Tiongkok Bidik Platform Daring Dalam Bersih-bersih Internet
Tiongkok akan mengamati platform-platform daring seperti jaringan media sosial dan situs berbagi video untuk menekan akun dan informasi palsu, sebagai bagian dari upayanya untuk membersihkan internet, kata Regulator Tiongkok untuk urusan siber pada Kamis (23/12). Cyberspace Administration of China (CAC) mengatakan akan meluncurkan operasi khusus selama dua bulan untuk menargetkan pelaku daring penipuan. CAC mengadakan konferensi video pada Rabu (22/12) yang dihadiri oleh badan-badan provinsi dan kota dari seluruh negara itu, menurut sebuah pernyataan yang diunggah di situsnya pada Kamis. Pernyataan Kamis tidak menyebutkan nama perusahaan atau individu yang ditargetkan. Namun dikatakan bahwa platform yang menampung film dan resensi buku, video pendek, dan jejaring sosial akan menjadi salah satu titik fokus dari operasi ini. (Yetede)
Kepercayaan Konsumen AS Meningkat
Kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) pada Desember ini meningkat lagi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa perekonomian Paman Sam akan terus ekspansif pada 2022, terlepas ada kebangkitan kasus infeksi Covid-19 dan pengurangan stimulus fiskal. Di sisi lain rancangan undang-undang (RUU) investasi dalam negeri senilai US$ 1,75 triliun yang ditandatangani Presiden Joe Biden, yang disebut Build Back Better (BBB) dan bertujuan memperluas jaring pengaman sosial sekaligus mengatasi perubahan iklim, mendapat pukulan pada Minggu (19/12). Indeks kepercayaan konsumen Conference Board pada bulan ini menunjukkan peningkatan ke angka 115,8 pasca revisi naik 111,9 pada November. Ada pun ekpektasi inflasi konsumen selama 12 bulan kedepan mengalami penurunan dari 7,3% selama lebih dari 13 tahun terakhir menjadi 6,9%. (Yetede)
Omicron dan Inflasi Bayangi Perolehan Laba Perusahaan AS di 2022
Pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan AS untuk tahun depan diprediksi melambat setelah menuai kesuksesan pada 2021. Indeks saham S&P 500 tahun ini pun dilaporkan berada dijalur kenaikan sekitar 24%. Rasio harga terhadap pendapatan indeks juga berada jauh diatas rata-rata jangka panjangnya. Menurut data IBES dari Refinity, penghasilan indeks S&P 500 terlihat naik sekitar 8% pada 2022 setelah tahun ini diperkirakan melonjak 50%, menyusul pulihnya perusahaan-perusahaan dari peraturan karantina.Catatan Refinitiv DataStream menunjukkan rasio harga terhadap pendapatan kedepan untuk S&P 500 berada 21,5, dibandingkan dengan rata-rata jangka panjanganya 15,5. Para pembuat kebijakan The Fed juga memperkirakan laju inflasi tahun depan akan mencapai 2,6% melampaui 2,2% yang mereka proyeksikan pada September. (Yetede)
John Riady: Lippo Makin Fokus pada Teknologi dan Digital
Filosofi bisnis yang dikembangkan Lippo berjalan dengan koridor yang dirancang sang pendiri, Mochtar Riady, yakni stewardship, atau pun amanah. Perusahaan harus terus tumbuh berkesinambungan seiring dengan upaya memberikan berkah bagi lingkungan dan masyarakat. "Kami memulai investasi di dunia startup pada 2014, dulu namanya Ventura. Pada saat itu, kalau kita masuk kesemua perusahaan teknologi di Indonesia, seperti Tokopedia, Traveloka, dan Gojek. Total kapitalisasinya itu sekitar US$ 60 juta," ujar CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady di Jakarta. Berbagai inovasi bisnis terkait pengembangan teknologi tengah digulirkan oleh John Riady. Ada empat strategi dan bagian yang dikembangkan John dalam pengembangan bisnis dibidang teknologi dan digital.
Pertama ialah investing in early stages technology, di mana Lippo berinvestasi di perusahaan-perusahaan teknologi dan digital yang masih dalam tahap awal dan pengembangan. Investasi yang dilakukan pun belum terlalu besar. Misalnya saja, investasi Lippo di Grab saat itu hanya sebesar USD50.000. Lalu, di Ruangguru dan Sociolla sebesar Rp3 miliar dan Rp5 miliar. Tahapan kedua, ialah menjalin kemitraan. Salah satu kemitraan yang dibangun ialah dengan Ping’An, sebuah perusahaan teknologi asuransi terbesar di China. Kedua perusahaan ini menjalin satu joint venture (JV) untuk mendirikan perusahaan financial technology (fintech) di Indonesia. Tahapan ketiga ialah later stage, atau melakukan investasi di perusahaan-perusahaan teknologi dan digital yang telah besar. Dalam tahapan ini, Lippo berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang telah besar, seperti Bukalapak dan GoTo. Setelah berbagai pembelajaran dan kolaborasi yang dilakukan, tahapan berikutnya ialah melakukan transformasi perusahaan yang dimilikinya, salah satunya ialah PT Multipolar, Tbk (MLPL).
