;

Bantu Investasi Emas Jangka Panjang

Fadilla Anggraini 12 Aug 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Sebelum pandemi Covid-19, masyarakat beranggapan emas hanya sebagai hiasan yang dipergunakan sehari-hari. Padahal emas dijadikan sebagai alat investasi yang nilainya sangat stabil dari tahun ke tahun. Bahkan, sejak 20 tahun terakhir emas mengalami kenaikan setiap tahun.

Pengamat dan praktisi emas, M Ihsan Palaloi mengatakan, emas tetap jadi investasi favorit. Nilai emas umumnya akan mengikuti pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. "Sejauh ini, terus meningkat," katanya. Buktinya, kata dia, emas memang memiliki nilai lebih dalam jangka panjang, yang termuat di dalam buku "Kemilau Investasi Emas", dimana pun sebagai penulis. "Secara rinci perkembangan emas di dunia dari awal mula munculnya hingga prediksi potensi emas beberapa tahun ke depan ada di dalam buku itu," terangnya.

Dalam menstabilkan kembali ekonomi Indonesia di segala sektor, PT Pegadaian (Persero) sebagai salah satu perusahaan BUMN di sektor finansial mengambil peran membantu masyarakat dalam hal pembiayaan dan investasi jangka panjang. Salah satu wujud peran PT Pegadaian (Persero) dalam hal investasi jangka panjang adalah memberikan pengetahuan terkait investasi emas.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Palembang Julianto menambahkan, investasi sangat penting saat ini terutama bagi anak-anak muda yang baru mengerti tentang investasi. Salah satu media investasi untuk anak anak muda yaitu Pegadaian Digital yang dimiliki oleh PT Pegadaian (Persero). "Tentunya saat ini semua aktivitas tatap muka dibatasi untuk menghindari meningkatnya jumlah terpaparnya Covid-19 dan hal ini tidak membatasi kami untuk tetap memberikan edukasi ke masyarakat," tuturnya.


Mahal-Mahal Tetap Dibeli

Fadilla Anggraini 12 Aug 2021 Sumatera Ekspres

MUARA ENIM - Warga Muara Enim kini kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg. Hampir setiap tempat kosong. Inilah yang dirasakan Maila, warga Pelita Sari. "Kami ini pedagang kecil jual gorengan, kalau tak ada gas tak bisa jualan, bagaimana mau makan," terangnya. Diakuinya, mencari gas cukup sulit. Kalaupun ada harganya terbilang mahal. Jika biasanya sekitar Rp 22 ribu di warung, sekarang bisa mencapai Rp 27 ribu per tabung. "Ya dari pada tidak ada gas terpaksa dibeli, kami berharap ada operasi pasar gas biar bisa mendapatkan gas lebih mudah," tukasnya.

Kelangkaan gas ini mendorong Pj Bupati Muara Enim H Nasrun Umar melakukan sidak. Nasrun didampingi Kadis Perdagangan Muara Enim Syarpudin sidak di beberapa pangkalan, Selasa (9/8). Informasi yang didapat, pemilik pangkalan sudah menyalurkan gas LPG 3 kg sesuai dengan jadwal dan kuota yang ditentukan. Mereka mendapat kuota dari PT Pertamina seminggu sekali atau 4 kali dalam sebulan. Nasrun mengaku siap menyurati pihak PT Pertamina mengenai penambahan kuota gas LPG guna memenuhi kebutuhan masyarakat. "Akan tetapi, jika terjadi penimbunan saya akan menindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas HNU. Selain itu, HNU meminta pemilik pangkalan agar perizinan harus di-update secara berkala. "Kita berharap semoga kebutuhan masyarakat akan gas LPG termasuk juga akan kebutuhan pokok lainnya dapat terpenuhi dengan kemudahan yang kita harapkan," harapnya.

Dominasi Milenial di Pasar Properti

Mohamad Sajili 12 Aug 2021 Koran Tempo

Kinerja penjualan sektor properti terdorong insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida, berujar, sebanyak 91,6 persen penjualan rumah semester pertama tahun ini memiliki harga di atas rumah bersubsidi (Rp 150-219 juta) hingga Rp 1 miliar. Selain itu, penjualan didominasi kelompok milenial.

