Vaksinasi Minim, Pandemi Masih Panjang
Epidemiolog Dr Larry Brilliant menyampaikan bahwa pandemi virus Corona Covid-19 tidak akan segera berakhir, mengingat baru sebagian kecil dari populasi dunia yang sudah divaksinasi dengan lengkap. Dalam beberapa bulan terakhir, AS, India, dan Tiongkok serta negara-negara lain di Eropa, Afrika, dan Asia telah bergulat dengan variant Delta virus yang sangat menular. WHO sendiri telah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global pada maret 2020, setelah penyakit ini muncul pertama kali di Tiongkok pada akhir 2019, dan menyebar keseluruh dunia.
"Namun baru 15% dari populasi dunia yang divaksinasi dan, lebih dari 100 negara baru memvaksinasi kurang lebih 5% penduduk mereka. Saya pikir, kita lebih dekat ke awal dari pada ke akhir (pandemi), dan itu bukan karena varian yang kita lihat sekarang akan bertahan selama itu. Kecuali kita memvaksinasi semua orang di 200 lebih negara, varian baru akan terus ada," ujar Brilliant, yang merupakan bagian dari tim WHO yang membantu memberantas cacar, kepada CNCB pada jumat (6/8).
Dia memprediksi, virus corona itu pada akhirnya akan menjadi virus selamanya ada seperti influenza. "Hal itu menyiratkan bahwa infeksi meningkat sangat cepat, tetapi juga akan menurun dengan cepat. Jika prediksi itu ternyata benar, itu berarti varian Delta menyebar begitu cepat sehingga pada dasarnya kehabisan kandidat untuk menginfeksi," jelas Brilliant.
Di sisi lain, beberapa negara dengan tingkat vaksinasi yang relatif tinggi seperti AS dan Israel sedang merencanakan suntikan penguat untuk populasi mereka. WHO telah meminta supaya negara-negara kaya menunda pemberian vaksin booster Covid untuk memberi kesempatan kepada negara-negara berpenghasilan rendah untuk mevaksinasi penduduknya. "Katagori masyarakat inilah yang kami lihat menghasilkan banyak mutasi ketika virus lolos ke tubuh mereka, Jadi orang-orang itu, menurut saya, harus diberi dosis ketiga dengan segera. Secepat memindahkan vaksin ke negara-negara yang belum meiliki kesempatan untuk membelinya atau memiliki akses ke sana. Saya menganggap dua hal itu setara," Kata Brilliant. (YTD)
Unicorn-Decacorn, Gairah Baru di Lantai Bursa
Masuknya Unicorn dan decacorn ke lantai bursa Domestik bakal membuat pasar modal indonesia semakin bergairah. Sebesar apa animo para investor?. Pencatatan saham (listing) perusahaan rintisan (start-up) teknologi berstatus unicorn atau decacorn berpotensi mendongkrak nilai perdagangann saham di BEI ke depan. Hal ini juga berpotensi menaikkan jumlah investor, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan industri pasar modal di Tanah Air. Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny mengatakan, emiten unicorn dan decacorn berpotensi memiliki kapitalisasi pasar besar, seperti GoTo yang valuasinya di private market sudah mencapai level US$ 25-30 milliar.
"Secara sektoral, teknologi memang sedang digemari investor, termasuk investor asing. Salah satunya karena adanya outflow besar dari raksasa teknologi Tiongkok yang terbentur masalah keamanan data oleh pemerintah Tiongkok. Apabila perusahaan teknologi akan memuncaki klasemen di BEI? Tergantung besarnya IPO dan animo investor serta berbagai faktor seperti makro ekonomi." kata dia kepada IInvestor Daily.
Dengan melantainya unicorn dan decacorn di bursa, Andreas mengatakan bahwa pembobotan Indonesia di indeks, seperti MSCI, juga bisa kembali dinaikkan. Dengan demikian, dampak positif bukan hanya pada emiten teknologi tersebut, tapi juga liquiditas dan transaksi pasar secara keseluruhan di bursa. Pandangan senada diungkapkan oleh analis saham LBP Institute Lucki Bayu Purnomo. Menurut dia, melantainya unicorn dan decacorn berpotensi mengalahkan market cap emiten konvensional yang ada saat ini. Namun, sentimen positi IPO saham unicorn dan decacorn diprediksi bersifat jangka pendek. Sebab baru Bukalapak saja yang listing, kecuali banyak emiten sejenis yang melantai.
