;

Pemkot Berhemat, Dapat Rp 178 M

Fadilla Anggraini 31 May 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Walau kondisi Covid-19 sedikit mereda. Namun, bukan berarti alokasi dana di Pemkot Palembang ikut membaik. Masih belum berakhirnya pandemi memaksa pemerintahan tetap melaksanakan penghematan pengeluaran (belanja) di tahun 2021 ini. Penghematan Belanja Pemkot Palembang ini, tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 4/SE/BPKAD/2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Efisiensi Belanja Kegiatan di Lingkungan Pemerintah Kota Palembang Tahun Anggaran 2021. Kepala Bidang Anggaran Pemerintah Kota Palembang Ahmad Nasir, menambahkan langkah yang dilakukan berupa efisiensi (penghematan) belanja untuk menghemat pengeluaran. Sebab, dari sisi pendapatan mengalami penurunan karena kondisi pandemi. "Efisiensi yang dilakukan ini pada 2020 lalu dapat menghemat anggaran mencapai Rp 178 M nilai ini akan diperkirakan kurang lebih sama untuk tahun 2021 ini." katanya kepada Sumatera Ekspres, kemarin. Menurutnya, kebijakan realokasi dan recofusing menghadapi kondisi pandemi Covid 19 perlu dilakukan agar keuangan pemerintah tetap stabil. Selain itu, juga agar target pelaksanaan kerja terlaksana dengan baik. "Hasil dari penghematan anggaran belanja ini kemudian direalokasi seperti untuk penyelesaian wajib berupa bayar utang, penanganan Covid-19. dan vaksinasi (honarium tim vaksin)," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang H Harnojoyo, mengatakan, efisiensi dilakukan dalam rangka memastikan pelaksanaan urusan dan fungsi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkot Palembang dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. "Ini memperhatikan keuangan dan perekonomian serta keperluan dukungan anggaran untuk Covid-19," ujarnya. Bahkan, jelas Harno, itu sudah dicantumkan dalam SE. Dimana, penghematan belanja yang dilakukan meliputi perjalanan dinas, honorarium pembawa acara, penyediaan makanan dan kudapan, biaya pemeliharaan dan operasional kendaraan roda empat, penyediaan pakaian dinas untuk PNS dan non-PNS maksimal satu stel satu tahun. Dilanjutkan, pengadaan kendaraan dinas jabatan dan operasional tidak diperkenankan. Lalu, biaya pemeliharaan rutin gedung/ bangunan kantor, biaya pemeliharaan barang inventaris kantor hanya untuk kebutuhan agar berada dalam kondisi normal. Sedangkan penyediaan keperluan sehari-hari kantor seperti alat tulis kantor (ATK), kebutuhan kegiatan cetak (dikedepankan papperless), sound systen, AC, LED, kursi diutamakan menggunakan milik Pemkot Palembang. Selain itu, pemakaian listrik, AC, dll hanya saat ada kegiatan. Lalu, meeting / bimtek rapat, sosialisasi diutamakan lewat online / elektronik meeting. Lalu, apabila pelaksanaan di luar ketentuan ini bilamana terdapat peraturan khusus atau dapat persetujuan wali kota. "Maka kebijakan Belanja APBD 2021 kita diprioritaskan untuk kebutuhan belanja pelayanan dasar dan pelayanan publik atau masyarakat, belanja wajib, mengikat, dan mendesak, belanja darurat penanganan dampak Covid-19, dan belanja prioritas yang menunjang visi dan misi Kota Palembang," tukasnya.

Sebelumnya, Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, efisiensi anggaran seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun akan dialihkan untuk pembayaran hutang itu nantinya. Dia membeberkan, biaya tersebut mulai dari pengurangan perjalanan dinas hingga biaya makan minum."Seluruh OPD sudah kita surati, atas perintah Walikota," tegas Dewa. Dia menjelaskan, Pemkot bahkan sempat terhutang Rp 218 M pengerjaan proyek. Selain penghematan anggara, besaran Tunjangan Pendapatan Penghasilan (TPP) Aparatu Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang juga dikurangi.

Inovasi Keripik Ubi dan Pisang

Fadilla Anggraini 31 May 2021 Sumatera Ekspres

LALAN - Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Perumpung Raya, Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba punya kegiatan yang menjadi inovasi unggulan, yakni pembuatan keripik pisang dan ubi. Ketua TP PKK Desa Perumpung Raya, Rosingah menjelaskan kegiatan ini sudah cukup menghasilkan.