Tipe rumah kecil masih mendominasi penjualan. Rumah tapak juga masih mendominasi sekitar 70 persen. Namun permintaan rumah susun pun sudah mulai meningkat. Sejauh ini, ujar Totok, permintaan tersebar di sejumlah kota besar dan penunjang kota besar.

Melihat kelompok milenial berkontribusi besar terhadap penjualan, Totok mengatakan, pengembang merancang strategi untuk menyasar kelompok tersebut. Menurut dia, penyesuaian pasar dimulai dari perubahan tata letak hingga peta rencana agar harganya dapat dijangkau konsumen milenial.

Dari sisi penjualan, PT Ciputra Development Tbk mencatat penjualan rumah tapak di bawah Rp 2 miliar menjadi salah satu pendorong peningkatan penjualan. Sekretaris Perusahaan Ciputra Development, Tulus Santoso, berujar, permintaan paling banyak berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya. "Pembelian didominasi dari segmen end-user ataupun pasangan muda," ujar Tulus.


7 Jenis Fasilitas Perpajakan yang Dapat Diajukan Melalui OSS

Imam Dwi Baskoro 11 Aug 2021 DDTC News

Jakarta - Investor dapat mengakses 7 fasilitas perpajakan yang terkait dengan penanaman modal melalui Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko. Berikut daftar fasilitas perpajakan yang tersedia di OSS. Pertama, Fasilitas Impor, melalui OSS pelaku usaha dapat mengajukan permohonan pembebasan bea masuk atas impor mesin serta barang dan bahan untuk pembangunan industri. Pembebasan bea masuk atas impor barang modal untuk pembangunan pembangkit tenaga listrik dapat diberikan melalui OSS kepada PLN dan pelaku usaha lainnya. 

Kedua, Tax Allowance, permohonan insentif tax allowance yang diberikan berupa pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari jumlah penyusutan dan amortisasi dipercepat, pengurangan tarif PPh dividen kepada wajib pajak luar negeri menjadi sebesar 10%, penanaman modal termasuk tanah selama 6 tahun, dan kompensasi kerugian selama 5 tahun hingga 10 tahun. Ketiga, Tax Holiday, permohonan tax holiday dapat diajukan melalui OSS oleh wajib pajak yang termasuk dalam industri pionir. Insentif yang diberikan antara lain berupa diskon PPh badan 100% untuk investasi baru senilai Rp 500 miliar atau lebih, atau diskon 50% atas investasi baru senilai Rp 100 miliar - Rp 500 miliar. Insentif diberikan selama 5 - 20 tahun  tergantung pada nilai penanaman modal baru dari wajib pajak.

Keempat, Fasilitas Pajak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), wajib pajak di KEK juga bisa mendapatkan diskon penghasilan neto 30% dari jumlah penanaman modal termasuk tanah selama 6 tahun, penyusutan dan amortisasi dipercepat, diskon tarif PPh dividen kepada wajib pajak luar negeri menjadi 10%, dan kompensasi kerugian selama 10 tahun. Kelima, Superdeduction Penelitian dan Pengembangan, insentif superdeduction penelitian dan pengembangan diberikan kepada wajib pajak yang melakukan penelitian yang berfokus pada bidang pangan, farmasi, kosmetik, dan alat kesehatan, tekstil, alat transportasi, elektronika dan ICT, energi, barang modal, komponen dan bahan penolong, agroindustri, logam dasar dan bukan logam, kimia dasar berbasis migas dan batubara serta pertahanan dan keamanan.

Keenam, Superdeduction Vokasi, wajib pajak yang menyelenggarakan kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan vokasi berbasis kompetensi tertentu bisa mendapatkan fasilitas pengurangan penghasilan bruto sebesar 100% hingga 200% dari biaya vokasi yang dikerluarkan. Ketujuh, Investment Allowance, insentif ini diberikan kepada wajib pajak yang melakukan penanaman modal pada sektor industri padat karya. Insentif pajak yang diberikan melalui investment allowance adalah diskon penghasilan neto sebesar 60% dari jumlah investasi termasuk tanah selama 6 tahun.

