20 ton per hari.

Produksi garam di Kabupaten Indramayu mencapai 361.000 ton pada tahun lalu. Sayang, lantaran hanya dijual ke pabrik-pabrik untuk diolah lagi menjadi garam kemasan. Setiap tahun ada saja garam yang tersimpan di gudang sebab pabrik juga memiliki keterbatasan dalam melakukan pengolahan. Tercatat, ada 37.000 ton garam menumpuk. Nelayan banyak menyampaikan keluhan terkait alat tangkap garong dan pukat harimau. Nelayan yang setiap harinya melaut sejauh satu kilometer dari bibir pantai, kesulitan mendapatkan ikan. akibatnya, setiap harinya hanya mendapatkan uang tidak lebih dari Rp 100.000. 

(Oleh - IDS)

Pilihan Editor