Ekspor Sawit dan Karet di Pelabuhan Pelindo I Meningkat
Semester pertama tahun 2021, kinerja bongkar muat (BM) peti kemas, kunjungan kapal dan arus barang ekspor/impor pada sejumlah pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) 1 mengalami peningkatan cukup berarti pada masa pandemi Covid-19 yang belum usai.
Pada semester pertama tahun 2021, BM peti kemas sebanyak 717.030 twenty foot equivalent units (TEUs) atau naik 10,79 persen dibandingkan dengan capaian BM pada tahun 2020 lalu yakni 647.172 TEUs. Dengan rincian, BM peti kemas internasional 291.016 TEUs, atau naik 3,18 persen dari capaian periode tahun lalu 282.039 TEUs, peti kemas domestik 426.014 TEUs, naik 16,67 persen dibandingkan tahun lalu 365.133 TEUs.
Kenaikan arus barang disebabkan terjadinya peningkatan jumlah barang ekspor untuk sejumlah komoditas seperti cangkang di Pelabuhan Pekanbaru, crude palm oil (CPO) di Lhokseumawe, karet di Pelabuhan Belawan, serta palm kernel expeller (PKE) di Pelabuhan Dumai.
Selain itu, di Pelabuhan Cabang Belawan, jumlah barang impor seperti komoditas metal coil, gula pasir, equipment material, dan pupuk, serta BM barang antar pulau diantaranya aspal curah di Pelabuhan Lhoksemawe, batubara, kayu dan minyak sawit mentah/Crude Palm Oil (CPO) berikut turunannya di Pelabuhan Belawan serta batu granit di Pelabuhan Tembilahan juga mengalami peningkatan
34 Perusahaan Batu Bara Dilarang Ekspor
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengganjar 34 perusahaan batu bara dengan sanksi larangan ekspor sementara. Sebabnya, 34 perusahaan batu bara tersebut belum memenuhi kewajiban pasokan sesuai kontrak kepada PT PLN (Persero) dan/atau PT PLN Batubara pada periode 1 Januari-31 Juli 2021. Sanksi tersebut tertuang dalam surat yang diterbitkan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin tertanggal 7 Agustus 2021.
Berdasarkan salinan, 34 perusahaan batu bara tersebut di antaranya, PT Arutmin Indonesia, PT Ascon Indonesia Internasional, PT Bara Tabang, PT Batara Batari Sinergy Nusantara, PT Belgi Energy, PT Berkat Raya Optima, PT Borneo Indobara, PT Buana Eltra, PT Buana Rizki Armia dan PT Dizamatra Powerindo.
Lainnya, PT Global Energi Lestari, PT Golden Great Borneo, PT Grand Apple Indonesia, PT Hanson Energy, PT Inkatama Resources, PT Kasih Industri Indonesia, PT Mandiri Unggul Sejati, PT Mitra Maju Sukses, PT Nukkuwatu Lintas Nusantara dan PT Oktasan Baruna Persada.
Kemudian, PT Prima Multi Mineral, PT Prolindo CiptaNusantara, PT Samantaka Batubara, PT Sarolangun Prima Coal, PT Sinar Borneo Sejahtera, PT Sumber Energi Sukses Makmur, PT Surya Mega Adiperkasa dan PT Tanjung Raya Sentosa.
Deretan perusahaan terakhir, PT Tepian Kenalu Putra Mandiri, PT Tiga Daya Energi, PT Titan Infra Energy, PT Tritunggal Bara Sejati, PT Usaha Maju Makmur dan PT Virema Impex.
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengkonfirmasi bahwa dari 34 perusahaan tersebut, hanya ada empat perusahaan yang merupakan anggota APBI. Mereka adalah Arutmin Indonesia, Bara Tabang, Borneo Indobara, dan Prima Multi Mineral. Keempat perusahaan tersebut juga secara terpisah telah memberikan komitmen ke pemerintah untuk menyelesaikan kewajibannya sebelum Surat Dirjen diterbitkan.
Mengenai diberlakukannya sanksi larangan ekspor, Hendra menegaskan, kebijakan itu merupakan kewenangan dari pemerintah sebagai regulator. Dia memahami, aturan ini dijalankan untuk memastikan perusahaan-perusahaan batu bara melaksanakan komitmen pasokan kepada PLN.
