Bantu Investasi Emas Jangka Panjang
PALEMBANG - Sebelum pandemi Covid-19, masyarakat beranggapan emas hanya sebagai hiasan yang dipergunakan sehari-hari. Padahal emas dijadikan sebagai alat investasi yang nilainya sangat stabil dari tahun ke tahun. Bahkan, sejak 20 tahun terakhir emas mengalami kenaikan setiap tahun.
Pengamat dan praktisi emas, M Ihsan Palaloi mengatakan, emas tetap jadi investasi favorit. Nilai emas umumnya akan mengikuti pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. "Sejauh ini, terus meningkat," katanya. Buktinya, kata dia, emas memang memiliki nilai lebih dalam jangka panjang, yang termuat di dalam buku "Kemilau Investasi Emas", dimana pun sebagai penulis. "Secara rinci perkembangan emas di dunia dari awal mula munculnya hingga prediksi potensi emas beberapa tahun ke depan ada di dalam buku itu," terangnya.
Dalam menstabilkan kembali ekonomi Indonesia di segala sektor, PT Pegadaian (Persero) sebagai salah satu perusahaan BUMN di sektor finansial mengambil peran membantu masyarakat dalam hal pembiayaan dan investasi jangka panjang. Salah satu wujud peran PT Pegadaian (Persero) dalam hal investasi jangka panjang adalah memberikan pengetahuan terkait investasi emas.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Palembang Julianto menambahkan, investasi sangat penting saat ini terutama bagi anak-anak muda yang baru mengerti tentang investasi. Salah satu media investasi untuk anak anak muda yaitu Pegadaian Digital yang dimiliki oleh PT Pegadaian (Persero). "Tentunya saat ini semua aktivitas tatap muka dibatasi untuk menghindari meningkatnya jumlah terpaparnya Covid-19 dan hal ini tidak membatasi kami untuk tetap memberikan edukasi ke masyarakat," tuturnya.
Mahal-Mahal Tetap Dibeli
MUARA ENIM - Warga Muara Enim kini kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg. Hampir setiap tempat kosong. Inilah yang dirasakan Maila, warga Pelita Sari. "Kami ini pedagang kecil jual gorengan, kalau tak ada gas tak bisa jualan, bagaimana mau makan," terangnya. Diakuinya, mencari gas cukup sulit. Kalaupun ada harganya terbilang mahal. Jika biasanya sekitar Rp 22 ribu di warung, sekarang bisa mencapai Rp 27 ribu per tabung. "Ya dari pada tidak ada gas terpaksa dibeli, kami berharap ada operasi pasar gas biar bisa mendapatkan gas lebih mudah," tukasnya.
Kelangkaan gas ini mendorong Pj Bupati Muara Enim H Nasrun Umar melakukan sidak. Nasrun didampingi Kadis Perdagangan Muara Enim Syarpudin sidak di beberapa pangkalan, Selasa (9/8). Informasi yang didapat, pemilik pangkalan sudah menyalurkan gas LPG 3 kg sesuai dengan jadwal dan kuota yang ditentukan. Mereka mendapat kuota dari PT Pertamina seminggu sekali atau 4 kali dalam sebulan. Nasrun mengaku siap menyurati pihak PT Pertamina mengenai penambahan kuota gas LPG guna memenuhi kebutuhan masyarakat. "Akan tetapi, jika terjadi penimbunan saya akan menindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas HNU. Selain itu, HNU meminta pemilik pangkalan agar perizinan harus di-update secara berkala. "Kita berharap semoga kebutuhan masyarakat akan gas LPG termasuk juga akan kebutuhan pokok lainnya dapat terpenuhi dengan kemudahan yang kita harapkan," harapnya.
Dominasi Milenial di Pasar Properti
Kinerja penjualan sektor properti terdorong insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida, berujar, sebanyak 91,6 persen penjualan rumah semester pertama tahun ini memiliki harga di atas rumah bersubsidi (Rp 150-219 juta) hingga Rp 1 miliar. Selain itu, penjualan didominasi kelompok milenial.
Tipe rumah kecil masih mendominasi penjualan. Rumah tapak juga masih mendominasi sekitar 70 persen. Namun permintaan rumah susun pun sudah mulai meningkat. Sejauh ini, ujar Totok, permintaan tersebar di sejumlah kota besar dan penunjang kota besar.
Melihat kelompok milenial berkontribusi besar terhadap penjualan, Totok mengatakan, pengembang merancang strategi untuk menyasar kelompok tersebut. Menurut dia, penyesuaian pasar dimulai dari perubahan tata letak hingga peta rencana agar harganya dapat dijangkau konsumen milenial.
Dari sisi penjualan, PT Ciputra Development Tbk mencatat penjualan rumah tapak di bawah Rp 2 miliar menjadi salah satu pendorong peningkatan penjualan. Sekretaris Perusahaan Ciputra Development, Tulus Santoso, berujar, permintaan paling banyak berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya. "Pembelian didominasi dari segmen end-user ataupun pasangan muda," ujar Tulus.
7 Jenis Fasilitas Perpajakan yang Dapat Diajukan Melalui OSS
Jakarta - Investor dapat mengakses 7 fasilitas perpajakan yang terkait dengan penanaman modal melalui Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko. Berikut daftar fasilitas perpajakan yang tersedia di OSS. Pertama, Fasilitas Impor, melalui OSS pelaku usaha dapat mengajukan permohonan pembebasan bea masuk atas impor mesin serta barang dan bahan untuk pembangunan industri. Pembebasan bea masuk atas impor barang modal untuk pembangunan pembangkit tenaga listrik dapat diberikan melalui OSS kepada PLN dan pelaku usaha lainnya.
