;

IDEAS Prediksi Sawah di Jabodetabek Bakal Hilang Kalau Pemerintah Tidak Ambil Langkah Signifikan

Yuniati Turjandini 03 Feb 2025 Tempo
 Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) menemukan alih fungsi lahan sawah yang begitu masif di aglomerasi Jakarta. Menurut IDEAS, jika pemerintah tidak mengambil langkah signifikan untuk melindungi sawah yang tersisa, maka akan terjadi kepunahan. “Dalam 10 tahun terakhir, lahan sawah di Jawa, terutama di kawasan aglomerasi Jakarta, mengalami ancaman serius akibat urbanisasi yang tidak terkendali,” ujar Peneliti IDEAS, Sri Mulyani, dalam keterangan resmi pada Senin, 3 Januari 2025.  Sri mengkritik kebijakan pemerintah yang menetapkan Jabodetabek-Punjur sebagai kawasan strategis nasional, namun malah diikuti oleh sejumlah proyek infrastruktur berskala besar. Menurut Sri, hal tersebut justru semakin mempercepat urbanisasi. 

Ia memaparkan, pada 2024, jumlah sawah di koridor timur yang meliputi Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Karawang hanya seluas 129.830 hektar. Jumlah ini berkurang 30.174 hektar dari tahun 2019 yang masih mencapai 160.004 hektar. Artinya, kata dia, tingkat konversi di tiga kota ini mencapai 4,09 persen per tahun.
 Dari angka tersebut, Sri berujar, Bekasi memiliki laju konversi sawah yang paling tinggi mencapai 8,70 persen. Kota ini kehilangan sekitar 4.205 hektar sawah per-tahunnya. “Jika tren ini terus berlanjut tanpa adanya intervensi kebijakan yang kuat, maka lahan sawah di Bekasi diperkirakan akan habis pada tahun 2033,” ujar Sri.

Lebih lanjut, Sri mengatakan di sisi selatan Jakarta yang mencakup Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Cianjur juga mengalami fenomena yang sama. Dalam lima tahun terakhir, empat kota ini kehilangan 26.753 hektar sawah dengan laju konversi mencapai 5,22 persen per tahun.  “Pada tahun 2019 lahan sawah di kawasan ini masih seluas 113.766 hektar. Namun pada tahun 2024 hanya tersisa 87.013 hektar,” tuturnya.  Di kawasan ini, Kabupaten Bogor menjadi wilayah yang paling cepat kehilangan lahan sawahnya dengan tingkat konversi mencapai 6,38 persen atau setara dengan 2.591 hektar sawah setiap tahunnya. Jika pola ini terus berlanjut, IDEAS menilai lahan sawah di Bogor bisa punah pada tahun 2037.   (Yetede)


Persaingan Ketat di Segmen Premium

Hairul Rizal 03 Feb 2025 Bisnis Indonesia (H)

Meskipun ada peningkatan penjualan retail mobil premium di Indonesia yang mencerminkan kuatnya kepercayaan konsumen terhadap segmen ini, penurunan tajam dalam setahun terakhir memberikan sinyal peringatan bagi para produsen yang bersaing di pasar kendaraan mewah. Salah satu tantangan besar yang dihadapi adalah peralihan konsumen dari mobil premium ke kendaraan listrik, yang semakin populer dan menjadi kebutuhan pasar di masa depan.

Menurut beberapa tokoh industri otomotif, pabrikan mobil premium harus berinovasi dan menghadirkan kendaraan listrik premium untuk tetap bersaing di pasar nasional. Kehadiran merek-merek baru turut memberi tekanan, namun juga membuka peluang bagi pabrikan lama untuk meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan diri dengan ekspektasi konsumen Indonesia. Pemerintah, di sisi lain, perlu meninjau regulasi pajak, terutama PPN dan pajak daerah, yang berpotensi menghambat daya beli konsumen, termasuk di segmen mobil premium.

Pasar Mobil Mewah

Hairul Rizal 03 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Pasar mobil premium di Indonesia hanya mencakup 1%-2% dari total penjualan kendaraan, segmen ini terus berkembang dengan kinerja yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Beberapa merek seperti BMW, Mini, dan Lexus mengalami peningkatan penjualan yang cukup baik, sementara Mercedes-Benz menghadapi stagnasi. Menurut Kariyanto Hardjosoemarto, Sales and Marketing Director PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia, meski pertumbuhannya cenderung lambat, pasar premium di Indonesia tetap memiliki potensi, terutama dengan masuknya merek baru yang memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen.