Dari 34 perusahaan yang ada di daftar tersebut, Hendra menyebut tidak semuanya bergerak sebagai produsen batu bara. Namun, beberapa diantaranya juga merupakan trader.
Kayu Olahan Ulin Laris Dikirim ke Singapura
Produk kayu olahan kembali terdata di ekspor Kalsel. Ternyata, satu di antaranya adalah dari produk Anakkayu.id. yang mengirim produknya ke Singapura. Kami menerima permintaan 100 pieces di atas untuk dikirim ke Singapura. Awal mulanya kami dikenalkan Bank Indonesia dengan NetAsia. Dan NetAsia minta kirimkan produk kayu telenan dari kami Ke Singapura.
Dijelaskan dia, jika dalam waktu dekat penjualan di Singapura bagus, Anakkayu.id pun akan segera melakukan Memorandum of Understanding (MoU) untuk pengiriman rutin. Sementara, karena masih difasilitasi BI pengirimannya, harganya masih Rp 150 ribu per pieces talenan.
Nilai Perdagangan Bilateral Indonesia-Jepang 2020 Capai 24,3 Miliar Dolar AS
Omzet Pegadaian Meroket
JAKARTA, SRIPO - Meski menghadapi pandemi, PT Pegadaian (Persero) berhasil menambah jumlah nasabah. Tak tanggung-tanggung, nasabah gadai pelat merah ini bertambah hingga tiga juta orang pada semester pertama 2021. "Pegadaian mencatatkan kenaikan nasabah sebesar 21,4% dari 15 juta orang pada 30 Juni 2020 menjadi 18 juta orang pada 30 Juni 2021," kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, Rabu (11/ 08/2021).
Kuswiyoto mengatakan, pertumbuhan nasabah tersebut menunjukkan bahwa Pegadaian tetap hadir sebagai sahabat masyarakat di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Berkat penambahan nasabah, omzet Pegadaian ikut meroket.
Hingga Juni 2021, omset bisnis gadai tumbuh 6,1% yoy menjadi Rp 80,18 triliun. Jika dirinci, kenaikan itu dari gadai konvensional tumbuh 5,9% yoy menjadi Rp 67,98 triliun dan gadai syariah naik 7,4% menjadi Rp 12,2 triliun. Namun demikian kinerja bisnis yang tumbuh positif tersebut tidak serta merta berdampak positif bagi kinerja keuangan Pegadaian. Berdasarkan laporan keuangan Pegadaian, jumlah aset turun 0,9% dari Rp 68,44 triliun per 30 Juni 2020 menjadi Rp 67,8 triliun per 30 Juni 2021.
Sementara pendapatan naik tipis 2,9% dari 10,13 triliun menjadi 10,43 triliun. Sedangkan laba bersih turun 15% dari Rp 1,53 triliun menjadi Rp 1,3 triliun pada semester pertama tahun ini. Menurut Kuswiyoto, pandemi Covid-19 memberikan tantangan bagi kinerja bisnis Pegadaian hingga berdampak pada perlambatan kinerja keuangan. Namun, dia bersyukur di tengah kesulitan ekonomi saat ini, Pegadaian terus memberikan solusi keuangan terbaik bagi banyak orang.
BUMN ini pun tetap konsisten membantu masyarakat dengan produk dan layanan maupun program CSR yang bersentuhan langsung bagi masyarakat. Sejak awal pandemi, Pegadaian memberikan kemudahan pada masyarakat baik dengan produk Gadai Peduli tanpa bunga, program restrukturisasi dan relaksasi, maupun penyaluran program subsidi bunga yang diluncurkan oleh pemerintah. "Sebagai upaya mempermudah masyarakat mengakses produk dan layanan, Pegadaian mendukung program pembangunan ekosistem ultra mikro bersama BRI dan PNM," ujar Kuswiyoto.
Pegadaian juga terus mengembangkan kolaborasi dengan pihak swasta, koperasi, komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai mitra lainnya. Hingga saat ini, sudah lebih dari 1.000 mitra yang menjalin kerja sama dengan Pegadaian.