Tingginya Permintaan Batu Bara, Dongkrak Keuntungan Pelita Samudera Shipping Semester I 2021

Administrator 11 Aug 2021 Tribunnews
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri SulistiyonoTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) membukukan laba bersih pada semester I 2021 sebesar 7,2 juta dolar AS, naik 149 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya  2,9 juta dolar AS. Direktur Utama PT Pelita Samudera Shipping Iriawan Alex Ibarat mengatakan, tingginya permintaan batubara di pasar internasional termasuk China, serta pasar domestik, telah meningkatkan permintaan sewa berjangka kapal kapal perseroan untuk angkutan batubara. "Faktor meningkatnya permintaan batubara ke China dan negara lain turut mendongkrak kinerja usaha perseroan secara keseluruhan," kata Alex dalam keterangannya, Rabu (11/8/2021).Menurutnya, situasi ekonomi global akibat pandemi Covid-19 masih cukup menantang, dan hal ini memacu perseroan lebih adaptif. Ke depan, perseroan terus melakukan diversifikasi usaha pada sektor pengangkutan non-batubara, seperti bauksit, nikel, dan fokus pada keberlanjutan usaha, termasuk ekspansi lebih luas ke pasar internasional.Baca juga: Perselingkuhan Berujung Maut di Kubu Raya Kalimantan Barat, Pelaku Sewa Pembunuh Bayaran Rp 30 Juta"Perseroan tidak bertumpu pada pengangkutan batubara semata dalam melihat peluang usaha, agar bisnis bisa berkelanjutan," ucap Alex. Tercatat, perolehan keuntungan perseroan sepanjang enam bulan pada tahun ini, ditopang dari segmen kapal curah besar yang menyumbang laba 3,5 juta dolar AS. Kemudian, diikuti segmen fasilitas muatan apung, floating loading facility (FLF/FC) sebesar 2,4 juta dolar AS, dan segmen kapal tunda & tongkang (TNB) 1,3 juta dolar AS. Adapun pendapatan Pelita Samudera Shipping sebesar 45,7 juta dolar AS, meningkat 29 persen sebelumnya 35,5  juta dolar AS.

Prediksi Bos BCA: Hanya Ada 3 Bank Digital Besar di RI

Editor Singgih 11 Aug 2021 CNBC Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Saat ini bank digital telah menjadi tren di beberapa negara di dunia. Namun Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja mengatakan hanya akan ada tiga bank digital di Indonesia. Jahja menyebutkan di era liberalisasi perbankan swasta tahun 1988, mantan menteri keuangan JB Sumarlin melakukan pembebasan perizinan bank dan membuat tahun 1900-an Indonesia memiliki sebanyak 200 bank. Namun akhirnya jumlah itu menurun tajam saat krisis moneter menghantam Indonesia tahun 1998. "Awal tahun 1990, kita punya 200 bank lebih, apa yang terjadi 1998, secara alam terfilterisasi, sehingga sekarang mungkin bank-bank besar 7-8 bank sudah menguasai sekitar 60-70% dari market share. Jadi, bank digital juga demikian saya pikir, hanya tiga yang punya kemampuan untuk berlanjut," jelasnya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia di program Money Talks, dikutip Rabu (11/8/2021). Di beberapa negara dunia pun bank digital yang saat ini dikatakan berhasil bisa dihitung dengan jari. Jahja mencontohkan Korea Selatan yang memiliki pendapatan per kapita mencapai US$33,790 tahun 2019 lalu, sekarang hanya memiliki satu bank digital dan sudah mencatatkan keuntungan yaitu KakaoBank. "Di Jepang ada Rakuten, income perkapita tinggi sekali tapi hanya ada 1-2 bank yang berhasil. Thailand, ada satu. Artinya, di setiap negara, at the end of the day (pada akhirnya), itu enggak akan lebih dari tiga, menurut saya," kata Jahja. Menurut Jahja, tren bank digital adalah sebuah keniscayaan khususnya dengan perubahan gaya hidup generasi muda saat ini. Kelompok usia tersebut menginginkan layanan perbankan yang mudah serta instan. Dengan fakta tersebut lahirlah sejumlah bank digital di Indonesia. BCA pun memiliki bank digital sendiri yang juga berfokus pada segmen anak muda. "Memang kaum milenial ini ingin yang instan, ini terpenuhi dengan munculnya nama-nama bank dengan predikat digital," ungkap Jahja. Ke depannya, Jahja menjelaskan bank digital BCA akan disiapkan untuk melantai di bursa saham. Ini harus teruji secara fundamental agar menarik bagi para investor. "Namanya investasi dalam saham, ini bicara jangka panjang, enggak bicara sebulan-dua bulan, setahun dua tahun, tapi akan forever  (selamanya). Nah, ujung-ujungnya kalau sudah forever , ya performance (kinerja)," kata Jahja.

