Kenaikan Suku Bunga dan Galur Omicron
Bank sentral Inggris atau BoE (16/12/2021), jadi bank sentral negara G-7 pertama yang menaikkan suku bunga acuan sejak pandemi Covid-19 memukul ekonomi global. BoE menyebut, tekanan inflasi mendasari kenaikan suku bunga, inflasi kemungkinan mencapai level 6 % pada April, 3 kali target. Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 galur Omicron merugikan pedagang ritel dan restoran. Namun, BoE terdorong menghentikan lonjakan harga agar tidak jadi masalah jangka panjang. Tertangkap perubahan dinamika dan pilihan responsnya, pengambil kebijakan tiap negara mencari cara meredam dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.
Sehari sebelumnya Bank Sentral AS (The Fed), akan mengakhiri program pembelian surat utang dan mengisyaratkan tiga kali kenaikan suku bunga acuan tahun depan. The Fed mengisyaratkan, lonjakan inflasi adalah risiko terbesar, bukan potensi kerusakan ekonomi dari varian Omicron yang menyebar cepat. Gubernur The Fed Jerome Powell antusias tentang kekuatan pasar kerja AS. ”Ekonomi tidak lagi membutuhkantambahan dukungan kebijakan,” katanya. (Yoga)
Beres-beres Sistem Resi Gudang
Warehouse receipt system atau sistem resi gudang (SRG) di Indonesia berkembang sejak pertama diterapkan 20 Agustus 2007. 14 tahun perjalanannya ditutup dengan kepastian pasar relatif besar. Aprindo berkomitmen serap sejumlah komoditas pangan petani, nelayan, petambak, dan peternak yang dikelola berbasis SRG pada 2022. Aprindo akan jadi penjamin serapan dan pembeli siaga, terutama untuk sejumlah komoditas yang sudah dikemas dengan baik. Untuk komoditas yang belum dikemas, Aprindo gandeng mitra pemasok jaringan ritel modern agar mendapat kemasan dan dijual di jaringan ritel modern.
Pengelola gudang SRG, petani, peternak, petambak, dan nelayan, mendapat kepastian dan perluas pasar. SRG merupakan instrumen usaha pascapanen dengan mekanisme tunda jual dan dikelola koperasi atau badan usaha, untuk lindungi produsen pangan dan bahan baku industri saat harga anjlok, dengan simpan hasil panen di gudang SRG dan jual saat harga bagus. Syaratnya, berdaya simpan sedikitnya tiga bulan, memenuhi standar mutu, dan jumlah minimum komoditas tersimpan. Mereka mendapat resi gudang dengan waktu jatuh tempo tertentu dan dapat digunakan sebagai jaminan kredit bank. Resi gudang juga dapat diperdagangkan di pasar lelang komoditas, bahkan pasar derivatif atau bursa komoditas berjangka. (Yoga)
Konsumsi Terus Membaik
Sejumlah indikator ekonomi, baik dari konsumsi maupun produksi, menunjukkan pemulihan selama triwulan IV-2021. Dari sisi konsumsi, indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2021 tercatat 118,5, lebih tinggi dibanding Oktober 2021 sebesar 113,4. Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2021 tercatat di level 199,7, tumbuh 2,2 % dari Oktober 195,5. Dari sisi produksi, Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia Oktober 2021 sempat mencapai level tertinggi dalam 3 tahun terakhir di 57,2.
Menkeu Sri Mulyani menyatakan, indikator tersebut menunjukkan sinyal kuat tren pemulihan konsumsi di pengujung tahun ini akan berlanjut tahun depan. Sri Mulyani menegaskan, momentum pemulihan konsumsi menguat setelah terinterupsi oleh lonjakan penyebaran kasus Covid-19 varian Delta pada triwulan III-2021, dan semakin kuat tahun depan bila kasus penularan Covid-19 terkendali. Waketum Apindo Shinta W Kamdani berharap tingkat ketidakpastian akibat pandemi tahun depan menurun hingga mendongkrak konsumsi masyarakat. (Yoga)
Impian Hidup Ideal di Dunia Rekaan
Anak muda zaman sekarang, sering membuka platform metaverse untuk sekadar mengecek avatar atau karakter pengganti mereka di dunia maya. Di dunia metaverse, kita bisa jadi siapa pun dan pergi ke mana pun atau melakukan apa pun yang kita mau.Tren avatar di dunia metaverse semakin populer semasa pandemi Covid-19 akibat pemberlakuan kebijakan pembatasan mobilitas warga dan kebijakan bekerja dari rumah. Istilah metaverse diciptakan dalam novel fiksi ilmiah, Snow Crash, karya Neal Stephenson tahun 1992. Berasal dari ”meta” yang berarti melampaui dan ”universe” atau semesta. Cerita novel itu kemudian diwujudkan sutradara Steven Spielberg di filmnya, Ready Player One, selain itu, film The Matrix juga bertema serupa.