"Jadi kalau melantai di bursa sendirian itu tidak begitu kompetitif, tidak ada dua emiten sejenis masuk pasar untuk bisa dinilai emiten mana yang unggul. Kalau dibandingkan, pemodal belum bisa membandingkan, Bukalapak dengan emiten yang mana di bursa efek," ujar Lucky. Karena itu, dia mengatakan, BEI perlu mendorong unicorn dan decacorn lainnya untuk segera melantai di bursa saham Indonesia. Dengan semakin banyak emiten pembanding, arus transaksi investor akan meningkat. Pemodal tentu akan memiliki pilihan pembanding dalam tawar menawar saham di pasar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa potensi Bukalapak termasuk 10 besar market cap belum stabil. Sebab pada akhirnya para investor akan realistis dan memilih saham-saham yang memiliki fundamental yang terjaga ketimbang yang sedang menjadi tren. (YTD)
Bukalapak Bersiap Masuk 10 Besar Market Cap
Saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sangat berpeluang masuk 10 besar market cap di Bursa Efek Indonesia. Pada perdagangan senin (9/8), nilai market cap atau kapitalisasi pasar saham Bukalapak mencapai Rp 114,39 trilliun, menempati urutan ke-12. Market cap Bukalapak berada di atas PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang sebesar 102,72 trilliun atau di posisi 13. Namun, di bawah PT HM Sampoerna Tbk dengan market cap Rp 123,87 trilliun atau di posisi 11. Adapun emiten dengan market cap terbesar di BEI masih ditempati PT Bank Central Asia Tbk Rp 756,64 trillin. Disusul, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Rp 474, 87 trilliun. dan PT Telkom Indonesia Tbk Rp 321,95 trilliun.
Founder traferindo.com Wahyu Laksono mengatakan, harga saham Bukalapak masih memiliki potensi naik seiring tren sektor teknologi yang masih kuat, " Saham Bukalapak tahun ini ditergetkan mencapai Rp 2.000-3.000," kata Wahyu pada Investor Daily, kemarin. Secara terpisah, pengamat pasar modal Fendi Susiyanto mengatakan, secara teknikal, harga saham Bukalapak berpeluang besar untuk terus meningkat dalam waktu dekat, sejalan dengan tingginya minat investor pada saham teknologi dan digital.
Dengan begitu, kata Fendi, bukan hal yang sulit bagi Bukalapak untuk masuk 10 besar market cap. Apabila proyeksi ini tercapai , kapitalisasi Bukalapak dapat melesat menjadi Rp 250 trilliun. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa potensi Bukalapak masuk 10 besar market cap belum stabil. Sebab pada akhirnya para investor akan realistis dan memilih saham-saham yang memiliki foundamental yang terjaga ketimbang yang sedang menjadi trend. (YTD)
Telkom Sambut IPO Kredivo
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyambut positif terkait
keinginan Kredivo untuk menjadi perusahaan publik dengan valuasi sekitar US$
2,5 milliar. Kredivo merupakan starup portofolio dari anak
perusahaan Telkom melaui MDI Ventures setelah berinvestasi di Kredivo sejak
2018 dan tahun berikutnya bersama Terkomsel
Mitra Inovasi.
Direktur Strategis Portofolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengatakan, “Ini merupakan buah manis dari strategis dan komitmen investasi Telkom di bisnis digital yang dijalankan melalui MDI Ventures dan MDI sudah on the track. Bukan hanya potensi capital gain yang mungkin diperolah, tapi hal terpenting dari investasi ini adalah synergi value dengan startup portofolio MDI yang akan mendukung mengembangan bisnis digital Telkom, khususnya pada domain platform dan services,” jelas Budi dalam keterangan tertulis kepada Investor Dayli, Senin (9/8).