Tabungan Rp 16,1 Triliun Masuk BSI
JAKARTA, SRIPO - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melakukan proses rollout atau auto-migrasi rekening terhadap lebih dari 1 juta rekening nasabah eks-BNI Syariah pada 9-10 Agustus 2021. Dalam auto-migrasi rekening nasabah eks-BNI Syariah kali ini jumlah tabungan nasabah alias Dana Pihak Ketiga (DPK) yang akan dimigrasikan tercatat senilai Rp 16,1 triliun.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan proses auto-migrasi bertujuan untuk mengintegrasikan sistem tiga bank setelah merger sehingga nasabah bisa menikmati produk dan layanan Bank Syariah Indonesia dengan optimal. "Setelah auto-migrasi dilakukan maka seluruh cabang BSI akan melakukan konsolidasi dan persiapan di tanggal 1 November 2021 dimana seluruh sistem, standar layanan, produk, dan bisnis proses sudah menjadi satu di Bank Syariah Indonesia," kata Hery dalam keterangannya, dikutip Selasa (10/08/2021).
Selain itu auto-migrasi juga dilakukan terhadap 66.000 rekening pembiayaan dengan nilai Rp 15,4 triliun. Saat ini, sebanyak 3,2 juta nasabah eks-BNI Syariah telah melakukan migrasi ke sistem Bank Syariah Indonesia dengan nominal mencapai Rp 30,5 triliun. Jumlah itu setara dengan 24 % dari total nasabah BSL. Selain itu BSI juga akan melakukan proses migrasi seluruh produk yang berasal dari BNI Syariah dan BRI Syariah.
Menurut Hery, skema auto-migrasi merupakan kebijakan BSI yang sengaja dibuat seiring dengan pemberlakukan PPKM di Indonesia. Dalam skema ini nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BSI untuk melakukan proses migrasi rekening karena kartu ATM eks-BNIS (BNI Syariah) dan eks-BRIS (BRI Syariah) masih bisa di gunakan.
Terkait mobile banking, dia menjelaskan nasabah eks-BNIS dan eks-BRIS diharuskan memindahkan mobile banking ke BSI Mobile untuk dapat bertransaksi melalui mobile banking, karena mobile banking yang sebelumnya sudah tidak dapat digunakan. Selam proses auto-migrasi tersebut BNI Syariah tetap dapat melakukan transaksi perbankan di ATM Bank Syariah Indonesia terdekat di seluruh Indonesia seperti biasa.
Sementara itu untuk kemudahan transaksi, nasabah eks- BNI Syariah diminta agar segera mengaktifkan layanan digital BSI.Mobile dengan cara mendownload via Google Play Store atau App Store.
Peternak Terpaksa Kurangi Produksi
PALEMBANG, TRIBUN - Ketua Asosiasi Peternak Ayam Sumsel, Ismaidi Chaniago mengemukakan pandemi covid-19 membuat para peternak di Sumsel mengalami pengurangan produktivitas. Di masa normal sebelum pandemi covid-19 melanda produksi peternak bisa hingga delapan kali panen ayam broiler. Ismaidi mengemukakan di masa pandemi Covid-19 produksi peternak anjlok bisa sampai 5 kali saja panen dalam setahun. Ia mengemukakan standarnya, setiap peternåk memiliki kandang ayam dengan kapasitas 5.000 ekor ayam.
Setiap tahun di masa normal panen dilakukan setiap 21 hari hingga 28 hari. Setelahnya kandang dikosongkan untuk jeda produksi berikutnya. Pengosongan kandang biasanya dilakukan seminggu atau dua minggu. Baru setelahnya diisi ayam lagi untuk digemukkan.
Di masa pandemi, karena kurangnya permintaan ayam, peternak memperpanjang masa jeda kosong kandang. Karena kalau tetap berproduksi ayam melimpah di pasar harga jatuh. Seperti sempat beberapa pekan lalu, harga ayam di kisaran Rp 22 ribu saja per kg. "Banyak kandang peternak ayam kosong, karena sengaja menjarangkan produksi. Karena peternak merugi kalau tetap berproduksi, biaya operasional tinggi, sementara harga ayamnya jatuh," kata Ismaidi kepada Tribun Sumsel Selasa (10/8/2021).
Menurut Ismaidi saat ini harga ayam potong di kisaran Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu di peternak. Setelah dilepas di pasar harga ayam di kisaran Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribuan Itu bisa dikatakan harga yang sudah lumayan. Pengurangan produksi peternak ayam, disebabkan banyak faktor. Pertama daya beli masyarakat memang menurun akibat pandemi cavid-19. Ditambah lagi restoran, cafe, warung, hotel banyak yang tak beroperasi dengan maksimal, karena kekurangan pembeli atau pelanggan akibat penerapan pengetatan kegiatan masyarakat. Belum lagi gelaran acara pernikahan, pesta dibatasi. Karenanya jarang orang membeli ayam dalam jumlah banyak. "Satu lagi yang kita soroti, ayam dari luar Sumsel pun leluasa masuk ke Sumsel, nah peternak lokal sudah susah cari pembeli, ditambah lagi ada ayam dari luar yang masuk ke Sumsel," kata Ismaidi.