Namun, segmen ini sangat sensitif terhadap kondisi geopolitik dan ekonomi global, yang dapat mempengaruhi daya beli konsumen. Oleh karena itu, stabilitas ekonomi dan kebijakan yang mendukung sektor otomotif menjadi penting. Selain itu, faktor penting dalam menarik pelanggan premium adalah strategi harga yang kompetitif dan kemudahan perawatan kendaraan, seperti yang disampaikan oleh Kariyanto, serta penekanan pada pengalaman pelanggan yang eksklusif oleh merek-merek seperti Lexus dan Mazda.

Kondisi regulasi, seperti perubahan pajak PPN yang dapat memengaruhi harga jual kendaraan premium, juga menjadi faktor yang harus dipertimbangkan oleh pelaku pasar. Menurut Ketua Gaikindo Jongkie D. Sugiarto, meskipun ada penundaan opsen pajak, kenaikan pajak tetap perlu diperhitungkan dalam strategi pemasaran. Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menyebutkan bahwa ketidakpastian ekonomi dan pajak dapat meningkatkan biaya pembelian mobil dan mempengaruhi minat beli.

Namun, beberapa pihak optimistis bahwa pasar mobil premium tetap memiliki prospek yang baik, terutama dengan daya beli kelas menengah ke atas yang masih kuat. Menurut Mohammad Faisal dari CORE Indonesia, pasar premium di Indonesia berpotensi tumbuh karena daya beli yang stabil dan kebutuhan akan kendaraan yang lebih berkualitas, dengan perusahaan otomotif perlu fokus pada tren, desain, dan layanan untuk memenangkan persaingan di segmen ini.

Pakar otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, juga berpendapat bahwa pasar otomotif premium tetap menjanjikan, didorong oleh aspirasi kelas menengah atas yang menjadikan kendaraan premium sebagai simbol status sosial. Oleh karena itu, produsen otomotif perlu menerapkan strategi adaptif berbasis data untuk meraih kesuksesan di pasar yang berkembang ini.

Langkah Indonesia Hadapi Proteksionisme AS

Hairul Rizal 03 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat, kebijakan perdagangan AS akan memasuki era yang lebih konservatif, termasuk penerapan tarif impor untuk negara yang memiliki surplus perdagangan dengan AS. Kebijakan ini berpotensi memicu "perang dagang", terutama dengan China, yang dapat menurunkan volume perdagangan global. Ini akan berdampak pada Indonesia, karena China merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Penurunan ekspor produk China ke AS bisa berimbas pada ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, AS juga menghadapi masalah inflasi yang tinggi, yang dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang di negara-negara berkembang. Oleh karena itu, kebijakan yang lebih proteksionis dan tekanan pada nilai tukar dapat memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia. Untuk itu, keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) diharapkan dapat memperkuat kerjasama perdagangan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional, mengingat kontribusi besar negara-negara BRICS terhadap ekspor Indonesia.

Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi, Bank Indonesia (BI) juga mengoptimalkan kebijakan moneter, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sukuk Valuta Asing (SUVBI), dan kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, khususnya dalam sektor-sektor yang memiliki kapasitas tinggi untuk menyerap tenaga kerja.

Dengan kebijakan yang pro-growth dan pro-kerja, diharapkan porsi pekerja formal yang terdampak pandemi Covid-19 dapat meningkat, mendukung stabilitas ekonomi, dan membantu memulihkan perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar global.

Kendaraan Premium Kian Canggih dengan Teknologi Mutakhir

Hairul Rizal 03 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Segmen pasar kendaraan premium di Indonesia semakin menjanjikan, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang kendaraan ramah lingkungan dan teknologi canggih. Luther T. Panjaitan, Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, menekankan bahwa kehadiran DENZA, sub-brand premium BYD, menjadi bukti komitmen perusahaan untuk menawarkan kendaraan premium yang menggabungkan teknologi terkini dengan harga yang kompetitif. BYD berfokus pada inovasi teknologi untuk menarik konsumen Indonesia, khususnya di segmen kendaraan listrik (NEV), yang diprediksi akan terus berkembang.

