Perputaran Kripto Picu Lonjakan Miliader Muda Baru
Kehadiran mata uang kripto (cryptocurrency) masih ramai menuai pro dan kontra dari berbagai penjuru dunia. Namun seiring pamor yang makin naik, faktanya makin banyak orang, termasuk anak muda, menjadi milliarder dari uang digital ini. Vitalik Buterin, misalnya, kini tercatat menjadi miliarder termuda dari kripto. la pendiri salah satu mata uang kripto, ethereum (ETH). Programmer berusia 27 tahun itu memiliki sekitar 334.000 ETH. Pukul 21.45 WIB, Minggu (30/5), ETH ditransaksikan di harga US$ 2.349,47 per ETH. Alhasil, nilai ETH milik Buterin sekitar USS 784,72 juta. Aset ETH Buterin bahkan sempat mencapai US$ 1,14 miliar atau Rp 16,3 triliun, manakala harga ETH mencapai US$ 3.415 per unit pada Rabu (26/5). Anak muda berdarah Rusia-Kanada ini melahirkan ethereum tahun 2013 ketika ia berusia 19 tahun. Melansir Bloomberg, dia merupakan co-founder Bitcoin Magazine, co-founder Ethereum Foundation, dan General Partner di Fenbushi Capital. la mendirikan Bitcoin Magazine, platform pullikasi yang mencakup bitcoin dan kripto lainnya pada tahun 2012. Tahun 2014, ia terpilih menjadi bagian dari Thiel Fellowship, program beasiswa yang dibuat miliarder Peter Thiel dengan memberikan dana US$ 100.000 kepada kaum muda untuk berinovasi.
Pamor bitcoin semakin moncer seiring perusahaan besar ikut mencemplungkan dana mereka ke mata uang digital ini, termasuk Square dan Tesla. Ketika bitcoin tumbuh, para investor awal, pembangun infrastruktur, dan pendiri uang kripto pun mendulang lonjakan pundi-pundi kekayaan. Forbes mencatat, sejumlah anak muda mampu memanfaatkan ekosistem kripto hingga menjadi miliarder.
Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss, misalnya, tercatat memiliki aset bersih masing-masing USS 3 miliar. Duo saudara kembar ini adalah investor awal bitcoin di tahun 2012. Kedua pria yang berusia 39 tahun itu juga meluncurkan pertukaran kripto (exchanger) Gemini dan membeli platform lelang seni digital bernama Nifty Gateway. Ada pula Sam Bankman. Pria berusia 29 tahun ini mendirikan perusahaan perdagangan kuantitatif Alameda Research dan bursa derivatif populer FTX. Lulusan MIT itu memiliki kekayaan bersih senilai US$ 8,7 miliar dari meriahnya transaksi kripto.
Brian Armstrong, CEO dan salah satu pendiri Coinbase, juga meraup peningkatan kekayaan hingga enam kali lipat setahun terakhir. Kekayaan bersih pria berusia 38 tahun ini US$ 6,5 miliar. Coinbase tercatat sebagai exchanger di Amerika yang dominan. Coinbase menghasilkan pendapatan lebih dari USS 1 miliar tahun lalu dan baru-baru ini mengajukan diri untuk go public.Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023