"Lumayan kita jual pada saat kegiatan pengajian maupun arisan ibu-ibu di setiap Jumat. Kegiatan ini biasanya berlangsung dari rumah ke rumah," tuturnya. Sementara setiap bulan ada arisan kurban yang digelar secara rutin.

Rosingah menuturkan program kerja PKK tak sebatas sampai sini juga, ada banyak lagi bidang-bidang yang digarap di antara bidang kesehatan meliputi setiap posyandu dijadwalkan pemeriksaan dan timbangan balita. pemeriksaan lanjut usia l(lansia) sehingga jika terdeteksi penyakit bisa segera diobati, serta gotong royong bersama.

Kades Perumpung Raya, Suyono menjelaskan sebenarnya TP PKK desa sempat menanam tanaman obat keluarga (toga) dan sayuran di pinggir tanggul atau parit supaya bisa bermanfaat, cuma sekarang hilang. "Sekarang ibu-ibu PKK menanam toga di pot-pot yang ada di kantor desa, seperti jahe, kunyit, kencur sehingga hasilnya nanti bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan," tutur Suyono.

Ke depan, tentu akan lebih banyak lagi kegiatan yang diinovasikan TP PKK Desa Perumpung Raya. "Peran PKK sangat besar dalam pemberdayaan masyarakat, sehingga perlu digelar kegiatan yang bermanfaat maupun menghasilkan khususnya bagi anggota PKK maupun masyarakat desa," tandasnya.

Motivasi Masyarakat Tanam Toga

Fadilla Anggraini 31 May 2021 Sumatera Ekspres

BAYUNG LENCIR - Tim Penggerak (TP) PKK Desa Muara Merang. Kecamatan Bayung Lencir aktif melaksanakan berbagai kegiatan. Salah satunya untuk memupuk silaturahmi dan komunikasi antar anggota dengan arisan bulanan ibu-ibu PKK. Selain itu, ada pemanfaatan kebun tanaman obat keluarga (toga) dan pengajian. Ketua TP PKK Desa Bayung Lencir, Hj Dinariani, mengatakan untuk kebun toga dibuat di lahan pekarangan dekat pondok bersalin desa (polindes). “mungkin memang tidak secantik yang lain tetapi alhamdulilah disana ada tanaman berbagai jenis tanaman obat-obatan,” ujarnya. Meski lahannya tidak terlalu besar namun beberapa tanaman seperti cabe, jahe, kunyit, laos, temulawak, daun kelor banyak tumbuh subur.

Penanamannya masih belum terlalu lama, baru dimulai sejak awal 2020. “Secara tidak langsung sudah sering dipanen-panen, disana banyak ditanami cabe, kita lihat banyak warga yang jika butuh untuk masang langsung petik di kebun toga,” ucapnya. Hasil dari kebun toga tersebut dapat langsung digunakan oleh warga setempat. Harapannya, dengan merasakan hasil yang dipetik sendiri warga bisa termotivasi untuk menanam dan memanfaatkan pekarangan rumahnya masing-masing. “Desa ini masih banyak kebun sawit, jadi pernah kita coba pemanfaatan lidi sawit diolah menjadi snek atau anyaman tampah piring dari lidi sawit tersebut,” jelasnya. Bekas kemasan minuman gelasan juga pernah coba didaur ulang menjadi anyaman sangkek (keranjang), tas dan tempat tisu.

Sekitar tahun 2018-2019, bersama anggota PKK juga pernah mencoba budidaya jamur merang dan beberapa kali panen. Sayangnya budidaya jamur terhenti Karena kendala pemasaran, media tanam dan modal. Kades muara merang, H Trisko menambahkan pihaknya mendukung berbagai kegiatan positip yang dilakukan PKK. Harapannya, merki kondisi pandemi kegiatan PKK terutama pelayanan kepada masyarakat luas dapat tetap berjalan. Sehingga mampu memberikan dampak kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Pusri Dukung Sumsel Penyangga Ketahanan Pangan Nasional

