;

Rencana Kenaikan Tarif PPh Pribadi, Pariwisata Lokal Bisa Bangkit

R Hayuningtyas Putinda 27 May 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Rencana pemerintah menaikkan tarif pajak penghasilan atau PPh orang pribadi dari 30% menjadi 35% bagi masyarakat berpenghasilan Rp 5 miliar ke atas per tahun diperkirakan bakal memberi peluang bagi industri pariwisata dalam negeri yang tengah berjuang untuk bangkit. Jika kebijakan tersebut diterapkan, justru berpeluang memberikan sedikit angin segar bagi industri pariwisata, terutama pelaku usaha perhotelan. Pemangkasan belanja oleh masyarakat yang terkena efek kenaikan tarif pajak penghasilan akan mendorong mereka untuk memindahkan alokasi belanja wisata dari yang sebelumnya dihabiskan di luar negeri ke destinasi dalam negeri.

Selama pandemi Covid-19, rata-rata okupansi di hotel bintang lima sebagai salah satu indikator kunjungan wisata masyarakat berpenghasilan tinggi berada di level 30%, di mana 10% di antaranya masih diisi oleh warga negara asing (WNA). Sementara itu, pergerakan wisatawan pada masa Lebaran lalu tidak memberikan dampak signifikan terhadap sektor perhotelan kendati diperkirakan naik di kisaran 25%-30%. Sebabnya, pertumbuhan tersebut tidak diiringi dengan average zoom rate atau harga rata-rata per kamar yang hingga kini masih rendah. 

(Oleh - IDS)

Biaya Logistik, ALFI Protes Ongkos Rawat Kontainer

R Hayuningtyas Putinda 27 May 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Makassar -  Para pengusaha logistik dan forwarder yang tergabung dalam ALFI memprotes rencana perusahaan pelayaran memberlakukan tarif baru pembersihan dan perawatan peti kemas yang akan diterapkan mulai Juni 2021. Pengenaan tarif pembersihan dan perawatan peti kemas atau cleaning and maintenance container akan menjadi beban dalam upaya pemulihan industri logistik. Pengenaan tarif itu bertentangan dengan sejumlah program pemerintah yang berupaya memulihkan ekonomi seluruh sektor setelah terdampak Covid-19.

Tarif cleaning and maintenance container seperti sebuah siasat dari operator pelayaran untuk membebankan biaya teknis kepada pengguna jasa, yakni pelaku usaha forwarding. Pengenaan tarif tersebut bersifat ambigu karena seharusnya komponen pembersihan dan perawatan kontainer itu integral dengan pengenaan uang pengapalan kontainer atau freight container yang dikenakan selama ini kepada pengguna jasa. Seharusnya, operator pelayaran memasukkan biaya pembersihan dan perawatan peti kemas dalam tarif pengapalan atau freight container dan tidak membuat komponen tarif baru. 

Perusahaan pelayaran sebaiknya segera menghapus komponen baru tersebut yang terkesan mengada-ada serta aneh dengan besaran tarif yang kompak ditentukan perusahaan pelayaran. Disarankan agar perusahaan tidak membuat komponen tarif baru yang hanya akan berdampak kenaikan biaya logistik 

(Oleh - IDS)

Sunset Policy, Cara Instan Dulang Penerimaan

R Hayuningtyas Putinda 27 May 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Pemerintah mengambil jalan pintas untuk mengumpulkan penerimaan pajak di tengah krisis akibat pandemi Covid-19. Sunset Policy kembali menjadi cara yang diandalkan. Otoritas fiskal ingin mengulang prestasi di bidang pajak saat penanganan krisis 2008 silam. Sunset Policy pernah ditempuh oleh pemerintah saat menghadapi krisis 13 tahun silam. Hasilnya, sangat memuaskan, mengingat performa penerimaan pajak mampu melampaui target. 

Pemerintah berargumen Sunset Policy merupakan fasilitas penghapusan sanksi PPh orang pribadi atau badan berupa bunga atas kekurangan pembayaran pajak. Terdapat dua jenis pengampunan pajak dalam kebijakan tersebut. Pertama pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga atas pembetulan SPT tahunan untuk tahun pajak sebelum 2007. Kedua penghapusan sanksi administrasi atas pajak yang tidak atau kurang dibayar untuk tahun pajak sebelum diperoleh NPWP bagi wajib pajak orang pribadi yang mendaftarkan diri secara sukarela untuk mendapatkan NPWP. 

