;

Kinerja BUMD, Agro Jabar Panen Melon dan Paprika

R Hayuningtyas Putinda 31 May 2021 Bisnis Indonesia

BANDUNG — BUMD PT Agro Jabar sukses panen melon dan paprika di dalam Smart Greenhouse menggunakan teknologi hidroponik di kebun PT Agro Jabar, Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Garut. Sukses penerapan teknologi ini dalam rangka mendukung program Petani Milenial Juara yang digagas Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Direktur Utama PT Agro Jabar Kurnia Fajar mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan PT Agrindo Karya Persada dalam kegiatan panen komoditas melon dan paprika ini. "Luas lahan yang digunakan Smart Greenhouse ini berdiri di mencapai 3.000 m2 dengan total populasi tanaman mencapai 6.360 pohon," ujar Kurnia berdasarkan rilis yang diterima, Minggu (30/5/2021).

Menurut dia, keadaan lingkungan dalam Smart Greenhouse lebih terkontrol dengan memperoleh suhu dan kelembapan yang ideal sepanjang waktu, sehingga tanaman berada di dalam kondisi terbaiknya untuk tumbuh dan berproduksi secara maksimal. Kurnia menambahkan, jenis varietas melon yang ditanam di dalam Smart Greenhouse adalah varietas Egnazio, Crown, Linius, dan Dalmatian. Sedangkan varietas paprika adalah Scirocco F1. Sementara, hasil produksi pada edisi panen perdana ini pada tanaman melon berjumlah 805 kilogram. Rinciannya, untuk melon varietas Egnazio berjumlah 190 kilogram, Melon varietas Crown berjumlah 166 kilogram, Melon varietas Linius berjumlah 246 kilogram, Melon varietas Dalmatian berjumlah 203 kilogram. Sedangkan hasil panen paprika varietas Scirocco F1, yaitu jenis paprika merah sebanyak 26 kilogram dan paprika hijau sebanyak 41 kilogram.

(Oleh - HR1)

Prospek Sektor Konstruksi, Adu Strategi Incar Kontrak Baru

R Hayuningtyas Putinda 31 May 2021 Bisnis Indonesia

JAKARTA – Tender proyek infrastruktur, gedung, dan residensial yang lebih semarak pada tahun ini menjadi angin segar bagi emiten kontraktor untuk menggalang kontrak baru yang prospektif hingga akhir 2021.Hingga April 2021, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. telah mengantongi nilai kontrak baru Rp5,54 triliun atau setara dengan 13,8% dari target yang dibidik tahun ini Rp40,12 triliun.Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito menjelaskan perseroan akan berupaya untuk meneruskan tren kinerja positifnya tahun ini. “Order book menjadi Rp77,13 triliun,” kata Agung dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Minggu (30/5).Kontrak baru terbesar yang didapatkan emiten dengan kode saham WIKA ini berasal dari sektor infrastruktur seperti proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, Pembangunan Infrastruktur Kawasan Mandalika, dan rumah dinas TNI AD di 35 titik seluruh Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, WIKA mencatatkan pendapatan Rp3,92 triliun atau turun 6,54% secara tahunan. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk WIKA turun 21,21% year on year menjadi Rp78,16 miliar. Di sisi lain, arus kas dari aktivitas operasi WIKA per kuartal I/2021 tercatat negatif sebesar Rp5,13 triliun. Secara terpisah, anak usaha WIKA, PT Wijaya Karya Gedung dan Bangunan Tbk. (WEGE), telah mendapatkan kontrak baru senilai lebih dari Rp906,48 miliar hingga pekan ketiga Mei 2021.Direktur Utama Wika Gedung Nariman Prasetyo mengatakan capaian tersebut mencakup 21,48% dari target kontrak baru 2021 sebesar Rp4,22 triliun. “Dari perolehan tersebut realisasi kontrak hingga April 2021 menjadi Rp11,7 triliun atau 75,96% dari target order book tahun ini sebesar Rp15,52 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (29/5).Komposisi perolehan kontrak baru tersebut terdiri dari proyek pemerintah sebanyak 72,8%, BUMN 2,3%, dan swasta 24,9%. Residensial mendominasi dengan porsi 44,98%, diikuti fasilitas publik 41,94%, serta proyek komersial 7,33% dan proyek perkantoran 5,75%.