Karenanya Ismaidi mengharapkan ada kepedulian pihak terkait, baik di Dinas Perdagangan, maupun di Dinas Peternakan Sumsel, untuk memperketat masuknya ayam potong dari luar Sumsel. "Karena tanpa ayam potong dari luar Sumsel masuk sudah susah cari pembeli. Ditambah lagi masuk ayam dari luar, makin lengkaplah penderitaan peternak ayam," kata Ismaidi. Ismaidi menganalisa ada sekitar 10 ribu hingga 20 ribu ekor ayam potong dari luar Sumsel yang masuk setiap harinya. "Kalau pihak terkait ingin faktanya, saya bisa tunjukkan," kata Ismaidi.
Semalam Terjual hingga 50 Porsi
Seperti nasi goreng lainnya, bumbu yang digunakan pada nasi goreng ini terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, garam, kaldu ayam bubuk, kecap asin, saus tomat dan minyak wijen. Hanya saja, pemilik Kedai Nasi Uduk Siru yang berada di jalan H. Burlian, Palembang, ini menambahkan aneka rempah seperti adas manis, cengkeh, kayu manis, pekak dan kencur dalam bumbu Nasi goreng.
"Nasi Goreng Merah Rempah ini menu baru di sini. Dari namanya juga sudah diketahui jika nasi ini diberi tambahan berbagai rempah Nusantara," ujar Reni, Rabu (11/8/2021).
Setiap satu porsi nasi goreng dengan menu pendamping kemplang goreng, daun bawang, bawang goreng serta timun dihargai dengan Rp 18 ribu. Dia menjelaskan, nasi goreng rempah ini merupakan salah satu menu andalan kedai terutama di masa pandemi.
Hal ini karena banyak masyarakat yang mulai sadar untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak rempah yang dipercaya bisa meningkatkan kekebalalan tubuh. Menu nasi goreng merah rempah ini pun hanya tersedia pada malam hari meski kedai ini mulai buka pukul 06.00 sampai 24.00 WIB.
"Menu ini cuma ada ketika malam hari. Kalau di siang hari menu andalan kami yang nasi uduk yang juga diberi bumbu rempah," katanya.
Reni menyebut penjualan nasi goreng dengan aroma dan rasa rempah yang kuat pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) cukup tinggi. Pesanan paling banyak melalui take away atau bawa pulang. "Kita juga saat ini masih dalam masa promosi dan satu hari bisa habis 30-50 porsi," kata Reni.
Gubernur Minta Dukungan DPR
PALEMBANG - Memastikan realisasi pembangunan berbagai infrastruktur di Sumsel, Gubernur Herman Deru meminta perwakilan rakyat dari Komisi IV dan V DPR untuk ikut mendorong keberlangsungannya. Termasuk percepatan pelaksanaan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang merupakan program pembangunan super prioritas Sumsel. Hal itu disampaikan Deru saat menerima kunjungan anggota Komisi IV dan V DPR di kantornya.
"Pemindahan Pelabuhan Boom Baru ke Pelabuhan Tanjung Carat beserta pernak-perniknya itu merupakan program super prioritas Sumsel. Keberadaan pelabuhan ini akan berdampak besar bagi komoditas hasil Sumsel, baik sektor minerba maupun pertanian dan perkebunan. Untuk itu, saya minta anggota DPR mendorong hal itu," ujar Deru saat rapat kerja bersama anggota Komisi V dan Komisi IV DPR RI di ruang rapat Gubernur, Selasa (10/8) lalu.
Katanya, berdasarkan hasil kesepakatan setelah beberapa kali rapat dengan kementerian terkait, groundbreaking pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat akan dilakukan November nanti. "Kita terus ulas soal Tanjung Carat ini dalam beberapa kali kesempatan. Rencananya akan di mulai November 2021. Pembangunan ini harus on schedule," katanya.