Sunset Policy disusun dengan tujuan memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk melaporkan atau mengungkapkan harta yang belum dipenuhi kewajiban perpajakannya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian. Ada dua jalur yang bisa dilakukan oleh wajib pajak. Pertama pengungkapan harta yang tidak atau belum sepenuhnya dilaporkan oleh peserta program pengampunan pajak. Kedua pengungkapan harta yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh orang pribadi Tahun Pajak 2016 - 2019.

(Oleh - IDS)

Kilang Tua Butuh Upgrading

Fadilla Anggraini 27 May 2021 Sumatera Ekspres

Palembang – Pertamina Refinery Unit (RU) Wilayah Plaju harus diberikan penanganan ekstra untuk kilangnya. Sebab, usia kilang ini sudah lebih 100 tahun. General Manager Pertamina RU Moh. Hasan Efendi mengatakan, pihaknya perlu melakukan penanganan serta pemeliharaan yang spesifik.

“Dengan kondisi kilang yang sangat tua ini pihaknya ke depan akan melakukan upgrading kilang, memperbaiki kilang agar dapat optimal memproduksi beragam produk energi. Mulai dari teknologi yang digunakan akan di-upgrade,” katanya, kemarin (26/5).

Menurutnya, Proyek Green Refinery yang merupakan proyek pertama dan baru dengan menggunakan energy nabati yang saat ini mulai berjalan. Proyek ini adalah proyek yang digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Ditargetkan Kilang Green Refinery ini bisa beroprasi pada 2024 mendatang.

“Proyek saat ini sedang dalam tahap pengerjaan, diharapkan 2024 sudah bisa beroperasi dan bisa menambah produksi diesel maupun avtur sehingga dapat memenuhi kebutuhan di Indonesia.” Ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam proyek ini ada sekitar 30 hektare di lahan yang disiapkan Pertamina RU Wilayah Plaju di Sungai Gerong. Izin amdal sudah dalam proses. “Sekarang kita sedang siapkan land clearing. Tahun ini diyakini bisa selesai. Sehingga basic engineering drawing bisa dilakukan. Pertengahan 2024 kita yakin kilang baru ini bisa beroprasi,” jelasnya.

Para proyek Green Refinery ini, kata Hasan, akan ada beragam produk green fuel yang dihasilkan, seperti Green Avtur, Green Naphtha, dan Green LPG. Ini merupakan satu-satunya kilang yang mengelolah bahan bakar nabati yang ada di Indonesia.

Minat Rumah Subsidi Masih Tinggi

Fadilla Anggraini 27 May 2021 Sumatera Ekspres

Palembnag – Meski Covid-19 belum reda, perumahan subsidi di metropolis masih tetap diminati. Head Legal RID Group, Subur mengatakan, tahun ini pasarnya masih cukup banyak. Sebab, rumah menjadi kebutuhan utama bagi warga di Kota Palembang.

“Pengajuannya cukup banyak. Segmennya dibawah 30 tahun ,” katanya kepada Sumatera Ekspres, kemarin. Menurutnya kebanyakan yang membeli rumah subsidi adalah karyawan dan non karyawan. Sebab persyaratan untuk mendapatkan kredit ini cukup ketat.

Nah, salah satu rumah subsidi yang banyak diminati adalah Madani Regency di jalan Talang Kapuh Gandus Palembang. Rumah subsidi ini memiliki spek komersial. Dindingnya dari bata. Lalu ada fasilitas lainnya. Seperti listrik, musala, taman, dan kolam retensi. Lalu, demgan luas tanah 84, disana sudah tersedia sumur pribadi, 2 kamar tidur, dan satu kamar mandi.

Lalu, tempat ini memiliki lingkungan asri, nyaman, dan ramai penduduk. Akses lokasi banyak. Mulai dari Gandus, Macan Lindungan, Tanjung Barangan, Alang-alang Lebar. Talang Kelapa, hingga Serong. Kemudian, secara spesifikasi. Selain dinding dari batu bata, pihaknya juga menyediakan plaster dan cat luar dalam. Lalu lantai keramik, plafon gypsum rangka hollow. Kemudian, pintu depannya panel double 2 pintu. Kamar mandi keramik lantai dan dinding, kusen kayu, rangka atap baja ringan, dan penutup atap spandex meredap panas.

“Ini perumahan subsidi rasa komersial dengan konsep dan desain yang eksklusif minimalis,” pungkasnya.