(Oleh - HR1)

Megawati: SIN Perpajakan Efektif Optimalkan Penerimaan Negara

R Hayuningtyas Putinda 31 May 2021 Investor Daily, 31 Mei 2021

JAKARTA – Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri berpandangan, program single identification number (SIN) atau nomor identitas tunggal perpajakan perlu diterapkan untuk mendorong optimalisasi penerimaan negara. Pasalnya, kebijakan tersebut telah terbukti efektif selama ia memimpin pada 2001 hingga 2004 yang ditunjukkan dengan penerimaan perpajakan dan rasio perpajakan (tax ratio) yang terus meningkat. "Terbukti pada zaman saya, target penerimaan pajak tercapai dengan rasio pajak sekitar 12,3%," kata Megawati saat memberikan sambutan pengarahan secara virtual pada webinar bertema "Optimalisasi Penerimaan Pajak Melalui Penerapan SIN Pajak demi Kemandirian Fiskal Indonesia" yang diselenggarakan oleh Doktor Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) pada Jumat (28/5). Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pada 2001 penerimaan perpajakan tercatat Rp 185,5 triliun dengan rasio perpajakan terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 12,8%. Kemudian, pada 2002 penerimaan perpajakan meningkat menjadi Rp 210,1 triliun dan rasio perpajakan naik menjadi 13% serta pada 2003 penerimaan perpajakan kembali naik menjadi Rp 242 triliun dan rasio perpajakan menjadi 13,5%.

Megawati yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu lalu menjelaskan soal bagaimana dasar filosofis dari program itu. Awalnya adalah perspektif ideologis Bung Karno yang menegaskan jalan Trisakti, yaitu berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Dalam konteks itu, sektor keuangan dilihat sebagai pilar penting bagi Indonesia yang berdaulat dan sekaligus berdiri di atas kaki sendiri. Megawati mengaku, saat dirinya presiden, situasi tak mudah. Dia harus bekerja membangun kedaulatan perekonomian Indonesia di tengah berbagai krisis multidimensi pada saat itu. Pada acara yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen untuk membangun sebuah sistem data yang terintegrasi. Sejalan dengan inisiatif pemerintah pada program Satu Data Indonesia yang diatur pada Peraturan Presiden nomor 39 Tahun 2019, sistem tersebut akan menggunakan common identifier.

(Oleh - HR1)

Dividen Unilever Hampir 100% dari Laba Bersih

R Hayuningtyas Putinda 31 May 2021 Investor Daily, 31 Mei 2021

Jakarta - Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menetapkan total dividen Rp 7,13 triliun untuk tahun buku 2020. Nilai dividen itu hampir 100% dari perolehan laba bersih pada 2020 yang mencapai Rp 7,16 triliun. Untuk dividen final, pemegang saham yang berhak adalah pemegang saham yang berhak adalah pemegang saham uang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham sebelum 9 Juni 2021. 

Sementara itu, hingga kuartal I-2021, Unilever Indonesia membukukan penurunan penjualan bersih sebesar 7,8% menjadi RP 10,28 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 11,15 triliun. Penurunan tersebut memicu pelemahan laba perseroan dari Rp 1,86 triliun mnejadi Rp 1,69 triliun. Pendapatan dan laba bersih tersebut juga menunjukkan penurunan dibandingkan kuartal IV-2020. Penurunan penjualan ini sejalan dengan rendahnya pertumbuhan pasar industri konsumsi akibat pembatasan aktivitas hingga kuartal I-2021. Sebagaimana diketahui pemerintah memberlakukan pengetatan aktivitas setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 pasca liburan tahun baru 2020.

(Oleh - IDS)

Suntik Modal, Smartfren Miliki Saham Moratelindo

R Hayuningtyas Putinda 31 May 2021 Investor Daily, 31 Mei 2021

Jakarta - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) melalui anak usahanya, PT Smart Telecom, melakukan penyertaan modal saham pada PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) senilai RP 360 miliar. Dengan begitu, Smart Telecom mengantongi 20,5% saham Moratelindo. Aksi korporasi ini sudah mendapat persetujuan dari para pemegang saham. Penyertaan saham ini dilakukan dalam rangka pengembangan usaha strategi perseroan, Smart Telecom, dan Moratelindo pada masa mendatang. dalam perjanjian, para pihak meyakini akan terjadi sinergi dalam kegiatan operasional antara perseroan dan Smart Telecom dengan Moratelindo, sehingga berdampak positif terhadap kinerja, keuangan konsolidasi dan kelangsungan usaha. 