(Yetede)
Grab,Emtek, dan Bukalapak Kawal Solo Jadi Smart City
Tiga raksasa digital Indonesia , yakni Grab, Emtek, dan Bukalapak, meluncurkan program akselator Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan (Kota Masa Depan) di kota Solo, Jawa tengah, demi mewujudkan kota tersebut menjadi smart city, Kamis (23/12), setelah peluncuran perdana di Kupang, Oktober lalu. Ada tiga kegiatan digulirkan, yakni digitalisasi UMKM, Peluncuran Grab Kitchen, dan serah terima sepeda motor kepada para mitra pengemudi Grab. President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, Grab bersama Emtek dan Bukalapak siap bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta untuk mengawal Solo menjadi smart city. (Yetede)
Prestasi dan Reputasi Ekonomi
Ini lagu lama, tapi tetap menarik, yakni tentang output and economic outcome. Prestasi dan reputasi ekonomi suatu negara sangat tergantung dari output dan economic outcome yang dihasilkan. Dalam kerangka ekonomi, maka output berupa produk domestik bruto (PDB), sedangkan outcame pada dasarnya berupa pertumbuhan PDB dan peningkatan kesejahteraan rakyat dalam jangka waktu tertentu. Input pada dasarnya unsur dari luar berupa sumber daya manusia, dana,sarana, dan regulasi maupun program yang menyertainya. BPS menjawab dengan sebuah informasi bahwa perekonomian Indonesia secara spasial triwulan II-2021 kontribusi Jawa masih 57,92%, yang berarti di luar Jawa baru nyumbang 41,08%. Contoh lain bahwa pada periode yang sama, pertumbuhan ekonomi tri wulan II-2021 (y-on-y) menurut pengeluaran 84,93% PDB berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Dengan demikian, sumbangan yang berasal dari belanja pemerintah, ekspor-impor hanya 15,07% terhadap PDB.Tugas kita bersama-sama mengubah wajah ekonomi yang masih high cost menuju ke sistem yang lebih low cost. (Yetede)
Masa Panen Bank
Kebangkitan kinerja perbankan menunjukkan tren yang membesarkan hati. Tumbuh perlahan tapi pasti dengan kondisi keseluruhan yang cukup solid. Kucuran kredit kepada debitur terus meningkat untuk sektor-sektor yang mulai kembali bergairah. Data terbaru Bank Indonesia menunjukkan, hingga November 2021, outstanding kredit perbankan tercatat Rp 5.694,9 triliun atau meningkat 4,4% secara year-on-year (yoy). Peningkatan penyaluran kredit pada November 2021 terjadi pada seluruh jenis kredit. Kredit Modal Kerja tumbuh menguat. Sedangkan kredit investasi yang pada Oktober masih kontraksi 0,2%, pada November 2021 berbalik arah tumbuh positif sebesar 3,4% (yoy). Bukan hanya semangat memompa kredit, bank pun patuh dalam mentransmisikan kebijakan suku bunga BI dengan memangkas suku bunga kredit maupun simpanan. (Yetede)
Satgas BLBI Sita 479,4 ha Tanah Texmaco
Satuan Tugas Penangan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) menyita aset jaminan Group Texmaco terkait BLBI berupa 587 bidang tanah dengan total luas 4.794.202 m2 atau sekitar 279,4 hektare. Ratusan bidang tanah tersebut tersebar di lima daerah, yaitu Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kota pekalongan, Kota Batu, dan Kota Padang. Menurut Sri Mulyani, Satgas BLNI pada Kamis (23/12/2021) melakukan upaya penagihan terhadap kewajiban Group Texmaco yang sebelumnya telah diupayakan penyelesaiannya dengan skema restrukturisasi oleh Kementerian Keuangan, namun tidak berhasil. Sri Mulyani menjelaskan, Group Texmaco merupakan perusahaan yang meminjam dana kepada sejumlah bank yakni BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank swasta sebelum terjadi krisis keuangan 1997-1998. Pada saat terjadi krisis, bank-bank tersebut kemudian di-bailout (oleh pemerintah) sebagai bagian dari upaya penyelamatan. (Yetede)
Transaksi Gunakan Mata Uang Lokal RI-Tiongkok US$ 15 juta per Bulan
Bank Indoensia menyatakan, pelaksanaan transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) antara pelaku usaha di Indonesia dan Tiongkok yang dimulai sejak Sepetember lalu menunjukkan perkembangan positif. Dalam tiga bulan terakhir, rata-rata transaksi LCS kedua negara mencapai US$ 15 juta per bulan. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayani optimis transaksi LCS antara Indonesia-Tiongkok akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan aktivitas pedagangan dan investasi. Hal tersebut diharapkan bisa terus mengurangi ketergantungan Indonesia dalam transaksi internasional terhadap dolar Amerika yang hingga kini masih dikisaran 80%-90%.
WIKA Kuasai 19% Saham PT Bandara Internasional Batam
PT Wijaya Karya (persero) Tbk atau WIKA akan menguasai 19% kepemilikan saham pada PT Bandara Internasional Batam (BIB). BIB dibentuk WIKA bersama PT Angkasa Pura/AP I (persero) dan Incheon Internasional Airport Corporation (IIAC). Ketiganya bergabung dalam konsosrsium pemenang lelang proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) Bandara Hang Nadim, Batam. Selain WIKA yang memegang 19% saham, AP I bakal menggengam saham mayoritas sebanyak 51% dan IIAC sebesar 30%. Sebelumnya, Badan Pengusaha (BP) Batam melakukan penandatanganan kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim dengan PT Bandara Internasional Batam dengan masa pengelolaannya akan berlangsung selama 25 tahun.