Kerajinan Tangan dari Lidi Sawit

Fadilla Anggraini 27 May 2021 Sumatera Ekspres

Bayung Lencir – Melihat potensi luasnya kebun kelapa sawit, Ibu-ibu anggota PKK Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin melahirkan inovasi ramah lingkungan. Sejak 2017, mengembangkan kerajinan tangan berupa anyaman lidi dan daun kelapa sawit.

“Beberapa hasil olahan dari lidi sawit yang kita buat seperti piring lidi sawit, vas bunga, nampah, tempat kue dan memang diminati oleh masyarakat,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Desa Muara Medak, Mahnur Panjingan.

Ada sekitar 15 orang pengrajin binaan TP PKK Desa Muara Medak. Mereka terampil membuat kerajinan lidi sawit tersebut. Buah hasil inovasi ini sudah pernah diganjar juara satu saat mengikuti lomba ditingkat kabupaten yang menjadi perwakilan PKK kecamatan tahun 2018.

Kendalanya saat ini adalah ketika pembersihan lidi sawit yang masih dengan proses manual. Sehingga biaya pengerjaan dan produk jadi lebih tinggi serta belum mampu diserap pasar lokal sepenuhnya. “Namun  kalau kita bisa melakukan dengan bantuan mesin mungkin kita bisa lebih menguasai pasar,” ungkapnya.

Belum lagi setiap tamu yang berkunjung ke Desa Muara Medak selalu diberi oleh-oleh cindera mata dari kerajinan lidi sawit. “Untuk agenda rutin bulanan, kita ada kegiatan posyandu, senam dan pengajian yang tetap dibina oleh tim penggerak PKK,” jelasnya.

Saat ini bersama anggota PKK sedang mulai dikembangkan penanaman daun kelor di desa Muara Medak. Karena banyaknya manfaat daun kelor, tanaman ini sudah mulai ditanami di pekarangan kantor desa.

Kades Muara Medak, Marudur H Panjaitan menambahkan pihaknya hanya mengharapkan motivasi dan support dari pemerintah. “Bagaimanapun pengembangan produk piring vas bunga dan kerajinan ramah lingkungan dari limbah lidi sawit ini mendapatkan perhatian lebih,” ujarnya.

Ia mengatakan, harapan atas dasar peningkatan produk ini akan diperoleh peningkatan nilai ekonomi rumah tangga bagi anggota PKK. Bukti support dari kades dibuktikan dengan mengalokasikan dana PKK dalam pengadaan pembelian mesin pembersih lidi sawit seharga Rp 6 juta tahun 2021. Kesempatan di setiap kunjungan juga dilakukan promosi produk demi memperkenalkan dan melebarkan potensi permintaan pasar.

Rencanakan Bank Sampah, Tanam Toga

Fadilla Anggraini 27 May 2021 Sumatera Ekspres

Lalan – Barang bekas seperti pelastik air mineral maupun kaleng bekas menjadi bermanfaat setelah diolah kembali oleh Tim Penggerak (TP) pemberdayaan kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Karang Rejo, Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba, Hanya saja selama ini barang bekasnya masih dikumpulkan sendiri.

Karena ke depan, pihaknya juga akan merencanakan ada bank sampah. Harmini, Ketua TP PKK Desa Karang Rejo menjelaskan saat ini bahan baku barang bekas memang masih dicari sendiri. “Mangkanya ke depan boleh jadi kita juga akan bikin bank sampah. Jadi nanti warga bisa bawa barang bekasnya ke bank sampah ini, kita tampung, bahan baku inilah yang kita produksi,” tuturnya.

Dia menjelaskan barang bekas itu lalu disulap menjadi barang yang bermanfaat dan bisa digunakam seperti tas, toples kue, tempat makan, dan lain sebagainya. Produk ini lalu dijual hasilnya ke warga, kadang dilelang siapa yang mau beli hasil kerajinan ini. “Tapi kegiatan kami tidak dibidang kerajinan saja, kami juga menanam tanaman toga atau tanaman obat keluarga seperti jahe, kunyit, kencur, dan lain sebagainya. Warga yang butuh ya silahkan diambil.” Lanjutnya.