Kesempatan Retail Perbaiki Kinerja

Mohamad Sajili 11 Aug 2021 Koran Tempo

Masa uji coba pembukaan pusat belanja atau mall di wilayah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dinilai dapat memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyiapkan diri menghadapi tatanan normal baru. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy Mandey, mengatakan beberapa pelaku usaha sudah melakukan simulasi pelaksanaan protokol kesehatan yang akan dijadikan standar operasi kelak.

Ia juga menilai uji coba ini merupakan kesempatan bagi peretail untuk mendongkrak indeks keyakinan konsumen (IKK) dan indeks penjualan riil (IPR) yang melorot akibat PPKM. Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat IKK merosot dari 107,4 pada Juni 2021 menjadi 80,2 pada Juli 2021.

Kinerja penjualan eceran tumbuh terbatas pada Juni 2021 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dalam Laporan Survei Penjualan Eceran, BI mencatat IPR pada Juni 2021 sebesar 198,5. Secara tahunan, IPR tumbuh 2,5 persen. Namun, jika dibanding pada Mei 2021, IPR mengalami kontraksi sebesar 12,8 persen. Adapun uji coba pembukaan pusat belanja dilakukan dengan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas normal dan bukti vaksinasi sebagai syarat.

"Dengan kesempatan ini, IKK pada Agustus bisa naik lagi setelah lima pekan pusat belanja dan mall ditutup, " tutur Roy. Menurut dia, IKK yang naik juga akan diikuti kenaikan IPR dan indeks ekspektasi konsumen yang sebelumnya diprediksi melambat akibat PPKM selama tiga hingga enam bulan ke depan.


Ambyar Saham Lapak Online

Mohamad Sajili 11 Aug 2021 Koran Tempo

Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus ambles sejak awal pekan kedua Agustus atau hingga hari ketiga setelah e-commerce itu menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan kemarin, harga saham berkode BUKA ini menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan 7 persen menjadi Rp 1.035 per lembar.

Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee, mengatakan kondisi tersebut dipicu aksi ambil untung atau profit taking para investor. Sebelum IPO digelar, saham Bukalapak mengalami oversubscribed atau kelebihan pesanan hingga empat kali lipat karena diburu investor. Sesaat setelah IPO dan harganya melejit hingga batas atas atau auto rejection atas (ARA), investor menjual saham-saham tersebut demi menarik keuntungan.

Investor terpantau berlomba-lomba melepas saham BUKA, terbukti dari antrean jual yang menumpuk hingga 7,2 juta lot atau setara dengan nilai Rp 745 miliar. Investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell hingga Rp 123 miliar di pasar reguler, sehingga total akumulasi aksi jual bersih asing dalam tiga hari perdagangan mencapai Rp 1 triliun.

Saham BUKA baru sekali menyentuh ARA, yaitu pada hari pertama debutnya di Bursa Efek Indonesia. Ini kontras dengan perdagangan pada Senin lalu, saat harga saham BUKA melorot karena terjadi net sell investor asing Rp 492 miliar. "ARA yang terjadi pada hari pertama IPO merupakan euforia sesaat. Dan ketika harga sudah mulai naik, investor retail memilih ambil untung," kata Hans.