Apalagi, sambungnya, beberapa tahun lalu ada rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan Tanjung Api-Api. Tentunya KEK tersebut harus didukung dengan pelabuhan laut tersebut. "Rencana KEK ini disambut gembira dunia industri. Namun, berapa jauh pun KEK ini juga harus didukung pelabuhan laut sehingga kegiatan ekspor impor maksimal," jelasnya.
Menurutnya, pembangunan Tanjung Carat tak akan menemui titik terang tanpa dukungan dari sejumlah pihak salah satunya anggota Komisi V DPR Eddy Santana Putra dan Komisi IV DPR Renny Astuti. Ia menilai, sejak awal rencana pembangunan pelabuhan itu, Komisi V dan IV DPR terus menyuarakan dukungannya.
"Baik secara spontan maupun khusus, Komisi V dan Komisi IV DPR RI terus mendukung pembangunan Tanjung Carat ini, karena pelabuhan ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat," terangnya. Eddy Santana Putra, anggota Komisi V DPR mengatakan pembangunan pelabuhan ini akan menjadi prioritas. Sebab itu berbagai upaya dilakukan agar impian itu dapat terealisasi.
"Saya sebagai putra daerah tentu sangat mendukung. Ini akan meningkatkan ekonomi Sumsel. Sejak awal kita terus menyuarakan program pembangunan infrastruktur di Sumsel ini," katanya. Dia menegaskan, pembangunan tersebut akan dilakukan pada November 2021 mendatang. "Mudah-mudahan pembangunan berjalan sesuai rencana," katanya.
Bahkan, sambungnya, jika nanti ada kendala keuangan dalam pembangunannya, bisa disiasati dengan menawarkan pada pihak swasta. "Kita gunakan APBN dalam pembangunannya. Jika nanti ada hambatan, kita juga dapat kerja sama dengan swasta," bebernya. Pihaknya juga akan kembali mendorong pembangunan jalan tol Tanjung Api-Api (TAA) sebagai akses menuju pelabuhan. "Sebelumnya memang ada rencana pembangunan tol itu," tukasnya.
OJK Jaga Kepercayaan Investor
PALEMBANG - Di tengah pandemi Covid-19, pasar modal Indonesia masih mampu bertahan dan menunjukkan kinerja yang stabil serta terus membaik, Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 9 Agustus 2021 tercatat menguat ke level 6.127,46 atau tumbuh 2,48 % (ytd) dengan aliran dana non-residen tercatat masuk sebesar Rp 18,24 triliun (ytd).Penghimpunan dana melalui pasar modal hingga 3 Agustus 2021 juga tumbuh sebesar 99 36 % (yoy) atau sebesar Rp 117,94 triliun dari 27 emiten baru yang melakukan penawaran umum. Angka ini belum termasuk realisasi IPO perusahaan start up yaitu Bukalapak yang baru saja efektif per 6 Agustus 2021 lalu.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimbol Santoso menjelaskan guna meningkatkan kepercayaan investor, OJK juga telah membangun ekosistem investasi pasar modal yang memberikan perlindungan atas dana investor dalam hal terjadi pelanggaran di pasar modal. "OJK bersama self-regulatory organizations (SRO) dan seluruh pelaku pasar modal terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta terus mengupayakan peningkatan pengetahuan investasi pada instrumen keuangan, agar investor memiliki pemahaman yang memadai dalam membuat keputusan investasi," ujar Wimboh dalam peringatan HUT Ke-44 Pasar Modal kemarin.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Ir Hoesen MM menegaskan upaya perlindungan pemodal merupakan kunci utama menumbuhkan sisi demand. Untuk mewujudkan hal tersebut maka OJK bersama pemangku kepentingan lainnya terus berkomitmen meningkatkan kepercayaan investor. Antara lain melalui implementasi POJK 65/POJK.04/2020 SEOJK 17/SEOJK.04/2021 tentang pengembalian keuntungan tak sah (disgorgement) & dana kompensasi (disgorgement fund). "Tujuan dari penerbitan peraturan ini diharapkan dapat memulihkan hak-hak investor yang dirugikan dengan adanya pelanggaran terhadap peraturan di bidang pasar modal dengan cara memberikan perintah tertulis ke pelaku pelanggaran untuk memberi sejumlah keuntungan yang diperoleh atau kerugian yang dihindari secara tidak sah atau melawan hukum," tegas Hoesen.