Di dunia virtual bersama tersebut, orang bisa membeli tanah, barang dan jasa, jalan-jalan ke mana saja, dan datang ke ajang apa saja. Transaksi di dalamnya kerap menggunakan mata uang kripto. Banyak platform realitas virtual ini didukung oleh teknologi blockchain, mata uang kripto, dan non-fungible token (NFT) yang memungkinkan aset digital terdesentralisasi untuk dikumpulkan dan dimonetisasi. Sepatu merek Nike atau merek terkenal Gucci pun sudah merambah metaverse. Dunia mode berperan besar dalam platform ini dan penciptanya sudah menjual pakaian secara virtual hingga 1,6 miliar helai di Zepeto. Dari setiap penjualan 5.000 zems, Zepeto memperoleh 106 dollar AS. Para pengguna Zepeto membeli mata uang zems ini dengan uang asli. (Yoga)
Bersiap Membuat Resolusi 2022
Momen pengujung tahun merupakan saat tepat merencanakan resolusi, baik resolusi baru maupun yang sempat gagal tahun sebelumnya. Tradisi ini merupakan tindakan perbaikan diri yang akan dimulai pada Tahun Baru. Sebagian besar orang menjadikan resolusi sebagai motivasi, tuntunan hidup, atau tujuan yang akan dicapai selama satu tahun ke depan. Banyak ragam janji perbaikan hidup yang dikenal dengan resolusi ini, mulai dari hal keuangan, kesehatan, hubungan sosial, pendidikan dan keahlian, hingga hubungan spiritual. Namun, kondisi pandemi Covid-19 selama 2 tahun terakhir membuat perbaikan dalam bidang keuangan dan kesehatan jadi hal yang paling diinginkan.
Tidak fokus dan kondisi yang tidak mendukung jadi alasan umum penyebab resolusi tidak terealisasi. Tidak mengevaluasi pencapaian merupakan kesalahan besar Melalui proses monitoring, target pencapaian dapat dievaluasi, jika hasil monitoring menyatakan pencapaian tidak sesuai waktu target, perlu dibuat penyesuaian perencanaan dan trik agar resolusi tetap dapat terealisasi Bila seseorang siap mengubah hidupnya jadi lebih berkualitas, maka fokus dan semangat mudah diraih. Selain itu, kesiapan diri ini jadi perisai antisipasi hambatan dan tantangan dimasa mendatang. Mewujudkan resolusi tidak semudah merencanakan. Perlu kerja keras, kepercayaan diri, dan konsistensi untuk mencapainya. (Yoga)
Aktivisme Digital, Yang Muda, yang Peduli
Pertengahan 2021, jagad media sosial diramaikan unggahan dari BEM UI berupa meme wajah Presiden Joko Widodo bertulis ”Jokowi The King of Lip Service”. Respons pro dan kontra bermunculan, Ketua BEM UI Leon Alvinda mengalami doxing dan medsosnya sempat diretas. Banyak anak muda, terutama generasi Z dan generasi milenial akhir, ramai bersuara membela hak kebebasan berpendapat. Hasil pemetaan Drone Emprit menunjukkan, mayoritas yang aktif dalam percakapan via Twitter terkait isu ini berusia muda, yakni 49,56 persen berusia 19-29 tahun. Sejalan paparan Damien Spry, dosen University of South Australia, medsos jadi media terbanyak digunakan. 89 % sumber berita saat ini berasal dari berita daring dan media sosial. Bagi anak muda, medsos adalah wahana berekspresi untuk banyak hal.
