Prospek Sektor Konstruksi, Adu Strategi Incar Kontrak Baru
JAKARTA – Tender proyek infrastruktur, gedung, dan residensial yang lebih semarak pada tahun ini menjadi angin segar bagi emiten kontraktor untuk menggalang kontrak baru yang prospektif hingga akhir 2021.Hingga April 2021, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. telah mengantongi nilai kontrak baru Rp5,54 triliun atau setara dengan 13,8% dari target yang dibidik tahun ini Rp40,12 triliun.Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito menjelaskan perseroan akan berupaya untuk meneruskan tren kinerja positifnya tahun ini. “Order book menjadi Rp77,13 triliun,” kata Agung dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Minggu (30/5).Kontrak baru terbesar yang didapatkan emiten dengan kode saham WIKA ini berasal dari sektor infrastruktur seperti proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur, Pembangunan Infrastruktur Kawasan Mandalika, dan rumah dinas TNI AD di 35 titik seluruh Indonesia.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2021, WIKA mencatatkan pendapatan Rp3,92 triliun atau turun 6,54% secara tahunan. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk WIKA turun 21,21% year on year menjadi Rp78,16 miliar. Di sisi lain, arus kas dari aktivitas operasi WIKA per kuartal I/2021 tercatat negatif sebesar Rp5,13 triliun. Secara terpisah, anak usaha WIKA, PT Wijaya Karya Gedung dan Bangunan Tbk. (WEGE), telah mendapatkan kontrak baru senilai lebih dari Rp906,48 miliar hingga pekan ketiga Mei 2021.Direktur Utama Wika Gedung Nariman Prasetyo mengatakan capaian tersebut mencakup 21,48% dari target kontrak baru 2021 sebesar Rp4,22 triliun. “Dari perolehan tersebut realisasi kontrak hingga April 2021 menjadi Rp11,7 triliun atau 75,96% dari target order book tahun ini sebesar Rp15,52 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (29/5).Komposisi perolehan kontrak baru tersebut terdiri dari proyek pemerintah sebanyak 72,8%, BUMN 2,3%, dan swasta 24,9%. Residensial mendominasi dengan porsi 44,98%, diikuti fasilitas publik 41,94%, serta proyek komersial 7,33% dan proyek perkantoran 5,75%.
(Oleh - HR1)
Tags :
#InfrastrukturPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023