Fadilla Anggraini 31 May 2021 Sumatera Ekspres

Salah satu strategi untuk mewujudkan visi menjadi usahaan agroindustri unggul di Asia, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (persero), senantiasa melaksanakan perubahan dan layanan terbaik bagi stakeholders. Salah satunya adalah dengan upaya mendukung Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi provinsi penyangga ketahanan pangan nasional melalui acara Kick Off Food Estate "Petani Bela Negeri Agrosolution" di lokasi PT Buyung Poetra Sembada Tbk di Desa Harapan Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan llir (OI) Jumat (28/5). Acara Kick Off Food Estate "Petani Bela Negeri" dihadiri oleh Menteri Pertanian Rl Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sumsel H Herman Deru, Pangdam I/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh, Bupati Ogan ilir (Ol) Panca Wijaya Akbar, Bupati Banyuasin Askolani, Bupati OKI Iskandar, Bupati OKU Timur Lanosin, Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo, jajaran direksi Pusri serta unsur forkopimda Sumsel lainnya.

Direktur Utama Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh, mengatakan, Program Agrosolution Bela Negeri hadir untuk memberikan pendampingan pupuk dan teknologi bagi petani, Pupuk Indonesia dan PT Pusri akan mendukung secara penuh serta akan mengembangkan pupuk spesifik untuk komoditi yang dibutuhkan di Sumsel. "Saat ini Pusri memiliki dua pabrik dan insyaAllah di awal Januari 2022 akan membangun pabrik baru dengan kapasitas yang sama, dengan harapan dapat mendukung wujud lumbung pangan nasional,” jelasnya. Tri menambahkan manfaat dari program ini di antaranya meningkatkan kapasitas di bidang pertanian, pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian, serta pendampingan penerapan inovasi teknologi pertanian."Hingga saat ini Program Agrosolution Pusri telah kami laksanakan pada 10 (sepuluh) titik demplot (demonstrasi plot) yang tersebar di seluruh wilayah Sumsel, dengan luas binaan Program Agrosolution yaitu sebesar 2.357 ha dari total keseluruhan sebesar 4.156 ha. Serta diaplikasikan pada komoditas padi, jagung dan sawit," ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, Provinsi Sumsel menjadi provinsi penyangga ketahanan pangan nasional. Karena ada lima kabupaten dari 17 kabupaten dan kota mempunyai potensi sumber daya alam (SDA) yang luar biasa yang mampu menopang penghasil pangan, sehingga Sumsel, sebagai provinsi di Indonesia sebagai penyangga ketahanan pangan nasional. Lima kabupaten tersebut yakni Ogan ilir (O1), Ogan Komering llir (OKI), Banyuasin, OKU Selatan (OKUS), dan OKU Timur (OKUT). Bahkan Menteri Syahrul, mengatakan, ada enam provinsi di Indonesia yang produktivitasnya akan mampu menjaga ketahanan pangan. "Sumsel ini bukan provinsi yang biasa, sebab pertanian itu bukan hanya soal makan tapi juga lapangan kerja hingga memutar ekonomi dasar yang besar," katanya. Masih kata Syahrul, di tengah pandemi Covid-19, banyak sektor yang terdampak namun sektor pertanian tetap tumbuh. Bahkan, nilai ekspor pertanian Indonesia di Januari - Desember 2019 - 2020 naik menjadi Rp 450,79 T atau naik 15,54 % dari Rp 390 T di periode sebelumnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru, mengatakan, lima kabupaten yang termasuk dalam Program Food Estate ini harus bekerja keras, kerja serius dalam berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan nasional. "Lima daerah di Sumsel ini berkontribusi dalam menjamin ketersediaan kebutuhan pangan pokok bagi 273 juta penduduk Indonesia," ucap Herman Deru. Herman Deru mengatakan, berbagai persoalan petani yang sering terjadi menyangkut masalah lahan dan pupuk, produktitivitas dan market. Untuk itu kami bermitra dengan Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang menjadi solusi pemerintah dalam menjamin ketersediaan pupuk. "Semua pihak bergotong royong menyerap padi petani. Tujuannya untuk menjamin penyerapan hasil panen petani Sumsel,” tutupnya.