Co-Founder Arisearose Calista Fahira Ridrany Jasmine, komunitas anak muda yang berawal di Instagram dan mempunyai lebih 19.000 pengikut ini aktif bergerak menyuarakan sejumlah isu seperti kesehatan mental, lingkungan, hingga sosial politik. Sejalan hal itu, mereka perlahan mengantarkan literasi digital kepada para pengikutnya. Anita Wahid juga turut serta dalam Siberkreasi serta menggerakkan Mafindo dan Public Virtue, memberi pesan bagi anak muda untuk tetap bergerak. Aktivisme digital merupakan sebuah keniscayaan dan anak muda yang memegang kendali.Akan tetapi, literasi digital perlu dipegang tidak hanya dari kreasi pembuatan konten, tetapi juga etika dan keamanan. (Yoga)
Waspada, Modus Kejahatan Perbankan di Era DIgital
Era digital membuat hidup semakin gampang. Di sektor keuangan, hampir semua transaksi ritel bahkan sudah menggunakan kanal digital. Direktur Teknologi Informasi dan Operasi PT Bank Negara Indonesia (BBNI) YB Hariantono mengatakan, risiko kejahatan perbankan yang paling susah dicegah datang dari sisi nasabah. "Seperti penipuan social engineering. Ini susah karena berada di luar kontrol bank," katanya pada KONTAN, Kamis (23/12). Di sisi lain, nasabah juga harus waspada. Seperti jangan memposting data diri pribadi dan main percaya dengan media sosial. Ibarat kata, percuma sudah digebok, tapi kunci gembok gampang diambil penjahat.
Realisasi Pembiayaan Investasi Naik Empat Kali
Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, realisasi pembiayaan investasi termasuk suntikan modal kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga November 2021 mencapai Rp 116,3 triliun. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani posisi ini melonjak 278,5% dari periode yang sama 2020. Realisasi ini setara 56% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar RP 184,5 triliun. "Masih ada pencairan anggaran pembiayaan investasi Desember ini dengan jumlah sangat besar," kata Menkeu, Rabu (22/12). Selain itu suntikan modal kepada Lembaga Pengelola Investasi senilai Rp 15 triliun, PT Hutama Karya Rp 6,21 triliun, PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Rp 5 triliun, kewajiban penjaminan Rp 2,72 triliun, serta PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Rp 2,25 triliun.
Jumlah Investor Pasar Modal Melesat Berkat Inovasi Teknologi
Semakin banyak orang Indonesia yang melek investasi. Jumlah investor pasar modal meningkat 89,58% menjadi 7,3 juta single investor dentification (SID) sepanjang tahun ini sampai dengan 17 Desember 2021. Jumlah tersebut merupakan SID gabungan yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksadana, surat berharga negara (SBN) dan jenis efek lain yang tercatat di KSEI. Jika dirinci, jumlah investor yang memiliki aset saham meningkat 101,19% menjadi 3,41 juta. Sedang jumlah investor yang memiliki reksadana melesat 111,29% jadi 6,71 juta. Investor yang memiliki aset SBN naik 31,96% jadi 607.000. Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, yang menarik, dari total 7,3 juta investor, sebesar 99,5% merupakan investor ritel. "Investor ritel ini banyak didominasi oleh dua generasi, yakni generasi milennial dan generasi Z," kata Uriep di Jakarta Selatan, Kamis (23/12).
Likuiditas Makin Deras Menjelang Akhir Tahun
Likuiditas sektor keuangan Indonesia November 2021 naik, sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun. Bank Indonesia (BI) mencatat, uang beredar dalam arti luas (M2) November 2021 mencapai Rp 7.572,2 triliun, tumbuh 11% year on year (yoy). Jumlah ini lebih tinggi ketimbang Oktober 2021 sebesar Rp 7.491,7 triliun, naik 10,5% yoy. BI menyebut kenaikan berasal dari akselerasi uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. Adapun komponen uang kuasi pada November 2021 tercatat Rp. 3.405,8 triliun, tumbuh 7,0% yoy. Angka ini juga naik dari bulan Oktober 2021 yang sebesar Rp 3.393,8 triliun atau tumbuh 6,0% yoy. Asal tahu saja, komponen uang kuasi ini di dorong oleh peningkatan simpanan berjangka dan giro valas.