Sementara itu, lembaga pemerintah internasional, mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan investasi yang tinggi secara terus menerus agar tetap kompetitif, terutama karena jangkauan jaringan Smartfren masih tergolong terbatas dibandingkan tiga operator besar lain. pengurangan investasi dapat mengakibatkan Smartfren menjadi tertinggal lebih jauh dibanding dengan kompetitor-kompetitornya yang lebih besar dan berdampak pada momentum pertumbuhannya, walaupun belanja modal pada dasaranya bersifat fleksibel.

(Oleh - IDS)

Pemerintah Diminta Prioritaskan Penyelamatan Industri Ritel Modern

R Hayuningtyas Putinda 31 May 2021 Investor Daily, 31 Mei 2021

Jakarta - Pemerintah diminta memprioritaskan penyelamatan industri ritel modern untuk mencegah lebih banyak lagi penutupan gerai atau toko ritel modern. Dengan dijadikan prioritas, diharapkan sektor ritel modern diutamakan untuk mendapatkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Di samping itu, dari sisi kebijakan moneter, pemerintah bisa mendorong bank memeberikan bunga kredit sekitar 3-4% kepada pengusaha ritel modern. 

Pelaku usaha ritel juga meminta pemerintah membantu keringanan tarif listrik dan biaya operasional perusahaan melalui subsidi gaji karyawan di toko. Diminta pemerintah memberikan insentif pajak bumi dan banguna serta biaya pemasangan reklame. Upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dengan berbagai program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan pemberian bantuan sosial, juga dinilai tidak cukup membuat perusahaan ritel bertahan. 

(Oleh - IDS)

Harga Rendah, Semangat Petambak Garam Kendor

Mohamad Sajili 31 May 2021 Surya

Kebutuhan garam masih sangat tinggi, sayang semangat para petani garam di Kabupaten Sampang mulai berkurang untuk memproduksi garam.

Faktornya adalah harga garam tidak stabil, dalam arti harga jual garam tidak sesuai dengan harga produksi sehingga mengalami kerugian. Mungkin karena harga yang tidak layak, membuat semangat petani loyo. Mencermati kondisi petambak garam yang lesu, Mahfud berusaha untuk meningkatkan semangat para petani untuk memproduksi garam kembali.

Adapun upaya yang akan dilakukan dengan memberikan bantuan hingga melakukan kegiatan integrasi lahan, pembinaan, dan semacamnya. Kami juga akan upayakan ke pemerintah pusat agar petambak garam di Sampang diperhatikan.

Berdasarkan data di Dinas Perikanan (Diskan) Sampang, Pada 2018 target garam sebesar 275.000 ton dan tercapai 344. 000 ton. Pada 2019 target 285, 000 ton tercapai 314.000 ton, kemudian, 2020 target garam sebanyak 290.000 ton, yang tercapai 174. 598 ton.


Bisnis Batubara Makin Membara

Mohamad Sajili 31 May 2021 Tribun Timur

Bisnis batubara di Indonesia dinilai masih menguntungkan, dan makin membara. Pasalnya, harga batubara disebut makin naik, di pasar internasional.

Merujuk data Bloomberg, harga batubara ICE Newcastle untuk kontrak September 2021 telah berada di level USD 107 atau Rpl, 5 juta per ton pada perdagangan Jumat (28/5). Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Jika harga tersebut bisa bertahan, atau malah masih menguat, tentu akan mendorong kinerja emiten batubara pada kuartal II-2021.

Sementara itu, analis Phillip Sekuritas Indonesia Michael Filbery memperkirakan, harga acuan batubara pada tahun ini akan berada di level USD 75,0 per ton.

Salah satu sentimen datang dari larangan China atas impor batubara asal Australia. Kebijakan tersebut membuat ketersediaan batubara berkalori menengah berkurang. Hal ini pada akhirnya bisa menjadi katalis positif bagi pasar batubara Indonesia.