Tak Semurah yang dibayangkan

Fadilla Anggraini 31 May 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) berencana akan menutup seluruh gerai swalayan Giant di seluruh tanah air termasuk di Palembang yakni Giant Sukarno Hatta dan Giant Plaju. Pasca resmi diumumkan bakal tutup, Giant diserbu warga untuk belanja karena berharap mendapat diskon besar jelang peritel itu bakal hengkang. Spanduk dan merek promo serta diskon di pasang di sejumlah sudut toko yang berisikan pemberitahuan item apa saja yang menjadi promo. Saat masuk Giant Sukarno Hatta, pengujung akan langsung disuguhi pemandangan deretan buah segar yang diberikan promo diskon yang terpajang di sisi kiri toko hingga produk lainnya. Sejumlah buah segar yang ditawarkan promo mulai dari jeruk, apel, mangga, hingga sayuran dan bumbu dapur lainnya. Deretan lainnya juga terlihat produk minyak goreng yang juga diberikan promo hingga gula pasir dan buah kurma juga telur ayam ras. Diskon yang diberikan beragam mulai ribuan hingga puluhan ribu per kilo gram. Diskon diberikan Giant pada produk rumah tangga, alat pembersih, makahan, produk kecantikan dan lainnya. Pengunjung bisa dengan mudah menemukan produk diskon karena diberikan label khusus berupa stiker besar yang menampilkan harga sebelum dan sètelah diberikan diskon.

Di Plaju, pemandangan lebih ramai lagi. Warga datang untuk berbelanja lebih ramai dibanding hari biasa. Ini sudah terlihat sejak pagi menjelang siang hingga malam hari. Security setempat tetap mengecek suhu tubuh setiap masyarakat yang ingih berbelanja. Tidak ada dilakukan pembatasan, meski pengunjung relatif ramai. Yuni salah satu pengunjung yang ditemui saat belanja mengatakan tertarik belanja karena kabarnya bakal tutup sehingga berharap mendapat diskon sehingga belanja bisa lebih murah. "Iya jalan-jalan dulu sembari melihat kalau memang ada produk diskon murah tapi tidak semurah seperti yang dibayangkan," ujarnya. Warga lain, Ina juga mengaku diskon yang digelar Giant, relatif masih biasa saja. "Gak besar-besar amat sih. Tapi lumayanlah, ujarnya. Terlihat sejumlah pengunjung lainnya sibuk belanjaan memenuhi troli yang didorongnya karena memang biasa belanja bulanan di toko tersebut. Giant menutup gerainya karena bakal fokus mengembangkan IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Diky Supermarket Tbk, Risbianto mengatakan tak bisa menjawab apakah IKEA juga bakal hadir di Palembang nantinya menggantikan Giant. "Iya semua Giant tutup sehingga kita jual barang sampai habis dan gelar diskon besar," ujar Diky Risbianto.


Ajak UMKM Lirik Ekspor ke Autralia

Fadilla Anggraini 31 May 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Bank Sumsel Babel bakal menggelar webinar Meraih Peluang Pasar Australia Bagi UKM Sumsel Dan Babel yang bakal digelar 2 Juni mendatang secara virtual. Direktur Bank Sumsel Babel (BSB) Antonius Prabowo Argo mengatakan webinar ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari kunjungan kerja staf khusus Wapres, Sukriansyah S. Latief Dan Asisten Stap Khusus, Yulian Hadromi Ke Sumatera Selatan belum lama ini.

Webinar rencananya akan dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Dubes RI Untuk Australia Merangkap Vanuatu, Y Kristiarto S. Legowo Dan Direktur Utama Sumsel Babel Achamad Syamsudin. “Webinar ini dibentuk sebagai apresiasi Staf Khusus Wapres karena perihatin dengan UMKM yang terdampak pandemi di Sumsel sehingga memberikan ruang memfasilitasi pertemuan pelaku UKM di Sumatera Selatan Dan Babel dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Di Australia untuk menjajaki peluang ekspor yang ada dan bisa menjadi pasar baru bagi pelaku UMKM di Sumsel Dan Babel,” Ujar Antonius, Minggu (30/5/2021).

Webinar kali ini juga akan menghadirkan pengusaha diaspora di Australia yang akan memberikan informasi dan pengalaman mereka dalam pembelian produk-produk UMKM dari Indonesia. Webinar ini juga diharapkan akan ada tindak lanjut Business Matching antara pelaku usaha UMKM Sumsel Babel Dan pengusaha-pengusaha Di Australia. Webinar bakal dihadiri sejumah narasumber yakni Dinas Perdagangan, Pimpinan Bank Sumsel Babel, Perdagangan KBRI Kanberra, Agung Wicaksono Sochirin, Kepala Indonesia Trade Promotion Centre Di Sydney, Ayu Siti Mariam dan Dua Pengusaha Diaspora, Ozimek International Pty Ltd, Sulianti Sunaryo, Dan CEO Berdi Australia Pty Ltd, Joelioes Saefuel Rahman dan beberpa pelaku UMKM Palembang. “Webinar ini gratis dan bisa diikuti siapa saja sehingga bisa memanfaatkan peluang berbisnis keluar negeri,” tutupnya.