Kedua, Tax Allowance, permohonan insentif tax allowance yang diberikan berupa pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari jumlah penyusutan dan amortisasi dipercepat, pengurangan tarif PPh dividen kepada wajib pajak luar negeri menjadi sebesar 10%, penanaman modal termasuk tanah selama 6 tahun, dan kompensasi kerugian selama 5 tahun hingga 10 tahun. Ketiga, Tax Holiday, permohonan tax holiday dapat diajukan melalui OSS oleh wajib pajak yang termasuk dalam industri pionir. Insentif yang diberikan antara lain berupa diskon PPh badan 100% untuk investasi baru senilai Rp 500 miliar atau lebih, atau diskon 50% atas investasi baru senilai Rp 100 miliar - Rp 500 miliar. Insentif diberikan selama 5 - 20 tahun tergantung pada nilai penanaman modal baru dari wajib pajak.
Keempat, Fasilitas Pajak Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), wajib pajak di KEK juga bisa mendapatkan diskon penghasilan neto 30% dari jumlah penanaman modal termasuk tanah selama 6 tahun, penyusutan dan amortisasi dipercepat, diskon tarif PPh dividen kepada wajib pajak luar negeri menjadi 10%, dan kompensasi kerugian selama 10 tahun. Kelima, Superdeduction Penelitian dan Pengembangan, insentif superdeduction penelitian dan pengembangan diberikan kepada wajib pajak yang melakukan penelitian yang berfokus pada bidang pangan, farmasi, kosmetik, dan alat kesehatan, tekstil, alat transportasi, elektronika dan ICT, energi, barang modal, komponen dan bahan penolong, agroindustri, logam dasar dan bukan logam, kimia dasar berbasis migas dan batubara serta pertahanan dan keamanan.
Keenam, Superdeduction Vokasi, wajib pajak yang menyelenggarakan kegiatan praktik kerja, pemagangan, dan vokasi berbasis kompetensi tertentu bisa mendapatkan fasilitas pengurangan penghasilan bruto sebesar 100% hingga 200% dari biaya vokasi yang dikerluarkan. Ketujuh, Investment Allowance, insentif ini diberikan kepada wajib pajak yang melakukan penanaman modal pada sektor industri padat karya. Insentif pajak yang diberikan melalui investment allowance adalah diskon penghasilan neto sebesar 60% dari jumlah investasi termasuk tanah selama 6 tahun.
Tingginya Permintaan Batu Bara, Dongkrak Keuntungan Pelita Samudera Shipping Semester I 2021
Prediksi Bos BCA: Hanya Ada 3 Bank Digital Besar di RI
Kesempatan Retail Perbaiki Kinerja
Masa uji coba pembukaan pusat belanja atau mall di wilayah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dinilai dapat memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyiapkan diri menghadapi tatanan normal baru. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Roy Mandey, mengatakan beberapa pelaku usaha sudah melakukan simulasi pelaksanaan protokol kesehatan yang akan dijadikan standar operasi kelak.
Ia juga menilai uji coba ini merupakan kesempatan bagi peretail untuk mendongkrak indeks keyakinan konsumen (IKK) dan indeks penjualan riil (IPR) yang melorot akibat PPKM. Survei Konsumen Bank Indonesia mencatat IKK merosot dari 107,4 pada Juni 2021 menjadi 80,2 pada Juli 2021.
Kinerja penjualan eceran tumbuh terbatas pada Juni 2021 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dalam Laporan Survei Penjualan Eceran, BI mencatat IPR pada Juni 2021 sebesar 198,5. Secara tahunan, IPR tumbuh 2,5 persen. Namun, jika dibanding pada Mei 2021, IPR mengalami kontraksi sebesar 12,8 persen. Adapun uji coba pembukaan pusat belanja dilakukan dengan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari kapasitas normal dan bukti vaksinasi sebagai syarat.
"Dengan kesempatan ini, IKK pada Agustus bisa naik lagi setelah lima pekan pusat belanja dan mall ditutup, " tutur Roy. Menurut dia, IKK yang naik juga akan diikuti kenaikan IPR dan indeks ekspektasi konsumen yang sebelumnya diprediksi melambat akibat PPKM selama tiga hingga enam bulan ke depan.
Ambyar Saham Lapak Online
Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus ambles sejak awal pekan kedua Agustus atau hingga hari ketiga setelah e-commerce itu menggelar initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada perdagangan kemarin, harga saham berkode BUKA ini menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dengan penurunan 7 persen menjadi Rp 1.035 per lembar.
Direktur Ekuator Swarna Investama, Hans Kwee, mengatakan kondisi tersebut dipicu aksi ambil untung atau profit taking para investor. Sebelum IPO digelar, saham Bukalapak mengalami oversubscribed atau kelebihan pesanan hingga empat kali lipat karena diburu investor. Sesaat setelah IPO dan harganya melejit hingga batas atas atau auto rejection atas (ARA), investor menjual saham-saham tersebut demi menarik keuntungan.
Investor terpantau berlomba-lomba melepas saham BUKA, terbukti dari antrean jual yang menumpuk hingga 7,2 juta lot atau setara dengan nilai Rp 745 miliar. Investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell hingga Rp 123 miliar di pasar reguler, sehingga total akumulasi aksi jual bersih asing dalam tiga hari perdagangan mencapai Rp 1 triliun.
Saham BUKA baru sekali menyentuh ARA, yaitu pada hari pertama debutnya di Bursa Efek Indonesia. Ini kontras dengan perdagangan pada Senin lalu, saat harga saham BUKA melorot karena terjadi net sell investor asing Rp 492 miliar. "ARA yang terjadi pada hari pertama IPO merupakan euforia sesaat. Dan ketika harga sudah mulai naik, investor retail memilih ambil untung," kata Hans.