BI Masih Larang Penggunaan Uang Kripto

Mohamad Sajili 31 May 2021 Tribun Timur

Bank Indonesia (BI) menyatakan dalam sepuluh tahun ke depan bank sentral tidak berencana untuk memberikan izin penggunaan aset kripto, alias cryptoasset dipergunakan sebagai alat pembayaran. BI menilai masih banyak pertimbangan yang harus dilakukan agar cryptocurrency tidak memberikan dampak buruk bagi perekonomian Indonesia dan masyarakat. Seperti sebagai alat pembayaran karena bertentangan dengan UU No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

UU Mata uang menyatakan bahwa Rupiah adalah satu satunya mata uang yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran yang dilakukan di wilayah NKRI. Karena itulah cryptocurrency tidak bisa memenuhi persyaratan yang diatur dalam UU ini.

Satu-satunya alat pembayaran yang sah adalah rupiah. Larangan ini seperti diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran.


Perputaran Kripto Picu Lonjakan Miliader Muda Baru

Mohamad Sajili 31 May 2021 Kontan

Kehadiran mata uang kripto (cryptocurrency) masih ramai menuai pro dan kontra dari berbagai penjuru dunia. Namun seiring pamor yang makin naik, faktanya makin banyak orang, termasuk anak muda, menjadi milliarder dari uang digital ini. Vitalik Buterin, misalnya, kini tercatat menjadi miliarder termuda dari kripto. la pendiri salah satu mata uang kripto, ethereum (ETH). Programmer berusia 27 tahun itu memiliki sekitar 334.000 ETH. Pukul 21.45 WIB, Minggu (30/5), ETH ditransaksikan di harga US$ 2.349,47 per ETH. Alhasil, nilai ETH milik Buterin sekitar USS 784,72 juta. Aset ETH Buterin bahkan sempat mencapai US$ 1,14 miliar atau Rp 16,3 triliun, manakala harga ETH mencapai US$ 3.415 per unit pada Rabu (26/5). Anak muda berdarah Rusia-Kanada ini melahirkan ethereum tahun 2013 ketika ia berusia 19 tahun. Melansir Bloomberg, dia merupakan co-founder Bitcoin Magazine, co-founder Ethereum Foundation, dan General Partner di Fenbushi Capital. la mendirikan Bitcoin Magazine, platform pullikasi yang mencakup bitcoin dan kripto lainnya pada tahun 2012. Tahun 2014, ia terpilih menjadi bagian dari Thiel Fellowship, program beasiswa yang dibuat miliarder Peter Thiel dengan memberikan dana US$ 100.000 kepada kaum muda untuk berinovasi.

Pamor bitcoin semakin moncer seiring perusahaan besar ikut mencemplungkan dana mereka ke mata uang digital ini, termasuk Square dan Tesla. Ketika bitcoin tumbuh, para investor awal, pembangun infrastruktur, dan pendiri uang kripto pun mendulang lonjakan pundi-pundi kekayaan. Forbes mencatat, sejumlah anak muda mampu memanfaatkan ekosistem kripto hingga menjadi miliarder. 

Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss, misalnya, tercatat memiliki aset bersih masing-masing USS 3 miliar. Duo saudara kembar ini adalah investor awal bitcoin di tahun 2012. Kedua pria yang berusia 39 tahun itu juga meluncurkan pertukaran kripto (exchanger) Gemini dan membeli platform lelang seni digital bernama Nifty Gateway. Ada pula Sam Bankman. Pria berusia 29 tahun ini mendirikan perusahaan perdagangan kuantitatif Alameda Research dan bursa derivatif populer FTX. Lulusan MIT itu memiliki kekayaan bersih senilai US$ 8,7 miliar dari meriahnya transaksi kripto.

Brian Armstrong, CEO dan salah satu pendiri Coinbase, juga meraup peningkatan kekayaan hingga enam kali lipat setahun terakhir. Kekayaan bersih pria berusia 38 tahun ini US$ 6,5 miliar. Coinbase tercatat sebagai exchanger di Amerika yang dominan. Coinbase menghasilkan pendapatan lebih dari USS 1 miliar tahun lalu dan baru-baru ini mengajukan diri untuk go public.

Pilihan Editor