70 Persen Penjualan Disokong dari Online

Fadilla Anggraini 31 May 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Tunas Auto Graha (TAG) mencatat penjualan online melalui media social Facebook, Instagram, Website, yang bisa diakses masyarakat 24 jam kapan saja dan dimana saja. Kepala Cabang, Tunas Auto Graha (TAG) Palembang, Hadi Maryanto mengatakan penjualan online lebih besar yakni 70 persen sementara itu penjualan offline lebih kecil 30 % karena dampak pandemi. “Masa pandemi membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas dirumah saja sehingga penjualan juga menyesuaikan mengikuti kondisi dilapangan sehingga lebih banyak online,” ujar Hadi diwawancarai, rabu (26/5/2021). Hadi optimis penjualan semakin mentereng karena kehadiran mobil baru all new Toyota Raize. Mobil bermesin turbo ini diyakini menyumbang penjualan tinggi karena unit baru dengan fitur unggulan yang mumpuni. 

All new Toyota Raize menggunakan perangkat turbocharge pada mesin tiga silindernya, yang membuat Toyota Raize Indonesia sangat istimewah adalah penggunaan Toyota Safety sense. Teknologi berbasis radar pada Toyota Safety Sense membuat Raize sangat baik dalam menunjang keselamatan. Toyota Safety Sanse Pada Raize sendiri meliputi beberapa fitur penting. Mulai Dari Pre Collision System, Adaptive Cruise Control, Lane Departure Alert With Steering Control, Rear Cross Traffic Alert dan Blind Spot Monitor, Pedal Misoperation Control ada di Toyota Safety Sense. “Pada dasarnya, Toyota Safety Sense dirancang untuk mendukung kepekaan dan kesadaran pengemudi Toyota Raize untuk membuat keputusan dengan cepat. Dengan demikian tingkat keselamatan mobil tersebut jadi sangat tinggi,”tambah Hadi. Fitur keselamatan dengan teknologi canggih tersebut bahkan salah satunya mampu membuat kendaraan selalu berada lajur yang benar sesuai marka jalan. Dengan ada nya fitur ini, Toyota mencoba untuk mengurangi potensi bahaya dalam berkendaraan baik untuk pengemudi maupun penumpang.

Hadi mengatakan konsumen bisa membawa pulang unit baru ini dengan program cicilan bunga 0 persen dari Toyota Auto Finance (TAF) dengan tenor enam bulan sehingga bagi yang akan membeli mobil tidak mau kredit namun masih menunggu deposito cair beberapa bulan lagi bisa memanfaatkan program bunga nol persen ini. “Manfaatkan pembelian sekarang karena harga masih mendapat program PPnBM sebab lebih murah dan dapat banyak hadiah langsung senilai jutaan rupiah dan hadiah undian. Mobil ini di bandrol mulai Rp 200 jutaan,” ujar Hadi. Hingga kini All New Toyota Raize sudah dipesan 40 unit dan sebagian unit sudah dikirim ke konsumen dan sisanya masih indent.


Budi Daya Ikan Koi Bisnis Menjanjikan

Fadilla Anggraini 31 May 2021 Tribun Sumsel

Budi daya ikan koi hingga sekarang masih menjadi bisnis yang menjanjikan karena pasar cukup besar, kata Ketua Kelompok Usaha Budidaya Ikan Hias Minapapilon Kelurahan Parakan Kauman, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Untung Sugiarto. Untung ditemanggung, Minggu, mengatakan memang dalam satu tahun pandemi COVID-19 permintaan ikan koi turun drastis hingga 50 persen lebih, namun sekarang sudah mulai bangkit lagi. “Alhamdulilah kini satu bulan sudah bisa menjual sekitar 20 ekor,” katanya. Ia menyebutkan ikan koi yang berumur dua hingga tiga bulan harga bervariasi, mulai dari Rp 10.000 per ekor hingga jutaan rupiah per ekor. Harga ikan koi mencapai jutaan rupiah tersebut adalah ikan koi yang memiliki pola bagus dan warna tajam. “Secara bisnis sangat menguntungkan, karena kami menjual satu ikan dengan kualitas bagus akan jauh sekali harganya dari ikan konsumsi. Selain itu di lahan terbatas bisa memproduksi ikan hias yang bagus dan pasarnya juga cukup besar,” katanya.