Serta menanam sayur mayur dihalaman posyandu desa. “ada kacang-kacangan, ketela, kangkung, kenikir. Kalau untuk sayur mayur ini kita jual, warga juga tidak metik sendiri,” imbuhnya. Sementara itu ada bantuan alat alat dari desa yang digunakan untuk membikin keripik ubi dan pisang. Nah kalau yang ini, kata dia, sudah jadi usaha PKK dimana hasilnya dititipkan ke warung-warung untuk dijual. Sebagian hasil penjualan untuk kas PKK dan koperasi simpan pinjam.

Plh Kades Karang Rejo, Ilham menambahkan banyak program kerja yang sudah dilaksanakan TP PKK. “Seperti tadi menanam sayur mayur itu hasilnya dijual dan dananya masuk kas. Posyandu dan PKK berpadu menanam tanaman di halaman posyandu desa,” imbuhnya. Sementara rutin setiap Minggu, lanjutnya, ada pengajian rutin seperti khotmil Quran, hadro-an, dan lainnya.


Modal Rp 7 Juta, Untung Rp 26 Juta.

Fadilla Anggraini 27 May 2021 Sumatera Ekspres

Banyuasin – Membantu masyarakat terutama pembudidaya ikan toman di Desa Srijaya, Kecamatan Rabtau Bayur, Banyuasin  dalam pandemik Covid 19 ini, Dinas perikanan Banyuasin memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Sumsel Babel.

“BSB mensetujui pinjaman untuk pembudidaya ikan toman,” kata Dr Ir Septifitri MM, kepala Dinas Perikanan Banyuasin usai akad kredit di kantor Dinas Perikanan Banyuasin, Selasa (25/5)

Dikatakan, ada 20 warga yang memperoleh KUR. Rinciannya satu orang menerima Rp 7 juta.” Dengan total KUR sekarang Rp 140 juta,” terangnya. Dana Rp 7 juta dapat membuat tiga keramba dengan jumlah benih toman 500 ekor per keramba. “Jika nantinya usaha pembudidaya tersebut berhasil, mendapatkan penghasilan yang sangat besar. Bisa untung Rp 26 juta, dari tiga keramba ikan toman itu,” terangnya.

Diharapkan, usaha budidaya ikan toman ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kegiatan ini tak menutup kemungkinan dilakukan di desa lainnya. Kita terus lakukan,” pungkasnya.


Go-Digital Keharusan Bagi UMKM

Fadilla Anggraini 27 May 2021 Tribun Sumsel

GO-digital atau merambah dan menyiapkan pasar digital sudah menjadi keharusan bagi Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) terlebih di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang ini agar bisa tetap bertahan.

Meskipun sudah memiliki keunikan dan pasar tersendiri selama pandemi berlangsung, transaksi offline tidak akan bisa lancar seperti sedia kala (sebelum pandemi), kata Ketua Asosiasi UMKM Indonesia Ikhsan Ingratubun.

“Masalahnya teman-teman di daerah tidak banyak yang mengerti soal digitalisasi. Asosiasi juga rajin buat pelatihan, tapi tidak bisa menjangkau semuanya. Selain pemerintah, kalau ada perusahaan digital swasta yang bisa bantu tentu akan lebih baik,” katanya dalam pernyataan pers.

Di sisi lain, pandemi juga dinilai sebagai momentum bagi UMKM di Indonesia untuk tumbuh di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja sektor formal.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan pandemi akan membuat adanya gelombang UKM baru yang bermuncuan karena banyak pekerja  dari sektor formal yang terkena PHK.

Momen ini bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan ekosistem kewirausahaan nasional. Pelaku UKM juga perlu mempersiapkan binisnya secara serius dengan berbagai persiapan, kata ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira.

“Pendampingan dan pendanaan sangat diperlukan kehadirannya. Begitu juga digitalisasi yang memberi nilai tambah bagi UKM yang sangat positif,” kata Bhima.

Pandemi memang merupakan pukulan berat bagi dunia usaha, tapi bagi pelaku UMKM yang kreatif dan adaptif terhadap dunia digital bakal mempunyai daya tahan yang lebih baik, sebagaimana dialami Ruth Nathalia, COO Pempek Rama yang sudah beroperasi 33 tahun di Kota Bandung.

“Pada awal pandemi tahun lalu, omzet sempat turun. Untungnya, beberapa bulan sebelum pandemi, kami sudak mulai melakukan adaptasi digital, dengan menerima pesanan via online, promosi sosial media, endorse influencer, dan lainnya. Semua kami lakukan karna kami paham kalau hanya mengandalkan cara lama, bisa tenggelam,” katanya.