Untuk memenangkan pasar premium, BYD akan segera membuka jaringan dealer di berbagai wilayah Indonesia, meningkatkan layanan pelanggan seperti hotline 24 jam, dan menyediakan fasilitas pengisian daya eksklusif. Kehadiran merek-merek baru, termasuk DENZA, diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan pasar otomotif Indonesia, terutama untuk kendaraan listrik. Saat ini, BYD telah meraih 36% pangsa pasar NEV di Indonesia pada 2024.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi adalah edukasi masyarakat mengenai manfaat kendaraan listrik, termasuk efisiensi biaya operasional dan kontribusinya terhadap pengurangan emisi karbon. BYD berharap dukungan dari pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik, seperti stasiun pengisian daya, serta kebijakan yang mendukung ekosistem kendaraan listrik, dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan langkah-langkah tersebut, BYD optimis dapat memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia, khususnya di segmen premium.

Masuknya Kereta China ke Indonesia, Apa Dampaknya?

Hairul Rizal 03 Feb 2025 Bisnis Indonesia

Kedatangan kereta baru yang diimpor dari CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan KAI Commuter. Joni Martinus, VP Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), menyatakan bahwa kereta pertama telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 31 Januari 2025 dan setelah melalui pengujian pabrik, kereta ini akan menjalani uji dinamis sebelum dapat digunakan. Pengadaan 11 rangkaian kereta impor dari China, yang dijadwalkan selesai dalam 13 bulan, adalah bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan operasional yang mendesak akibat peningkatan volume penumpang, terutama setelah diterapkannya Gapeka 2025.

Sementara itu, KAI Commuter juga terus berkomunikasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa pengadaan kereta tepat waktu dan dapat meningkatkan frekuensi perjalanan, terutama di wilayah Jabodetabek. Kebutuhan investasi untuk pengadaan 35 rangkaian kereta pada 2025 diperkirakan mencapai Rp9,1 triliun, yang akan dipenuhi melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dan pinjaman sindikasi bank. Meski begitu, kereta produksi PT INKA juga tetap dipastikan akan masuk sesuai jadwal, dengan pengadaan tambahan 12 trainset pada 2026.

Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh KAI Commuter bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan kereta api, menciptakan kenyamanan bagi penumpang, serta mendukung target proyeksi jumlah pengguna yang terus meningkat.

Penurunan IHSG Februari dan Harapan Sejarah Berulang

Hairul Rizal 03 Feb 2025 Kontan (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal tahun 2025 mengalami fluktuasi akibat pelemahan nilai tukar rupiah, arus keluar dana asing, serta kebijakan Bank Indonesia (BI) dan The Fed. Namun, Februari berpotensi menjadi bulan pemulihan, didorong oleh penyesuaian portofolio investor dan musim rilis laporan keuangan tahunan.

Vice President Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menjelaskan bahwa IHSG terdampak oleh beberapa sentimen utama, seperti Trump effect akibat pelantikan kembali Donald Trump sebagai Presiden AS, serta kebijakan BI yang memangkas suku bunga sebesar 25 bps. Namun, Audi optimis IHSG bisa kembali menguat, dengan estimasi pergerakan di support 6.950 dan resistance 7.464 sepanjang Februari.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reyhan Pratama, menilai bahwa IHSG sering mengalami pemulihan setelah volatilitas di Januari. Menurutnya, stabilitas ekonomi domestik dan stimulus fiskal dapat menjadi katalis positif, meskipun masih ada risiko dari kebijakan tarif AS dan ekonomi global. Reyhan memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 6.937-7.470 bulan ini.

Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, juga melihat bahwa ekonomi AS dan China masih akan memengaruhi arus dana asing ke pasar saham Indonesia. Dia memperkirakan IHSG akan bergerak di 7.016-7.444 dalam sebulan ke depan.

Sementara itu, dana asing mulai kembali masuk ke saham big caps, terutama di sektor perbankan. Direktur Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus, menyoroti bahwa saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mengalami net buy asing yang signifikan. Buyback saham senilai Rp 3 triliun yang dilakukan BBRI menjadi faktor utama yang menarik investor.

Di sisi lain, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, menyarankan strategi buy on weakness bagi investor yang ingin masuk ke saham dengan historis yield dividen menarik, menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setelah rilis laporan keuangan tahunan.