Untung menyebutkan sejumlah ikan koi yang di budidayakan, antara lain jenis kohaku, thaiso shnke, showa sansoku, asagi ushui dan tancho. Menurut dia konsumen koi hasil budidayanya dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Dan Bali. “Selain pembeli datang langsung ke Mina Papilon, kami juga mengirim order kebeberapa pulau di Indonesia, seperti Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Dan Bali,” katanya.Ia menyampaikan pemeliharaan ikan koi tidak begitu sulit karena usia nol hingga dua minggu ikan koi cukup diberi pakan alami seperti cacing atau bakteri air. Kemudian setelah dua minggu ikan yang berasal dari jepang ini cukup diberi pellet. Namun budidaya ikan koi juga ada kendalanya, yaitu penyakit/virus ikan, termasuk fluktuasi suhu seperti bulan-bulan ini pengaruhnya sangat besar. Kematian karena fluktuasi suhu sekitar 20 %.

Herman Deru Lepas Keberangkatan Ekspor 135 Ton Buah Kelapa ke Thailand

Fadilla Anggraini 31 May 2021 Tribun Sumsel

Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Sriwijaya Agro Industri (SAI) yang baru saja dibentuk atas inisiasi Herman Deru melakukan ekspor ratusan ton buah kelapa ke Thailand. "PT SAI ini baru berusia satu semester, namun sudah menunjukkan hasil yang positif. Kita harapkan upaya ini dapat membawa perubahan kesejahteraan pada petani," kata Herman Deru ketika melaunching ekspor buah kelapa ke Thailand di halaman Kantor PT SAI Palembang. Jum'at (28/5). Menurutnya, adanya aktivitas ekspor hasil perkebunan tersebut tidak hanya berorientasi pada profit yang didapat, melainkan juga akan menstimulan berkembangnya industri hulu dan hilir berbahan baku buah kelapa di Sumsel. “Apalagi Sumsel ini memiliki 30 ribu hektar lahan kelapa yang produktif. Tentu hal itu butuh kanal agar pemasarannya tidak hanya berkutat di pasar domestik sehingga dapat memberikan keuntungan untuk para petani," ujarnya.

Pada tahap awal ini, PT SAI yang bekerjasama dengan Cv Putra Sriwijaya Perkasa mengeskpor sedikitnya 135 ton kelapa ke Thailand. Dimana jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya produksi buah kelapa di Sumsel. "Jumlahnya tentu secara bertahap akan terus bertambah. Pada tahap awal ini, setidaknya bisa menjadi penyemangat bagi para petani agar terus produktif," terangnya. Lebih lanjut dikatakannya, PT SAI sendiri akan menjadi mitra para petani. Dimana dengan inovasinya, PT SAI akan mengakomodir produk yang dihasilkan para petani. “Kita tidak menutup mata. Selama ini para petani berkontribusi untuk kemajuan daerah dan negara. Untuk itu, kita harapkan PT SAI ini dapat memberikan manfaat. Buat juga satu terobosan yang berpihak bagi kesejahteraan petani," bebernya.

Sementara itu, Direktur PT SAI H Arkoni menyebut, ekspor ratusan ton kelapa ke Thailand tersebut merupakan jawaban dari visi misi Gubernur Herman Deru dari sektor pertanian dan perkebunan. "Kita menterjemahkan visi misi Gubernur melalui PT SAI ini agar kesejahteraan petani Sumsel ini dapat terus meningkat. Saat ini, ekspor kelapa sebanyak 5 kontainer. Dimana satu kontainer berisi 27 ton kelapa," katanya. Bahkan kedepan, dia menargetkan PT SAI dapat melakukan ekspor setiap minggu. "Apalagi ekspor ke Thailand ini tanpa batas. Ini harus kita manfaatkan. Kedepannya kita bisa melakukan ekspor empat kali dalam satu bulan," ujarnya. Tidak hanya untuk pemasarannya, Arkoni mengaku, PT SAI akan terus membantu para petani di Sumsel dalam hal pengadaab benih, pupuk hingga bantuan modal melalui bank. “Kita membantu penyerapan produk dari para petani ini dan bekerjasama langsung dengan kelompok tani serta penggilingan beras,” tuturnya. Bahkan, PT SAI juga terus bekerjasama dengan pihak terkait baik dinas maupun pihak swasta, termasuk juga kerjasama dengan Bulog. “Kami juga sudah kerjasama dengan bulog. Jadi beras serapan dari petani maupun penggilingan akan didistribusikan langsung ke Bulog,” paparnya. Dirinya juga optimis, jika BUMD yang menangani agro industri ini akan membawa manfaat besar bagi petani. Apalagi, Pemprov Sumsel sendiri terus konsen menghubungkan PT SAI kepada mitra bisnis. “Pemprov Sumsel dan dinas terkait sangat konsen membantu kami. Mudah-mudahan manfaat ini dirasakan para petani,” pungkasnya.