Menteri Trenggono Ajak Negara-negara Anggota RPOA Berantas Illegal Fishing

Administrator 11 Aug 2021 Tribunnews
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas AbdilaTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak negara-negara anggota Regional Plan of Action (RPOA) yang terdiri dari ASEAN, Australia, Papua Nugini, dan Timor-Leste untuk memberantas penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing)"Perlu kita pertegas bersama bahwa memerangi IUU Fishing dalam berbagai keadaan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu negara. Kerja sama antar negara merupakan aspek penting dalam pemberantasan IUU Fishing yang perlu dijaga dan diperkuat,” ujar Trenggono dalam keterangannya, Rabu (11/8/2021).Baca juga: KKP Genjot Dukungan Taktis Bagi Pembudidaya Udang Skala Kecil Hadapi Dampak PandemiIa juga menggarisbawahi kemungkinan bahwa pandemi global Covid-19 akan meningkatkan risiko terjadinya IUU Fishing.Hal tersebut didasarkan pada temuan Food and Agriculture Organization yang melihat dampak pandemi ini memperlemah pelaksanaan Monitoring, Control dan Surveillance (MCS) di berbagai negara.“Salah satu dampaknya adalah meningkatnya kompleksitas pemberantasan IUU Fishing,” jelas Menteri Trenggono.Baca juga: Dukung Pembudidaya, KKP Larang Penjualan Benur di Bawah Lima GramPlt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar menyampaikan Indonesia memiliki komitmen yang jelas dan kuat dalam memberantas illegal fishing.Komitmen tersebut salah satunya telah ditunjukkan melalui 14 tahun perannya sebagai Sekretariat RPOA-IUU.“Indonesia sebagai Sekretariat RPOA-IUU telah bekerja bersama dengan 11 negara anggota dan beberapa organisasi mitra dalam memperkuat kerja sama dan menjaga semangat kebersamaan dalam memberantas IUU Fishing”, ujar Antam.

Strategi Kementerian ESDM Menuju Kehidupan Tanpa Emisi di Tahun 2060

Administrator 11 Aug 2021 Tribunnews
Laporan Wartawan Tribunnews.com, IsmoyoTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen untuk mencapai target nol-bersih emisi atau Net Zero Emission (NZE), selambatnya tahun 2060 atau lebih cepat dengan dukungan dari negara lain.Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pencapaian target tersebut tentu saja membutuhkan dana yang besar dan teknologi yang canggih, serta sumber daya manusia yang bisa mendukung."Pemilihan teknologi menjadi pertimbangan utama guna memastikan ketersediaan, kemudahan, keterjangkauan, keberlangsungan dan daya saing,” ucap Menteri Arifin dalam keterangannya, Rabu (11/8/2021).“Hal tersebut untuk mencapai kemandirian energi, ketahanan energi, pengembangan berkelanjutan, serta ketahanan iklim dan rendah karbon," sambungnya.Menteri Arifin juga menjabarkan strategi jangka panjang sektor energi yang dilakukan Pemerintah menuju karbon netral.Pada sisi suplai, strategi yang dilakukan adalah pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), meliputi solar fotovoltaik, angin, biomassa, panas bumi, hidro, energi laut, nuklir, hidrogen, dan battery energy storage systems.Baca juga: PGN Ikut Kebijakan Kementerian ESDM Soal Proyek Transmisi Cirebon - Semarang"Di samping itu infrastruktur sangat penting, jadi interkoneksi, transmisi dan penerapan smart gird ini juga mutlak dilaksanakan. Demikian banyaknya hal-hal yang harus kita integrasikan, termasuk juga dukungan-dukungan pendanaan ke depan," paparnya.Sementara dari sisi demand, strategi yang dilakukan antara lain penerapan standar kinerja energi minimum (SKEM) dan kompor listrik.Untuk sektor transportasi, dengan penerapan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).Selain itu pada sektor industri, dilakukan dengan cara mendorong pertumbuhan industri sesuai jenis proses industri yang ada dan transisi energi.Sedangkan untuk sektor komersial melalui optimasi konsumsi energi pada bangunan gedung milik swasta dan Pemerintah."Untuk mencapai target-target pembangunan EBT tersebut, tentu membutuhkan regulasi yang dapat memberikan kepastian dan keamanan berusaha. Maka dari itu, Pemerintah merumuskan beberapa kebijakan strategis," pungkas Arifin.

Pilihan Editor