Ruth berpikir, logikanya, para pelanggan Pempek Rama tetap ada, mereka hanya tidak bisa pergi untuk santap langsung. Pemikiran ini membuatnya makin mantap transformasi ke bisnis digital.

Namun, Go-Digital ternyata tidak sebatas promisi di media sosial. Perlu banyak strategi yang di persiapkan agar hasil go-digital bisa sesuai harapan.

“Kami Merasakan sendiri manfaat digitalisasi, selain bisa tetap menjaga pelanggan lama kami juga bisa ekspansi ke pelanggan baru secara signifikan,” jelas Ruth.

“Sebetulnya dalam digitalisasi itu yang paling vital adalah pada pengelolaan pencatatan transaksi. Itulah mengapa keberadaan aplikasi e-commerce ini sangat dibutuhkan. Terlebih di era sekarang ini, saat orang lebih berhitung dalam pengeluaran operasionalnya,” kata Ruth.


Konsumsi Semen Naik 20 %

Fadilla Anggraini 27 May 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG TRIBUN - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mencatat konsumsi semen bergerak naik hampir di seluruh wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel) tercatat sebesar 20,2% year on year pada Maret 2021.

Direktur Pemasaran Mukhamad Saifudin mengatakan, kenaikan konsumsi ini karena Semen Baturaja mensuplai sejumlah proyek strategis di Sumatera Selatan. Salah satunya menjadi pemasok dalam proyek strategis pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8 di Muara Enim Sumatera Selatan.

Pembangunan PLTU tersebut disupplai oleh Semen Baturaja dengan estimasi kebutuhan 130.000 ton semen. Proyek yang telah dimulai sejak tahun 2019 itu diperkirakan akan selesai pada tahun 2021 ini. Proyek PLTU Sumsel 8 ini akan menjadi salah satu PLTU di Sumatera Selatan dengan kapasitas 2x620 megawatt (MW).

Selain itu, Semen Baturaja juga mencukupi kebutuhan semen dalam pembangunan jalan tol seperti ruas Indralaya - Prabumulih sepanjang 64,7 km, ruas tol Simpang Indralaya - Muara Enim sepanjang 119 km yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2022 mendatang.

Tahun 2021 pemerintah telah menaikan APBN bidang Infrastruktur dengan mengejar proyek-proyek strategis yang sempat tertunda ditahun 2020 karena pandemi Covid-19.

Alokasi anggaran infrastruktur sebesar Rp 417,4 T untuk melanjutkan pembangunan melalui penguatan infrastruktur digital dan mendorong efisiensi logistik dan konektivitas," ujar Direktur Pemasaran Mukhamad Saifudin, Rabu (26/5/2021).

Saifudin mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan jika tahun 2021 akan fokus pada pembangunan irigasi dan infrastruktur penunjang lainnya. Anggaran tersebut diarahkan dalam bentuk infrastruktur padat karya yang mendukung Kawasan industri dan pariwisata.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyatakan jika kegiatan konstruksi infrastruktur dan proyek strategis bidang properti mulai berjalan pada akhir kuartal I tahun 2021.

Selain mendukung proyek pembangunan strategis nasional, Semen Baturaja juga mendukung proyek startegis lainnya yakni pembangunan supply of ready Mixed Concrete dari Oki Pulp & Paper Mill, pembangunan proyek Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci 350 MW, dan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohido (PLTM) Lebong.

Tak hanya itu, Semen Baturaja juga menyuplai proyek-proyek swasta strategis di wilayah Bandar Lampung, Jambi, Kota Lampung Selatan, Lubuklinggau dan sekitarnya seperti proyek pembangunan RSUD Sekayu, pembangunan proyek ketenagalistrikan, proyek Beton tapak rel kereta musi, preservasi jalan dan jembatan dan proyek swasta lainnya di Sumbagsel.

Menyongsong kenaikan aktivitas dalam poyek-proyek strategis di Sumbagsel, Perseroan melakukan revitalisasi Pabrik Baturaja I, peningkatan quality control, mempersiapkan armada penunjang

distribusi serta fasilitas penunjang distribusi lainnya, dalam rangka mendukung ketersediaan produk yang tepat kualitas serta kontinuitas supply bagi pelanggan.

“Kami optimis jika target penjualan tahun 2021 dapat dicapai dengan adanya kerjasama dan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan terutama BUMN karya untuk menunjang pembangunan infrastruktur Indonesia,” tutup Saifudin.


Pilihan Editor