Tingkatkan Kesejahteraan Petani Melalui Agrosolution

Fadilla Anggraini 31 May 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Permasalahan soal sektor Pertanian seperti bagaimana bisa mengoptimalkan hasil panen menjadi salah satu yang kini dihadapi oleh para petani di Sumsel. Sebagai komitmen perusahaan yang peduli terhadap kesejahteraan petani, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), melaksanakan serangkaian tahapan transformasi bisnis, salah satunya melalui Program Agrosolution bersama PT Pupuk Indonesia (Persero). Melalui Program Agrosolution ini, petani yang terlibat diberikan pendampingan intensif mengenai budidaya tanaman, aplikasi teknologi pertanian mutakhir, akses permodalan dan offtake hasil panen yang dilakukan oleh stakeholder diharapkan dapat membantu petani mencapai hasil yang optimal serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagai bentuk keseriusan dan meningkatkan keberhasilan program Agrosolution, Pusri kembali melaksanakan MoU. Kali ini MoU dilaksanakan bersama TNI AD melalui Poskopad Kodam Il Sriwijaya dengan membentuk Program Agrosolution Bela Negeri, yang mana sebelumnya MoU tersebut telah ditandatangani oleh Menteri Pertanian akhir tahun lalu. MoU ini dilaksanakan pada acara Kick Off Food Estate "Petani Bela Negeri" yang diselenggarakan di Pemulutan, Ogan Ilir yang dihadiri oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, Perwakilan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Gubernur Sumsel, Herman Deru, Pangdam ll / Sriwijaya, Mayjen TNI Agus Suhardi, Bupati Ogan llir, Panca Wijaya Akbar, Bupati Banyuasin, Askolani, Bupati OKI, Iskandar, Bupati OKU Timur, Lanosin, Bupati OKU Selatan, Popo All Martopo, Jajaran Direksi Pusri serta Unsur Forkopimda Sumsel Jumat (28/5).

Direktur Utama Pusri, Tri Wahyud Saleh mengatakan bahwa Program Agrosolution Bela Negeri ini memiliki tujuan untuk membentuk suatu sistem yang terintegrasi melalui cara menggabung konsep agrosolution dengan fungsi ekonomi dan fungsi teritorial yang dimiliki oleh TNI AD. "Dengan adanya program ini, kami memiliki sebuah sistem terintegrasi yang menyatukan konsep agrosolution dengan fungsi ekonomi dan teritorial, yang sangat bermanfaat dalam bidang pertanian", jelas Tri. Tri menambahkan manfaat dari program ini diantaranya meningkatkan kapasitas di bidang pertanian, pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian, serta pendampingan penerapan inovasi teknologi pertanian. "Hingga saat ini Program Agrosolution Pusri telah kami laksanakan pada 10 (sepuluh) titik demplot (demonstrasi plot) yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera Selatan, dengan luas binaan Program Agrosolution yaitu sebesar 2.357 ha dari total keseluruhan sebesar 4.156 ha. Serta diaplikasikan pada komoditas padi, jagung dan sawit,” tambah Tri. Tri mengatakan bahwa Pusri siap berkolaborasi dan mendukung peningkatan potensi pertanian di Provinsi Selatan dan mewujudkan cita-cita Sumsel dalam menaikkan peringkat sebagai Provinsi penghasil tanaman terbesar di Indonesia. "Kami juga berharap kedepannya Program Agrosolution ini dapat diperluas di seluruh Wilayah Indonesia, guna mendukung pemerintah dalam program ketahanan pangan nasional,” tutup Tri.


Pilihan Editor