Inflasi Stabil, Prospek Ekonomi Masih Terkendali

Hairul Rizal 03 Feb 2025 Kontan
Inflasi di awal tahun 2025 diperkirakan tetap terkendali, meskipun ada faktor musiman seperti libur panjang akhir tahun dan perayaan Imlek. Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, memperkirakan inflasi Januari mencapai 0,3% month to month (mtm) dan 1,83% year on year (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Menurutnya, tren ini menunjukkan perbaikan daya beli masyarakat yang didukung kebijakan moneter proaktif Bank Indonesia.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, memprediksi inflasi Januari di 0,36% mtm dan 1,90% yoy, dengan penyebab utama lonjakan harga cabai merah dan kenaikan harga emas. Ia juga menyoroti dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax, meskipun dalam skala kecil.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan inflasi Januari di 0,4% mtm dan 1,94% yoy, dengan inflasi inti sedikit meningkat akibat pelemahan rupiah dan kenaikan harga emas. Namun, ia menilai inflasi masih terkendali karena permintaan yang berkurang setelah musim liburan serta harga yang diatur pemerintah tetap stabil.

Para ekonom memproyeksikan inflasi Februari hingga Maret 2025—yang bertepatan dengan Ramadan—akan tetap terjaga, seiring stabilnya harga pangan dan energi. David Sumual bahkan memperkirakan inflasi bisa kembali melambat ke 1,5% yoy pada periode tersebut. Namun, Josua Pardede menilai inflasi tahunan bisa meningkat ke 2% yoy, terutama karena revisi aturan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) oleh pemerintah.

DPR dan Pemerintah Percepat Revisi UU BUMN

Hairul Rizal 03 Feb 2025 Kontan
Revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN telah mencapai tahap akhir dan rencananya akan disahkan dalam Sidang Paripurna DPR RI pada Selasa (4/2). Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa pembahasan telah melibatkan berbagai pihak dan tidak ada alasan untuk menunda pengesahannya.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Adi, menekankan bahwa revisi UU BUMN memiliki urgensi tinggi untuk memperkuat BUMN dan perekonomian nasional, sehingga pengambilan keputusan dilakukan dengan cepat, bahkan pada hari libur. Sementara itu, Ketua Panitia Kerja RUU BUMN, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), menjelaskan bahwa daftar inventarisasi masalah (DIM) dalam RUU ini telah dibahas dengan total 2.411 item, di mana sebagian besar telah disetujui pada 31 Januari 2025.

Salah satu poin utama dalam revisi ini adalah pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), yang bertujuan mengoptimalkan pengelolaan dividen BUMN. Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, berharap bahwa dengan revisi ini, BUMN bisa menjadi motor penggerak industri berbasis sumber daya alam, termasuk nikel, bauksit, dan tembaga.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto, menilai bahwa pembentukan BPI Danantara akan meningkatkan daya saing BUMN, terutama di kancah internasional. Menurutnya, jika BUMN masih dikelola dalam birokrasi kementerian, maka ekspansinya akan terhambat.

Sektor Teknologi Siap Unjuk Gigi di 2024

Hairul Rizal 03 Feb 2025 Kontan
Suku bunga rendah dan penerapan kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi katalis positif bagi emiten sektor teknologi di Indonesia, terutama di bidang e-commerce dan fintech.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang stabil di 5% dapat meningkatkan konsumsi domestik dan menopang sektor e-commerce. Hal ini terlihat dari penurunan kerugian PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar 29% yoy pada kuartal ketiga 2024, meskipun secara keseluruhan sektor ini masih dalam tren negatif.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis, optimistis bahwa gross merchandise value (GMV) e-commerce akan tumbuh lebih tinggi, didukung oleh media sosial, kredit konsumen, serta produktivitas berbasis AI. Menurut laporan Google, ekonomi internet diperkirakan tumbuh dengan CAGR 14% hingga 2030, dengan Tiktok dan Shopee sebagai pemimpin pasar dalam belanja online.

Adopsi AI dalam layanan on-demand service (ODS) dan fintech juga akan memperkuat bisnis teknologi. Contohnya, Tiktok Shop-Tokopedia kini mempromosikan layanan Gojek, dan meningkatnya penggunaan paylater serta pinjaman digital semakin mendukung pertumbuhan e-commerce. Analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan, menilai bahwa perubahan perilaku konsumen yang lebih berorientasi pada fungsi daripada insentif dapat meningkatkan profitabilitas emiten teknologi, meskipun pendapatan sektor ini mungkin masih negatif dalam dua tahun ke depan.

Namun, terdapat beberapa risiko yang membayangi sektor teknologi, seperti sentimen negatif dari kasus eFisheries yang dapat memperburuk persepsi investor.

Pilihan Editor