Hadirnya Kredivo sebagai unicorn akan menambah catatan positif MDI Ventures dalam berinvestasi. Sebelumnya Nium, starup Portfolio MDI juga menjadi unicorn pembayaran B2B pertama dari Asia Tenggara dengan valuasi di atas UUS$ 1 milliar. “Semoga langkah sukses Kredivo ini dapat diikuti startup lokal yang lahir sebagai Unicorn baru. Telkom Group melalui MDI akan terus berupaya mendukung terwujudnya hal tersebut. Dalam waktu dekat mudah-mudahan akan menyusul startup portofolio MDI lain yang melakukan IPO di bursa dalam negeri,” papar Budi.
Hanya 1 Perusahaan Masukkan Dokumen Tender Tol Patimban
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan hanya ada satu perusaan konsorsium yang memasukkan dokumen lelang Akses Tol Patimban yang yang dilakukan pada 2 Agustus 2021. Padahal sebelumnya sebanyak 15 perusahaan, termasuk empat perusahaan asing asal Jepang dan Tiongkok, telah meminati lelang pengusahaan jalan Tol Akses Patimban dan mengambil dokumen prakualifikasi. "Progres lelang Tol Akses Patimban saat ini sedang evaluasi dokumen PQ. Terdapat satu perusahaan konsorsium yang memasukkan dokumen," ungkap Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPP Danang Parikesit kepala Investor Daily melalui pesan singkat. Senin (9/8).
Danang pun optimis bisa sesuai dengan target kontstruksi fisik proyek Akses Toll Patimban pada 2022 sesuai harapan. "Apabila pengadaan tanah dapat selesai sesuai rencana, konstruksi jalan Tol Akses Petimban dapat dimulai pada 2022," papar Danang. Jalan Tol Akses Petimbang memiliki panjanga 37,05 kilometer dengan dengan nilai investasi sebesar Rp 4,32 trilliun.
Sebelumnya, Danang sempat mengatakan proses lelang pengusaha jalan tol mengalami kendala terkait pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas, terutama pada masa PPKM. Lebih lanjut Danang menjelaskan, PPKM juga berdampak pada proses lelang jalan tol, seperti tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap, Gilimanusk-Mengwi, dan Cikunir-Ulujami. Danang menjelaskan proyek tol yang tengah menjalani tahap lelang adalah proyek, Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap yang saat ini sudah masuk dalam tahap evaluasi pelelangan diiukuti oleh konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Daya Mulya Turangga-PT Gama Group-PT Jasa Sarana, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (YTD)
RI Ratifikasi Perjanjian E-Commerce Asean
Pemerintah Indonesia
segera merampungkan ratifikasi Perjanjian E-Commerce Asean atau
Asean Agreement on E-Commerce untuk meningkatkan nilai perdagangan
barang dan jasa serta iklim usaha yang
semakin kondusif bagi pengembangan perdagangan secara elektronik di
kawasan Asia Tenggara.
“Saat ini, Indonesia tercatat
sebagai satu-satunya negara
Asean yang belum menyelesaikan
proses ratifikasi Asean Agreement
on E-Commerce. Kemendag akan
mengintensifkan proses penyelesaian ratifikasi persetujuan ini secepatnya tahun ini agar dapat mengoptimalkan manfaatnya,” kata Direktur
Perundingan Asean Kementerian
Perdagangan Dina Kurniasari dalam
keterangan resminya, Senin (9/8).
Menurut Dina, pelaksanaan
kesepakatan Asean Agreement on
E-Commerce juga dibahas dalam
rangkaian Pertemuan ketiga Pejabat Ekonomi Senior Asean ke-52
(Senior Economic Officials Internal/
SEOM 3/52) pada 2–4 Agustus 2021
secara virtual. Agenda lain yang
dibahas pada SEOM kali ini yaitu
upaya fasilitasi untuk meningkatkan ekspor ke Asean dengan melakukan review kebijakan nontarif
yang berpotensi menghambat.
