Hidup Hemat Ala Gen Z
Gaya hidup konsumtif, terutama di kalangan Generasi Milenial dan Generasi Z, semakin menjadi perhatian karena meningkatnya penggunaan pinjaman online (pinjol) dan layanan paylater yang cenderung lebih banyak digunakan untuk pembiayaan konsumtif. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mayoritas penerima pinjaman tersebut adalah kalangan berusia 19 hingga 34 tahun. Untuk menghadapi hal ini, konsep frugal living atau gaya hidup hemat kini menjadi perhatian yang lebih penting.
Frugal living mengajak seseorang untuk lebih berhati-hati dalam mengelola uang dan membatasi pengeluaran konsumtif. Gaya hidup ini bukan berarti pelit, tetapi lebih kepada mengatur prioritas dan menahan diri dari dorongan belanja yang tidak penting. Frugal living menjadi relevan terutama bagi kalangan menengah ke bawah, yang bisa mengambil manfaat dari gaya hidup hemat ini untuk menghindari jebakan konsumtif.
Tokoh yang menonjol dalam diskusi ini adalah salah seorang kawan penulis yang menyarankan agar generasi muda mulai menerapkan frugal living di tahun 2025, mengingat semakin mahalnya biaya hidup. Penerapan gaya hidup ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada utang konsumtif dan membantu seseorang menjalani hidup yang lebih bijaksana dalam pengelolaan keuangan.
Polemik Pengadaan Beras, Bulog Jadi Sorotan
Periode panen raya padi diperkirakan akan segera dimulai, dengan produksi padi pada Maret—Mei 2025 diperkirakan melimpah. Produksi pada periode panen raya biasanya mencapai 60%-65% dari total produksi tahunan, sedangkan sisanya dihasilkan pada musim panen gadu dan paceklik. Namun, fluktuasi harga gabah yang terjadi akibat ketergantungan pada iklim dan musim panen yang tidak merata menyebabkan petani dan konsumen sering menghadapi ketidakpastian harga. Petani memiliki daya tawar yang rendah, terutama karena surplus produksi yang harus segera dijual dan kualitas gabah yang dipengaruhi cuaca.
Dalam kondisi pasar yang monopsonistik, pemerintah, melalui Bulog, berperan penting untuk menstabilkan harga dengan menyerap gabah dari petani. Pemerintah juga menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk menjaga kestabilan harga gabah. Tahun ini, produksi beras diperkirakan mengalami surplus, yang memungkinkan Bulog tidak perlu melakukan impor beras. Namun, tantangan bagi Bulog adalah penyerapan gabah domestik yang masih rendah dalam lima tahun terakhir, serta terbatasnya kapasitas penggilingan dan dryer yang dimiliki.
Untuk mengatasi hal ini, Bulog berencana menggandeng mitra penggilingan swasta untuk mengoptimalkan penyerapan gabah. Meskipun langkah ini akan meningkatkan harga pokok beras Bulog, diharapkan dapat memperbaiki likuiditas swasta dan mengurangi persaingan langsung di pasar. Namun, kualitas beras produksi Bulog yang lebih rendah dibandingkan beras impor dapat memengaruhi persepsi konsumen. Meskipun demikian, konsumen diharapkan menghargai produk lokal yang segar dan cocok dengan selera Indonesia, serta mendukung keberlanjutan usaha tani lokal.
Industri Sepeda Motor Hadapi Tantangan Berat
Agen pemegang merek (APM) sepeda motor di Indonesia sedang berhitung cermat dalam menghadapi peluang dan tantangan untuk meningkatkan penjualan kendaraan roda dua pada 2025. Beberapa faktor penting yang mempengaruhi strategi penjualan mereka adalah penerapan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% untuk sepeda motor dengan kubikasi mesin 250 cc ke atas, yang mulai berlaku pada Januari 2025. Selain itu, kebijakan pungutan opsen pajak yang diterapkan oleh pemerintah daerah juga menjadi pertimbangan dalam menentukan target penjualan.
Meskipun ada tantangan terkait kebijakan pajak ini, beberapa APM seperti Yamaha dan Honda tetap optimis dan berharap kondisi ekonomi Indonesia akan mendukung peningkatan penjualan. Public Relations Manager PT Yamaha Indonesia, Rifki Maulana, mengungkapkan bahwa meskipun beberapa model motor Yamaha terkena PPN 12%, mereka tetap berharap penjualan tetap meningkat. Sementara itu, General Manager Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM), Ahmad Muhibbuddin, berharap pasar otomotif Indonesia tetap kondusif dan menargetkan penjualan 6,4 juta hingga 6,7 juta unit sepeda motor pada 2025.
Namun, Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengungkapkan bahwa AISI masih melakukan perhitungan ulang terhadap target penjualan karena ada daerah-daerah yang memberikan insentif atau relaksasi opsen pajak, yang membuat tarif pajak berbeda-beda di setiap provinsi. Di sisi lain, penjualan sepeda motor nasional telah mengalami tren kenaikan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun ada penurunan tajam pada 2020 akibat pandemi Covid-19.
Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan terkait kebijakan pajak baru, pasar sepeda motor di Indonesia diperkirakan masih memiliki potensi pertumbuhan yang baik, terutama jika ekonomi Indonesia terus membaik.
Polri Dalami Kasus Pagar Laut, Fakta Baru Terungkap
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri tengah menyelidiki dugaan perbuatan melawan hukum terkait pemasangan pagar laut di perairan Tangerang, Banten. Penyelidikan kasus ini dimulai sejak 10 Januari 2025, yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri. Meskipun proses penyelidikan sedang berlangsung, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan belum dapat disampaikan ke publik, karena penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.
Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa temuan pagar laut ini diduga melanggar beberapa aturan hukum, termasuk Pasal 263 dan 264 KUHP, serta Undang-Undang Pencucian Uang. Proses penyelidikan ini akan terus berkoordinasi dengan lembaga atau kementerian terkait, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk memastikan bahwa kasus ini ditangani dengan tepat.









