;

Pusri Dukung Sumsel Penyangga Ketahanan Pangan Nasional

31 May 2021 Sumatera Ekspres
Pusri Dukung Sumsel Penyangga Ketahanan Pangan Nasional

Salah satu strategi untuk mewujudkan visi menjadi usahaan agroindustri unggul di Asia, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (persero), senantiasa melaksanakan perubahan dan layanan terbaik bagi stakeholders. Salah satunya adalah dengan upaya mendukung Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi provinsi penyangga ketahanan pangan nasional melalui acara Kick Off Food Estate "Petani Bela Negeri Agrosolution" di lokasi PT Buyung Poetra Sembada Tbk di Desa Harapan Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan llir (OI) Jumat (28/5). Acara Kick Off Food Estate "Petani Bela Negeri" dihadiri oleh Menteri Pertanian Rl Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sumsel H Herman Deru, Pangdam I/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Direktur Utama PT Pusri Palembang Tri Wahyudi Saleh, Bupati Ogan ilir (Ol) Panca Wijaya Akbar, Bupati Banyuasin Askolani, Bupati OKI Iskandar, Bupati OKU Timur Lanosin, Bupati OKU Selatan Popo Ali Martopo, jajaran direksi Pusri serta unsur forkopimda Sumsel lainnya.

Direktur Utama Pusri Palembang, Tri Wahyudi Saleh, mengatakan, Program Agrosolution Bela Negeri hadir untuk memberikan pendampingan pupuk dan teknologi bagi petani, Pupuk Indonesia dan PT Pusri akan mendukung secara penuh serta akan mengembangkan pupuk spesifik untuk komoditi yang dibutuhkan di Sumsel. "Saat ini Pusri memiliki dua pabrik dan insyaAllah di awal Januari 2022 akan membangun pabrik baru dengan kapasitas yang sama, dengan harapan dapat mendukung wujud lumbung pangan nasional,” jelasnya. Tri menambahkan manfaat dari program ini di antaranya meningkatkan kapasitas di bidang pertanian, pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian, serta pendampingan penerapan inovasi teknologi pertanian."Hingga saat ini Program Agrosolution Pusri telah kami laksanakan pada 10 (sepuluh) titik demplot (demonstrasi plot) yang tersebar di seluruh wilayah Sumsel, dengan luas binaan Program Agrosolution yaitu sebesar 2.357 ha dari total keseluruhan sebesar 4.156 ha. Serta diaplikasikan pada komoditas padi, jagung dan sawit," ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, Provinsi Sumsel menjadi provinsi penyangga ketahanan pangan nasional. Karena ada lima kabupaten dari 17 kabupaten dan kota mempunyai potensi sumber daya alam (SDA) yang luar biasa yang mampu menopang penghasil pangan, sehingga Sumsel, sebagai provinsi di Indonesia sebagai penyangga ketahanan pangan nasional. Lima kabupaten tersebut yakni Ogan ilir (O1), Ogan Komering llir (OKI), Banyuasin, OKU Selatan (OKUS), dan OKU Timur (OKUT). Bahkan Menteri Syahrul, mengatakan, ada enam provinsi di Indonesia yang produktivitasnya akan mampu menjaga ketahanan pangan. "Sumsel ini bukan provinsi yang biasa, sebab pertanian itu bukan hanya soal makan tapi juga lapangan kerja hingga memutar ekonomi dasar yang besar," katanya. Masih kata Syahrul, di tengah pandemi Covid-19, banyak sektor yang terdampak namun sektor pertanian tetap tumbuh. Bahkan, nilai ekspor pertanian Indonesia di Januari - Desember 2019 - 2020 naik menjadi Rp 450,79 T atau naik 15,54 % dari Rp 390 T di periode sebelumnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru, mengatakan, lima kabupaten yang termasuk dalam Program Food Estate ini harus bekerja keras, kerja serius dalam berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan nasional. "Lima daerah di Sumsel ini berkontribusi dalam menjamin ketersediaan kebutuhan pangan pokok bagi 273 juta penduduk Indonesia," ucap Herman Deru. Herman Deru mengatakan, berbagai persoalan petani yang sering terjadi menyangkut masalah lahan dan pupuk, produktitivitas dan market. Untuk itu kami bermitra dengan Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang yang menjadi solusi pemerintah dalam menjamin ketersediaan pupuk. "Semua pihak bergotong royong menyerap padi petani. Tujuannya untuk menjamin penyerapan hasil panen petani Sumsel,” tutupnya.

Tags :
Download Aplikasi Labirin :