Selanjutnya, hasil rangkaian
pertemuan SEOM akan dilaporkan pada Per temuan Tingkat
Menteri Asean pada 9 September
2021 mendatang. Saat ini, Brunei
Darusalam menjabat sebagai ketua
Asean 2021 dan telah mengusulkan
13 prioritas ekonomi. Beberapa
usulan utamanya yaitu untuk meningkatkan integrasi perekonomian di
kawasan dan membantu mendorong
pemulihan ekonomi. Di antaranya
melalui Asean Investment Facilitation
Framework (AIFF), Comprehensive
Assessment to Streamline Non-Tariff
Measures (NTMs), dan Launch of
the Negotiations for the Asean-Canada
Free Trade Agreement.
(Oleh - HR1)
Pemeriksaan BPK 2020, Belanja Subsidi KPR Salah Sasaran
Di tengah kucuran insentif untuk sektor properti, Badan Pemeriksa Keuangan menemukan adanya permasalahan dalam penyaluran belanja subsidi selisih bunga atau subsidi selisih margin kredit pemilikan rumah Tahun Anggaran 2020.Berdasarkan data yang diperoleh Bisnis, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengendus adanya penyaluran subsidi yang tidak tepat sasaran pada Tahun Anggaran 2020.Selain itu, belanja subsidi selisih bunga atau subsidi selisih margin kredit pemilikan rumah (KPR) tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Lembaga itu mencatat, dana Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) yang tersimpan dalam Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) dan rekening penampung tidak tersalurkan kepada debitur.Hal ini kemudian menyebabkan alokasi anggaran tidak terserap dengan maksimal.Tidak tersalurkannya SBUM tersebut juga menyebabkan adanya utang subsidi dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Sementara itu, Kementerian PUPR dalam Laporan Kinerja 2020 menuliskan bahwa penyaluran SBUM pada tahun lalu terkendala lesunya ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 sehingga berdampak pada daya beli masyarakat.Terlebih, pada tahun lalu pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah selama beberapa bulan yang berimplikasi pada macetnya roda perekonomian.
(Oleh - HR1)Blok Rokan Efektif Dikelola Pertamina, Investasi Pengembangan US$2 Miliar
Melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Rokan , perseroan resmi mengambil alih pengelolaan Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia. Di sisi lain, Pemprov Riau juga berharap agar Pertamina segera menyelesaikan proses pengalihan parcipating interest sebesar 10% di blok tersebut sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri ESDM.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan perseroan berkomitmen mempertahankan produksi migas Blok Rokan pasca alih kelola dengan melakukan pengeboran sumur baru secara masif. " Pemerintah telah memberikan amanah kepada Pertamina untuk mengelola Blok Rokan, blok yang berkontribusi 24% dari produksi migas nasional." Dari data Kementerian ESDM, pada akhir Juli 2021 rata-rata produksi Blok Rokan sekitar 160.000 barel minyak per hari untuk minyak bumi dan 41 juta kaki kubik per hari untuk gas bumi. Dalam kaitan itu, kalangan pengamat perminyakan mengatakan sesuai dengan skala blok yang dikelolanya, Pertamina memerlukan mitra kerja yang mumpuni dan profesional di bidangnya.
Sementara itu, praktisi Migas Tumbur Parlindungan berpendapat pengambilalihan pengelolaan Blok Rokan membawa tantangan tersendiri, karena sepanjang menjadi operator wilayah kerja migas, perusahaan pelat merah itu belum pernah menggandeng mitra. Menurut Tumbur, kemitraan dalam mengelola Blok Rokan sangat diperlukan untuk mewujudkan pengalihan teknologi dan tidak sekadar memberikan bantuan keuangan.
Kembalinya pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina juga membuat Pemprov Riau ingin secepatnya mendapatkan berkah, terutama participating interest sebesar 10%. "Pertamina berkomitmen BUMD berhak atas 10% participating interest Blok Rokan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM. Artinya, proses pengalihan proses PI 10% Blok Rokan agar segera dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya," ujar Gubernur Riau Syamsuar. Sebelumnya, dia mengatakan Pemprov Riau telah menyiapkan badan usaha milik daerah untuk menggarap Blok Rokan bersama dengan PHR. Selain PI, permintaan daerah lainnya adalah komitmen untuk berkontribusi positif terhadap pendapatan negara dan pendapatan bagi hasil daerah dengan biaya operasional yang efisien.
Sementara itu, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN Bob Saril mengungkapkan nilai akuisisi PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara yang menjadi pemasok listrik di Blok Rokan sebesar US$45 juta. MCTN merupakan perusahaan yang mengelola pembangkit listrik di Blok Rokan, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas North Duri Cogen berkapasitas 300 megawatt dan uap 265 MBSPD.
DMO Batubara, APBI Dukung Sanksi Tegas
Asosiasi Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI) mendukung upaya pemerintah untuk memberi sanksi tegas bagi pelaku usaha yang tidak memenuhi kewajiban pemenuhan batu bara untuk kepentingan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO). Adapun, melalui penerbitan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 139.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batu bara Dalam Negeri, pemerintah akan menerapkan sanksi berupa larangan ekspor hingga pengenaan denda bagi perusahaan batu bara yang tidak memenuhi ketentuan DMO.
Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengatakan asosiasi berpendapat sanksi larangan ekspor merupakan kewenangan pemerintah sebagai regulator untuk memastikan perusahaan-perusahaan agar melaksanakan komitmen pasokan batu bara ke PT PLN . "Sebagai asosiasi, kami dari awal juga mendukung upaya pemerintah untuk memberi sanksi tegas bagi pihak yang wanprestasi, tidak hanya bagi pemasok yang merupakan produsen batu bara, tetapi juga pemasok yang merupakan perusahaan trader," ujar Hendra. Hendra menjabarkan, beberapa kesulitan yang dihadapi penambang dalam memenuhi kewajiban DMO adalah spesifikasi batu bara yang diproduksi tidak sesuai dengan kebutuhan dalam negeri, kesulitan pengadaan kapal, terms kontrak, dan sarana jetty yang tidak memadai sehingga menyulitkan loading batu bara.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin membenarkan pihaknya telah memberikan sanksi berupa larangan ekspor ke 34 perusahaan batu bara karena tidak memenuhi kewajiban pasokan DMO.
Blok Rokan Dikelola RI, Pasokan Listrik Digenjot
PT PLN (Persero) mulai mengalirkan listrik dan uap ke wilayah kerja Blok Rokan terhitung 9 Agustus 2021 pukul 00.00 WIB. Pasokan listrik ini mengalir setelah alih kelola Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Perusahaan listrik negara itu mulai masuk ke Blok Rokan setelah 97 tahun dikelola Chevron, perusahaan asal Amerika Serikat. Sebab sejak 1951 Blok Rokan dikelola Chevron hingga akhirnya blok migas terbesar di Indonesia tersebut kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Untuk menjamin pasokan listrik dan uap dalam operasional wilayah kerja Rokan, PLN dan PHR sudah menyepakati untuk menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik dan uap pada 1 Februari 2021 lalu. Dalam melayani kebutuhan listrik dan uap di wilayah kerja Rokan, PLN merencanakan lewat 2 tahap yakni pada masa transisi dan masa permanen.
Pada masa transisi, PLN memanfaatkan pembangkit listrik eksisting yang akan berlangsung selama 3 tahun. PLN sendiri telah mengakuisisi saham perusahaan pembangkit eksisting yang selama ini melistriki wikayah kerja Rokan, yaitu PLTG North Duri Cogen 300 MW (meggawat) dan didukung PLTG Minas dan Central Duri sebesar 130 MW.
Di tahap kedua, masa layanan permanen akan mengandalkan pembangkit dan jaringan PLN yang dimulai pada 2024. PLN akan melakukan interkoneksi sistem Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera, dengan kapasitas 400 MW.
Selain itu, PLN memastikan penyediaan pasokan listrik yang andal dari Sistem Sumatera ke Blok Rokan dilakukan dari tiga sumber.









